The Knight of Time
By :
Song Hyun In
Disclaimer :
They (DBSK and others) are not mine.
Warning :
Boysxboys, Slight Transgender, Shonen Ai, typos, tidak sesuai EYD, Dll
Cast :
Jung Yunho , Kim Jaejoong , Park Yoochun , Kim Junsu , Shim Changmin and other cast.
Genre :
Romance/Humor, School activity, adventure, Action, Supranatural, Slight Chara's death and drama.
Pairing:
YunJae
Yoosu
MinFood (="=)
Enjoy then.
.
.
.
The Knight of Time
2012.
.
.
.
Pi pip pi pip
Sebuah jam weker berbunyi dan sukses membuat seorang namja yang belum mengumpulkan keseluruhan nyawanya itu, menekan tombol mati pada weker itu.
"Ugh, mimpi itu lagi…" ujar seorang namja yang baru saja membuka matanya dan mendapati matanya disinari oleh cahaya yang merembes masuk melalui celah gorden jendelanya.
"Siapa Yeoja…dalam mimpiku itu?" gumamnya sendiri, punggung tangannya menyentuh kepalanya yang sedikit pusing.
Ketika dia masih berusaha menerka isi mimpi yang terus menghantuinya, tiba-tiba suara dari balik pintunya membuat dirinya kembali kedunianya.
"Yunho, kau sudah bangun? Waktunya sekolah." Ucap suara itu yang jelas sekali adalah suara yeoja.
Namja yang dipanggil Yunho itu segera bangkit dan menuju kamar mandi yang berada didalam kamarnya sendiri.
Yunho menerawang kembali mimpinya yang selalu memunculkan sosok yeoja cantik berambut perak dengan pakaian perang yang menyelimuti tubuhnya.
"Siapa Yeoja yang selalu didalam mimpiku? Dia bukan Ahra, yeoja gila itu. Dia juga bukan Boa noona…tapi, wajahnya terasa familiar?" ucapnya.
Yunho pun masih menerawang mimpi yang barusan terlintas dikepalanya, entah sudah berapa lama dia berada didalam shower di kamar mandinya.
"JUNG YUNHO! CEPAT KELUAR DARI KAMAR MANDI SEKARANG!" teriak suara seorang yeoja yang saat ini tepat didepan pintu kamar mandi.
Dengan kesal, namja yang disinggung menyembulkan kepalanya.
"Sabar napa, sih? Boa noona?" ucapnya kesal.
Seorang yeoja cantik dengan usia terbilang cukup jauh dari Yunho menatap tajam kearahnya.
"Pabbo! Kau kira ini udah jam berapa? Para maid disini kewalahan membangungkanmu, Kau mau telat sekolah lagi, eoh?" tanya Boa dengan menaikan sebelah alisnya sambil menunjuk-nunjuk jam tangannya.
Nama : Jung Yunho, calon ahli waris perusahaan inti Jung Corp, di Seol.
Umur : 16
Kelas : 2-6B
Keahlian : jenius dalam pelajaran, taekwondo dan popular dikalangan yeoja juga namja.
Kekurangan : sering telat, sehingga predikat nilainya selalu 90 (biasanya 100).
.
.
.
Boa mendengus kesal melihat tingkah dongsaengnya yang makan dengan cara semborono, dia tahu kebiasaan Yunho yang notabene sedari lahir ini ngak bisa ditolerir jadi, suka atau tidak dia hanya bisa menyesap kopinya yang mulai dingin karena menunggu dongsaeng-nya mandi.
Nama : Jung Boa, pewaris kantor cabang Jung Corp, di Busan.
Umur : 21
Kelas : saat ini kuliah di Universitas SM dan sebagai guru taekwondo.
Keahlian : taekwondo dan jenius seperti Yunho.
Kekurangan : ehem…tinggi badannya(#digoreng fans)yang tidak kunjung berkembang.
"Kau ini…makannya pelan-pelan saja…kau membuatku muntah jadinya." Omel Boa yang mulai ill feel.
"Kalhou nghak bghini (chew)nanthi nghak bakhlhan sleshaiii(chew)…" balas Yunho sambil mengunyah nasi gorengnya( trans : Kalau ngak begini nanti bakalan ngak selesai).
Euwh, Yun appa jorok banget ya? #Plakkk
Boa makin mual tapi, dia hanya diam dan menunggu Yunho menyelesaikan sarapannya. Kemudian dia dan Yunho menaiki mobil lamborghini putih milik Boa tentunya.
"Aku sering bingung dengan kebiasaanmu yang selalu lama dikamar mandi, apa yang kau lakukan didalam? Hari ke hari aku semakin kahwatir, kau tahu?" tanya Boa yang masih focus menyetir.
"Entahlah…aku sendiri tidak yakin dengan mimpiku." Jawab Yunho yang duduk disebelahnya sambil menatap pemandangan Seoul.
"Mimpi? Siapa yang kau mimpikan? Apakah Ahra?" selidik Boa dengan nada main-main.
"Ya! Jangan bercanda noona. Hell no, I'm dreaming about her!" Boa terkikik seneng melihat reaksi horror Yunho.
Go Ahra….(Arrrgh!) adalah yeoja yang ditunangkan pada Yunho, yeoja gatel ini langsung jatuh cinta dan sangat keras kepala -bagi Boa dan Yunho- untuk mendapatkan cinta Yunho.
Dan Yunho? Jangan ditanya namja bermata musang itu selalu menolak mentah-mentah ajakan tidak bermutu Ahra dan jujur saja, dia SANGAT tidak meyukai yeoja manja itu.
Pertunangan ini direncanakan oleh keluarga Jung dan Keluarga Go, karena mereka kahwatir Yunho tidak akan pernah menemukan pendamping yang tepat, karena kebiasannya yang sering telat sekolah.
'Ayolah! Sering telat sekolah bukan berarti dia akan jadi perjaka selamanya,kan?' batin Boa dan memperhatikan adiknya yang sedang spacing- out dan terkadang wajahnya sumringah sendiri.
'Kutarik kembali ucapanku…anak ini butuh seorang pendamping! Ngak mungkin' kan? Aku terus yang mengasuhnya? But, must it have to be Ahra?'
Boa akui, dia juga tidak menyukai apalagi mengakui Ahra yang SKSD kepadanya sebagai calon adik ipar, dia lebih senang kalau Yunho mencari sendiri pasangan hidupnya.
Dia lebih menyukai namja -secara pribadi, sih- untuk mendapatkan cinta Yunho dan alasannya? Simple, dia lebih tertarik hubungan yang tidak wajar dibandingkan hubungan yang "itu-itu"saja. -_-
Dia kembali focus ke jalanan dan berhenti disebuah gerbang sekolah yang jelas-jelas adalah sekolah Yunho, SM Academy dan disampingnya adalah SM Universitas tempat Boa berkuliah.
"Ya! Kajja, kita sudah sampai." Panggil Boa yang menepuk bahu Yunho.
"Ne."
Mereka keluar dari mobil dan memasuki gedung masing-masing.
SM Academy, adalah sekolah internasional terpopuler dengan murid-murid dari keluarga kaya atau keluarga ternama dan juga tempat murid –murid jenius, banyak artis-artis muda dan murid-murid dari luar negeri yang bersekolah disini.
Termasuk Yunho yang menduduki bangku kelas 2-6B dan Boa yang sekarang menjadi alumni kemudian melanjutkan studinya di SM University yang memiliki akreditas AA di Seoul.
Wow, fantastic baby!
"Jung Yunho-shii?" panggil Yeoja yang terlihat manis dengan rambut coklatnya yang lurus.
Yunho membalikan badannya dan menemukan yeoja yang menjadi teman sekelasnya, Bae Sue Ji.
Gadis yang manis dengan blazer putih cream yang dikancing, kemeja putih yang menjadi khas sekolah ini dan roknya yang merah sebatas paha. Dengan sedikit sentuhan, sebuah pita berwarna merah terlihat manis di kerahnya(seragam apaan'sih ini?).
"Annyeong, Bae Sue Ji'kan?" tanya Yunho memastikan.
Sue Ji mengangguk senang, karena idola SM academy mengingat namanya.
"Kajja! Kita pergi bareng!" ajak Yunho.
Yunho dan Bae Sue Ji berlari kencang menuju kelas mereka dan tanpa disadarinya seseorang menatap Sue Ji dari atap sekolah yang letaknya sangat jauh dan tinggi.
Sosok namja yang berparaskan cantik, mata doenya yang sempat memicing sekarang kembali membulat dan menampilkan kesan manis.
"I've found her." Gumamnya.
Sosok misterius itu tiba-tiba menghilang ketika terpaan angin yang kuat membuat dirinya tertutupi sebentar oleh dedaunan yang gugur.
Nama : Bae Sue Ji, ayahnya adalah seorang peniliti terkenal dan ibunya seorang arkeologi.
Umur : 16
Kelas : 2-6B
Keahlian : pintar dalam sejarah, calculus dan kimia.
Kekurangan : ceroboh, kurang percaya diri dan mudah malu.
.
.
.
"Jung Yunho, sudah berapa kali kubilang. Usahakan dirimu dalam 15 menit sudah ada didalam ruangan ini." Ucap Yoochun yang menirukan suara songsaenim yang baru saja menceramahi Yunho.
"Hahaha…lucu sekali." Ucap Yunho datar.
Nama : Park Yoochun, sahabat baik Yunho dan pewaris Park Company, perusahaan ibunya yang menjual butik luar negeri.
Umur : 16
Kelas : 2-6B
Keahlian : karena memiliki perusahaan butik terkenal, dia sering disebut fashionita dan memiliki ingatan yang kuat kalau membaca buku atau mengenali orang hanya dengan sekali liat.
Kekurangan : cassanova, tapi udah tobat kok.
"Mian, mian…tapi, ini sudah yang keberapa kalinya Lee Songasenim menceramahimu? Sebentar…udaaah ke-40 kalinya, benar?" ejek Yoochun dan mendapat pukulan di bahunya.
Kedua sahabat itu terus saja saling mengejek dan saling menertawakan satu sama lain.
"Hyung, apa yang kalian bicarakan?" tanya seorang namja muda yang membawa nampan bertingkat 5(?) dengan beragam-ragam makanan diatasnya.
"Mwo, Changmin-ah, makanan sebanyak ini bisa kamu habiskan, eoh? Waktu istirahat kita cuma satu jam, loh?" tanya Yoochun dengan mengedipkan matanya berkali-kali tidak percaya.
"Yup."
"Kau akan memakan semuanya?" tanya Yunho tidak percaya.
"Ngak, aku akan membakarnya." Jawab Changmin sambil memutar bola matanya dan dilanjutkannya lagi "Tentu saja aku akan menghabiskanya." Sindir Changmin dan sukses mendapatkan tatapan seolah mengatakan "Kamu ini manusia ato bukan, sih" kearahnya.
Nama : Shim Changmin, anak tunggal dari dua akrtis terkenal dan saat ini kariernya sebagai calon artis sedang melonjak.
Umur : 15
Kelas : 2-3A (loncat kelas karena kepintarannya yang sudah melebihi tingkat iblis.)
Keahlian : makan, makan dan makan(="=). Namun, dialah raja dari segala raja criminal yang pernah ada bersama sahabatnya, Cho Kyuhyun.
Kekurangan : sering kelaparan setelah beberapa menit makan besar, dijuluki 'Monster Food'.
"Perutmu terbuat dari apaan, sih? Baja?" uara melengking terdengar dari arah belakang Changmin yang masih berdiri dengan nampan bertingkat tercintanya(?).
"Junsu Hyung."
"Su-ie, ayo bergabung bersama kami!" ajak Yoochun antusias melihat namja manis yang berstatuskan sebagai namjachinngu-nya.
Nama : Kim Junsu, anak dari penyanyi terkenal dan juga anak dari mantan Miss Korea.
Umur : 16
Kelas : 2-3D
Keahlian : menyanyi, dijuluki 'Soprano boy' dan 'Duckbutt' oleh Changmin and Kyuhyun.
Kekurangan : sering berteriak melengking kalau sedang senang atau marah.
Junsu pun menerima ajakan Yoochun yang notabene sebagai semenya untuk duduk disamping. Junsu memperhatikan makanan Changmin dengan pandangan iba(?) kearah makanan itu.
"Buat apa Hyung melihat makananku? Ngak akan kubagi, meski suaramu menulikan telingaku." Ucap Changmin dengan tatapan intens, karena menyadari kekasihnya(?) tengah dipelototi.
"Ya! Apa-apaan kau? Wong, aku cuma kasihan dengan orang-orang yang gak kebagian jatah karena perut bajamu itu, monster!" tunjuk Junsu membela diri karena tuduhan Changmin yang nyasar.
"Yaudah, gih. Ngak perlu ngomong pake kuah gitu." Balas Changmin datar, sedatar tripleks.
Junsu hanya bisa mendelik tajam, sedangkan dua namja yang melihat perkelahian dua namja aneh ini, hanya bisa mengelengkan kepala.
"Oh, iya." Ucap Junsu tiba-tiba, membuat Yoochun dan Yunho menoleh kearahnya, dan Changmin? Oh, jangan ditanya saat ini dia sedang menyeruput ramyeon-nya seolah tidak ada hari esok.
"Kalian tahu kasus, hilangnya orang-orang penting di seoul?" tanya Junsu yang mulai bergosip.
"Maksudmu kasus seketariat perdana menteri, Lee Yun sun?" tanya Yoochun memastikan.
Junsu mengangguk.
"Bukannya dia tertuduh atas pengelapan senjata illegal? Juga pemalsuan jutaan won?" tanya Yunho.
"Nde, setelah itu dia dibebaskan berdasarkan keputusan hakim." Jelas Junsu yang tengah mengambil kimchi di mangkuknya.
"Jelas-jelas dia menyuap hakim dan pengacaranya itu." Ucap Yoochun memakan kimbap-nya.
"Lalu dimana menariknya?" tanya Yunho bingung.
"Setelah itu, dia menghilang tanpa jejak." Jawab Changmin yang tiba-tiba tertarik untuk bercerita.
"Mwo?"
"Karena itulah disebut kasus hilangnya orang-orang penting." Ucap Junsu yang meminum jusnya.
"Polisi tidak menemukan apapun?" tanya Yunho.
"Ani, mereka sudah mencari di segala tempat yang memungkinkan bagi Lee Yun sun untuk bersembunyi." Jawab Changmin yang menggigit roti melonnya.
"Eh? Aneh sekali?" ucap Junsu yang juga kaget dengan jawaban Changmin.
"Menurut saksi, Lee Yun Sun tidak pernah keluar dari kamar kecuali setiap pagi dia menuju ke taman untuk berolahraga."
"Wait! Darimana kamu tahu? Jangan-jangan kamu yang menyembunyikannya?" selidik Yoochun main-main.
"Please…kalo aku pelakunya, udah aku jual ke polisi dan minta uang dalam jumlah yang gede." Jawab Changmin mengibaskan tangannya malas.
DING DONG
"Well, jam makan siang udah selesai, mending kita balik kekelas ,deh." Ajak Yoochun.
Keempat namja itu berjalan menuju kekelas masing-masing.
"Aish…" ratap Yunho setelah menatap i-phonenya seolah-olah semua ini adalah kesalahan barang elektronik itu. Membuat ketiga temannya menoleh penasaran.
"Waeyo?" tanya Yoochun.
"Noona-ku, dia bilang hari ini dia tidak bisa mengantarku pulang. Saat ini, dia berada di mall bareng teman-temannya, keterlaluan!" omel Yunho.
"Women, begitulah mereka. selalu saja mementingkan urusan pribadi mereka ketimbang saudara." lirih Yoochun sambil mengadahkan kepalanya keatas seakan langit tengah bersedih bersamanya.
("Huatchuu!" Tanpa mereka sadari, yeoja yang disinggung, tiba-tiba bersin karena ada yang mengejeknya ditempat yang jauh. Saat ini dia tengah berbelanja bareng teman-temannya dan dia membuat memo pengingat untuk memukul kepala dongsaengnya sepulang belanja.)
"Kau ini, ngomong seolah-olah kau mengerti mereka…" Sahut Yunho masih kesal.
"Yaiyalah, diantara kita ada mantan Cassanova kegatalan cap ngak laku gitu, loh." Ejek Changmin dengan menaik- turunkan alisnya.
"Kau..."
"Hahaha, lebih baik liat muka Junsu yang mulai marah,tuh!" ucap Yunho yang menujuk dengan dagunya kearah Junsu.
Membuat Yoochun panik dan bergegas membujuk namja manis itu, bisa-bisa dia ngak akan dapat jatah karena Changmin, that evil boy!
"Su-ie, mian…aku tidak bermaksud membuatmu marah, salahkan monyet tiang listrik kelaparan yang satu itu." Hibur Yoochun.
"YA! Nyari masalah lagi hyung jidat?"
"Kau ini!"
Ketika dua namja itu kembali berdebat, Junsu pun mulai ceria lagi.
"Saat seperti ini, mendingan pergi ke club." Usul Yoochun asalan.
"Ya! Kau mau pergi ke klub saat seperti ini?" sergah Junsu.
"Kita bisa menrefresh-kan badan kita sejenak dengan minum-minum, kan?" ucap Yoochun ngeles.
"Maunya hyung aja yang kepingin kesana pake alasan refreshing segala!" ucap Changmin.
Membuat Yoochun cengegesan sendiri.
"Kalaupun aku mau, gimana caranya aku pulang kerumah, huh?" tanya Yunho.
"Haaah, bagaimana kalau pulang bareng denganku?" nanya Yoochun mantap.
"Kau bawa mobil hari ini?" tanya Junsu.
Yoochun mengangguk.
"Hari ini aku tidak dijemput supirku, Appa-ku sibuk dengan rekaman lagu baru dan Umma-ku sedang menemaninya di Swiss. Lagian dirumah aku Cuma ditemani 2Min dan Sungmin." ucap Junsu.
"Orangtuamu mesra sekali."
"Ikut saja, Su-ie. Akan kuantar pulang, deh." Ajak Yoochun dan sukses membuat namja itu setuju.
"Bagaimana denganmu?" tanya Yunho kearah Changmin.
"Ne, aku ikut. Hari ini Appa dan Umma berangkat ke paris untuk syuting. Dari kemarin Umma melarangku menaiki sepeda, karena takut aku bertemu paparazzi." Jelas Changmin yang menyayangi umma-nya itu.
"Dasar anak mama." Ejek Yunho tapi tidak digubris Changmin.
"Oke, sudah dipastikan. Kita pergi ke klub~" ucap Yoochun yang mengeluarkan kunci mobilnya.
.
.
.
"Kita mau ke klub mana?" tanya Yunho yang duduk disamping Yoochun yang sedang menyetri mobil Mercedes hitamnya.
"Ke Mirotic?" tanya Changmin.
"Boleh. Kita udah lama ngak kesana biasanya main ke In Heaven melulu." ucap Junsu.
Yoochun membelokan setirnya dan membawa mobil hitam itu menuju ke taman, jalan yang baru kali ini diketahui YuJuMin.
"Mwo? Ada jalan pintas disini?" tanya Yunho kagum.
"Ne, aku baru menemukan jalan ini satu minggu lalu, jadi aku sering memakai jalan ini kalau ke klub."
Ketika mereka mengitari taman itu, suara teriakan wanita terdengar kencang.
"KYAAA…!"
Membuat Yoochun menekan rem mobilnya secara tiba-tiba dan sukses membuat tiga namja di dalamnya terbentur keras.
"Ya! Park Yoochun, apa yang kau lakukan , eoh?!" tanya Yunho yang kesal.
"Appo, kalau ngerem jangan tiba-tiba, dong!" gerutu Junsu.
Sementara Changmin hanya diam tidak berkomentar apa-apa, dia masih mengelus kepalanya yang terhantam kursi Yoochun.
"Mian, tapi kalian dengar suara tadi?" ucap Yoochun yang mematikan mesin mobilnya.
"Ne, seperti seorang yeoja yang kesulitan." Jawab Junsu.
"Aku jadi teringat film horror dimana empat siswa yang sedang berhenti disebuah taman dan-" belum sempat Changmin melanjutkan pengalamannya menonton film horror…
"-Shut up, shut up, shut up!" potong Junsu kesal.
"KYAAAA….!"
"Ya! Jinjja…aku juga mendengarnya!" jelas Yunho yang yakin dengan suara itu.
"Kan? Sudah kubilang, aku jadi teringat film horror dimana ada mahluk memakai su-"
"-Seriuslah!" potong Junsu yang memukul kepala Changmin.
Pletak!
"Yawch, sakit tauk, kenapa ngak sekali hyung pukul aku dengan palu? Biar kepalaku bocor." omel Changmin.
"Berisik, walaupun aku ingin sekali tetap saja liat situasi, pabbo!" balas Junsu frustasi.
"Lebih baik kita turun dan mencari tahu sumber suara itu." Usul Yunho yang disertai anggukan darI Junsu dan Yoochun.
"Dengan konsekuensi, kepala kita melayang? Lucu sekali." tanya Changmin.
"Sebelum itu terjadi, kami akan meninggalkanmu sendirian dengan begitu kamu jadi tumbalnya." Ucap Yoochun sambil membuka pintu mobilnya berbarengan dengan Yunho dan Junsu.
"Arrasso, kita pergi." Ucap Changmin malas dan membuka pintu sebelah kanannya.
Mereka berjalan mengitari menuju taman untuk mencari sumber suara teriakan tadi.
Bae Sue Ji merasa hari ini hari keberuntungan dan kesialan dalam waktu yang sama, dia bertemu dengan idola SM dan sekarang segerombolan pria aneh tengah berjalan oleng-olengan kearahnya.
Seolah-olah keadaan mereka seperti orang mabuk, namun mereka tidak sedang mabuk.
Sosok di hadapannya saat ini berjalan lungai dan terlihat terhuyung-huyung kesana kemari, hanya bayangan hitam yang terlihat menggumpal disekitar mereka.
Sue Ji tidak bisa mengerakan kakinya untuk mundur ataupun berlari, kakinya serasa melemas dan memaksanya untuk diam ditempat.
'Ba-bagaimana ini…Ahjusshi- ahjusshi ini semakin mendekat.' Batin Sue Ji ketakutan dan secara tidak elitnya dia terjatuh, membentur dengan tanah.
'Seseorang…tolong aku!' ucapnya menutup mata.
BUAKKKH!
Sebuah kaki yang memiliki otot meluncur kearah salah satu wajah ahjusshi aneh itu, membuat orang yang ditendang terdorong kebelakang membentur tiang lampu dibelakangnya.
Dan pelaku yang melakukan tendangan itu adalah pahlawan kita, Jung Yunho.
"Yunho-sshi?" ucap Sue Ji kaget.
Yoochun dan Junsu membantu Sue Ji untuk berdiri, Changmin datang belakangan karena dia mengerutu sepanjang pencarian mereka.
" Ya! Kau pikir dirimu keren, eoh? Meninggalkanku sendirian!" berang Changmin.
"Hehehe, mianhae…kurasa kalau kita tidak meninggalkanmu, bisa-bisa Bae-sshi akan terluka." Jawab Yunho.
"Dasar hyung in-?!" ucapan Changmin terhenti karena terkejut dengan pemandangan dibelakang Yunho, otomatis namja bermata musang itu menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya dia melihat sosok yang baru dirubuhkannya itu berdiri dengan posisi masih membungkuk.
Namun, bukan itu yang membuat namja dan yeoja itu tertegun syok.
Sosok bayangan yang disekitar kelima orang itu makin membesar dan membungkus kelima orang itu seperti kepompong, sosok mereka yang melayang persis seperti yang dibayangkan Changmin.
"Tuh, seperti inilah yang aku yang bayangkan, dimana mahluk aneh keluar dari kepompong hitam itu dan kemudian berubah jadi monster yang siap memangsa kita!" ucap Changmin horror.
"Ya! Berhentilah menghayal yang tidak-tidak!" ucap Junsu.
"Kau harus melakukan pengurangan TOTAL yang SERIUS dalam menonton film horror, Shim Changmin!" kata Yoochun.
Changmin hanya bisa mengedikan bahunya tanda dia tidak peduli.
"Kita harus pergi dari sini, sebelum mahluk itu mengejar kita!" ajak Yunho yang mengandeng tangan Sue Ji dan berlari bersama dengan teman-temannya.
Disisi lain…
.
.
.
Seperti adanya hubungan telepati, namja yang saat ini sedang mengamati pemandangan cahaya kota tiba-tiba tersentak kaget.
"Suzy dalam bahaya…aku harus menyusulnya!" ucap suara itu dengan cara melompati gedung-gedung di kota seoul menuju tempat Sue Ji diserang.
"Suzy…tunggulah eonni." Ucap seorang namja cantik berambut hitam yang pernah memasuki SM Academy.
Dengan kecepatan cahaya, dia berhasil menemukan letak taman yang sedang ditelusuri Sue Ji setiap harinya.
"Kali ini homunculus mengincarnya! Aku harus bertindak!" ujarnya sambil melompati gedung terahkir yang menjadi batas antara kota dan taman.
Sosoknya yang melompat anggun dengan bulan purnama sebagai backgroundnya, membuatnya semakin keren.
Dengan cepat dia mendarat di dahan pohon yang besar dan merasakan tenaga yang kuat dari arah utara.
'Aku merasakan adanya energy transformasi homunculus disekitar Sue Ji, aku harus cepat!' batin namja cantik itu dengan melanjutkan perjalananya menuju tempat Sue Ji berada.
Ketika namja cantik itu sampai menuju tempat Sue Ji dan yang lainnya semua sudah terlambat, proses transformasi homunculus sudah selesai dan mahluk itu mengejar Sue Ji dan empat namja yang tidak dikenalnya.
"Suzy…"
"Mwo! Mahluk apaan itu?!" teriak Yoochun sambil berlari kencang ketika kepalanya ditolehkan kebelakang sebentar dan mendapati dirinya berlari semakin kencang.
Sosok mahluk yang dilihat Yoochun adalah raksasa besar dengan kepalanya yang berjumlahkan 5, setiap kepala memakai topeng dengan gambar wajah yang abstrak.
"Sosoknya seperti hydra saja! Aku jadi teringat film-"
"CHANGMIN-AH!" bentak semuanya kearah namja tinggi itu.
"Okay, okay!"
"Aku bersumpah, kalau kita selamat akan kucekik kau sampai mati, Changmin-ah!" geram Junsu marah sambil berlari kencang.
"Kalian ini." Ucap Yoochun malas.
Mahluk aneh berwarna hitam itu tiba-tiba memanjangkan kepalanya dan menyeluakan kepalanya kearah tanah yang dipijak Yunho dan Sue Ji sehingga sukses membuat dua orang itu terjatuh dan tertinggal dari yang lainnya.
"YUNHO/SUE JI-AH!" teriak YoSuMin bersamaan. Mereka berusaha mengejar balik namun terlambat sudah.
Yunho tahu ajalnya akan dekat dengan sigap dia melindungi Sue Ji yang bersembunyi dipunggungnya, dia pun menutup kedua matanya.
Klang!
.
.
.
Sebuah dentuman keras membuatnya membuka kedua matanya dan dari situlah pertemuannya dengan yeoja misterius yang selalu dimimpikannya.
Sosok yang memakai pakaian perang sesuai dengan mimpinya namun yang berbeda adalah modelnya yang berbeda dengan imej yang selalu dimimpikannya.
Pakaian perang dengan warna putih dengan beberapa bulu putih berterbangan disekitarnya dan yang paling mengejutkan sosok yang membelakangi saat ini adalah seorang yeoja, yeoja yang sangat cantik.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Yeoja itu, suaranya yang tenang dan menyejukan membuat kedua orang itu sadar dari lamunan mereka, dengan cepat mereka berdiri dan dibantu oleh ketiga teman mereka.
Rambutnya yang hitam legam membuat Yunho sempat terpana dan ingin menyentuh rambut halus itu.
Yeoja cantik itu memakai sebuah topeng yang hanya menutupi sebagian wajahnya, sehingga bibir hanya cherry-nya terlihat.
"Menyingkir." Perintahnya dingin, Yunho dkk mundur sejenak dan memperhatikan yeoja berpakaian perang itu mengeluarkan pedang yang cukup panjang dan agak besar dari sarungnya.
"Tak kusangka homunculus sudah masuk kedunia ini, kupuji usahamu karena sudah menerobos kedunia manusia." Ucapnya dengan nada meremehkan.
Yunho dan yang lainnya terperangah kagum melihat yeoja yang menolong mereka.
"Nuguya?" ucap Sue Ji pelan.
"Mwo, lihat besarnya pedang itu!" tunjuk Yoochun kagum.
Semua yang ada ditubuh yeoja cantik itu adalah silver tanpa ada kekurangan sedikit pun, sosoknya yang sekarang bagaikan malaikat perang yang turun ke bumi.
'Buat apa Knight Of Chronos, kesini…' ucap suara itu terdengar keruh dan parau, terdengar suara lolongan kesakitan dan keputusasaan.
"Homunculus sepertimu tidak perlu berbicara, mari kita selesaikan!" ucap yeoja itu sambil menunjuk homunculus didepannya.
Mahluk besar itu menyerang yeoja cantik itu secara bertubi-tubi, memaksanya untuk menari-nari agar menghindari serangan yang zig-zag itu
'Kau ada celah…' ucap suara itu menyerang kearah wajah yeoja itu.
Karena menyadarinya, dengan gesit yeoja itu menghindar ke arah kiri walaupun sedikit terlambat dan sukses kepala itu menghantam topeng yang dikenakannya.
"Cih!" ucap yeoja itu yang merasa topengnya sedikit retak karena benturan tadi.
Homunculus berbentuk hydra itu kembali menyerang dengan kepalanya yang berjumlahkan lima sekaligus kearah yeoja yang namapaknya terdesak itu, dengan mudahnya yeoja itu melompat tinggi dan tiba-tiba saja, dia sudah berada dibelakang mahluk itu.
'AP-?!'
"Haaa!"
KWAANG
Dia pun menebas kepala homunculus itu dengan mudahnya, percikan darah berwarna merah menghiasi pemandangan dirinya yang memotong kepala homunculus itu, dengan anggunnya dia mendarat dengan satu lututnya bertumpuh untuk menjaga keseimbangannya.
Yunho dan yang lain tertegun diam, ketika mereka melihat sosok yang tengah berdiri didepan mereka adalah yeoja yang cantik dan kuat.
Dan Yunho pun jatuh cinta dengan yeoja cantik yang sama didalam mimpinya.
"Kalian masih disini?" tanyanya sambil memperhatikan wajahnya yang tercipratkan darah dari kilauan pedangnya.
"Cih, nampaknya aku harus mandi lagi…" gerutunya kesal dan berusaha mengelap wajahnya.
Sue Ji yang sudah kembali mengumpulkan keberaniannya, bangkit berdiri dan mengambil handkerchief berwarna biru muda lalu berlari kearah yeoja cantik itu.
"I-ini…Kyaaa!" teriak Sue Ji yang terjatuh karena kecerobohannya dan sukses membuat keempat namja dibelakangnya sweatdropped.
"Hm? Kau baik-baik saja?" tanya yeoja anggun itu sambil membantu Sue Ji berdiri. Sue Ji merona malu karena diperhatikan secara dalam-dalam kearahnya.
"N-ne… te-terima kasih…uhm…" ucap Sue Ji yang bingung harus memanggil yeoja didepannya ini dengan sebutan apa.
"…Ah! Eonni…" yeoja itu tersenyum ketika mendengar Sue Ji memanggilnya Eonni.
Sebutan yang sudah lama sekali tidak didengarnya selama berabad-abad.
"Aku harus pergi…" ucapnya yang berjalan pelan kearah hutan.
"Tunggu…" panggil Sue Ji dan Yunho secara bersamaan, namun yeoja cantik itu sudah menghilang kedalam kegelapan malam dan lebatnya hutan.
Yeoja yang sebenarnya namja itu berjalan sambil melepas topengnya yang rusak dan berhenti menyandarkan tubuhnya di pohon pinus yang besar, kakinya ditekuk dan kepalanya mendarat di kedua lututnya.
"Suzy…dia tidak berubah selama 860 tahun, wajah masih lugu dan manis seperti dulu. Bukan cuma dia semuanya, Xiah, Micky, Max dan…U-Know…mereka masih sama seperti dulu." Lirihnya sendirian.
Srek srek…
"Siapa disitu?!" berang namja itu sambil mengangkat pedangnya, bersiap-siap kalau ada homunculus lagi.
"Miaw…" seekor kucing berwarna abu-abu menyembulkan kepalanya dari balik semak-semak, membuat Namja itu menghela nafas lega dan mengulurkan tangannya.
Kucing itu melihat tangan namja cantik itu kemudian mendengkur senang kemudian dan mengelus-eluskan kepalanya ke tangan itu, seolah-olah namja didepannya ini adalah tuannya.
Srek srek…
"Jiji-ah! Jangan suka berlari seenaknya, dasar kucing gendut!" teriak seorang namja yang juga menyembulkan kepala dan setengah badannya dengan gesit dia meraih kaki didepannya.
"Eh…?" yang didapat bukan kucing abu-abu peliharaannya melainkan sepasang kaki yang terbalutkan baju perang perak, namja itu mengadahkan kepalanya keatas dan terkejut mendapati yeoja berpakaian baju perang sedang menggendong kucingnya.
'Memangnya ada festival cosplay di sekitar sini?' batin namja itu heran.
"Ini kucingmu?" tanya Yeoja itu sambil mengarahkan kucing yang bernama Jiji itu kemuka namja yang masih mengadahkan kepalanya.
"Eh? N-ne, itu ku-kucingku…lebih tepatnya milik sepupuku, gomawo telah menemukannya dan mianhae kalau dia menyusahkanmu…" ucap namja itu sedikit gugup dan malu.
"Ya! Kwang Min! kau sudah menemukan kucing garong itu?!" teriak namja yang berjalan dan juga ikutan menyembulkan kepalanya disamping namja yang bernama Kwang Min.
"Aish! Young Min-ah…jangan berteriak-teriak di telingaku!" bentak Kwang Min kearah kembarannya, Young Min.
"Apaan sih!" ucap Young Min yang ikut mengadahkan kepalanya keatas dan menemukan yeoja -uhuk, namja- cantik menyodorkan Jiji kearah kembarannya.
"Annyeong haseyo."
.
.
.
"Jadi namamu Kim Jaejoong… ah, Jo Young Min imnida." ucap Young Min yang sedikit malu-malu karena dia berteriak kencang.
Nama : Jo Young Min, saudara kembar Kwang Min, penerus dari perusahaan industry music milik ayahnya.
Umur : 15 (lebih tua 6 menit dari Kwang Min)
Kelas : 1-3A
Keahlian : menciptakan lirik music dan menyanyikannya.
Kekurangan : mudah marah dan selalu melucu ngak nyambung-nyambung.
"Kalo aku, Jo Kwang Min imnida~" sahut Kwang Min. membuat JaeJoong tersenyum ramah, serasa dirinya memiliki saudara kembar yang tidak terlalu identik.
Nama : Jo Kwang Min, kembaran Young Min, penerus perusahaan theater music milik ibunya yang saat ini ada di Roma, Itali.
Umur : 15 (lahir setelah Young Min)
Kelas : 1-3A
Keahlian : memainkan alat music dan berduat nyanyi bareng Young Min.
Kekurangan : hyperactive dan sering usil, calon penerus generasi Changmin dan Kyuhyun. -_-
Jaejoong merasa dirinya diperhatikan oleh kedua twins ini, karena siapa yang tidak heran bertemu dengan namja yang memakai baju perang disini.
"Anu, kalau boleh tahu ngapain Jaejoong-shii memakai baju perang? Emangnya ada cosplay disini? Kalau ada, kostummu terlalu asli untuk disebut cosplay."
"Ini…" Jaejoong tidak bisa menjelaskannya melalui kata-kata, dengan santai dia menjentikan jemarinya dan semua benda perak itu menghilang dan digantikan oleh setelan baju seragam yang dipakainya tadi pagi.
"Whoa! Keren sekali!" ucap Young Min dan Kwang Min yang berdecak kagum.
"Kalian tidak merasa takut? Tidak heran, kenapa aku bisa melakukan hal seperti ini?" tanya Jaejoong hati-hati.
"Takut? Kenapa harus? Aku pernah melihat yang paling menakutkan daripada ini!" ucap Kwang Min yang semangat membara seolah-olah ada yang lebih menakutkan ketimbang melihat namaj yang bisa merubah pakaiannya.
"Apa kau bukan berasal dari dunia ini?" tanya Young Min yang juga kagum.
"Ne, nama asliku adalah Hero, ketika aku masih menyandang gelar General of Crusaders…" jelas Jaejoong.
"Awesomeeee!" ucap keduanya.
"Aku harus pergi, senang bekenalan dengan kalian." Ucap Jaejoong yang berjalan pergi namun kedua tangannya dipeluk erat oleh kedua kembar itu.
"Tunggu! Kami ingin ikut denganmu!" ucap twins itu.
"Tapi aku baru mengenal kalian dan aku harus pulang."
"Kalau begitu, jadikan kami dongsaeng-mu~" rengek Kwang Min.
"Ne, ne~" sahut Young Min.
"Tapi…apa orang tua kalian tidak kahwatir nantinya?" tanya Jaejoong yang merasa ngak enak dengan pemandangan dimana dua namja ini memeluk dirinya.
"Appa dan Umma kami sedang sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing sedangkan, sepupu kami Sungmin hyung lagi pacaran dan si Duckbutt itu belum pulang-pulang." Jawab mereka.
Kruyuuuk
Dengan kata lain, tidak ada yang memasak untuk makan malam, eoh?
"Haaa…arrasso…" Jaejoong hanya bisa pasrah.
.
.
.
Jaejoong membawa kedua namja yang dianggapnya sebagai dongsaeng memasuki penthouse-nya yang berada di lantai tertinggi di apartementnya.
"Kereeen!" ucap keduanya saat melihat ruangan Jaejoong dan perabotannya yang serba putih.
"Apanya yang keren?" tanya Jaejoong membuatkan mereka makanan dan minuman.
"Karena kau adalah malaikat perang yang tinggal di dunia manusia untuk memberantas mahluk-mahluk jahat di luar sana, kan?" ucap Young Min.
"Kau seperti karakter dalam game-ku, seperti game dimana 4 malapetaka akan datang ke bumi untuk mengalahkan the fallen angel~" ucap Kwang Min.
"Terlebih lagi kau ini namja yang cantik, cocok dengan imej malaikat!" puji Young Min disertai anggukan Kwang Min.
Semburat malu terlintas di pipi mulus Jaejoong.
"Belum pernah ada yang memujiku seperti itu." Ucapnya.
Wajar saja, sebagai –mantan- yeoja tentu sangant senang kalau ada yang memujinya.
"Hem? Memangnya ada yang menyebut Noona tidak cantik?! Apa mereka udah gila!" berang young Min kesal.
"Noona? Aku ini namja seharusnya panggilanku hyung." Kata Jaejoong yang bingung dengan penggunaan kata-kata hangul versi Young Min dan Kwang Min.
Memang Jaejoong akui, pertama kali dia menginjakan kakinya di korea selatan ini. Dia belum mengerti dengan bahasa mereka yang makin modern dan pakaian mereka yang tidak seperti di jaman Joseon, jaman yang pernah dia masuki saat berada dalam misi.
Dan scenario terburuknya, dia berubah gender dari yeoja tulen berubah menjadi namja!
Butuh 1 tahun baginya untuk mengerti bahasa mereka dan kalau kalian bertanya dari mana kekayaan Jaejoong berasal? Dia pernah menolong seorang ahjusshi yang ternyata adalah seorang millionare kedua setelah perusahaan Jung Corp.
Dan namanya diganti dengan marga 'Kim' agar orang-orang dapat mengenalnya, secara resmi dia menjadi anak angkat ahjusshi itu dan mereka masih saling kontak satu sama lain.
"Aniii...Jaejoong lebih cocok dipanggil Noona ketimbang Hyung." Ucap Kwang Min.
"Terserah kalian, deh…aku Cuma bisa menyediahkan steak disini." Ucap Jaejoong yang dari sananya terbiasa memakan masakan barat dijamannya.
"Yeeeey~!" serbu 2Min itu.
"Mian, kalau rasanya tidak en-"
"ENAAAK!"
"Mwo? Benarkah?" tanya Jaejoong tak percaya.
"Bener sekali, coba saja!" ucap Kwang Min.
Jaejoong pun mencoba potongan daging itu.
Jinja, seumur hidup selama Jaejoong -Hero- masih di dunia chronos, dirinya sekalipun tidak pernah bergelut di dalam dapur atau mengerjakan pekerjaan rumah, dirinya yang sibuk dengan kemiliteran membuat Suzy yang melakukan pekerjaan itu.
Mungkin inikah yang disebut dengan 'bakat alami'?
"Noona! Kalau kau butuh apa-apa bilang saja pada kami." Ucap Young Min semangat.
"Ne, mulai besok aku akan memasuki SM Academy, karena Appa-ku yang memintanya."
"SM Academy?! Kami juga bersekolah disana! Semoga kita ketemu nantinya!" ucap Kwang Min tak kalah antusias dengan Young Min.
"Ne, kalau ketemu, kami akan mengajak Jaejoong noona tour bersama dan kita makan-makan bareng~"
"Ne"
Akhirnya, ketiga namja itu menghabiskan waktu bersama seperti keluarga kecil.
"YA! Kalian pikir ini jam berapa?! Pulang sudah jam segini?!" bentak namja cantik dengan berseragam SM dan namja imut dengan seragam yang sama sedang menikmati sarapan mereka.
"Sungmin hyung dan Junsu hyung… mian, kemarin kami menginap di rumah teman." ucap keduanya dengan nada menyesal.
"Kalau kalian mau menginap, kenapa ngak telepon aku atau ahjusshi?" tanya Junsu yang meminum coklat panasnya.
"baterai kami low-bat…"
"Aissh…sudahlah makan dulu, hampir saja ahjusshi sakit jantung karena kalian berdua tidak pulang-pulang, kalau bukan aku dan Junsu berbohong." Omel Sungmin yang merupakan sepupu tertua Junsu dan 2Min.
Nama : Lee Sungmin, anak dari pemain Cello dan pelukis terkenal, Ibunya adalah saudara sulung dari keluarga Jo, namun mengikuti marga suaminy, Ibu Junsu adalah anak kedua yang mengikuti marga suaminya, dan ayah 2Min adalah anak ketiga yang memakai marga 'Jo'.
Umur : 18
Kelas : 3-4A
Keahlian : melukis dan bermain music cello.
Kekurangan : maniak pink, hingga semua kamarnya bercorakan pink.(saat ini dia dan Junsu dititipkan oleh umma mereka dirumah Keluarga Jo karena pekerjaan mereka.)
"Katakan padaku, kalian menginap dirumah siapa?" tanya Sungmin yang menuangkan susu strawberinya kedalam serealnya.
"Namanya Kim Jaejoong, namja yang cantik, kemarin dia membantu kami mencari Jiji yang kabur karena mengejarmu, hyung. Saat ini Jiji bersama dengan Jaejoong." Lapor Kwang Min yang akhirnya sadar arti tatapan horror dari Young Min.
"Mwo?! Jiji menghilang katamu dan kalian menitipkannya pada orang lain?!" teriak Sungmin histeris.
"Aissh, pabboya! Lihat, gara-gara mulut embermu itu, Sungmin hyung akan memenggal kepala kita!" bisik Young Min ke telinga Kwang Min, yang lebih tepatnya berupa teriakan kearah telinagnya.
"Kalian ini, dasar Twins Monster! Bisa-bisanya kalian menghilangkan Jiji!"
TING TONG
"Nugu?" tanya Junsu yang kemudian melihat maid dengan semburat pink di pipinya, nampaknya sedang ber-blushing ria.
"A-anu…Tuan Jo, ada namja yang mencari kalian berdua." Ucapnya sambil menunduk.
"Nuguya?" ucap kedua Min itu secara berbarengan.
"Yang punya tamu, kalian. Kok, malah bertanya balik?" tanya Junsu heran.
Si kembar itu pun menghambur menuju ruang tamu sambil berterima kasih pada tamu yang datang pagi-pagi sekali untuk menyelamatkan mereka dari amukan ratu pinky.
Namun, ketika mereka menuju ke ruang tamu, senyum mereka kembali merekah karena mereka bertemu dengan sosok yang mereka temui kemarin plus, dia membawa Jiji bersamanya.
"Jaejooooong noooonaaa~!" hambur mereka berdua kearah namja cantik yang memakai seragam yang berbeda dari mereka.
Dia memakai blazer biru muda dengan celana putih, terdapat dasi putih berbentuk pita besar dengan symbol sekolah lain di depan saku blazernya, membuat kesan imut di namja cantik itu.
"Nugu?" ucap Sungmin yang ikut menuju ke ruang tamu dan menemukan Jiji dipangkuan Jaejoong.
"Jiji-ah?" ucapnya.
"Ah, mian…ini kucingmu, ya? Kemarin dia lari ke taman dan kebetulan aku ada disana, lalu bertemu dengan sepupumu. Kim Jaejoong imnida." Ucap Jaejoong ramah.
"Omo, ngak apa-apa, kok. Jaejoong-sshi…apakah si kembar ini merepotkanmu?" tanya Sungmin yang langsung berubah sifat 360 derajat dengan senyum sejuta watt, biaanya kalau liat namja cantik dirinya langsung berubah drastic!
"Tidak apa-apa, kok."
"Siapa ini? " tanya Junsu yang membawa tasnya untuk pergi ke sekolah.
"Kim Jaejoong Imnida." Ucap Jaejoong senyum.
"Kim Junsu imnida…marga kita sama. Kalau aku tidak salah, jangan-jangan kamu 'Kim' dari keluarga billioner itu, ya?" tanya Junsu antusias.
"Ne."
"Mwo?! Berarti kamu penerus dari salah satu 3-keluarga billionare setelah Jung corp yang mendapat peringkat pertama?" ucap Sungmin tidak percaya.
"Aku anak angkat Kim Min Joong, beliau pernah kutolong ketika dia diserang oleh bandit."
"Omo, keren sekali. Seperti di film-film yang sering kutonton." Ucap suara yang membuat Junsu dan yang lainnya menoleh kebelakang.
"Changmin-ah? Ngapain kau kesini?" tanya Junsu.
"Aku kesini mau mengantarkan kaset film untuk calon penerusku, Kwang Min." ucap Changmin mantap.
"Kaset apa? The Expendables?!" ucap Kwang Min berbinar-binar.
"Ne, ibuku'kan aktris, wajar dia mendapatkan kasetnya sebelum dijual di pasaran." Junsu cuma bisa memutar bola matanya ketika dua evil magnae ini berkumpul.
"Omonna, udah jam setengah sembilan. Sekolah'kan mulainya jam sembilan tepat. Jaejoongie, kamu mau ikut? Aku akan mengantarmu kesekolah." Ucap Sungmin yang mengambil tasnya dan berjalan bersama Jaejoong menuju mobilnya.
.
.
.
"Lagi-lagi telat, eoh?" sindir Boa yang menyetir mobilnya udah bosan dengan kelakuan Yunho yang menguap terus selama perjalanan.
"Hoammm…kali ini aku tidak bisa tidur, diamlah noona." Kata Yunho yang mengucek matanya, karena semalaman dia tidak bisa menutup matanya, terlalu banyak kejadian yang membuat kepalanya tidak bisa menampung semuanya dalam satu hari.
"Ne, kau pulang bareng dengan genkmu dan kau menolong Sue Ji, yeoja yang diganggu oleh monster aneh berwarna item-item, begitu?" ejek Boa.
"Kan' sudah kubilang, monster berkepala hydra dengan topeng-topeng abstrak di tiap-tiap mukanya." Ucap Yunho menjelaskan.
"Waaay, too much information." Balas Boa dengan malas namun mukanya terlihat serius.
Yunho hanya mengeleng kepalanya kesal karena ucapannya tidak ditanggapi oleh noona-nya.
Ketika mobil lamborghini putih milik Boa berpapasan dengan mobil sport berwarna pink, dia bersiul kagum.
"Suiiit~ that's a cute car." Ucapnya kagum dan dia melihat sepasang namja cantik yang keluar dari mobil sport itu.
"Omonna, mereka berdua cantik." Pujinya, Yunho yang awalnya malas melihat karena, dia mengenali pemilik mobil pink itu adalah Sungmin, sepupu Junsu dan pacarnya Kyuhyun.
Namun, dia tidak mengenali namja yang memakai blazer biru muda itu.
"Anak baru, eoh?" tanya Boa yang juga belum mengenali namja ber-blazer biru itu.
.
.
.
Yunho berlari kencang sambil merapalkan mantra-mantra jitunya setiap hari "Aku tidak terlambat, aku tidak terlambat, aku tidak terlambat, aku…oh shit, Aku terlambat!"
Brak
"Ya! Murid kelas 2-3, ngapain kamu ke kelas 3-3A, eoh?" bentak Jang Songsaenim kearah Yunho yang baru menyadari dia salah kelas dan seisi kelas menertawakannya.
"Mianhae, Jang Songsaenim." Tunduk Yunho yang kemudian mengangkat kepalanya dan bermaksud untuk beranjak pergi.
Namun, ketika dia mengangkat kepalanya sosok namja cantik yang ditemuinya di parkiran.
'Wa-wajah itu!'
Nama : Kim Jaejoong (Hero) anak angkat dari Kim Min Joong, billionare yang hidup sendiri.
Umur : 18, disamarkan olehnya karena umurnya sudah berabad-abad(bayangin deh setiap 800 sekali muncul ke dunia manusia.)
Kelas : 3-3A
Keahlian : bermain pedang dan memasak.
Kekurangan : ?
Yunho hanya bisa beranjak pergi sambil berpikir keras kenapa namja secantik itu menatapnya tajam, seolah-olah mereka pernah bertemu di suatu tempat.
Namun yang jelas dia yakin 100% kalau namja cantik itu adalah yeoja yang selalu didalam mimpinya.
"Akhirnya ketemu juga!" ucapnya kesenangan sendiri.
"Ya! Kalian sudah melihat murid pindahan dari luar negeri itu?" Ucap Yoochun yang saat ini berada di café Cassie, dengan ketiga sahabatnya.
"Kim Jaejoong? Aku sudah bertemu dengannya sebelum ke sekolah. Omonna, dia cantik sekali." Ucap Junsu yang juga tersenyum senang.
"Syukurlah Hyung, kali ini ada namja yang memiliki jenis setipe denganmu." Ucap Changmin yang tengah memakan sandwich-nya.
"Maksud 'lo?!" tanya Junsu kesal.
Yunho hanya bisa menghela nafas, dia tidak sedang mendengarkan obrolan ketiga sahabatnya itu.
"Sehebat itukah Kim Jaejoong?" tanyanya malas.
"Omo? Aku dengar Jaejoong itu pintar, loh. Kata Sungmin, dia bisa menjawab soal yang diberikan Songsaenim padahal soal itukan khusus anak-anak perkuliahan tingkat tinggi." Jawab Junsu.
"Mwo? Dasar Jang Dong Gun itu, selalu saja menguji kepintaran anak-anak baru, aku jadi ingat dimana aku pindah dari JYP Academy." Ucap Changmin kesal karena mengingat masa lalu.
"Ah, bukan Cuma anak baru, kami yang pertama kali memasuki kelas 1 saja, ditanyai pertanyaan yang jelas-jelas cuma dia aja yang tahu!" kata Yoochun mengaduk minumannya.
Kim Jaejoong itu, Kim Jaejoong ini! Yunho jadi kesal sendiri, pasalnya dia bertemu lagi dengan Jaejoong yang saat itu sedang membaca di perpustakaan.
.
.
.
-Flashback(Yunho POV)-
Sialan, si Jang Dong Gun itu! Marah-marahan melulu kearahku dan terlebih lagi membuatku malu didepan murid pindahan yang jelas-jelas adalah yeoja yang didalam mimpiku!
Aku yakin sekali, mata doe-nya yang imut, bibir cherry-nya yang sekseh dan rambut hitam walaupun didalam mimpiku warna rambutnya silver, sih.
Aku bertemu dengannya di perpustakaan.
Saat itu, aku sedang mencari buku tentang manajemen keuangan dan tak sengaja aku melihatnya membaca buku sejarah eropa, namun yang aneh aku tidak pernah melihat buku seperti sebelumnya.
Karena, warnanya yang merah kecoklatan, buku itu terlihat sudah tua dan berabad-abad dan terahkir aku melihat betapa tebalnya halaman buku itu!
"Aigoo! Buku macam apa itu." Desisku pelan namun dapat didengar oleh namja cantik itu karena saat ini aku berada dibelakang punggungnya yang sedang sibuk membaca di meja belajar khusus perpustakaan.
Bodoh memang, jadi jangan mengataiku bodoh! Aku tahu, kok!
Dengan cepat dia tolehkan kepalanya kearahku yang tertegun dengan kecantikannya yang tidak pudar itu.
Alisnya bertaut kesal melihat ke-ekstensianku, seolah-olah aku orang terahkir yang ingin dilihatnya dimuka bumi ini.
Lebay memang, tapi seperti itulah keadaannya saat ini.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanyanya dingin membuatku membatu.
CTARRR
Apa yang kulakukan disini? Tentu saja mencari bukulah masa' mencari Umma-ku? Tapi, salahku juga sih. Ini'kan daerah bagian sejarah negara-negara, bukan perekonomian.
"A-aku…"
"Lebih baik, aku pergi saja. Disini tidak nyaman kalau ada kau, Jung Yunho." Ucapnya pedas dan berlalu dengan buku tua itu masih menempel setia di tangannya, meninggalkanku yang masih tergangga kaget.
Baru kali ini ada yang berani berlalu dariku tanpa mengatakan kata-kata yang manis dan sopan kearahku.
Semua penghuni sekolah ini sudah mengetahui statusku sebagai anak dari 3 billioner terkenal di sini, wajar saja semua segan padaku.
Tapi, namja tadi itu…dia tidak peduli denganku, seolah-olah aku tidak sepadan dengannya yang sudah internasional itu.
Aku tiba-tiba kehilangan semangat untuk belajar, karena seseorang sudah mematahkan semangatku.
-End Flashback(Yunho POV)-
.
.
.
Yunho memikirkan wajah Jaejoong yang sedang marah kearahnya, dia memperhatikan mata doe itu memicing waspada, alisnya yang bertaut kesal dan bibir cherry yang terbuka untuk mengeluarkan kata-kata pedas itu masih tersimpan jelas di benaknya.
Namun, hal itu tidak membuatnya kesal melainkan membuat senyumnya mengembang, membuat teman-temannya berhenti bercerita dan melihat kearahnya dengan pandangan aneh sekaligus jijik.
Seolah-olah Jung Yunho menjadi seseorang yang mesum saat ini.
"Hyung, ada apa denganmu? Kau bertemu dengan waria ganjen di jalanan dan kau langsung jatuh cinta lalu berniat menikahinya setelah lulus nanti?" tanya Changmin asal namun sukses besar membuyarkan lamunan Yunho.
"Bwahahahahahahah~!" tawa Yoochun dan Junsu kegirangan dengan ucapan Changmin.
"Ya! Sembarangan saja kau! Aku sedang berpikir lain, tauk!" ucap Yunho yang melemparkan tatapan membunuh kearah namja yang saat ini berpose mem-poutkan bibirnya.
"Oh, ya? Yeoja yang selalu didalam mimpimu itu?" tanya Yoochun yang mengetahui alasan Yunho sering telat sekolah.
Yunho menggeleng kepalanya, namun Yoochun ada sedikit benarnya namun, sosok itu sekarang menjelma menjadi namja cantik berwatak judes yang bernama Kim Jaejoong.
"Kalau begitu waria ganjen jalanan yang kubicarakan tadi?" tanya Changmin asal(lagi).
"Bukan!" bentak Yunho frustasi ingin menjambak rambut Changmin.
"Ya! Lihat, itu bukannya Kim Jaejoong?" tunjuk Yoochun yang menunjuk kaca luar café dan mengarah kearah Jaejoong yang sedang berjalan kearah lamborghini berwarna silver.
"Kurasa dia baru pulang dari café Elf…" ucap Junsu.
"Dia mau kemana?" tanya Yunho tiba-tiba tanpa ada hujan ataupun angin.
"Hyung, sejak kapan kau meng-deklarasikan dirimu sebagai stalker-nya Kim Jaejoong?" tanya Changmin masih melihat betapa kerennya mobil itu kalau ditaruh dikepala Yunho.
"Sedari tadi…aku'kan cuma bertanya." Balas Yunho.
"Gimana? Mau diikuti, nih?" tanya Yoochun dengan nada usil.
Hari menjelang malam dan mobil mercedes hitam milik Yoochun melesat mengikuti lambrhogini silver yang saat ini berada didepan.
"Yunho, aku'kan cuma bercanda gih…masa' kamu ambil serius, sih?" ucap Yoochun yang menyetir.
Yup, mereka pun membuntuti Kim Jaejoong yang memberhentikan mobilnya di jalanan dan melesat keluar menuju kehutan.
"Mau apa dia kehutan malam-malam begini?" tanya Changmin penasaran.
"Ya! Kajja…" ucap Yunho yang membuka pintu mobil Yoochun.
"Mwo? Kau mau ikut kesana juga?" tanya Junsu tidak percaya.
"Aku cuma penasaran aja." Ucap Yunho.
"Aish, ini adalah hal terbodoh yang pernah kulakukan!" gerutu Yoochun yang juga membuka pintu mobilnya dan disusul oleh kedua namja di kursi belakang.
"Jinjja, Cuma sebentar saja setelah itu kita pulang, arra?" ucap Changmin.
"Ne, ne…"
"Tapi, buat apa kita mengikuti Jaejoong? Dia mungkin sedang bertemu dengan seseorang, pacarnya mungkin?" ucap Junsu dan sukses membuat Hati Yunho meringis mendengar kalau Jaejoong mempunyai kekasih.
"Apa mungkin mereka bertemu di tempat seperti ini, Su-ie? Kurasa hutan bukan tempat yang cocok untuk saling ketemuan." tanya Yoochun.
"Iya juga, sih."
"Ya! Kalian dengar suara itu?" ucap Changmin yang menunjuk kearah semak-semak.
YuYoJu pun melihat kearah jemari Changmin menunjuk.
"Kajja." Ajak Yunho.
Srek srek
"What the-"
.
.
.
Jaejoong berjalan menelusuri hutan dan menemukan lapangan yang luas ditengah-tengah hutan itu, tak perlu mencari kesana-kemari.
Targetnya sudah ada didepannya, pria separuh baya yang terlihat jelas bahwa dia tidak dalam kondisi normal, wajahnya membiru pucat dan matanya merah keruh.
"Kau manusia yang membuat perjanjian dengan homunculus, Lee Yun Sun." ucap Jaejoong dengan nada muak.
Tanpa disadarinya keempat namja iseng sedang mengintip pembicaraannya, mereka berempat masih berusaha mengumpulkan kepingan-kepingan puzzle yang ada didepan mereka.
"Cepat…bunuh aku…aku…a-aku sudah tidak ta-tahan…lagi…" Lirih pak tua itu.
"Akan kukabulkan permintaanmu, tidak ada manusia yang bisa tahan godaan dari homunculus setelah terikat perjanjian kegelapan." Ucap Jaejoong sambil mengeluarkan pedang besar yang di sarungnya.
'Sudah terlambat Hero, General of Crusader…' suara pak tua itu berubah menjadi parau dan mendung, membuat atmosfernya tambah memburuk.
Angin-angin mulai riuh berhembus membuat dedaunan yang berguguran terbang keudara dan langit yang hitam telah dipenuhi oleh awan kelabu yang mulai mengeluarkan kilat.
"Cih, transformasi terahkir, eoh?" ucap Jaejoong bersiaga satu, saat homunculus berbentuk kupu-kupu dengan corak berbentuk mata di setiap sayapnya, terdapat topeng berbentuk abstrak diwajahnya.
Dengan jentikan jemarinya, Jaejoong mengubah seragamnya menjadi pakaian tempurnya,pakaian yang dipakainya saat menolong Suzy dkk.
.
.
.
"Gasp! Di-dia yeoja yang menolong kita kemarin malam!" bisik Junsu kaget.
"Kim Jaejoong adalah ksatria misterius itu?" bisik Yunho tidak percaya.
"Tunggu, tunggu…jadi, Kim Jaejoong adalah yeoja? Eh?" simpul Yoochun.
"Atau yeoja itu adalah namja yang bernama Kim Jaejoong? Tapi…" ucap Changmin pusing dengan kata-katanya.
"This is weird…" ucap mereka berempat dan mereka kembali mengintip lagi.
.
.
.
Jaejoong dengan cepat menyerang homunculus berbentuk kupu-kupu raksasa itu namun, homunculus itu mengepakan sayapnya dan membuat Jaejoong terorong kebelakang.
"Ukh…" ucapnya saat terjatuh tersungkur ditanah berumput itu.
Sekali lagi kupu-kupu itu mengepakan sayapnya dan kali ini dia mengeluarkan serbuk berwarna keemasan, Jaejoong yang menyadarinya langsung menutup hidungnya.
"Cih, serbuk beracun!" ucapnya sambil menahan nafas.
Yunho dkk yang mendengar perkataan Jaejoong dengan cepat menutup indra penciuman mereka.
'Serbuk ini dapat meleburkan apapun yang disentuhnya bahkan baju perangmu itu…!'
Jaejoong menyadarinya ketika perak pelindung bahunya mengikis sedikit "Cih." Jaejoong berdecak kesal.
"Haaa! Holy shield." Ucap Jaejoong yang merepelkan mantra pelindung disekitarnya, perisai berbentuk bola melindungi dirinya, memungkinkan Jaejoong menyerang balik.
"You're finished!" ucap Jaejoong kearah kepala Kupu-kupu itu.
Slam!
Dan sukses membelah dua tubuh homunculus itu, darah merah kehitaman mengucur deras dari mahluk hitam itu.
Membuat sekilas hujan darah yang membasahi tubuh pucat Jaejoong dan membuat namja cantik itu menghela nafas.
"Aku perlu mandi berat seka-?! Siapa disitu, keluarlah?!" ucapnya yang menyadari ada hawa kehidupan di belakang semak-semak.
Ucapan Jaejoong membuat jantung keempat namja yang saat ini masih bersembunyi berdegup kencang.
"Okay, here it goes!" ucap mereka berempat, agar mereka keluar bersamaan dan jika ada sedikit keberuntungan, Jaejoong tidak akan menjadikan mereka sebagai target latihan.
.
.
.
TBC
A/N : bagaimana? Anehkah? Atau makin buruk? Mohon jangan jadi silent reader dan jangan di-flame.
