Title: PRETEND
Author: Riana Trie Edge
Pairing: KyuHyuk, HaeHyuk,
Kyumin, HaeMin
cast: Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae
(yeoja), Lee Donghae, Lee
Sungmin (yeoja).
Genre: Drama, Romance, Comedy
gaje,dll
Rate: T+

*enjoy~*
.

.

.

SUMMARY
/"Ayo kita berpura-pura sebagai
sepasang kekasih!"/"apa yang
terjadi denganku?ini hanya pura-
pura! Jangan terbawa
perasaan!"/"aku tidak kuat lagi!
Kita akhiri saja permainan
dendammu ini!"/

.

.

.

***
.

.

.

"Eeengh~ Si-Singkirkan wajahmu dari... Leherku Hae!" Ucap seorang Yeoja disela-sela desahannya. Tampak jelas yeoja berwajah aegyeo itu sedang berusaha untuk menjauhkan dirinya dari pelukan sang namja yang berada dibelakangnya.

"Hmmm~" Namja itu tidak bergeming. Ia tetap sibuk dengan kegiatan 'memberikan tanda pada barang miliknya' dileher jenjang yeoja aegyeo itu.

"Hae-ah! Hentikan~ kita inikan masih di area sekolah!" Sepertinya yeoja ini sangat hebat dalam menahan dirinya untuk menerima kenikmatan yang diberikan namja itu-yang kini sudah resmi sebagai kekasihnya tanpa tersembunyi lagi. Buktinya sekarang yeoja aegyeo itu mendorong wajah kekasihnya itu, agar menjauh dari lehernya. Namja yang bernama Donghae itu hanya mendengus kesal menerima perlakuan sayang dari selingkuhanya-yang kini sudah resmi menjadi yeojachingu 'nyata'nya.

"Wae chagi? Kau tidak suka menerima perlakuan sayangku eoh?" Donghae merajuk kepada kekasihnya dengan tatapan sendu. Membuat yeoja di hadapanya memutar bola matanya malas.
"Bukan begitu pervert! Tapi bisakan kau tidak melakukan itu di area sekolah? Kau menyebalkan!" ucap yeoja itu seraya melemparkan deathglarenya kearah Donghae. Donghae terkekeh melihat tingkah lucu yeojachingunya yang aegyeo itu.

"Sungmin-ah~ Neomu yeppoyo~ jangan memberikan tatapan seperti itu jika kau tidak mau aku 'makan' bulat-bulat disini~". Ucap Donghae seraya mencubit kedua pipi tembem milik yeoja yang bernama Sungmin itu.

"YA! Prhevhuet! Othuakmfu buenar-benuar wharus dichuci duenguan buayecline ne~" Kata Sungmin susah payah karena pipinya dicubit oleh kekasihnya, hingga menyebabkan ia kesulitan berbicara. Donghae segera melepaskan tangannya dari pipi Sungmin, ia pun segera mencium bibir manis Sungmin dan itu hanya sebuah kecupan singkat darinya. Lalu menjauhkan wajahnya dari wajah kekasihkan.

"Aku tak menyangka kau mengatakan aku jauh lebih baik dari namjachingumu itu" Ucap Donghae membuka pembicaraan. ia segera meraih pergelangan tangan Sungmin,lalu mengajak kekasihnya berjalan menuju parkiran mobil yang terletak dibelakang halaman sekolah.

Sungmin yang mendengar ucapan Donghae hanya mendengus kesal.
"Dia bukan Namjachinguku lagi! Bisakah kau tidak menyebutnya namjachinguku?!" Sungmin segera mempoutkan bibirnya imut, dan itu membuat Donghae benar-benar ingin melumat bibir plum milik Sungmin.

"Ah chagi~ mianhaeyo hm?~ Aku senang akhirnya kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih tanpa harus disembunyikan lagi.." Donghae semakin erat menggenggam pergelangan tangan Sungmin. Sungminpun segera melingkarkan lengannya yang lain kelengan kokoh milik kekasihnya.

"Aah, akhirnya aku tid

ak perlu iri lagi kepada mantan yeojachingumu.. Karena sekarang aku lah yang memilikmu~" ucap Sungmin seraya menyenderkan kepalanya dibahu Donghae. Tanpa Sungmin sadari, wajah tampan yang menyenangkan dari Donghae berlahan memudar. Tampak jelas raut wajah bersalah dari mimik halus miliknya.

"Hyukie..~"

.

.

.

Ditempat lain, disebuah taman yang tak jauh dari cafe itu. Terlihat jelas seorang yeoja sedang menatap seorang namja dihadapanya dengan tatapan terkejut.

"Jinjja kau juga dicampakkan oleh kekasihmu?!" Pekik yeoja itu yang tak lain adalah Lee Hyukjae. Kini namja yang dihadapanya hanya memutar bola matanya malas menganggapi pertanyaan konyol dari Hyukjae.

"Haruskah aku mengatakannya lagi padamu? Apa ucapanku tadi belum jelas juga eoh?!" Sahut namja itu jengah. Hyukjae yang mendapat tatapan kejam dari sang namja, sontak memundurkan langkahnya guna menjauhi namja menyeramkan yang membuatnya ketakutan.

Perlahan tapi pasti, namja itu mulai menyadari sesuatu dari penampilan yeoja yang sedang menjauhinya saat ini..

"Kau...! Kau sepertinya sekolah ditempat yang sama denganku... Terlihat dari seragam yang kau kenakan, kau pasti sunbaeku.." Ucap namja itu. Ia terus menatap Hyukjae dari atas sampai bawah kaki, membuat Hyukjae merasa risih dipandangi seperti itu.

"Ji, jinjjayo? Ja, jadi maksudmu kita satu sekolah?" Tanya Hyukjae terbata. Yang ditanya hanya menganggukan kepalanya.

"Kau hubaeku? Si-siapa namamu?" Tanya Hyukjae lagi. Dan itu membuat namja di hadapanya, mulai menyunggingkan sudut bibirnya dan tersenyum lembut kepada Hyukjae.

"Aku Cho Kyuhyun"

.

.

.

.

.

.

.

Flashback

.

.

.

"Aku mencintaimu Hyukkie! Tidak peduli apapun yang terjadi, aku tetap akan mencintaimu! Meskipun kau tidak mencintaiku, aku tetap akan mengejarmu hingga kau menjadi milikku! Jadi, mau kah kau menjadi kekasihku?!" Sejenak suasana menjadi sunyi, setelah seorang namja telah mengutarakan isi hatinya kepada seorang yeoja manis-ya, dia adalah Lee Hyukjae.

Hyukjae tertegun dan tak mampu berkata-kata, ia masih menatap lekat iris kehitaman pekat milik namja yang sedang mengunci tubuhnya-terperangkap di kedua lengan namja itu, dan dengan tembok yang telah menghalangi aksi mundurnya tadi-guna menghindari tatapan intens dari namja ini.

Mulai jenuh dengan tingkah Hyukjae yang hanya diam saja, namja yang bernama Lee Donghae itu segera meraih bahu Hyukjae dan menghamburkan tubuh mungil itu kedalam pelukanya. Membuat si empunya tubuh, membelalakan matanya tanda tak percaya dengan apa yang ia rasakan.

Aku tidak bermimpikan? Do-donghae mencintaiku.? Ja-jadi selama ini aku tidak bertepuk sebelah tangan eoh?-bathin Hyukjae. Perlahan ia merasakan tubuhnya semakin erat dipeluk oleh Donghae, membuat ia harus mendongakan kepalanya dan bersandar di pundak namja itu.

"Sekarang katakan padaku... Apa kau mencintaiku Hyukkie? Kau tahu? Aku sudah memendam rasa cintaku ini sejak pertama kalinya aku mengenalmu saat orientasi sekolah.." Donghae semakin erat memeluk tubuh ramping Hyukjae. tangan kanannya tak tinggal diam, segera Donghae mengangkat tangan kanannya kearah punggung Hyukjae. Lalu mengelus-elus punggung yeoja itu dengan lembut.

"Hyukkie~ apa jawabanmu?" Tanya Donghae lagi. Perlahan sebuah isakan lolos terdengar memasuki telinga Donghae, sontak saja dia segera melepaskan pelukannya dari tubuh Hyukjae.

"Hiks... Hiks..." Hyukjae terisak, tampak jelas bulir-bulir airmata mengalir membasahi pipi tirusnya. Membuat Donghae panik dan salah tingkah.

"Hyuk-Hyukkie! U-uljimayo~ Kenapa kau menangis eoh? Apa aku terlalu memaksamu? Mianhae kalau aku..." Ucap Donghae seraya menghapus airmata dipipi Hyukjae, namun kata-katanya langsung dipotong begitu saja oleh yeoja yang berada dihadapannya.

"N-nado~ Nado Donghae-ah~ hiks... Nado saranghae~" Sahut Hyukjae disela-sela isakannya. Donghae tercengang mendengar jawaban yang terlontar dari mulut Hyukjae- yeoja yang telah merenggut hatinya selama 6bulan terakhir.

Donghae kembali memeluk tubuh Hyukjae, lalu membenamkan wajahnya diceluk leher Hyukjae-mencoba merasakan aroma manis yang terkuar dari tubuh yeoja yang ia cintai.

"Gomawoyo Hyukkie-ah, gomawo karena membalas perasaanku... Saranghae~ jadi, sekarang kita sudah resmi sebagai sepasang kekasihkan?" ucap Donghae seraya mengeratkan pelukanya. Hyukjae hanya mengangguk, lalu membalas pelukan Donghae dengan erat.

Flashback off

.

.

.

.

.

.

"Donghae pabo... Kau yang mulai, kau juga yang mengakhirinya... Kau yang seketika membuatku seakan terbang kelangit, kau juga yang dengan mudahnya menjatuhkanku dengan keras ke tanah... Jinjja, kau namja pabo~" gumam seorang yeoja manis, bersurai panjang ikal kecoklatan.

Matanya kini menerawang jauh memandangi langit cerah, menikmati hembusan angin lembut yang mengenai sekujur tubuhnya. Tidak ada tempat setenang ini-kecuali sebuah pohon besar yang berada tepat dibelakang halaman sekolah.

Tempat favorit Hyukjae dan Donghae, saat mereka masih menjadi sepasang kekasih.

"Kaulah yang pabo.. Yeoja pabo..." mendengar ucapan tajam itu, Hyukjae segera melemparkan deathglarenya kearah seorang namja yang berada disampingnya. Membuat namja yang ada disampingnya kebingungan menganggapi arti tatapan dari Hyukjae.

"Jangan menggodaku dengan tatapan seperti itu! Sungmin jauh lebih manis dari pada dirimu." ucap namja itu datar. Hyukjae hanya mendengus kesal.

"Siapa yang menggodamu eoh?! Kau yang pabo! Namja pabo yang selalu menyebutkan nama mantan yeojachingunya yang telah mencampakanya! Kau sangat pabo Kyu!" Kata Hyukjae kesal. Ya... Namja yang berada disampingnya saat ini, dia adalah Cho Kyuhyun. Namja yang sudah satu minggu terakhir dikenalnya, dan tanpa disadari menjalin pertemanan dengannya.

"Ya! Kau berisik sekali eoh?! Pantas saja kau dicampakan kekasihmu! Kau yeoja cerewet!" Sahut Kyuhyun tajam. Tanpa pikir panjang lagi, Hyukjae segera memukul kepala Kyuhyun dengan keras. Membuat sang empunya kepala meringis kesakitan.

"Bisakan kau jaga ucapanmu eoh?! Aku tidak menyangka kau semenyebalkan ini Kyu! Aku tidak cerewet! Dan dia tidak mencampakanku karena aku cerewet!" pekik Hyukjae seraya memalingkan wajahnya dari Kyuhyun. Hening...

"Lalu.. Karena apa?"

Lalu... Karena apa?" Tanya Kyuhyun memecahkan keheningan yang sempat terjadi diantara mereka. Hyukjae terdiam sesaat, dan tetap mengalihkan pandangannya dari tatapan Kyuhyun.

Merasa jengah didiami seperti itu, sontak Kyuhyun meraih bahu Hyukjae dan menariknya agar yeoja itu menoleh kearahnya.

"Apa kau tidak mendengar pertanyaanku eoh? Aku tanya padamu kenapa dia mencampakanmu?!" Kyuhyun kembali mengulang pertanyaanya kepada Hyukjae yang telah menoleh kearahnya-meski dengan kepala menunduk.

Entah ada apa dengan Kyuhyun, dia benar-benar membuat Hyukjae kembali mengingat kejadian kelam tempo hari dengan mantan namjachingunya- Lee Donghae.

'Aku sudah tahu Hyukjae... Bahkan aku baru mengetahuinya dari teman-teman yang 1 club denganku ... Apa kau tahu Hyukjae?' Batin Kyuhyun. Apa maksudnya?

"Hei.." Kyu mencoba memanggil Hyukjae yang masih menundukan kepalanya. Meski tidak begitu jelas, tapi Kyuhyun masih bisa melihat butiran airmata yang mengalir membasahi pipi tirus Hyukjae.

"Dia... Dia bi-lang.. Kalau... Kalau dia sudah bosan... Pada-padaku..." Dengan susah payah akhirnya Hyukjae menjawab pertanyaan yang Kyuhyun lontarkan padanya-masih dengan wajah menunduk. Kyuhyun terdiam, ia kembali teringat akan kejadian saat dia di ruang club kemarin.

.

.

.

***
.

.

.

Flashback on
.

.

.

Tidak ada kegiatan sama sekali, karena Park songsenim yang akan membimbing club paduan suara berhalangan hadir. Sehingga para siswa dan siswi yang mengikuti club itu hanya bisa mendengus kesal, kemudian mereka perlahan keluar meninggalkan ruang club-Begitu juga yang akan dilakukan oleh seorang namja tampan bersurai ikal, ia segera membereskan barangnya kedalam tas ranselnya.

"Jinjja?" Pekikan seseorang sontak membuat Kyuhyun menghentikan kegiatanya yang akan memasukan PSPnya kedalam tas ranselnya.

"Ne! Kemarin aku melihat mereka sedang bercumbu! Le.. Lee Donghae, ketua club dance itu sedang menciumi leher Lee Sungmin!" Sahut seseorang itu menganggapi keterkejutan temanya tadi.

"Hah? Lee Sungmin yang satu club dengan kitakan?! Bukanya dia yeojachingunya Cho Kyuhyun ketua club paduan suara kita? Bagaimana bisa?" Tanya temanya lagi.

"Ku dengar mereka berselingkuh, kau tahukan kalau ketua dance itu juga memiliki yeojachingu? Mereka menjalin hubungan diam-diam, dan akhirnya dengan kesepakatan bersama.. Mereka memutuskan hubungan mereka dengan kekasih mereka masing-masing!" jelas temanya lagi panjang lebar.

"JINJJA?!"Pekik temanya lagi.

"Berhenti berteriak pabo! Aku saja kaget pas mendengar brita itu, aku jadi merasa kasihan dengan ketua club kita dan mantan yeojachingunya ketua dance itu.."

"Apa kau tahu siapa mantan yeojachingunya Donghae?" tanyanya lagi, setelah ia mencoba memelankan suaranya.

"Namanya Lee Hyukjae"

BRAAAKKK!

"Eh?" tiba-tiba terdengar sebuah benda keras seperti terjatuh dengan sangat kencang membentur tembok. Membuat kedua siswi yang sedang asik bergosip ria, menolehkan kepalanya dari balik pintu keluar club paduan suara. Alangkah terkejutnya mereka melihat apa yang terdapat didalam ruang club paduan suara itu.

Seorang namja yang terengah-engah setelah melempar sebuah kursi kearah papan tulis, tatapan tajam ia arahkan kepada kedua siswi yang terperangah memandangnya dengan ekspresi ketakutan.

"Jangan bicara... Ketika.. Orang yang kalian bicarakan.. ADA DI BELAKANG KALIAN!" Kyuhyun tampak geram dan hendak melemparkan kembali kursi kearah dua siswi yang masih berdiri mematung-sebelum melaksakan niatnya, kedua siswi itu sudah berlari terbirit-birit(?) entah kemana.

"SIAL!" umpat Kyuhyun seraya memberantakan rambutnya-frustasi.

.

.

.

Flashback off

.

.

.

.

.

.
Angin kembali berhembus, menerpa seluruh permukaan bumi..

"Apa itu menurutmu?" Pertanyaan Kyuhyun sukses membuat Hyukjae mendongakan wajahnya menghadap Kyuhyun. Kini Kyuhyun dapat melihat wajah Hyukjae yang benar-benar sudah basah oleh airmata.

"A.. Apa maksudmu?" Tanya Hyukjae seraya menghapus airmatanya dengan punggung tangannya. Kyuhyun kembali terdiam.

Dia benar-benar tidak tahu. Batin Kyuhyun.

Perlahan Kyuhyun mengalihkan pandanganya kearah lain, memutuskan kontak matanya dengan Hyukjae. Segera ia beranjak dari tempat ia duduk tadi.

"Kau akan tahu nanti..." setelah mengatakan itu, ia pun pergi meninggalkan Hyukjae dalam keadaan bingung.

Setelah cukup lama bergulat(?) dengan pemikiranya, akhirnya Hyukjae memutuskan untuk kembali kekelas. Akan tetapi langkahnya terhenti ketika pandangannya terusik oleh sesuatu yang mampu membuat nafasnya tercekat dan kesulitan untuk kembali bergerak-mencoba untuk kabur dari tempat itu.

Tbc

REVIEW PLEASE GOMAPTAAAA