Disclaimer: Tentu saja Naruto miliknya Kishimoto-sensei tapi cerita ini 100% milik saya, jadi kalau mau protes proteslah padaku, jangan pada Masashi Kishimoto-sensei. OK?
Genre:Komedi,romantis,yaoi, famili dan entah apa lagi
Warning:kacau, amburdul, abal-abal, bikin frustasi, EYD kacau, berantakan, bikin sakit mata.
Jadi...
Nggak suka? Jangan baca!
Tapi bagi yang mau baca ya! ^_^
Tokoh: Naruto, Sasuke, Itachi, Gaara, Kiba dan Kyubi (OC)
Tapi kali ini Kiba sama Gaara nggak muncul
OK jadi mulai saja.
...Chapter 3 start ...
Normal POV
"BANGUN NARUTO!" teriak Uzumaki Kushina melakukan ritual (?) paginya untuk melatih suara diva (?) Classical Soprano yang dimilikinya (?) dengan cara membangunkan putranya, yang tak lain dan tak bukan adalah Uzumaki Naruto.
Namun hari ini tak seperti biasanya, kasur tempat putranya tidur sudah tertata rapi dan penghuninya yang biasanya masih setia bergumul dengan selimut di sana sudah tak terlihat.
Kushina mengerutkan dahi, 'Aneh.' Batinnya sambil melihat kearah jam weker yang dipasang di samping tempat tidur putranya. Masih jam 06.20. 'Ini benar-benar ganjil.'
"Kaasan, pagi." Kushina mendengar suara putranya memanggil dari belakangnya. Dan saat berbalik betapa kagetnya dia melihat Naruto sudah rapi memakai seragam sekolahnya dan siap berangkat.
"Naruto? Kau sakit? Atau kepalamu terbentur ya? Jangan-jangan kau ini alien yang menyaru jadi putraku?" tanya Kushina tak percaya.
Namun putranya hanya menatap nanar pada sang ibu. "Entahlah, rasanya aku ingin mendengar kicauan burung pagi ini, siapa tahu bisa menenangkan hatiku." Jawabnya.
Kushina menepuk-nepuk telinganya seakan tak percaya pada apa yang dikatakan Naruto. "Aku pasti bermimpi." Katanya sambil keluar kamar diikuti Naruto. "Atau jangan-jangan akan ada badai salju turun hari ini." Tambahnya.
"Kaasan bercanda ya?" tanya Naruto pada ibunya, "Ini kan akhir bulan Mei, mana ada badai salju di akhir bulan Mei?" tanyanya sambil mengikuti ibunya masuk ke ruang makan.
Namun bukan Kushina yang menjawab pertanyaan itu melainkan Kyubi, yang tumben-tumbennya belum berangkat ke sekolah. "Ah, bisa saja kok." Katanya dengan nada riang, "Tapi bukan dalam arti harafian lho." Tambahnya.
"Kyunee-chan? Kok tumben belum berangkat?" tanya Naruto kaget, melihat kakak perempuannya itu masih ada di rumah.
Gadis berambut merah itu tersenyum penuh arti. "Ya, aku sengaja menunggumu. Aku ingin meminta bantuanmu, nih."
-seven days to falling in love-
Naruto memanyunkan bibirnya lima senti. 'Jadi ini bantuan yang diminta Kyunee-chan.' Geramnya dalam hati.
Saat ini dia sedang duduk di bangku belakang mobil mewah keluarga Uchiha bersama dengan SASUKE!
Naruto cemberut dalam hati, entah bagaimana caranya. 'Kalau dari awal aku tahu "ini" yang disebut "bantuan" yang diminta Kyunee-chan dia tak akan mau melakukannya.' Namun apa daya, dia sudah terlanjur bilang akan membantu kakaknya itu tadi pagi.
Apa boleh buat, dia kan tak tahu. Dan kakaknyapun Cuma bilang:
'Kumohon Naruto, sekali ini saja. Hari ini aku akan dijemput seorang cowok menggunakan mobil. Tapi dia berangkat bersama adiknya. Dan aku tak mau membuat adiknya berfikir kalau dirinya adalah pengganggu. Jadi kamu ikut ya, Naruto. Please!'
Tapi andaikan dari awal kakaknya sudah menyebutkan kalau 'cowok' yang dia maksud itu adalah Itachi Uchiha, dan 'adiknya' itu Sasuke Uchiha. Pasti Naruto akan menolaknya mentah-mentah.
Atau mungkin tidak.
Karena Kyubi juga sudah mengancamnya dengan berkata:
'Kalau kau tak mau... akan kubuat kau menyesal telah dilahirkan!' dan Naruto tahu kakaknya tidak bercanda.
Suasananya benar-banar tidak enak. Kyubi dan Itachi di bangku depan hanya diam saja sedangkan dia dan Sasuke di bangku belakang menyebarkan hawa canggung yang tak bisa ditutupi lagi.
Tiba-tiba terdengar suara letusan yang amat keras. Mobil berguncang beberapa kali sebelum akhirnya menabrak trotoar 'sedikit'.
"Apa tadi itu!" jerit Naruto panik. Tanpa sadar dia jadi sedikit memeluk Sasuke. Menyadari posisinya dia langsung bergeser menjauh.
"Sepertinya ban belakangnya pecah." Jawab Itachi. "Kau terluka, Kyubi?"
"Tidak, terima kasih." Jawab gadis itu, disuaranya terdengar nada kaget dan syok yang tak dapat ditutupi
"Kami juga baik-baik saja, kalau kau mau tahu." Kata Sasuke sinis sambil keluar dari mobil. Ketiga orang yang lainnya pun ikut menyusul keluar.
Beberapa orang mulai mengerubungi mobil itu.
Itachi bergumam, "Cuma sedikit tergores saja." Katanya.
Kyubi mengernyit melihat bagian depan mobil mewah itu remuk 'sedikit' dan tergores di bagian belakang 'sedikit'. Kernyitannya semakin dalam saat melihat kerusakan yang terjadi pada trotoarnya. "Ukh, kalau begini bisa panjang deh urusannya." Katanya cemas.
"Kau benar. Lebih baik Naruto dan Sasuke pergi duluan ke sekolah." Kata Itachi tenang. "Kalian akanterlambat jika terus di sini, mungkin kami akan lama." Tambahnya saat melihat beberapa polisi mulai mendekat.
"OK." Jawab Sasuke tanpa membantah dan langsung melanjutkan perjalanannya ke sekolah dengan berjalan kaki.
"Tapi..." protes Naruto.
Namun Kyubi memotongnya sebelum Naruto sempat mengucapkan kata ke duanya. "Aku juga akan di sini. Jadi pergilah!" bentaknya membuat Naruto ngacir ketakutan mengikuti Sasuke.
'Ini bahkan lebih buruk dari bermobil bersama.' Gumam Naruto dalam hati.
Sementara itu Itachi menatap Kyubi tak mengerti. "Kenapa kau tak ikut mereka saja."
"Aku ingin mereka berduaan." Jawabnya iseng, "Lagipula kau ingin aku di sini kan? Kau kan Cuma menyuruh mereka berdua saja yang pergi. Aku tidak."
-seven days to falling in love-
Naruto POV
Aku berjalan sekitar semeter di belakang Sasuke. Aku merasa... berdebar? Aku tak berani menatap matanya, jadi aku lebih memilih menundukkan wajahku.
Kutampar pipiku sendiri. 'Sadarlah Naruto! Sasuke saja bersikap biasa-biasa saja. Jadi, sekarang angkat wajahmu! Kau tak akan bisa melihat wajahnya, paling Cuma punggung dan rambut pantat ayamnya saja!' teriakku dalam hati.
Kuangkat wajahku dan kuamati dia.
Sasuke tinggi, tinggiku saja hanya sekitar bibirnya. Rambutnya berwarna biru gelap, raven dan dimodel pantat ayam, tapi itu terlihat cocok untuknya dan membuatnya terlihat tampan. Kulitnya berwarna putih pucat. Lehernya panjang sama seperti kaki dan tangannya, bahunya juga lebar. Gagah sekali.
BLUSH!
Wajahku kembali memerah.
'Baka!' teriakku dalam hati sambil menampar wajahku lagi. 'Kenapa wajahmu memerah! Kamu kan bukan homo, Naruto!'
Sasuke berbalik. "Kau sedang apa sih, Dobe?"
"Dasar Teme, jangan panggil aku ..."aku kehilangan suaraku saatmenatap wajahnya. Matanya hitam dan dibingkai bulu mata nan lentik, tulang wajah yang sempurna dengan bibir yang tipis yang seakan tak pernah tersenyum itu.
Ya dengan bibir itu kami ber...
Kutampar lagi wajahku saat pikiranku mulai melenceng ke zona 'berbahaya'. Aku benar-benar seperti anak gadis yang baru mendapatkan ciuman pertamanya.
Padahal aku kan bukan gadis.
"Hei, Naruto." Tanya Sasuke sambil mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku dapat merasakan wajahku memerah. Aku ingin mendorongnya menjauh, tapi saat menatap matanya... pikiranku kosong.
Matanya sangat gelap, seperti lubang hitam. Mata itu menarik semua yang ada di dekatnya ke dalam dam menjeratnya dalam keterpesonaan, begitupula aku. Aku merasa nyaman bisa terjerat di dalam sana dan aku rela jika aku harus terperangkap selamanya di dalam pesona mata ...
TENG TENG TENG!
Bel sekolah berdentang membuat lamunanku bunyar.
"ARGH! KITA TERLAMBATTTTTT!" teriakku sambil menggandeng tangan Sasuke menyeretnya masuk kelas.
"Pagi!" seruku sambil mendobrak (?) pintu kelas.
Namun aneh, hari ini tak seorangpun menjawabnya.
"WAAAAAAAA!" teriak satu kelas membuatku kaget.
Kudengar Sakura, fans Sasuke, berkata sambil terisak, "Kemarin mereka terlambat bersama. Sekarang mereka berangkat sambil bergandengan tangan! Curang!"
"iya." Timpal Ino salah satu fans Sasuke yang lain. "Jangan-jangan gosip mereka kemarin ciuman juga benar! Katanya ada anak kelas dua yang lihat!"
Aku tersentak mendengarnya. "Ada yang lihat?!"
Kelaspun hening.
Ups, gawat. Sepertinya aku sendiri yang sudah membocorkan rahasiaku.
"WAAAAAAAA!" kelas kembali heboh.
Dan kau tahu bagaimana reaksi Sasuke?
"Hn."
-seven days to falling in love-
Normal POV
"Kyubi, menurutmu bagaimana mereka sekarang?" tanya Itachi.
Gadis itu mengangkat bahu. "Entah. Rencana kita untuk mengakrabkan mereka gagal sih."
"Iya, sampai kecelakaan segala." Jawab Itachi. "Tapi menurutku ini bukannya tak ada manfaatnya."
"Yah, mereka kan berangkat bersama hari ini. Ini kemajuan kan?"
Itachi mengangguk, "Apa kau mau tetap lanjut ke rencana berikutnya, Kyubi?"
"Tentu saja."
"eeee..." sela seorang pria berpakaian polisi, "Maaf, tapi bisa kita bicarakan masalah kecelakaan ini dulu?"
Itachi tersenyum puas. "Ya. Suatu saat nanti, Sasuke harus membayar mahal semua yang terjadi hari ini. Termasuk biaya mobil."
"ya, juga biaya masuk pos polisi. Ini sangat mahal." Tambah kyuubi.
...Chapter 3 end...
Makasih semuanya, baik yang udah baca ataupun review atau mem favoritkan ataupun juga yang memfollow.
Makasiiiiiiiiiiiiiiiihhhh banget
(Author bersujud, kalau Cuma membungkuk rasanya kurang menghormati)
Ini balasan review nya
kkhukhukhukhudattebayo
Masih belum nyambung sekarang?
+Guest
Sip deh
NiMin Shippers
Em… gimana ya, aku juga bingung mereka berencana apa. * author dilempar sandal
nasusay
Wah… makasih banget ya.
+Gunchan CacuNalu Polepel Lupa Cara Login
Lanjut dong…
Selain review ada yang mau protes nih…
Naruto : apa-apaan ini? Aku terpesona sama TEME? Nggak mungkin lah!
Mai : namanya juga FF, sabar aja.
Sasuke : Dialogku sedikit ya?
Mai : ah, kamu kan pendiem... (author ngeles)
Gaara dan Kiba : masih belum muncul juga...
Mai : tunggu chapter 5 kalau nggak 6
Kyubi : rasanya males deh komentar atau protes. -_-
Mai : alhamdulillah...
Itachi : ah... Mobilku...
Mai : glek
Sakura dan Ino : apa ini? Kami Cuma muncul sedikit banget, mana Cuma satu kalimat lagi!
Gaara dan kiba : masih untung muncul, kami?
Mai : (Pasang pose siap kabur)
Semua : AUTHOOOORRRR!
Mai : KABUUUUUURRRRRRRRRRRRRRR!
Naruto : review please. Biar author ini kabur-kaburan dan nggak mau ndengerin kami, kalau kalian pasti didengerin deh. Jadi REVIEW!
