Disclaimer: Tentu saja Naruto miliknya Kishimoto-sensei tapi cerita ini 100% milik saya, jadi kalau mau protes proteslah pada saya, jangan pada Masashi Kishimoto-sensei. OK?

Genre:Komedi,romantis,yaoi, family dan entah apa lagi deh...

Warning:kacau, amburdul, abal-abal, bikin frustasi, EYD kacau, berantakan, bikin sakit mata. Sangat memalukan.

Kalau nggak mau pake kacamata mending jangan baca ya...

Jadi...

Nggak suka? Jangan baca.

Tapi bagi yang mau, baca ya! ^_^ please.

Tokoh: Naruto, Sasuke, Itachi, Gaara, Kiba, Kushina, minato dan Kyubi (OC) + Temari, Ino, Sakura (Figuran).

Tapi kali ini Temari, Ino, Sakura, Kiba sama Gaara nggak muncul

OK jadi mulai saja.

Naruto POV

"NARUTOOOO! BANGUUUNNN!" teriak seseorang membuat mimpi indahku hancur seketika.

Dengan malas aku memperketat selimut yang membelit di tubuhku. "Kaasan, hari ini kan hari Sabtu, biarkan aku tidur lebih lama." Protesku sambil memejamkan mata kembali.

Kudengar suara desahan jengkel dari belakangku. "Ada dua hal yang harus kusampaikan padamu." Intrubsi orang itu. "Yang pertama, aku ini Kyubi. Bukan Kaasan." Kata orang yang ternyata Kyunee-chan itu, "Dan yang kedua: sekarang sudah pukul delapan lebih tiga puluh menit. Bukankah kau ada ken -ups salah- janji dengan Sasuke setengah jam lagi?"

Memdengarnya, aku langsung terlonjak kaget. "APA?!" teriakku sambil menyambar jam weker di samping tempat tidurku. Jam 8.30! "GAWAT! AKU TERLAMBAAAATTTT!" jeritku sambil menyerbu kamar mandi.

"Aw!" teriakku saat terjatuh karena tersandung selimut yang melilit tubuhku, duh. Aku sial benar, sih. "Ittai!"

"Dasar bodoh." Gumam Kyunee-chan sambil melenggang keluar kamarku.

Tanpa ba bi bu lagi aku masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri selama sepuluh menit. Dan selama sepuluh menit itu juga aku terus membodoh-bodohi diriku sendiri. 'Bodoh! Baka! Dobe! Kok aku bisa lupa sih!? Ini pasti kecapean karena aku bergadang membuat kue semalam!'

Kusambar baju yang paling kusukai. Kaus berwarna hitam dengan spiral di tengahnya, celana jins hitam dan tak lupa jaket orange kesayanganku yang sudah kusiapkan semalam. Aku juga langsung menyambar tas hitamku untuk membawa kue itu.

Begitu aku keluar kamar, kulihat Kyunee-chan sudah berdiri di sana sambil membawakan bungkusan kue yang kubyat semalam. Aku menyambar kue itu dan langsung memasukkannya dalam tas hitamku.

"Arigato, Kyunee-chan!" kataku sambil melambai.

Namun tiba-tiba langkahku terhenti menyadari ada yang aneh dengan kakakku itu, hari ini dia pakai dress merah dan celana jins panjang? Bukan kaus belel dan celana pendek yang selalu dikenakannya saat dirumah?

Aneh.

Ah, sudahlah. Paling-paling ada hubungannya dengan Itachi Uchiha. Kutepiskan pikiranku sambil melanjutkan berlari ke sekolah, tempat aku dan Sasuke janjian.

Kyunee-chan memang bilang kalau dia tidak jadian dengan Itachi-senpai, tapi hubungan mereka sudah sangat dekat! Bisa cocok dibilang seperti suami istri daripada sepasang kekasih. Apalagi banyak sekali gosip mengenai hubungan mereka. Mulai dari sebenarmnya mereka sudah dijodohkan atau bahkan sudah menikah. Tapi tentu saja itu tak benar.

Yah, memang siapa sih orang yang benar-benar peduli pada gosip?

'Naruto! Bukan saatnya kau memikirkan Kyunee-chan! Ini saatnya kau memikirkan dirimu sendiri tahu! Sekarang, yang harus kau pikirkan adalah bagaimana caranya agar tidak terlambat untuk janjian!' teriakku pada diri sendiri. 'Atau cari alasan bagus untuk mengelak dari kekesalan Sasuke.' Tambahku dalam hati.

Ku percepat lagi langkah kakiku, sampai kecepatannya 100 km per jam! (Eh tapi nggak tau juga sih, soalnya aku nggak bawa speedometer. Hahaha.) aku terus berlari tanpa memedulikan sekelilingku, rasanya menyenangkan juga.

Aku sampai dengan nafas yang tak teratur, kulihat Sasuke sudah bersandar di gerbang sekolah dengan gayanya yang cool seperti biasa.

Keren.

Aku menundukkan badanku mencoba menetralkan nafasku yang memburu dan juga wajahku yang memerah karena malu. Kulihat tangannya terjulur padaku membantuku untuk berdiri tegak, dan tentu saja aku menyambutnya.

"Kau kenapa? Kenapa terburu-buru sekali?" tanya Sasuke sambil mengamati penampilanku yang berantakan karena baru saja lari sprinter 2 km!

"Sorry, aku takut terlambat."

Dia memutar matanya dengan gabungan malas dan bingung. "Kenapa harus takut segala, kan janjiannya baru dua puluh menit lagi?"

"Hah?"

Tiba-tiba Hpku bergetar sambil menyanyikan lagu 'Speed' yang menjadi penanda adanya SMS masuk. Dari Kyunee-chan?

From: Kyunee-chan

Sub: aku tahu kau akan terlambat bangun jadi aku mempercepat wekermu setengah jam.

Ps: Cuma orang bodoh yang terjebak dua kali di perangkap yang sama.

"ARGH! KYUNEE-CHAN SIALAAAAANNNNN!" teriakku jengkel, ingin rasanya aku membanting HP orange milikku ini saking jengkelnya, namun kubatalkan. Apa boleh buat, Kaasan sudah mengancam tak akan membelikanku HP lagi kalau HP ini kurusakkan. Kejam sekali kan? Mentang-mentang aku sudah merusakkan lima HP, jangan bertindak sekejam itu dong.

"Naruto?" panggil Sasuke sambil membelai-belai rambutku, membuatku lupa pada kejengkelanku pada Kyunee-chan.

"Rambutmu masih basah, belum sempat kau keringkan ya?" tanyanya sambil mengacak-acak rambut pirang jabrikku ini.

Aku nyengir. "Begitulah. Habisnya kupikir aku sudah telat tadi. Jadi aku terburu-buru, nih." Kataku sambil ikut menyentuh rambutku, memang agak basah, tapi sebentar lagi juga kering secara alami.

"Kalau sampai masuk angin gimana?"

"Aku nggak akan masuk angin hanya karena hal seperti ini."

"Semoga saja begitu. Karena hanya orang bodoh yang masuk angin waktu musim panas, Dobe."

Aku tersenyum. Teme memang orang yang sangat baik dan perhatian walau kadang dia sinis dan nyebelin sih. Ternyata dia bisa juga bicara sepanjang itu, padahal kan dia terkenal dengan julukan 'Pangeran yang jarang bicara.' Atau dalam bahasaku ya 'Si pelit kata.'.

"Kenapa kau senyam-senyum, Dobe?" tandasnya.

Aku mengangkat bahu, tak ingin mengatakan pikiranku tentangnya. Bisa melambung dia nanti. "Coba aja tebak sendiri."

Dia hanya memutar matanya saja. Malas menimpaliku.

Tiba-tiba terdengar bunyi aneh...

Kruuk-kruyuk...kruukukukk!

Bunyi apakah itu?

Ayam? Bukan! Ayam bunyinya kukuruyuk!

Perbaikan jalan? Jangan ngaco!

Burung hantu? Dasar baka, ini sudah hampir jam sembilan! Mana ada burung hantu berkeliaran sesiang ini!

"Kau lapar ya, Naruto?" tanya Sasuke sambil menyembunyikan tawa gelinya.

Oooohhhh, jadi bunyi itu bunyi perutku sendiri ,toh.

Kurasakan semburat malu muncul di wajahku, yah wajar saja sih perutku mulai 'bernyanyi'. Habisnya aku sama sekali belum makan apapun sejak kemarim malam sih. Memalukan memang, tapi apa boleh buat. "Begitulah... aku belum sarapan..."

"Kalau begitu kita sarapan dulu." Kata si bungsu Uchiha ini sambil menggandeng tanganku pergi. "Kebetulan, aku juga belum sarapan pagi ini."

-seven days to falling in love-

Normal POV

Dari jarak yang cukupjauh, dua orang bersembunyi sambil memakai headphone dan membawa teropong. Benar-benar mencurigakan.

Tentu saja, dua orang itu adalah Itachi Uchiha dan Kyubi Uzumaki yang khusus untuk hari ini telah beralih profesi dari pelajar menjadi Stalker! Dan mereka melakukan itu hanya untuk mengikuti adik-adik mereka yang tengah berkencan.

Dasar, kakak-kakak gila adik.

"Ternyata benda mirip klip yang kau suruh dipasangkan di tubuh Naruto itu alat penyadap ya, Itachi?" bisik Kyubi pelan. "Ah... dasar kau. Dari dulu kau memang selalu membuat barabg-barabg aneh dan mencurigakan ya."

Itachi hanya menanggapinya dengan senyum lebar dan sepatah kalimat saja. "Tapi bermanfaat juga kan?"

"Iya, kalau kau mau jadi stalker."

Itachi ber sweatdrop ria mendengar sindiran sahabatnya itu. "Ngomong-ngomong kau tempelkan di mana klip itu?" tanya Itachi mengubah jalannya pembicaraan. "Suaranya terdengar agak buram."

"Di bungkusan kue untuk Sasuke." Jawabnya polos, "Oh, iya!" teriak Kyubi kecil sambil mengangkat jarinya seakan teringat pada sesuatu. "Apa benar si pangeran Sasuke Uchiha yang tinggal dikelilingi para pelayan itu belum sarapan?" tanya gadis itu dengan nada menggoda.

"Tentu saja bohong kan?"

-seven days to falling in love-

"Ah! Kenyang! Arigato Teme, telah mentraktirku makan ramen!" kata Naruto senang setelah menghabiskan LIMA mangkuk ramen spesial ukuran jumbo yang dipesannya.

"Hn."

Itachi dan Kyubi mendengar pembicaraan itu dari headphone yang dengan setia bertengger di kepala mereka, mau tak mau Kyubi berkomentar juga saat mendengarnya. "Syukurlah, keluarga Uchiha termasuk keluarga kaya, kalau tidak... bisa bangkrut si Sasuke itu."

Dua stalker itu mengintip dari puncak sebuah gedung di seberang toko ramen tempat Naruto dan Sasuke makan.

Itachi hanya mengangguk setuju, "Ada yang tahu tidak, kalau Sasuke tidak suka makan ramen? Menurut dia itu makanan yang tidak sehat."

"Itulah pengorbanan cinta."

Sementara itu, di bawah mereka Naruto berteriak sambil menunjuk ke arah kerumunan orang, "Hei, Sasuke. Itu Gaara dan Kiba kan?" katanya sambil menarik-narik lengan baju Sasuke sementara pemuda raven itu tengah membayar sarapan mereka yang seharga... mending tak usah disebutin deh nominalnya. "Ayo kita ikuti mereka!"

"Hobimu jelek sekali sih, Dobe." Kata Sasuke sementara Naruto menggandeng tangannya dan menyeretnya keluar kedai ramen.

Itachi menggelengkan kepalanya melihat adegan itu dari teropongnya. "Harusnya mereka tidak melakukan itu." Gumamnya pendek.

"Oh,ya." Sahut Kyubi. "Menurutku mereka malah harus melakukan itu."

Mereka tetap mengawasi sampai akhirnya Kiba dan Gaara masuk ke sebuah lorong di samping gedung yang mereka tempati. Beberapa meter di belakangnya Naruto dan Sasuke mengikuti sambil sembunyi-sembunyi.

Melihatnya Kyubi menggeleng pelan "Lucu sekali, kita ini stalkernya stalker?" gerutunya pelan.

Akhirnya dua bungsu dari keluarga Uzumaki dan Uchiha itu ikut memasuki gang yang tadi dimasuki oleh Gaara dan Kiba. Dan untuk beberapa detik si pirang dan si raven itu terpaku diam di depan gang melihat pemandangan di hadapan mereka.

Bibir yang saling terpaut... Tangan yang saling menggerayang...

"Ah!" teriak Gaara saat sadar ada seseorang (dua orang sebenarnya) yang memergoki 'kegiatannya' dengan Kiba.

"Ah..." gumam Kiba saat Gaara menjauh darinya.

"AHHHH... hmph!" teriak Naruto sebelum Sasuke membengkap mulutnya sambil menngerutu singkat, 'Hn.' Tak ingin ikut ber ah-ah ria.

Naruto menyingkirkan tangan itu dari mulutnya. "Jadi... kalian berdua... oh-oh..."

"Kau baru tahu?" tanya Sasuke.

Naruto melongo mendengar perrtanyaan Sasuke. Jadi Sasuke sudah tahu! "Kalian... sepasang kekasih?" tanyanya pada Gaara dan Kiba.

"Begitulah." Jawab Gaara singkat. "Mungkin memang tidak biasa, tapi cinta kan tidak bersyarat apapun." Tambahnya.

Kiba mengangguk setuju. "Kok kalian kaget, bukannya kalian berdua juga sama?"

"EH?!" pekik Naruto kaget. "Kamu ngomong apa sih, Kiba! Aku kan belum jadi pacarnya Sasuke!" kata Naruto polos, sampai membuat ketiga cowok lainnya melongo.

'Ah!' teriak Naruto dalam hati menyadari bahwa dia salah menyusun kata.

"Kenapa kalian bertiga menatapku begitu!" protes Naruto dengan muka semerah tomat kesukaan Sasuke. "Argh! Mending aku pergi saja!" teriak pemuda pecinta ramen itu sambil menggandeng tangan Sasuke dan menyeretnya lagi.

Namun Kiba sembat meneepuk punggung Sasuke dan berbisik lirih. "Selamat berjuang!"

-seven days to falling in love-

Dengan cepat Itachi dan Kyubi berlari menuruni gedung yang mereka pakai untuk mengawasi tadi. Mereka tak ingin kehilangan jejak adik-adik mereka.

"Mengerikan, kau seperti tahu saja kalau Gaara dan Kiba akan melakukan 'itu'." Kata Itachi masih sambil berlari.

"Yeah, itu sih mudah. Aku ini kan cewek yang bisa dapat peringkat dua hanya dengan menebak."

Itachi mengernyit, dia tahu pasti kalau gadis ini tidak bermaksud merendah. "Untung kau orang baik, kalau tidak Jepang pasti sudah kacau."

"Ah, itu kan cuma insting."

Mereka keluar gedung dan mendapati dua orang pemuda berambut merah dan coklat tengah membuntuti Sasuke dan Naruto lebih dulu dari pada mereka. Dan tentu saja mereka langsung mencegatnya.

"Kalian sedang apa, Kiba-kun, Gaara-kun?" tanya Kyubi dengan senyumnya yang beracun.

"Uzumaki-sama? Uchiha-senpai?"

-seven days to falling in love-

"Nggak nyangka Kiba dan Gaara..." gumam Naruto sambil duduk di bangku taman sementara Sasuke berdiri di sebelahnya dengan punggung menempel pada sandaran kursi.

"Oh ya?"

Naruto mengangguk. "Tapi aku [paham, kok. Habis yang dikatakan Gaara tadi mirip dengan yang pernah dikatakan Kyunee-chan padaku."

"Oh."

"Kyunee-chan bilang, katanya cinta itu tak mengenal rupa, kasta, harta, usia dan juga gedernya. Pria ataupun wanita bukan masalah. Rasanya sekarang aku bisa mengerti maksud kata-kata Kyunee-chan itu."

"Hn."

"Oh,iya!" teriak Naruto seakan dia baru mengingat sesuatu yang sempat dilupakannya tadi. "Hari ini kan kita janjian untuk melunasi hutangku akan memberimu kue yang lebih enak kan?" kata Naruto sambil meraih kotak makananya yang ditaruhnya tas hitamnya. "Eeee... ini tadi kumasukkan tas dan kubawa lari, aku tak yakin lagi pada bentuknya. Tapi kalau kau mau, terimalah." Katanya malu-malu dengan wajah sangat merah.

Sasuke menerimanya dan membuka bungkusan itu. Dari dalamnya menguak aroma kesukaan Sasuke. "Hmm... tomat?"

"Iya!" jawab Naruto riang, "Kemarin Kyunee-chan memberikanku resep kue tomat. Jadi kubuat saha kue itu, kan kamu suka tomat."

Sasuke tersenyum iblis. "Boleh aku makan?"

"I... iya."

Sasuke menunduk dan menggigit pipi Naruto pelan, membuat wajah sang Honey blonde ini bersemu merah seperti tomat.

"ke...Kenapa aku yang kau makan!"

"Habis kelihatan enak."

"Enak?!"

-seven days to falling in love-

Sedikit jauh dari dua pemuda itu, empat pasang mata mengintip dengan intens dari balik sesemakan dengan wajah memerah.

"Padahal Cuma menonton, tapi aku ikut-ikutan panas." Gumam Kyubi sambil menyentuh kedua pipinya yang memerah.

"Dengan begini Naruto sudah jatuh sepenuhnya ke tangan Sasuke. Sekarang sudah jelas deh, siapa Seme dan Uke-nya." Tambah Itachi.

"Tak kusangka Sasuke orangnya agresif, selama ini kukira dia orang yang pasif." Kata Kiba dengan nada kaget.

"Jadi kenapa Senpai berdua bisa ada di sini?" tanya Gaara.

Kyubi dan Itachi hanya bisa saling pandang dengan wajah bingung tak tahu harus menhawab apa. Lalu mereka tertawa dengan nada dipaksakan. "Ahahaha...ha?"

...Chapter 6 end...

Info: besok chapter terakhir lho!

ALOHA!

Yah saya lagi mood update kilat nih hehehe.

Cerita kali ini lebih panjang lho! Aku hebat kan? (Dilempar sandal sama reader)

Yah sebelum saya dilempar sandal lagi, mending kita bahas aja reviewnya

Mrs Kim siFujoshi: yap sekarang bukan Cuma dobble date malah tripple date deh... yah, memang bukan kencan sih tapi Itakyu juga berduaan kan?

Akaina Fujoshi:lanjutttt... yap, update kilat nih, hehehe

devilojoshi: gimana kencannya? Mengecewakan ya?

kkhukhukhukhudattebayo: maaf Sasuke belum nembak _ malah mungkin dia nggak nembak, nggak tau deh, lihat aja chap terakhirnya ^_^

ikhaosvz: siap, lanjuuuttt

Gunchan CacuNalu Polepel: makasih ya, so sweet kah chap sebelumnya ? entah saya tak tahu

Seperti biasa setelah membahas review saya akan buka sesi pembantaian –ups salah- maksudnya sesi protes dari para tokoh, silahkaaaannn

Naruto:aku dimakan! Aku dimakaaaaannn!

Mai: berisik Naruto. Nggak usah lebai deh.

Naruto: tapi aku dimakan hiks hiks (sambil mojok)

Sasuke: nggak suka? Atau malah ingin lagi? (Sambil pasang evil smile)

Naruto: GHAAAAAAA!

Itachi: adeganku nggak ada yang bagus nih, dasar!

Mai: huh, otak mesum. Bilang aja ingin bermesraan sama Kyubi kan?

Itachi: kok tahu?

Kyubi: aku stalker? Penguntit? Maniak? Fujoshi? TIDAAAAKKKKKKKKKKKKKK!

Mai: emang kalau fujoshi kenapa? Aku juga fujoshi kok. Tapi aku bukan stalker, penguntit atau maniak sih...

Gaara dan Kiba: Syukurlah kami muncul juga!

Minato, Kushina, Temari, Ino dan Sakura: Pikirin perasaan orang yang nggak muncul dong! (Menyerang dengan semua jutsu yang dimiliki)

Mai: hahaha, untung bukan aku yang dibantai.

Naruto: demi kebaikan Gaara dan Kiba, maukah kalian Review? Please!