Menurut wiqipedia pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Tetapi, bagi Naruto, pernikahan adalah suatu hal yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud menyelamatkan sang kakak, membohongi dunia, dan terkurung di dalam kamar.

Pemuda berambut pirang yang kini sedang memakai rambut palsu berwarna merah—panjang duduk di pinggir kasur. Perasaannya sungguh berdebar-debar, ketika menanti sang suami yang sedang berada di dalam kamar mandi yang tentu saja sedang mandi. Dag, dig, dug, dag, dig, dig. Begitu bunyi debaran jantung Naruto. Jantungnya bukan berdebar-debar karena dia adalah seorang pengantin baru yang akan di belah duren melainkan, mengenai rasa takutnya akan terbongkar penyamarannya sebagai Kyuubi Uzumaki.

"Aisssshhh, bagaimana jika aku ketahuan?" Naruto bergumam pada dirinya sendiri. Ia meremas rambutnya, hendak menangis di tempat karena kegilaan kakak dan ayahnya.

Naruto menatap pintu kamar mandi yang berada di seberang kamar hotelnya. Ia merasa sangat bersalah pada Uchiha. Oke, bagaimana perasaanmu, jika kau yang straight haruslah menikah dengan sesama gender tanpa mengetahui tetek-bengek mengenai pasanganmu sendiri? Haduh, pasti ini akan menjadi sebuah pernikahan neraka bagi orang tersebut.

Aku semakin merasa bersalah..

Naruto membatin, miris. Ia mulai bertindak ekstrim, alias merinding ketika membayangkan malam pertamanya akan dijamah oleh seorang pria.

CKLEK!

Terdengar bunyi kunci pintu yang terbuka, hingga mata Naruto langsung menatap ke arah pintu kamar mandi dengan pandangan horror.

Ba—bagaimana ini?

Naruto kembali membatin, ketakutan.


Pernikahan vs Saudara Idiot!

Disc: Masashi Kishimoto

Rat: M

Pairing: SasuNaru

Warn: FemKyuu, miss typo, author lagi galau, cerita nggak jelas, dan OOC.

Pesan: Cerita ini kepunyaan I don't care about Taz, dan tidak dipublikasikan atas ijin yang punya hahaha.

Summ: ini bukanlah drama full house! Ini bukanlah drama percintaan rumah-rumahan. Ini adalah pernikahan sesungguhnya! Kebohongan, kakak edan, orang tua parah, kesempurnaan, dan kita seorang STRAIGHT!

Satu kata: Di saat galau teruslah berkarya, Taz!


Chapter 2: Dimulainya rumah tangga baru


Flashback

Teng.. Teng.. Teng… Teng..

Terdengar lantunan musik a la pernikahan di dalam geraja yang telah disewa Namikaze—Uchiha untuk pernikahan mereka.

Uzumaki Naruto berjalan memasuki gereja dengan didampingi Minato. Wajahnya yang untung saja tertutupi penutup kepala sudah sangat merah karena seluruh mata terfokus pada dirinya. Sedangkan, gaun pengantin wanitanya yang berwarna putih—panjang dibawa oleh beberapa anak kecil di belakangnya. Di tangannya terdapat rangkaian bunga kecil yang biasa dilempar pengantin wanita pada saat selesai pernikahan.

Pemuda bermata biru yang memakai contact lens berwarna merah memandang ke arah bangku penonton. Ia menatap beberapa sepupunya yang sedang duduk di atas kursi gereja dengan sahabatnya. Nagato. Pemuda berambut hitam yang kini sedang memandang horror dirinya. Tampaknya, Namikaze Nagato langsung mengetahui siapa orang yang berjalan menuju pemuda Uchiha karena Nagato sudahlah tahu struktur tubuh Naruto dan Kyuubi dari ujung rambut hingga kaki.

"Ada apa Nagato?" tanya Gaara, khawatir dengan sahabat kentalnya yang biasanya kalem kini memasang wajah sangat terkejut. Tangannya memegang pundak Nagato, dengan sedikit pijatan.

Ini bukanlah mimpi. Nagato yakin jika orang yang sedang berjalan—melewati karpet merah adalah sepupunya yang baik, Naruto, bukan Kyuubi. Apa-apaan ini? Bukankah Naruto seorang pria? Kenapa dia yang menikah? Kenapa bukan Kyuubi yang berada di atas karpet tersebut? Astaga! I—ini sangat menyeramkan. Jangan bilang ini adalah pernikahan pria dengan pria?

"A—ah, tidak!" gumam Nagato sambil tersenyum miris. Ia berdoa pada siapapun pencipta dunia agar pikirannya hanyalah error dan salah total.

Fokus Naruto kembali ke arah depan. Ia menatap pemuda yang kira-kira sedikit tinggi darinya, dan sedang memandang dirinya dengan ekspresi datar. Astaga! Jadi, orang ini yang akan dia tipu? Jadi pemuda memiliki gaya rambut hitam pekat diikat satu adalah pria yang akan menjadi kekasihnya. A—ah, bisa dikatakan pria tersebut sangatlah nerd. Memakai kaca mata tebal, dengan dandanan yang culun setengah mati.

"Aku kasihan pada dirinya, jika harus membohongi dia" suara Naruto yang tidak terlalu nge-bass berbisik pada ayahnya setelah menilai pemuda di depannya. "Apakah aku bisa mundur sekarang?" lanjutnya, tidak sanggup membohongi pemuda berkacamata yang terus memandangi dirinya dengan ekspresi stoic.

Minato yang terkenal sebagai king of smile mendekati bibirnya pada telinga anak laki-lakinya. "Tidak..," jawabnya sambil terus menatap ke depan. Tidak peduli jika perkataannya membuat anak cowoknya down setengah mati.

Uchiha bungsu merasa risih dengan dandanannya yang sekarang. Ia harus memakai kaca mata tebal layaknya sang kakak. Selain itu, gaya culun sang kakak pun harus dia turuti. Padahal, Sasuke adalah manusia tampan dan sangat bergaya layaknya model-model proffesional. Oleh karena itu, ini sangatlah menyiksa dan merusak harga dirinya. Namun, jika dia tidak berpenampilan seperti ini, maka ayahnya akan membunuhnya, dan tidak akan membiarkan Sakura, sang kekasih, hidup tenang.

Naruto dan Sasuke yang sedang menyamar berdiri berdampingan.

Inilah saatnya. Mereka berdua harus mengucapkan ikrar janji atas nama kedua kakak. Oh, God! Bagi Naruto, hari ini adalah kiamat bagi mereka. Kenapa? Sasuke yang merasa telah membohongi Sakura, sedangkan Naruto yang meratapi nasibnya karena akan menikahi seorang pria yang bagi dirinya… sangat—sangat—sangat menjijikan.

"Kalian siap?" tanya sang Pasteur di depan mereka. Ia tersenyum bahagia ketika di dunia ini akan muncul sepasang manusia bahagia kembali.

Kalian siap?

Pertanyaan iblis macam apa itu? Siapa yang siap jika harus menikah dadakan? Bagaimana ini? Apakah Naruto yang sudah memakai baju wanita ini harus lari, atau Sasuke yang terkenal sebagai laki-laki tampan harus membuka kaca matanya lalu berteriak: aku bukanlah Itachi? Mana yang harus dilakukan? Tuhan, ini sangatlah tidak adil! Kedua pemuda yang sedang di dalam masalah hanya bisa mengutuk kedua kakak mereka dalam keheningan.

"Siap..," lirih Sasuke dan Naruto, super pasrah. Di dalam otak mereka pun mulai membayangkan nyanyian drama full house bagi rumah tangga mereka.

La~ La~ La~

Author menyanyi lagu a la Liong Jay di full house—tidak jelas.

.

.

Beberapa saat kemudian.

Setelah Sasuke dan Naruto dengan berat hati mengucapkan ikrar janji, dan memasang cincin, mereka berdua pun dipersilahkan untuk berciuman.

"Silahkan mempelai pria untuk mencium mempelai wanita..," kata si Pasteur, tanpa dosa, layaknya bayi yang baru saja lahir.

Ci—ciuman?

Naruto memandang horror pemuda di sampingnya. Mimpi apa dia kemarin? Kenapa dia harus menikah dan berciuman dengan seorang pria? Gi—gila! Ini benar-benar tidak masuk akal. Dia harus mencium 'suaminya'? Ya, tuhan, bagaimana ini? Dia tidak mau. DIA TIDAK MAU! Naruto berteriak-teriak horror di dalam hati, walaupun bibirnya tetap menyunggingkan senyuman manis, alias malu-malu, sangat sempurna dalam memerankan karakternya sebagai wanita terhormat.

Sebagian penonton sudah sangat excited. Bahkan, beberapa di antara mereka akan mengabadikan foto SasuNaru di dalam kamera hape mereka. Namun, ada beberapa orang yang tampaknya memasang wajah horror layaknya Naruto. Orang tersebut adalah Nagato yang merupakan sepupu Naruto, dan Minato yang merupakan ayah dari Uzumaki Naruto.

Sasuke dan Naruto saling berhadapan.

Uchiha bungsu tidak mungkin mencium 'Kyuubi'. Ia memiliki seorang kekasih, sialan! Lagipula ini hanyalah pernikahan yang dirancang untuk menyelamatkan kehormatan keluarganya. Tetapi, jika dia tidak melakukannya pasti acting-nya akan mendapatkan rating buruk di mata keluarga. Ya, dia harus bisa. Lagipula dia sudah menyamar, bukan? Jadi, tidak akan ada satu orang pun yang tahu jika dia adalah kekasih seorang Haruno Sakura, sang model sekaligus artis terkenal.

Dengan ragu, Sasuke membuka penutup kepala sekaligus wajah kepunyaan Naruto. Ia ingin tahu seperti apa wajah istri bohongannya. Apakah jelek atau cantik? Kita lihat saja!

Sasuke pun mengangkat dan melihat wajah cantik kepunyaan istrinya yang tidak lain adalah Naruto.

JRENG!

Untuk pertama kali Naruto dan Sasuke saling bertatapan tanpa adanya penghalang.

Kedip.

Kedip.

Kedip.

Sasuke mengedipkan matanya untuk beberapa saat.

Baiklah, bisa dibilang Uchiha bungsu menilai Naruto dengan sempurna layaknya penilaian dirinya terhadap Sakura. Namun, tetap saja Uchiha bungsu yang sangat setia terhadap pasangannya tidak tergerak sedikitpun untuk mencintai istrinya. Ia adalah seseorang yang mencintai Sakura, dan tidak akan sedikitpun pindah hati. Ya, bagi Sasuke ciuman kali ini hanyalah formalitas, dan sebagai alat untuk menyelamatkan martabat keluarganya.

Sasuke mendekatkan bibirnya pada wajah Naruto. Ia akan mencium Naruto, ketika seluruh penyimak bersorak tidak jelas.

Dekat. Dekat. De—

BRUK!

Suasana menjadi hening ketika sang 'pengantin wanita' pingsan tidak berdaya di depan Uchiha bungsu.

Tidak kuat mental.

Chk, ini benar-benar sangat memalukan!

End Flashback

Naruto benar-benar ingin mati di saat itu. Dia telah melakukan hal yang memalukan dengan pingsan secara tiba-tiba. Haduh, akibat kebodohannya, acara resepsi pun dilangsungkan tanpa adanya pengantin wanita. Ha—ah, namun semuanya sudah berakhir. Kini, dirinya haruslah menjalankan semua aktivitasnya secara normal. Ya, normal! Layaknya, Naruto Uzumaki sang pria paling bertalenta di dunia ini.

CKLEK!

Terdengar bunyi kunci pintu yang terbuka, hingga mata Naruto langsung menatap ke arah pintu kamar mandi dengan pandangan horror.

Ba—bagaimana ini?

Naruto kembali membatin, ketakutan.

"Kau tidak pingsan lagi?" terdengar suara yang membuat Naruto langsung melihat ke arah sumber suara.

Di depannya berdiri sang suami dengan bertelanjang dada, hendak memperlihatkan kulitnya yang putih, dan terbangun secara maskulin, walaupun masih memakai kaca mata tebal. Melihat tubuh Sasuke, Naruto hanya bisa menghela napas dan berpikir jika Sasuke terlalu percaya diri dengan tubuhnya yang sama saja bagusnya dengan tubuh Naruto jika tidak dibalut oleh baju wanita.

Ya, Naruto tetap percaya diri dengan tubuhnya yang bisa mengalahkan Sasuke, walaupun tubuhnya masih ada kesan feminim.

Sasuke menatap mata Naruto yang terus menelusuri setiap bagian tubuhnya.

Dasar, Dobe!

Uchiha bungsu yang protektif akan tubuhnya, dan hanya berpikir jika Sakura-lah yang boleh melihat tubuhnya akan memberi pelajaran pada Naruto.

Dengan senyuman menyebalkan, Sasuke melangkahkan kakinya menuju pemuda yang sedang menyamar menjadi kakaknya. Melangkah—melangkah—melangkah, hingga Naruto yang sedang duduk di pinggir kasur harus terjebak di tengah-tengah tubuh Uchiha bungsu yang bertelanjang dada, dan sukses membuat Naruto merasa mual—seketika.

"Suka dengan yang kau lihat?" tanya Uchiha bungsu pada istrinya, super tengil, ketika kedua telapak tangannya mengenai kasur, dengan tubuh yang dicondongkan ke depan tubuh Naruto, hingga wajahnya bisa bertatapan dengan sang istri secara dekat.

Gi—gila?

Ini flirting atau apa? Melihat Sasuke yang berkacamata mulai edan, Naruto menjadi miris. Ia takut di rape. Ia takut Sasuke akan shock jika mengetahui dirinya adalah pria. Naruto takut jika ayahnya dan dirinya akan dipenjara karena kebohongan pada public terutama pada Keluarga Uchiha. Oh NO! Naruto merasa merinding di saat tangan Sasuke mulai menyentuh pipinya, usil.

"MINGGIR!" teriak Naruto, ingin muntah. Ia mendorong Sasuke dengan sekuat-kuatnya, sehingga membuat Uchiha bungsu langsung terjatuh ke atas lantai. Naruto langsung lari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya yang ternyata kosong dan membuat perutnya sakit seperti diremas.

"YAAAAAKKK!" teriak Uchiha bungsu pada sang istri yang tidak bertanggung jawab karena langsung berlari ke kamar mandi setelah mendorongnya, hingga bokongnya serasa sangat sakit.

Haduh, neraka pun secara perlahan mulai datang pada pasangan Sasuke dan Naruto!

Tazmaniadevil

Uchiha Itachi.

Pemuda yang biasanya selalu dibuat sempurna oleh Author tidaklah akan berakhir baik untuk kali ini. Pemuda yang terkenal sebagai kakak sempurna (bagi cerita-cerita Author lainnya) bertransformasi menjadi sosok pemuda berkaca mata tebal, walaupun rambutnya masih diikat satu. Ya, Uchiha Itachi adalah pemuda nerd yang sangat sulit bergaul. Kerjaannya hanya diam di dalam kamar jika tidak ke kantor. Oke, kita bisa bilang Uchiha Itachi adalah prince frog.

Akibat ketakutannya untuk menghadapi wanita, Itachi memutuskan lari dari rumah. Ia tidak mau menikah, damn it! Ia tidak mungkin menghadapi malam pertama dengan wanita yang tidak dikenalnya karena itu sangatlah memalukan. Ba—bagaimana jika si wanita ketakutan ketika melihat wajahnya? Bagaimana jika dia ditinggalkan dengan tidak elite-nya? Bagaimana jika dia mengalami ejakulasi dini. GOD, membayangkannya saja sudah sangat memalukan!

Tanpa disadari oleh Uchiha sulung, dia terus berjalan—berjalan—berjalan hingga mencapai jalan pegunungan tanpa membawa uang sepeser pun. Dengan aura kegelapan, dan baju kotak-kotak yang dikancingkan sampai atas, tanpa peduli akan tertabrak oleh mobil, Uchiha Itachi berjalan di tengah jalan dengan diiringi kegelapan malam.

TOETTT TOEEETTT TOEEETTT

Terdengar bunyi klakson mobil sehingga membuat Itachi langsung menyingkir.

Dan?

Mobil tukang tahu yang sering melakukan gerakan nge-drift pun melewati Itachi.

Setelah melihat mobil tersebut secara takjub, Itachi kembali melangkahkan kakinya. Entah apa yang sedang dia pikirkan hingga dirinya terus berjalan menelusuri jalan perbukitan. Ia terus berjalan, hingga dirinya mendengar suara keributan dari arah belakang dan depannya. Uchiha sulung melihat beberapa cahaya kecil yang semakin lama semakin besar datang ke arah dirinya.

Mo—motor?

Itachi membatin, horror, tidak suka dirinya akan didatangi oleh dua kubu gank motor.

TETTTTTTTTTTTT… TETTTTT…

Terdengar bunyi klakson yang sangat keras, hingga memecahkan kesunyian yang telah ada.

Di saat kedua kubu gank motor tersebut mulai terlihat lebih jelas, Uchiha melihat kedua kubu telah membawa bendera kebesaran gank motor mereka yang sangat besar. Sedangkan, Uchiha Itachi hanya bisa terjebak di tengah-tengah pertarungan antara gank motor yang sebentar lagi akan terjadi.

"Ma—mampus?" seru Itachi, shock. Ia sudah tidak dapat berlari kemana-mana untuk menghindari banyaknya manusia yang mulai mendatangi dirinya. "AGHHHHHHH!" Uchiha sulung berteriak OOC, ketika para motor akan menabrak dirinya, hingga dapat dipastikan dirinya akan remuk jika ditabrak dari dua belah pihak.

CKIIITTTTTTT!

BRUK!

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Itachi berteriak, histeris, ketika dirinya terlempar—tidak berdaya.

Waduh!

Sebenarnya, apa yang terjadi?

Motor yang paling tercepat adalah yang terlebih dahulu menabrak Uchiha. Sehingga, bersamaan dengan Itachi, pengendara sekaligus motor yang telah menabrak Uchiha sulung haruslah terjatuh, dan mencium aspal di bawahnya.

"KYUUBI-SAMA!" teriak para manusia yang tampaknya adalah anak buah dari orang yang terjatuh dari atas motor. Sedangkan, motor yang berasal dari kubu satu lagi atau gank Jinchuuriki langsung berhenti, shock karena ketua dari lawan mereka (Kyuubi) telah kalah sebelum bertarung.

Bravo, Itachi!

Kau telah membuat kacau keadaan.

Salah satu manusia (ketua) dari kubu gank Jinchuuriki yang merupakan lawan dari gank motor Kyuubi membuka helem-nya, turun dari motor, dan segera mendatangi Kyuubi. Dengan khawatir, ia menggoyang-goyangkan tubuh Kyuubi yang tampaknya masih terdapat arwah di dalamnya.

"Ky—Kyu—

"MINGGIR!" dengan kasar Namikaze menghempaskan pemuda yang sangat khawatir padanya. Ia membuka helemnya, dan memperlihatkan rambut panjang-merahnya yang terlipat ke dalam helem. Dengan wajah beringhas, ia menghampiri pemuda yang sedang tersyungkur di atas tanah—tidak berdaya, alias Itachi. "KAU BRENGSEK!" teriak Kyuubi sambil menendang Uchiha sulung. "KAU BISA MENGGANTIKAN MOTORKU, HAH?" teriaknya sekali lagi, kesal karena motor kesayangannya haruslah tergores dan rusak di sana-sini akibat menabrak Uchiha sulung.

Itachi merubah posisinya yang tersyungkur menjadi terduduk. Ia memandang pemudi yang sedang marah pada dirinya, dengan tatapan mengerikan. Sedangkan, satu manusia lagi yang seharusnya menjadi lawan Kyuubi di malam hari ini menghampiri Itachi dan Kyuubi.

"Maafkan aku…," kata Itachi, miris pada wanita yang sedang berdiri di depannya. "Aku tidak tahu harus lari kemana karena jalan begitu penuh dengan motor..," lanjutnya, bingung, ketika tangan Kyuubi sudah terkepal sangat kuat, hendak menendang Uchiha sulung—sekarang juga.

"Ma—MAAF KATAMU?" teriak Kyuubi. Ia merubah posisinya menjadi terjongkok, dan dengan kasar menarik kerah baju Uchiha. "KATAKAN SEKALI LAGI, IDIOT?" serunya, kasar.

Dengan wajah miris ketua gank Jinchuuriki yang memiliki rambut berwarna cokelat hanya bisa tersenyum miris, walaupun hatinya kesal karena acara nge-date telah gagal akibat Uchiha Itachi. Ya, rupanya, walaupun Shukaku selalu bertengkar dengan Kyuubi, ia memiliki perasaan yang khusus pada Namikaze. Bahkan, dia berela-rela membentuk gank motor, dan bertarung dengan Kyuubi hampir setiap malam hanya untuk bersama dengan Namikaze.

Shukaku memegang pundak Kyuubi. "Sudahlah, Kyuu.. kita lanjutkan pertarungan kita…," dengan senyuman tipis Shukaku membujuk wanita keras di depannya. "Biarkan saja pria nerd ini!" serunya sambil memandang peganggu acara nge-date-nya bersama Kyuubi.

Mendengar pembelaan Shukaku, Itachi mengangguk pelan. "Ya, ya, lupakan saja aku!" katanya, semakin idiot di mata Kyuubi. "Silahkan, kalian lanjutkan!" serunya, berniat untuk bebas dari wanita monster yang sebentar lagi akan memakannya bulat-bulat.

La—lanjutkan?

Lanjutkan ketika motor Kyuubi rusak?

Dahi Kyuubi berkedut kesal.

Kedut.

Kedut.

Kedut.

"YAAAAAAAAAKKK!" teriak Kyuubi, semakin emosi karena orang di depannya adalah pria yang tidak bertanggung jawab. "IKUT AKU!" seru Kyuubi sambil menggusur Uchiha sulung, hendak memberi pelajaran pada pemuda yang telah ditabraknya.

"TIDAAAAAAAAAAAAAKKKK!" teriak Itachi, ketakutan, dan miris karena dirinya harus disiksa oleh wanita mengerikan.

ITU CALON SUAMIMU KYUU!

CALON SUAMIMU!

Author yang tidak santai berteriak-teriak tidak jelas.

Dan?

Haduh, belum apa-apa sudah KDRT!

Chk, Uchiha bungsu memang terlalu lembut pada wanita!

Author baru sadar jika Kyuubi begitu kasar pada Itachi.

Tazmaniadevil

Naruto membuka pintu kamar mandi sambil mengeringkan rambut palsunya dengan handuk. Setelah membajur dirinya dengan air, otaknya menjadi sedikit segar.

Naruto yang sudah memakai gaun tidur wanita berwarna merah muda menghampiri tempat tidurnya, atau berniat untuk tidur ketika melihat Uchiha bungsu benar-benar menguasai wilayah tempat tidur, walaupun tempat tidur mereka berdua sangatlah besar. Selain itu, Uchiha bungsu telah tidur dengan cara menumpuk bantal, dan memakai dua guling, seolah-olah sengaja membuat Naruto kesal.

Naruto mengerak-gerakan tubuh Sasuke. "Kau, minggir!" seru Naruto, meminta Uchiha bungsu untuk bangun, dan memberikan lahan pada dirinya. "WOI, MINGGIR!" seru Naruto, kesal karena Sasuke tidaklah kunjung terbangun. "MAYAT, CEPAT BANGUN!" Naruto semakin emosi karena Sasuke tidak kunjung bangun, dan malah tersenyum mesum sambil bergumam 'Sakura'.

Dasar bangkai!

Naruto berdecak kesal. Matanya menatap Sasuke, sengit.

Beberapa saat kemudian…

Setelah Naruto memandangi Sasuke dengan ekspresi kesal.

TRING!

Naruto tersenyum iblis. Ia memiliki sebuah ide agar Uchiha bungsu terbangun. Ya, tampaknya inilah saatnya Naruto memberi peringatan pada sang suami agar tidak bertindak seenaknya, dan menghormati dirinya, layaknya seorang istri.

Lalu?

Tendang.

Dengan kasarnya, Naruto menendang Uchiha bungsu, hingga Sasuke harus terjatuh ke atas lantai, dan terbangun dengan wajah shock setengah mati.

BRUK!

Sasuke terjatuh ke atas lantai, tidak elite, dengan guling dan selimut sebagai temannya.

1…

2..

3..

Sasuke membuka penutup matanya, dan segera menggantinya dengan kaca mata tebal. Lalu, ia memandang Naruto dengan sengit. "APA YANG KAU LAKUKAN?" teriak Sasuke, nafsu setengah mati di saat dirinya masih terduduk di atas lantai dengan kesadaran setengah. "KAU GILA ATAU APA?" tanyanya, di saat Naruto hanya terdiam dengan ekspresi benar-benar polos.

"Weeee..," Naruto memeletkan lidahnya. Ia langsung mengambil selimut, memunggungi Sasuke, dan mulai membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk. Tidak peduli dengan keberadaan sang suami yang masih saja mendumel.

Makan, tuh, lantai!

Naruto membatin, iblis, sebelum memejamkan matanya.

Sasuke memandang punggung Naruto yang sudah masuk ke alam mimpi. Jadi, ini adalah bendera peperangan yang dikibarkan oleh istrinya? Oh, oke kalau begitu! Dengan begini Sasuke akan membeli apa yang telah Naruto jual. Dia akan memperlihatkan seperti apa sesungguhnya seorang Uchiha Sasuke. Ya, dia akan membuat Naruto, sang istri, menderita dunia-akhirat, hingga menangis tersedu-sedu, meminta dirinya untuk dipulangkan.

Kita lihat saja Kyuubi keparat!

Kau akan bernyanyi pulangkan saja aku pada ibumu~

Sasuke yang masih mengira Naruto adalah Kyuubi mulai memikirkan jalan agar bisa membuat kehidupan Namikaze seperti di neraka.

"HAHAHAHAHAHA..," tawa tidak jelas kepunyaan Sasuke pun terdengar di hotel—tempat SasuNaru menghabiskan malam pertamanya. "HAHAHAHAHA..," Sasuke terus tertawa, kesetanan. "MATI KAU, MATI KAU, MA—

BUK!

Bantal pun mendarat di wajah Sasuke.

"KAU DIAM, TEME!" teriak Naruto, emosi di saat acara tidurnya terganggu. "DAN SANA TIDUR DI LANTAI!" lanjutnya, hendak menghajar suaminya secara membabi-buta, hingga Sasuke akan meminta dirinya untuk diceraikan alias ditalak tiga.

.

.

Haduh, sebenarnya cerita apa ini?

Author yang galau pun semakin bingung dengan alur cerita tidak jelas ini.

Bersambung..


Tiba-tiba ingin nge-upload lanjutannya, tadinya mau di upload kalau author-nya udah buat agak banyakan. Tapi, sayang Author cuman baru segini buatnya. Soalnya dia sibuk dengan fic-nya sendiri, metamorfosis. Nanti kalau dia udah balik dari umroh, dan galau lagi, Saba upload lagi deh. Hehehe.

Terus, Saba ga bisa balas review. Soalnya, nggak ngerti apa yang harus dibalas. Hahaha. Kan yang berhak balas tuh si Author, Taz. Gomen.

Ditunggu chapter selanjutnya, ya?

Mari berbagi asiknya fic bersama!

Moto baru, tuh.