Disclaimer: Tentu saja Naruto miliknya Kishimoto-sensei tapi cerita ini 100% milik saya, jadi kalau mau protes proteslah padaku, jangan pada Masashi Kishimoto-sensei. OK?

Genre:Komedi,romantis,yaoi, family dan entah apa lagi deh...

Warning:kacau, amburdul, abal-abal, bikin frustasi, EYD kacau, berantakan, bikin sakit mata. Sangat memalukan.

Jadi...

Nggak suka? Jangan baca!

Tapi bagi yang mau, baca ya! ^_^

Tokoh: Naruto, Sasuke, Itachi, Gaara, Kiba dan Kyubi (OC), Temari.

Tapi kali ini Kiba sama Gaara nggak muncul

OK jadi mulai saja.

Normal POV

"NARUTOOO! CEPAT BANGUN! KALAU TIDAK KUTENDANG KAMU!" ancam Kushina.

"Kaasan, kepalaku sakit sekali... aku tak mau ke sekolah..." Naruto menjawab sambil bersembunyi di bawah selimut orange kesayangannya. Sebanarnya kata-katanya tadi hanyalah alasan agar dia tidak harus ke sekolah. Dia benar-benar tak tahu harus berwajah seperti apa jika nanti harus bertemu dengan Sasuke, belum lagi dia masih harus menghadapi gosip tentang dirinya.

Kushina meletakkan telapak tangannya di dahi Naruto. "Tidak panas, walaupun wajahmu memang merah sekali. Tapi aku yakin kau tidak demam." Kata mantan perawat ini. "Jadi apa ada yang terjadi di sekolah?" tanyanya menyelidik.

Naruto mengerang tak jelas sambil merapatkan selimut ke tubuhnya. "Tak ada apa-apa Kaasan."

"Bohong," intrupsi sebuah suara. "Dia digosipkan di sekolah." Jawab suara itu.

Tentu saja si pirang langsung terlonjak kaget saat mendengarnya. "Kyunee-chan? Sejak kapan kau ada di situ?" teriaknya saat melihat sang kakak sudah sudah berdiri di depan pintu kamarnya sambil menyilangkan tangan di dada. "Kok, belum berangkat sekolah?"

"Begitulah." Jawab Kyubi singkat. "Hari ini aku memutuskan untuk berangkat ke sekolah bersamamu."

"Aku tak mau kalau harus naik mobil itu lagi!" teriak si pirang dengan marah. "Gara-gara kau, kemarin aku terpaksa berangkat sekolah dengan 'dia'! dan karena itu gosip tak jelas itu jadi heboh beredar!" teriaknya.

"Gomen." Kyubi meminta maaf sambil mengangguk seakan mengerti perasaan marah dari adiknya itu. "Kali ini kita berangkat sekolah hanya berdua. Cuma kau dan aku." Gadis berambut merah itu tersenyum simpatik.

"Mana mungkin aku percaya padammu!"

Kyubi mendesah kesal berusaha menahan emosinya agar tak meledak keluar. "Siang nanti, aku akan mentraktirmu ramen deh. Sampai gendut." Tawarnya sambil tersenyum jahil.

Namun sayang sang adik masih belum terpancing. Naruto hanya menggelembungkan pipinya sambil merajuk dengan muka memelas. "Tapi gosip itu..."

"Ayolah, siapa sih yang benar-benar peduli pada gosip?"

"Aku peduli..."

Kyubi sudah kehilangan sisa kesabaran yang dimilikinya. Dicengkramnya kerah piyama adiknya dan diangkatnya sampai sejajar dengan wajahnya. "Sekarang mandi!" desisinya dengan nada mengancam. "Kalau tidak...AKAN KUBUAT KAU MERASAKAN APA YANG DISEBUT NERAKA DUNIA ITU!"

Seketika Naruto langsung bangkit dan memberi hormat pada kakaknya. "Siap Komandan!" teriaknya sambil ngacir ke kamar mandi menghindari kemurkaan kakak perempuannya.

Kushina menggeleng pelan melihat tingkah kedua anaknya itu. Lalu ditepuknya kepala Kyubi dengan perasaan sayang. "Kau memang benar-benar putriku." Bisiknya sambil tersenyum puas.

"Jika didorong tak bisa, ditarik tak bisa. Maka satu-satunya jalan adalah ditendang secara paksa." Jawab Kyubi.

-seven days to falling in love-

Normal POV

From : Kyunee-chan

Sub : aku lupa membawa krim matahariku. Bawakan sekarang. Aku sedang di kolam renang sekolah.

'Lagi-lagi?' batin Naruto kesal saat membaca pesan singkat kakaknya itu. Dia lalu mengambil krim matahari dari dalam tasnya (Sebenarnya dia ke sekolah bawa apa aja sih?) dan berjalan ke luar kelas sambil menggelembungkan pipinya. Hari ini Yamato-sensei tidak masuk karena sedang sakit, jadi dia tak perlu repot-repot meminta izin untuk keluar kelas.

Dia tersenyum, ternyata hari ini tak seburuk perkiraannya. Berkat reputasinya sebagai adik seorang primadona sekolah, tak ada orang yang berani menggosipkan dirinya. Setidaknya tidak secara terbuka.

Lagipula Sasuke juga bersikap seakan tidak terjadi apa-apa. Bahkan sudah satu jam sejak pelajaran Yamato-sensei dimulai, Sasuke menghilang. 'Paling-paling ke perpustakaan lagi.' Batin Naruto.

Semua terasa begitu tenang hari ini, begitu normal. Naruto bersenandung riang mengikuti langkah kakinya yang terasa ringan. 'Benar juga kata Kyunee-chan.' Pikir Pemuda itu riang. 'Memangnya siapa sih orang yang peduli pada gosip murahan macam itu sih?'

Namun sayang, pemuda ini belum menyadari bahwa ketenangan yang ia rasakan hari ini adalah 'ketenangan sebelum badai datang.'

-seven days to falling in love-

Kyubi POV

Kulihat Naruto datang dengan langkah-langkah lebar ke kolam renang sekolah tempatku berada, namun langkah-langkah itu kian menyempit seiring dengan menipisnya jarak antara dia dan kolam renang ini. Dia berhenti sebentar, lalu dengan cepat dia berlari ke arahku dengan tampang campuran panik dan malu.

Lucu juga.

"Kyunee-chan, kenapa 'dia' ada di sini?!" tanyanya panik sambil menunjuk-nunjuk cowok berambut raven di sebrang kolam renang yang tengah dikerubungi beberapa cewek teman sekelasku.

Kusingkirkan poni ikal yang menutupi mataku. "Kalau maksudmu Sasuke Uchiha, sudah sejak satu jam yang lalu dia di sini untuk menemui Itachi." Dapat kulihat kepanikan tergambar jelas di kedua bola mata biru saphier milik adikku, jadi aku menambahkan. "Tenang saja, tak akan ada yang berani menggosipkanmu selama aku masih ada di sini."

Dia mendesah pendek. "Kurasa memang begitu." Lalu dia kembali memperhatikan Uchiha bungsu itu, "Tumben, ada banyak gadis yang mengelilinginya." Dia bergumam.

"Kau cemburu?" tanyaku iseng

"Tidak!" protesnya.

Aku tertawa mendengarnya. "Ya sudah kalau begitu." Godaku. "jadi mana krim mataharinya?"

Dia merogoh kantung celananya untuk mengambil krim itu. Namun belum sempat dia menemukannya. Seorang gadis berambut pirang, Temari, menabrak pundakku keras membuatku kehilangan keseimbangan dan jatuh menabrak Naruto.

"WAAAAA!" teriak kami bersamaan saat tubuh kami terjungkal masuk ke dsalam kolam renang sekolah sedalam dua setengah meter!

Gawat! Tak satupun dari kami berdua yang bisa berenang!

Kulihat Naruto tenggelam lebioh dulu di bawahku, mata sapphirenya terpejam dan dari mulutnya keluar gelembung-gelembung udara.

Aku mencoba meraihnya, namun air mendesakku dari segala arah membuatku semakin jauh terpisah darinya.

Tidak! NARUTOOO!

-seven days to falling in love-

Itachi POV

"WAAAAA!" kudengar suara teriakan yang sudah familier di telingaku. Aku melihat gadis berambut merah itu tercebur bersama adiknya ke kolam. Refleks, aku langsung meloncat ke dalam kolam, di sampingku kulihat Sasuke juga melakukan hal yang sama.

Aku berenang secepat yang aku bisa, dan akhirnya aku melihat rambut merah panjang itu sekitar tiga meter di depanku. Kudorong kakiku lebih keras untuk berenang lebih cepat. Aku menyambar tangan putih Kyubi yang terulur tanpa energi dan kutarik dia ke permukaan.

Aku membawanya ke tepi kolam.

"Mana Naruto?" tanya gadis itu lemas begitu tubuhnya sudah berada di tepi kolam renang.

Kulingkarkan tanganku pada pundaknya mencoba memberikannya kehangatan dan kekuatan. "Tenang saja. Sasuke akan menyelamatkannya." Bisikku untuk menenangkannya sambil mengedarkan pandangan ke seluruh permukaan kolam. Namun tak terlihat satupun tanda-tanda kehadiran Sasuke ataupun Naruto di sana.

'Tenang Itachi. Kau tahu Sasuke lebih jago berenang dibandingkan dirimu! Dia pasti bisa menyelamatkan Naruto.' Aku menyemangati diriku sendiri

10 detik

20 detik

30 detik

'Tenang! Sasuke bisa menyelam sampai 7 menit, kau ingat!' kembali aku menenangkan diriku sendiri.

Permukaan air yang tenang pun pecah. Sepasang kepala dengan rambut berwarna pirang dan raven muncul di sana. Dengan sigap Sasuke menggendong Naruto yang pingsan dengan cara brigde style dan menaikkannya ke tepian kolam.

"Naruto!" teriak Kyubi sambil berusaha berdiri, namun kakinya yang bergetar hebat membuatnya tetap di tempatnya.

Sasuke meletakkan pemuda itu di tepi kolam dan membaringkannya, dia mendekatkan wajahnya ke arah pemuda itu dan... yah kalian tahu sendirilah. Pernapasan buatan.

Setelah memberi pemuda itu oksigen dari mulutnya, Sasuke menekan dada Naruto beberapa kali dan setelah itu pernapasan buatan berjalan lagi.

Sampai akhirnya, Naruto terbatuk beberapa kali dan memuntahkan air dari dalam paru-parunya. Dan mengerjap beberapa kali. "Sa...Sasuke?" bisik pemuda itu pelan.

Dan kejadian dramatisnya dimulai, Sasuke memeluk pemuda bersurai pirang itu! Lalu membisikkan sesuatu ke telinganya.

-seven days to falling in love-

Normal POV

Itachi masih memeluk seorang gadis berambut merah yang tengah terisak di bahunya. Dia sedang mencoba menenangkan gadis itu. "Sudahlah, Kyubi. Toh semua berakhir dengan baik-baik saja kan?" katanya dengan nada yang amat lembut.

"Entahlah, Itachi." Isak gadis itu perlahan. "Kemarin kecelakaan, sekarang tenggelam... apa yang kita lakukan ini memang sudah benar?"

"Jadi kau akan menyerah begitu saja?"

"Entahlah," jawab gadis itu sendu. "A...aku benar-benar gelisah. Aku... aku... aku tak tahu." Katanya masih sambil menangis. "Kalau sampai Naruto celaka, itu karena aku..."

Itachi eratkan rangkulannya pada sang gadis dan ia membelai rambut merah gadis itu yang masih terasa basah. "Yakinlah padaku, semua akan baik-baik saja." Bisiknya pelan. "Semuanya..."

Gadis itu mengangguk pendek. "Baiklah, akan kulanjutkan." Bisiknya kecil "asal tak ada hubungannya dengan air lagi." Ia menambahkan sambil berusaha tersenyum.

Itachi memeluknya erat.

...Chapter 4 end...

JRENG JRENG JREEEEENG!

AKHIRNYA UPDATE JUGA! Author menari-nari gaje.

Naruto: Dari pada nari-nari gaje mending ndengerin aku deh? (Pasang deathglare)

Mai: Iya, kali ini mau protes apa Naru-chan?

Naruto: bukan aku yang mau protes, capek protes sama kamu. Nggak bakal ditanggepi deh.

Mai: wah... sudah tahu ya hehehe

Itachi: Nggak protes deh kali ini, GOOD JOB, author abal.

Mai: mentang-mentang jadi pahlawan baru muji...

Kyubi: kok aku jadi cengeng sih! Dasar nyebelin!

Mai: kamu kan brother complexs jadi khawatir sama Naruto ceritanya...

Sasuke: dialog please.

Mai: auch, lupa. Di chap ini kamu nggak ada dialognya ya?

Sasuke: Hn

Temari: Aku Cuma lewat doank gitu?

Mai : Akh lupa! Ada kamu juga to?

Sakura, Ino, Kiba, Gaara : kami nggak muncul lagi?

Mai: ups

Naruto: udah deh, nggak ucah cari alasan. Bales aja reviewnya!

Yah... karena Naru-chan bilang begitu, aku bales deh reviewnya (Ditamplok pake sandal sama reader "Emang kamu siapa? Berlagak!")

*KyouyaxCloud

Iya. Aku juga mau kalau kakaknya kaya gini. Apalagi Itachi kan saying banget sama adiknya kan?

*kkhukhukhukhudattebayo

Jangan berondong tanyanya, author bingung mau jawab yang mana nih T_T

Pertanyaan 1-4 bukannya berubah Cuma aku iongin menampilkan saat Naruto mengalami 'kegundahan cinta' (Eya, bahasanya puitis nih khukhukhu)

Pertanyaan 5 menurutku kalau tipe kaya Sasuke kan nggak bakal mengungkapkan perasaannya secara langsung. Tapi mulai chap berikutnya Sasuke mulai aktif kok, dan ada dialognya.

*devilojoshi

Aku juga sudah baca karyanya devilojoshi lho, keren semua deh, bikin mukaku jadi semerah tomat hahaha

*Gunchan CacuNalu Polepel

Yah emang sih di FF lain Kyubi biasanya jadi cowok. Tapi klau dia cowok dan menjalin hubungan asmara sama Itachi… keluarga Uchiha bakal punah dong?

*Indahyeojasparkyuelfsarangha e Kim Hyun Joong

Makasih, ternyata kamu orangnya menarik lho ^_^.

OK bagi yang udah review makasiiiiihhhhhhh banget (sambil sujud)

Naruto : yah bagi yang baca kalau mau author lanjutin chap ini REVIEW(nodong pakai kunai) dan satu lagi kritik amat diperlukan biar author abal ini koreksi diri.