Disclaimer: Tentu saja Naruto miliknya Kishimoto-sensei tapi cerita ini 100% milik saya, jadi kalau mau protes proteslah padaku, jangan pada Masashi Kishimoto-sensei. OK?

Genre:Komedi,romantis,yaoi

Warning:kacau, amburdul, abal-abal, bikin frustasi.

Jadi...

Nggak suka? Jangan baca!

Tapi bagi yang mau baca ya! ^_^

Tokoh: Naruto, Sasuke, Itachi, Gaara, Kiba dan Kyubi (OC)

...Chapter 2 start ...

Normal POV

"NARUTO! CEPAT BANGUN! KALAU KAU BELUM INGIN MATI BANGUN SEKARANG!" teriak Kushina seperti hari-hari sebelumnya.

Dengan sigap Naruto bangun. "Aye-aye, Sir!" teriaknya sambil menghormat masih dengan setengah mengigau.

Kushina menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi, dia yakin pasti ada kekacauan gen atau semacamnya saat mengandung Naruto sehingga anak ini lahir dengan banyak sifat yang tidak jelas. "Mandi dan cepatlah turun untuk sarapan." Katanya sambil keluar kamar putranya.

"Siap, Komandan!" jawab Naruto sambil berlari ke kamar mandi,sempat ia melirik jam weker di samping tempat tidurnya, pukul tujuh. Tapi sempat terbesit di kepalanya tentang kejadian kemarin, 'oh iya jam ini kan sudah dicepatkan Kaasan.' Pikirnya riang.

Sepuluh menit kemudian dia turun dari kamarnya dengan langkah santai, tak seperti biasanya untuk sarapan. "Mana Kyunee-chan?" tanya Naruto saat tak melihat kakaknya di sana.

"Sudah berangkat, katanya tak mau terlambat." Jawab Kushina.

"Oh." Jawab Naruto dengan nada biasa, kakaknya memang selalu berangkat cepat, maklum murid teladan. Dia mencomot sebuah roti dari meja makan dan duduk di kursinya. "Aku tak akan tertipu lagi lho Kaasan, aku tahu Kaasan mempercepat jam wekerku kan?" kata Naruto yakin.

"Memang. Tapi jamnya sudah kukembalikan ke waktu yang sebenarnya." Dia berkata sambil membuatkan Minato secangkir kopi, "Kau sadar kan?"

Naruto melongo, "GAWAT! AKU TERLAMBAAAAAT!" teriaknya sambil bangkit berdiri dari kursinya dan langsung menerobos keluar rumah dengan kecepatan 100 km/jam. (spedometernya kayaknya rusak deh.)

Minato tersenyum melihat putranya yang panik itu, "Dia anak yang aktif ya, Kushina?" tanyanya pada istrinya.

"Iya, dia mirip denganmu saat muda." Jawab Kushina.

"Aku?"

-seven days to falling in love-

'Dua menit lagi!' teriak Naruto dalam hati sambil terus berlari menuju sekolahnya. 'Dua menit lagi atau kau akan terlambat!"

Dia berlari gila-gilaan seakan sedang dikejar oleh monster raksasa berkepala dua yang bisa merubahmu menjadi patung batu jika menatap matanya. (Karena hidup banyak rasa!)

Dia tak memperhatikan jalannya, sehingga saat di belokan dia langsung menabrak seseorang. "UWAAAA!" teriaknya.

Tubuhnya menabrak orang itu dengan telak, sehingga keduanya jatuh terpelanting di jalannan.

'Ittai!' teriak Naruto dalam hati, ia tak berani membuka matanya, takut orang yang ditabraknya marah-marah. Namun dia dapat merasakan rasa nyeri saat lututnya mencium aspal jalanan dan tubuhnya mendarat di atas orang yang ditabraknya itu.

Juga rasa panas di bibirnya.

'Hah? Panas di bibir?' tanyanya pada diri sendiri.

Dengan takut-takut dia membuka matanya, namun pemandangan di hadapannya tampak kabur. Yang dapat ia lihat dengan jelas hanyalah sepasang mata hitam yang jaraknya terlalu dekat dengan matanya.

Eeeeeee...

Otomatis Naruto langsung tersentak begitu sadar apa yang terjadi. Dia telah menabrak jatuh orang dan sekaligus menindihnya, rasa panas yang dia rasakan di bibirnya itu karena...

Dia menabrak bibir orang itu dengan bibirnya!

Kiss.

Dia langsung mundur secepat kilat dan bersujut di hadapan orang itu sambil meminta maaf berulang-ulang dengan cepat. "Gomen! Gomenasai! Aku benar-benar tak sengaja! Maafkan aku!"

"Na... Naruto?" panggil orang yang ditabraknya.

Seketika Naruto mengangkat kepalanya, ingin tahu siapa orang yang telah ditabraknya.

Rambut berwarna raven yang dimodel pantat ayam. Mata hitam yang selalu menatap dingin setiap orang. Kulit putih terawat. Dan wajah tampan yang selalu disoraki anak perempuan...

Siapakah dia?

"Sa... Sasuke?" tanya si pirang ini dengan nada tak percaya, detik berikutnya nada tak percaya itu digantikan oleh nada kaget yang amat sangat. "SASUKE?!" dia menjerit histeris, "TEME!"

"Hn." Jawab Sasuke sambil mengusap darah yang menetes dari sudut bibirnya.

-seven days to falling in love-

From: Kyunee-chan

Sub: Bawa kamus Bahasa Prancis mu ke sini. Aku lupa membawanya.

Naruto membaca pesan singkat yang ia terima dari kakaknya, ia berdecak kesal. "Bilang saja malas, masih berdalih lupa segala." Gerutunya sambil mengambil Kamus Bahasa Prancisnya dari dalam tas dan membawanya ke kelas kakaknya di lantai atas.

Karena Naruto anak yang tahu adat dan sopan santun, sebelum masuk ia mengetuk pintu kelas kakaknya dua kali.

"Kyunee-chan, ini kamusnya." Kata Naruto sambil mencari kakaknya di seluruh ruang kelas, namun belum sempat dia menemukan kakaknya, matanya terpaku pada sesosok cowok berambut raven bermodel pantat ayam yang berdiri membelakanginya.

'Kenapa Sasuke ada di sini?!" teriaknya dalam hati, lalu dia teringat kalau kakak laki-laki Sasuke juga ada di kelas ini.

Kemudian dia terbayang-bayang 'ciuman' itu.

BLUSH!

Otomatis wajahnya memerah.

Seorang gadis berambut merah dengan mata biru mendekatinya, singkatnya dialah Kyubi, kakak perempuan Naruto.

"Hei, Naruto!" katanya sambil mengambil paksa kamus yang dibawa adiknya. "Ada apa denganmu hari ini? Wajahmu semerah tomat."

"Eh? Benarkah?"

"Iya," kata kakaknya, "Benar-benar seperti seorang gadis yang baru mengalami ciuman pertama."

BLUSH!

Kembali wajah Naruto memerah.

"Eh?" pekik Kyubi kaget, tak menyangka kalau kata-katanya tepat pada sasaran. "Sungguh? Siapakah co -ups salah- cewek itu?"

Naruto melirik ke arah Sasuke sekilas, takut cowok itu mendengarnya. Namun tak ada reaksi apapun dari cowok itu. Dia tergagap beberapa saat sebelum memutuskan untuk kabur saja. "Aku pergi dulu!" teriaknya sambil berlari menuju pintu kelas kakaknya.

Naruto POV

"Aku pergi dulu!" teriakku sambil berlari menuju pintu kelas Kyunee-chan.

Namun langkahku terhenti saat kudengar, Itachi Uchiha, kakak Sasuke menanyakan hal yang 'berbahaya' pada adiknya.

"Ngomong-ngomong Sasuke, bibirmu robek ya? Ah! Gusimu juga terluka! Kenapa tuh?"

"Itu..."

Aku berlari keluar sebelum sempat mendengar jawaban Sasuke, bagaimana kalau ternyata dia menjawab 'Itu... kena giginya Naruto, saat kami tak sengaja berciuman tadi.'? Biasanya tak mungkin sih orang menjawab seperti itu. Tapi ini kan Uchiha Sasuke? Siapa yang bisa menebak jalan pikirannya coba?

"ARGH!" teriakku frustasi.

Kyubi POV

Naruto berlari keluar kelas sambil menjerit frustasi membuatku kaget. Tampaknya bukan Cuma aku yang kaget, seisi kelas pun ikut memperhatikan.

Kudengar bisik-bisik anak perempuan di dekatku, "Jangan-jangan benar... anak yang tadi dan anak berambut raven itu..."

Anak berambut raven?

Kulihat seorang anak yang sudah familier bagiku, namanya Sasuke. Adik sahabatku dari TK, Itachi, sedang di kelas ini. Kutajamkan telingaku untuk mencuri dengar percakapan mereka.

"Itu... bukan urusanmu!" kata Sasuke sambil berlalu.

Kuhampiri Itachi, "Ada apa dengan adikmu?" tanyaku.

"Pertanyaan yang sama juga untukmu. 'Ada apa dengan adikmu?'." Dia membalikkan pertanyaan.

"Ayolah, Itachi. Jawab dulu pertanyaanku."

Dia mengangkat bahu. "Entah, tapi kurasa dia baru mengalami ciuman pertama yang buruk. Tapi dia tak mau menceritakannya padaku."

Aku diam saja, setelah beberapa menit aku berkata. "Naruto pun sama." Lalu kupandang dia. "Kau tahu apa yang kupikirkan, Itachi?" tanyaku.

Dia mengangguk, sebuah sengirai muncul di wajahnya. "Yeah, dan jujur saja. Kurasa adikku menyukai adikmu."

Aku tertawa, "Kalau itu aku juga tahu. Anak kecil itu lucu ya." Kataku, kuingatkan pada diriku bahwa sebenarnya usia kami dengan mereka hanya selisih satu tahun saja. "Firasatku mengatakan kalau Naruto juga sama."

"Menarik juga." Kata Itachi. "Mau coba ikut campur?" tawarnya.

Aku mengangguk. Sepertinya menarik juga.

...Chapter 2 End ...

OK, akhirnya chapter 2 selesai juga, mulai nyambung kan sama summary nya?

Baik akan kubalas Reviewnya, yang udah Review makasih banyak ya!

NiMin Shippers: maaf ya kemarin nulisnya keburu n belum sempat dibaca ulang, gara-gara waktu ngenetnya hamper habis. Makasih ya, ini lanjutannya.

blue night-chan : nggak suka yaoi ya? Kalau begitu gomen dan reviewnya jangan Cuma '…' ya?

: sekarang udah mulai nyambung kan sama summary nya?

Selain itu kayaknya ada yang mau protes nih….

Naruto : Author masih belum koreksi diri juga ya, masa aku sifatnya jadi mirip cewek sih?!

Mai : Gomen, begitu sadar sudah begitu sih…

Naruto : Apa?!

Sasuke : Kau bilang aku tokoh utama? Dialogku Cuma tiga dan pendek-pendek tuh!
Mai : Karaktermu kan cool, jadi begitulah…

Gaara dan Kiba : Kami nggak muncul?!

Mai : Ups!

Kyubi : Waktu buat sketsa cerita, kau bilang sifatku seperti preman? Kok jadi anggun begini?

Mai : Entah, begitu sadar sudah begitu.

Itachi : Sifatku buruk sekali ya...

Mai : Gomen. Nggak sengaja.

Naruto : nah, demi kebaikan Author. Biar dia sadar sangat dianjurkan. Yang kejam dan sadis! OK?