The Knight of Time

By :

Song Hyun In

Disclaimer :

They (DBSK and others) are not mine.

Warning :

Boysxboys, Slight Transgender, Shonen Ai, typos, tidak sesuai EYD, Dll

Cast :

Jung Yunho , Kim Jaejoong , Park Yoochun , Kim Junsu , Shim Changmin and other cast.

Genre :

Romance/Humor, School activity, adventure, Action, Supranatural, Slight Chara's death (In the past) and drama.

Pairing:

YunJae

Yoosu

MinFood (="=)

Enjoy then.

.

.

.

The Knight of Time

Previously on chap 03 (maaf, saya salah ketik chapter sebelumnya = ="):

"…" Jaejoong hanya diam dengan tatapan bete dan bosan, ingin rasanya dia pulang dan bertemu lagi dengan ketiga yeoja yang dianggapnya sebagai dongsaeng.

Dan memakan cabe jolokia dicampur dengan kimchi(?)

Entah apa yang dipikirkan oleh karakter utama kita ini, kenapa dia malah memikirkan makanan yang pedas-pedas sementara dua anggota Jung itu tengah menghadapi Kang In yang tengah syok dan sedikit marah, mungkin?

'Haaa…saat ini Jessica, Yoona dan terlebih lagi Hwayoung pasti menghawatirkanku…aku ingin semuanya cepat selesai dan aku bisa pulang lalu makan cabe jolokia.' batinnya.

Memang, saat ini mereka pasti kahwatir karena semalaman Jaejoong tidak kunjung pulang.

Sementara Jaejoong berada di dunia lain, kedua anggota Jung itu menatap Kangin dengan pandangan was-was ketika namja paruh baya itu memasuki ruang makan.

.

.

.

"Yeobo…?" tanya leeteuk heran karena suaminya tengah menatap mereka dengan tatapan aneh.

"Appa? Ini…" Yunho bersua.

"Apa maksudmu menjadikan anak Kim Min Joong sebagai tunangan anak pabbo ini, Jung Leeteuk?" tanya Kang In sambil menautkan kedua alisnya.

"Tepat seperti yang kukatakan tadi, kau mendengarnya dengan jelas'kan?" balas Leeteuk bertanya retortis.

"Aissh, apa kau lupa? Yunho sudah mempunyai Ahra!" berang Kang In.

"So? Tinggal batalkan saja pertunangan mereka beres' kan?" tanya Leeteuk tidak mempermasalahkan soal itu, membuat suaminya sontak terkejut. Mimpi apa dia semalaman mencintai wanita seajaib ini? Tidak heran kalau Boa selalu menolak pertunangan yang dia atur untuknya. Rupanya karena sifat keras kepala Leeteuk diturunkan kepada bocah iblis itu.

"Yeobo, kita sudah berjanji akan menjodohkan Yunho dengan keluarga Go, kita tidak bisa membatalkan perjodohan ini." Jelas Kang In berusaha membuat istrinya mengerti situasi, seorang raja tidak mungkin menjilat kembali ludahnya, bukan?

Jaejoong yang kemudian sadar dari dunia makanan pedas(?) pun ikut angkat bicara dan dia pun berdiri dari kursinya."Tidak apa-apa, Jung Kang In-nim…saya pun juga ti-?"

"ANDWEEEE!" teriak Leeteuk dan Yunho tiba-tiba memotong ucapan Jaejoong.

"…?" Jaejoong menatap heran akan keluarga Jung ini, benar-benar…apa mereka benar salah satu dari 3 billionare yang terkenal berwibawa itu? Sangat jauh dari gambarannya.

"Waegurae?" ucap Jaejoong tidak mengerti, separah itukah kalau dia tidak menerima perjodohan yang seenaknya dibuat oleh Leeteuk?

"Andweee, Joongie-ah…umma tidak mau kalau kau berkata TIDAK, jeball…" pinta Leeteuk mengeluskan pipinya ke pipi tirus namja cantik itu sembari memeluknya erat.

"Kundae…"

BRAKKK!

"Yo! What's up? Apa kalian semua masih hiduuuuup?!" ucap seorang yeoja cantik berambut lurus berwarna coklat, Boa.

"Ya! Jung Boa! Apa begitu caramu menyapa kami?" ucap Kang In kesal dengan kata-kata tidak sopan Boa, entah apa yang sebenarnya diajarkan para dosen di universitas pada anak ini?

"Mian, mian…" ucap Boa tidak terlalu serius dengan ucapannya dan menoleh kearah umma yang memeluk Jaejoong dan juga dongsaeng-nya yang saat ini masih kebingungan dengan situasi saat ini, matanya membulat kaget melihat sosok cantik yang dipeluk ummanya.

Jaejoong yang masih berusaha melepaskan pelukan erat Leeteuk, ikut menoleh kearah Boa dan mata mereka saling melihat.

JIIIT…

"Wao? Ada apa ini? Siapa namja cantik yang di tanganmu itu, umma? Pengganti dongsaeng-ku? Dia lebih manis dari Yunho-ah, ganti saja dia." Kata Boa sembarangan.

"Yack!" ucap Yunho tidak terima, membuat leeteuk melepaskan pelukannya dan tersenyum senang.

"Aniya, tapi dia akan menjadi calon adik iparmu, Boa chagiya~" ucapnya saling menepuk kedua telapaknya, seolah-olah kedatangan Boa adalah saat yang tepat baginya tapi, bagi kedua Jung(Kang In dan Yunho) ini kedatangannya merupakan sebuah malapetaka.

"Eh? Jeongmal? Horeee~ tapi…Ahra mau ditaruh kemana?" tanya Boa lagi, kang In menatap yeoja muda itu seolah-olah mengatakan 'Kau kira barang, apa?'

"Buang saja…" ucap Leeteuk santai.

"JUNG LEETEUK/NOONA!" Ucap kedua namja Jung itu.

"Kenapa? Kalian senang kalau Ahra selalu datang untuk mengacau rumah ini?" selidik Leeteuk kearah dua namja Jung itu.

"Eh, itu…ehm…" ucap Yunho yang menyadari perkataan umma-nya.

Siapa juga yang ingin memiliki istri macam Ahra -hoeek-? dijamin, Yunho akan muntah darah terus kalau setiap kali dia bangun dari ranjang tiap pagi dan menemukan sosok Ahra yang bagaikan medusa yang lagi kebelet BAB.

.

.

.

Sementara keadaan sedang aman, Jaejoong berusaha mengendap-endap keluar dari mansion yang berisi orang-orang aneh ini.

'Aku heran…kenapa Appa angkat memintaku untuk menjadi rekan bisnis mereka di kemudian hari?' pikirnya setelah keluar dari mansion itu dan baru saja dia ingin beranjak pergi dari rumah yang kurang terpelihara warasnya ini.

"Hero…" panggil suara yang dikenal familiar oleh namja cantik itu.

Jaejoong membalikan tubuhnya dan melihat sosok Ratunya mengenakan kaos putih dan celana training biru dongker, dengan cepat namja cantik itu membungkukan badannya seraya menghormat kearah Ratu.

Boa…

Kakak dari Jung Yunho adalah seorang ratu.

"Milady, aku…" ucapnya masih membungkuk layaknya dia ksatria.

"Hentikan itu, kita bukan lagi sebatas ksatria dan atasannya. Kita sudah berubah, seiringnya waktu. Well, hanya kau saja yang belum berubah…" ucapnya menatap Jaejoong heran.

"Milady?" ucap Jaejoong mendongkakan kepalanya heran dengan penuturan kata-katanya.

"Ikutlah denganku, akan kujelaskan semuanya." Ajak Boa membawanya ke hutan milik keluarga Jung, Jaejoong menganggukan kepalanya, Dia harus tahu apa yang terjadi.

Mereka pun berjalan memasuki hutan dan tidak menyadari Yunho yang menguping pembicaraan mereka, dia pun mengetikan sesuatu di I-phone.

Sender : Jung_ Uknow_who

To : (Mr_HandsomePark) (Dolp_SoPranO) (MaXim_MinXFood)

Subject : Get ur ass here!

(Ya! Cepat kalian kerumahku, sekarang! Dan Jangan banyak tanya, Ini menyangkut kita semua. Kutunggu kalian di hutan khusus keluarga Jung.)

Beberapa detik kemudian, Yunho menerima balasan dari ketiga temannya dan dia membaca, kemudian terbelalak kaget akan isinya.

xXx

Sender : Mr_HandsomePark

To : Jung_ Uknow_who

Re-Subject : Get ur ass here!

(Apaan, sih?! Ngak tahu hari ini aku mau kencan dengan dolphin-ku! :( u better watch out! Jung bodoh!)

xXx

Sender : MaXim_MinxFood

To : Jung_ Uknow_who

Re-Subject : Get ur ass here!

(Woi, kau belum pernah mencoba bagaimana rasanya kepalamu terbenam di tanah' eoh?! :o tunggu saja kau, 5 menit lagi aku sampai.)

xXx

Sender : Dolp_SoPranO

To : Jung_Uknow_Who

Re-Subject : Get Ur ass here!

(Ne, arrasso…aku juga stress disini. :) Kebetulan kau bisa kujadikan pelampiasan amarahku.)

Yunho hanya sedikit sweatdropped melihat balasan terahkir yang ditujukan kepadanya, dia pun berjalan menelusuri hutan yang dimasuki noona-nya dan Jaejoong.

"Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi." Ucapnya mengikuti jejak mereka.

.

.

.

"Kemana Jae oppa?" ucap Yoona memeluk bantalan sofa.

"Semalaman dia tidak pulang-pulang…" ucap Jessica mengaduk-aduk supnya. Hwayoung yang baru menyelesaikan acara bersih-bersihnya ikut duduk di samping Yoona.

"Apa terjadi sesuatu dengannya?" kata Hwayoung kahwatir.

Ketiga yeoja itu pun kembali merenung dan tiba-tiba saja…

TING TONG

"Mungkinkah?" ucap mereka bertiga mendongkakan kepala mereka dan menoleh kearah pintu putih penthouse Jaejoong.

Mereka pun bergegas berlari kearah pintu dan membuka pintu putih itu dan mulai berteriak berbarengan.

CKLEK!

"JAE OPPA/JAE NOONA BOGOSHIPPOOO~!" ucap mereka berbarengan dan mereka pun kaget mendapati dua namja yang masih terlihat seperti anak SMA.

"eh?!"

"Si-siapa kalian?"

"Kenapa ada 3 yeoja di sini?"

1 detik…

2 detik…

3 detik…

"MANA JAE OPPA/NOONA?!" teriak mereka histeris.

.

.

.

"Ya! Apa maksudmu dengan memanggil kami kesini?" bisik Yoochun masih kesal karena acara kencannya batal karena Yunho memanggil mereka.

Saat ini keempat namja itu mengikuti Boa dan Jaejoong yang masih berjalan-jalan menelusuri hutan.

"Kita terkesan seperti stalker…" bisik Junsu tidak enak mengekori namja cantik itu dengan Boa.

"Aku jadi teringat film, di mana 4 genk cowok yang menjadi stalker dan terahkirnya mereka mau ngerep-ummph!" ucap Changmin yang mulutnya dibekap Yunho.

"Kau, kalau masih ingin melihat matahari esok, kusarankan diam dulu." Ancam Yunho, namun yang diancam cuma menghela nafas dan cuek bebek.

"Aku, sih tidak peduli' kek kita harus mengekori mereka tapi NGAK MESTI merangkak juga'kan?!" desis Yoochun tidak terima karena saat ini mereka tengah merangkak di balik semak-semak, untuk menghindari penglihatan Jaejoong.

"Berisik, kalau kita ketahuan, habislah kita! Kau kira kepala bisa tumbuh, hah?" bisik Yunho frustasi.

"Oh, bisa kok!" jawab Changmin, dan mendapat pelototan kesal.

"Oh…dia mulai lagi." gerutu Yoochun yang sudah hapal tabiat dongsaeng titisan dari neraka ini kalau soal menonton film, mulutnya tak akan pernah habis kehabisan cerita.

"Aku tahu dimana ada kepala yang bisa tumbuh, ada di film MIB Ke-"

"Shut up! Shut up! Aku benci alien, pabbo!" potong Junsu kesal dan hampir ingin mencedoki kepala namja tinggi itu dengan sebuah batu besar yang dia temukan di sekitarnya.

"Sshhh…diamlah!" perintah Yunho dan keempat namja itu mendengarkan obrolan dua orang yang duduk di sebuah bangku kayu, di dalam hutan itu.

.

.

.

"Hero…sudah lama sekali kita tidak bertemu…sudah 860 tahun berlalu, semenjak kejadian itu…" ucap Boa yang awalnya terlihat boyish dan tomboy berubah menjadi wanita yang lembut dan keibuan, di telinga Yunho.

"Ne… Lady Atheriangel." Jawab Jaejoong dengan nada sendu.

"Yah…aku bukan ratu lagi, ingat? Namaku sekarang Boa, Jung Boa…" jawab Boa halus dengan senyum keibuan, baru pertama kalinya Yunho melihat senyuman lembut seperti seorang ibu di wajah Noona-nya yang selalu mencari ribut dengannya.

("Psst…aku rasa hujan batu akan segera turun." Bisik Yoochun kearah tiga temannya.)

"Mianhae…Boa-nim…"

"Aissh, buang juga kata-kata formalmu itu, aku bosan setiap kali kita bertemu kau tidak pernah bermanja-manja padaku lagi, uuh! Padahal waktu kau masih anak-anak, kau selalu bermanis-manis denganku." ucap Boa mengerucutkan bibirnya.

Dia teringat dimana dia mengadopsi Hero dan Suzy menjadi puterinya, mereka berdua awalnya bermanja-manja dengannya tapi seiring waktu Hero mulai terlihat lebih mandiri dan mulai sibuk dengan urusan militer.

"N-ne…Boa noona…" ucap Jaejoong blushing dan rona malu di pipinya berhasil diabadikan oleh mata Yunho yang tak pernah lepas memandanginya. 'Yeoppo…' batinnya.

"Nah, begitu lebih baik! Kim Jaejoong, bukan? Namamu bagus~" puji Boa.

"Gomawo, Boa noona…" ucap Jaejoong.

"Apa yang terjadi padamu? Aku tidak menyangka kau masih mengingat memorimu dan bukankah kau bereinkarnasi? Seperti Xiah dan yang lainnya." tanya Jaejoong namun Boa mengelengkan kepalanya.

"Mereka memang sudah bereinkarnasi tapi aku tidak …aku meninggalkan kerajaanku untuk sementara waktu." jawabnya

"Mwo? Waegurae?" tanya Jaejoong kaget, ratunya masihlah wanita yang dikenalnya selama 860 tahun yang lalu.

"Aku datang untuk mencarimu dan membawamu pulang Jaejoong…" ucap Boa penuh senyuman, Jaejoong membelalakan matanya kaget dengan penuturan ratunya.

"MWO!" Ucap suara yang menginterupsi perbincangan Boa dan Jaejoong.

Srek srek…

Suara semak-semak yang diterpa oleh seorang namja tampan yang raut wajah susah diartikan, terkejut bercampurkan amarah dan bingung terlihat di wajahnya.

"Kalian!" ujcap Jaejoong yang berdiri melihat keempat namja yang rupanya menguping pembicaraan mereka.

"Yunho pabboya…kau tahu tidak sopan menguping pembicaraan wanita." Ucap Boa kesal.

"Hah?"

.

.

.

Sementara itu…

"Ya! Apa kau yakin Yeoja yang kita cari ada di penthouse itu?" tanya seorang yeoja berbalutkan baju kulit berwarna hitam, rambut ikalnya yang berwarna hitam tersibak karena terpaan udara dingin di korea.

"Aku tidak terlalu yakin dan sekedar info saja, sekarang ini dia menjelma menjadi Namja." ucap namja yang bermatakan warna ungu, tengah menatap penthouse yang sedari tadi mereka incar.

"Mwo, Namja katamu? kalau begitu dia pasti akan menjadi namja yang tampan, aku tidak sabar ingin merasakannya-slurp~" ucap yeoja itu seraya menjilat ujung bibirnya.

"Perempuan menjijikan, Lilith…tidak heran kau disebut Queen of Lust, kalau lihat barang bagus saja pasti matamu berubah hijau." desis namja yang memakai jaket dan hoodie hitam, tak lupa kacamata hitam bertengger di wajahnya.

"Ya! Dasar tidak sopan! Panggil nama alias-ku, Hyde!" balas Yeoja yang disebut Lilith.

"Shirreo…" balas namja yang dipanggil Hyde.

"Dasar, kau ini dongsaeng! Hormatilah yang lebih tua, sialan!" bentak Lilith, tiba-tiba api berwarna ungu menyala hebat di tangan kanan yeoja itu.

"Kau mau mati, Bi**h?" ucap Hyde menyiapkan moncong snipernya kearah Lilith.

"Hentikan! Kalian berdua ini adalah satu rekan, bekerja samalah." Ucap suara yang terlihat husky itu, mata ungunya memicing kearah dua rekannya yang asik bertengkar.

"Mianhae, Loki…" jawab mereka.

"Ingat, misi kita adalah membawa Hero Von Archangel ke Lord of darkness…" ucap Loki seraya membetulkan syal hitam yang membaluti lehernya, mata ungu itu menerawang kembali kearah 5 orang yang berada di dalam penthouse itu.

"Loki, sekarang bagaimana?" tanya Lilith, melihat kearah penthouse putih itu.

"Hero tidak ada didalam rumah itu…" ucap Loki.

"Mwo? Kita harus bagaimana?" tanya Hyde kesal.

"Lakukan plan B…culik mereka" jawab Loki tanpa ekspresi dan mendapat seringaian seram dari kedua rekannya.

"Siap…" ucap mereka berdua dan melesat kearah penthouse milik Jaejoong.

Ditengah –tengah mereka melesat, Hyde mengeluarkan snipernya sekali lagi dan menembakan beberapa butir peluru kearah jendela Penthouse itu.

PRAAANGGG!

.

.

.

"Mianhae, kami tadi berteriak, kalian juga mengenal Jae oppa?" ucap Jessica menyodorkan minuman ke arah dua anak yang menerobos masuk tadi.

"Kalian pernah ditolong oleh Jae noona? Dia memang seperti itu." ucap Kwang Min menerima jus yang diberikan Jessica.

"Noona? Bukannya Jae oppa itu namja?" tanya Yoona heran seraya memeluk bantalan sofa itu.

"Ah, dia memang namja tapi dia itu cantik loh!" ucap Kwang Min dan Young Min berbarengan.

"Uhm…memang kuakui dia cantik tapi dia pasti kesal kalau dibilang begitu." Ucap Hwayoung.

"Ah, jangan kuatir dia'kan tidak mudah emosi karena hal seperti itu." Ucap young Min.

"Apalagi kepribadiannya seperti seorang noona bukan oppa, wakakak~" ucap Kwang Min menimpali.

"Bagaimana kalian saling mengenal?" tanya Yoona.

"Begin-?!"

PRAAANGGG!

"Apa yang-?!" ucap Kwang Min kaget.

Sosok dua orang berjalan dari jendela yang berhasil diledakan oleh Hyde. Mereka berdua menyeringai melihat anak-anak yang ketakutan di depannya.

"Kelihatannya kalian sedang asik, eoh?" ucap Hyde membetulkan kacamata hitamnya.

"…" semuanya bertindak siaga.

Kwang Min dan Young Min membelakangi tiga yeoja, bermaksud untuk melindungi mereka dari dua orang tamu tak diundang ini.

"-Slurp, boleh kami bergabung?" ucap Lilith dengan senyuman mengerikan.

.

.

.

"Hah?" ucap Changmin bingung.

"Jelaskan apa maksud semua ini, noona?" tanya Yunho tidak sabar untuk mendapatkan penjelasan dari noona-nya.

"Yunho-ah, selama ini kau menguping pembicaraan kami…" ucap Boa yang lebih merupakan pernyataan.

"Jangan mengelak, noona. Katakan apa maksudmu dengam meninggalkan kerajaan? Kerajaaan apa?Dan apa maksudmu menjemput Jaejoong?" tanya Changmin bertubi-tubi.

"Boa noona, apakah kau benar-benar noona-ku? Katakan." Pinta Yunho kearah Boa dengan mata penuh pengharapan.

"Tentu saja aku Noona-mu…pabbo." Jawab Boa, sukses mendapat helaan nafas dari Yunho.

"Ta-tapi…apa maksud dari ucapan Jaejoong? Dia tadi menyebutkan namamu…Arth-Ar…" ucap Yunho yang sedikit lupa dengan nama yang disebut oleh Jaejoong.

"Atheriangel…" ucap Jaejoong membenarkan.

"Kau juga mengatakan kalau kau tidak bereinkarnasi?" tanya Yoochun.

"Aku semakin tidak mengerti jalan cerita ini, jelaskan pada kami, Hero-sshi bukan?" tanya Changmin menatap namja cantik yang terlihat ragu, Jaejoong menoleh kearah Boa dan yeoja itu hanya bisa mengangguk.

"Jawab saja, lagipula cepat atau lambat mereka akan mengetahuinya." Ucap Boa penuh senyuman.

"Akan kujelaskan…kalian mungkin mengetahui sejarah mengenai Knight of Chronos, bukan?" tanya Jaejoong ke arah empat namja didepannya ini.

Yunho dkk mengangguk mengerti, karena beberapa hari yang lalu songsaenim Im mengajarkan sejarah mengenai Ksatria Chronos, walaupun pada akhirnya cerita itu hanyalah dongeng anak-anak yang diceritakan secara turun temurun.

Jaejoong pun melanjutkan "Namaku adalah Hero Von Archangel…salah satu dari Knight of Chronos dan Boa noona adalah Ratu Atheriangel, penguasa negara chronos." Dan disahut anggukan lagi oleh keempatnya.

"Setiap 800 sekali, kami akan turun kedunia kalian untuk membasmi Homunculus, mahluk yang pernah kalian temui itu." Jelas Jaejoong.

"Lalu apa yang terjadi padamu? kenapa dari tadi kalian mengatakan ada sesuatu yang salah?" tanya Junsu.

"Waktu dan Sejarah kami terguncang…" ucap Jaejoong.

"Huh?"

"Suatu hari, tanpa ada alasan yang tepat negara pararel didatangi oleh pasukan Homunculus, sehingga kami terpaksa mempersiapkan diri dalam waktu yang singkat…" jelas Boa.

"Pasukan Chronos berusaha sedemikian rupa untuk mempertahankan dunia pararel dari serangan musuh, sehingga pada akhirnya Jaejoong mengorbankan dirinya demi kami semua akan tetapi, sesuatu yang aneh terjadi…" ucap Boa.

"Sesuatu?" ucap Yunho seraya menatap Jaejoong.

-Flashback(Boa's POV)-

"Hero…" ucapku dengan nada gemetar menahan tangisanku yang meluap, aku mengadahkan kepalaku keatas dan melihat sosok putriku turun dengan perlahan seolah-olah tubuhnya ringan bagaikan helaian bulu.

Dengan sigap aku berlari kearahnya dan melebarkan tanganku untuk mengapainya sebelum dirinya jatuh.

"Hero…" ucapku lagi membelai wajah putih itu yang sekarang dipenuhi luka dan debu, putriku yang malang, para penduduk segera berbondong-bondong kearah kami dan menangisi sosok pahlawan mereka.

"Hero-nim…hiks hiks…" ucap para wanita pendudukku, bukan hanya wanita ataupun anak-anak bahkan para pria di dunia pararel ini menangis sedih.

Xiah dan yang lainnya telah tiba setelah menyaksikan teman mereka terbunuh dalam peperangan ini.

Aku sebagai ratu mereka haruslah tetap kuat dan tabah, demi semuanya.

"Semuanya, marilah kita memberikan pemakaman yang layak sebagai tanda penghormatan kita kepada pahlawan yang menyelamatkan kita semua, Hero Von Archangel." Ucapku mencairkan suasana sendu ini.

Dalam waktu 3 hari, semuanya berkerja keras untuk membangun kota yang telah dihancurkan oleh homunculus dan kerja keras mereka membuahkan hasil, kota menjadi lebih indah dan permai.

Aku berjalan menuju ruang persiapan, dimana Jaejoong tertidur di sebuah peti mati berwarna putih dan aku memakaikan gaun berwarna putih padanya, cocok…sangat cocok dan cantik sekali.

Bukankah aku pernah bilang, kalau kau cantik sekali kalau memakai gaun? Dari dulu kau tidak menyukai benda berenda-renda itu dan sekarang kau pun memakainya tapi, bukan di hari berkencanmu, bukan di hari pesta dansa, ataupun di hari pernikahanmu…

"Melainkan di hari pemakamanmu." Ucapku menyeruakan apa yang kupikirkan.

Dirimu yang cantik tanpa ada polesan riasan pun kau tetap cantik…

Aku memeluk tubuhmu terahkir kalinya sebelum melepaskanmu, lalu kubelai pipimu yang membeku bagaikan dinginnya salju, kau pernah berkata kau dilahirkan bukan untuk mencintai dan dibahagiakan, tapi menurutku perkataanmu itu salah, ada satu namja yang masih memperhatikan dan juga tulus mencintaimu.

Namanya U-Know…

Namja yang dulunya berstatus sebagai kekasih dari adikmu dan sebagai calon suami adikmu.

Aku tahu, betapa sakitnya hatimu ketika dia merebut adikmu dan juga dia merebut hatimu tapi percayalah, dia juga merasa sakit karena tidak bisa mendapatkanmu karena takut kau akan membencinya.

Haha…kalian berdua sangat bodoh! Kalau saling suka kenapa tidak mengatakannya sedari dulu?

Aku bahkan Suzy dapat melihat tatapanmu yang melembut melihat Yunho yang mendapat peringkat tertinggi di akedemi dan tatapan garangmu yang ketika dia menggoda para yeoja-yeoja.

Namun, karena terlalu angkuh dan gengsi beginilah dirimu.

"Ratu…kita akan segera memulai upacaranya." Ucap Max, si ahli strategi titisan dari iblis Lucifer.

"Baiklah…" aku berjalan meninggalkan tubuhmu dan ketika kami berjalan menelusuri corridor, terdengar suara gempa dan pecah kaca jendela dari arah ruanganmu.

PRANG!

"Apa yang terjadi?!" tanyaku panik, panik karena dirimu yang berada di ruang persiapan.

Max dan aku berlari kembali keruanganmu, lalu menemukan sosok pria yang memakai baju perang berbentuk naga hitam, mataku terbelalak melihat sosok itu sedang menggendongmu dengan lembutnya, seolah-olah yang berada ditangan pria itu adalah kekasihnya.

BRAK!

Tanpa menoleh kulihat Xiah, Micky dan U-Know datang berbarengan karena menyadari gempa itu.

"Kau!" ucap U-Know mengeluarkan pedangnya disusul oleh ketiga temannya.

"Jadi, beginikah akhirnya…Hero." Ucap pria itu membelai pipimu dan menyibak rambut silvermu tanpa menoleh kearah kami, sungguh lancangnya dia!

"Jauhkan tanganmu darinya!" ucap U-Know menyerang pria lancang itu, namun dia lebih gesit dari U-Know yang terkenal karena kecepatannya.

TRANG!

Pedang dan tombak milik Pria naga itu berbenturan, dengan gerakan tiba-tiba pria itu menendang U-Know, membuat Crusader itu menghantam lantai.

"U-Know!" ucap Xiah panik, semntara Yoochun dan Max berusaha menghadang pria yang akan membawa pergi dirimu tapi sebelum mereka sempat berbuat apa-apa, benturan keras menghantam dinding ruangan dan menampilkan sosok naga berwarna hitam dengan mata keunguan, jadi ini yang mengakibatkan gempa tadi?!

Namja itu melompat dan mendarat di atas kepala naga besar itu dan naga itu siap mengepakan sayapnya untuk terbang menjauh.

"TIDAAAAAAAAKKK!"

Namun terlambat…

-Flashback(Boa's POV)End-

"Begitulah yang terjadi…aku tidak mengerti apa yang diinginkan namja itu dengan membawa pergi dirimu, aku pun memutuskan untuk mengejarnya." Ucap Boa.

"Aku pun berpindah raga ke tubuh bayi yang dikandung oleh keluarga Jung, salah satu 3 billionare terkenal, karena dengan memanfaatkana kekuasaan tertinggi aku bisa menemukanmu dan tak kusangka aku bertemu denganmu tanpa repot-repot." lanjut Boa lagi.

"Satu hal yang tak kumengerti." Ucap Yoochun.

"Apa?" tanya mereka semua.

"Bukannya kau bilang Jaejoong itu yeoja? Kenapa dia menjadi namja di dunia ini?" tanya Yoochun.

"Aku juga tidak mengetahuinya, ada beberapa teori yang bisa kupikirkan saat ini. Bisa saja dia dipaksa berpindah raga ke tubuh namja? Atau pergesekan waktu yang tidak tepat membuatnya berubah gender." Ucap Boa.

PIP PIP

"Ah?!" tiba-tiba i-phone milik Jaejoong berbunyi dan dia pun melihat nama tag yang terpampang di layarnya.

"Rupanya, Hwayoung…" ucapnya lembut tanpa menyadari sikap yunho ketika mendengar nama seorang yeoja dari mulut manis Jaejoong sedangkan, YoSuMin dan Boa menatap wajah Yunho dengan tatapan yang mengatakan 'Yup, anak ini cemburu.'

"…"

"Hwayoung?" panggil Jaejoong.

"Hihi…jadi kau yang namanya Jae oppa, ya?" ucap suara itu, Jaejoong menyadari orang yang meneleponnya saat ini bukanlah Hwayoung.

"Suara ini…ini bukan Hwayoung…siapa kau?!" ucap Jaejoong menaikan nadanya.

"Hihi…suaramu yang sedang marah itu membuatku semakin bergairah(?)." ucap suara itu, yang jelas-jelas adalah suara yeoja.

"Ya! Katakan, dimana Hwayoung!?" bentak Jaejoong.

"Datanglah ke pelabuhan NOLZA dan kusarankan kau cepat datang, nampaknya anak-anak disini sudah meronta-ronta~" ucapnya sambil menutup pembicaraan.

"Ya! Ya! Cih, berengsek…" ucap Jaejoong ketika sambungan teleponnya diputuskan.

"Ada apa, Jae?" tanya Boa.

"Aku harus menyelamatkan Hwayoung dan yang lainnya." Ucap Jaejoong bergegas pergi dari hutan. Yunho dkk pun menyusulnya.

.

.

.

At NOLZA

"Haaah…aku sudah melakukan apa yang kau bilang…" ucap Lilith menoleh kearah Loki yang menatap sanderanya, yang diikat disebuah pengait raksasa.

"Hmmphh…" desah Hwayoung menyadari mereka disekap, dia pun melihat ke bawah dan menemukan mereka berada di ketinggian di atas rata-rata, hal ini membuatnya pucat pasi. Dia ingin berteriak tapi kain dimulutnya membuat dirinya tak bisa bersuara.

"Nampaknya, mereka sudah sadar…" ucap Hyde mengangkat googlenya dan memamerkan mata hijaunya kearah anak-anak, dia pun menurunkan hoodie-nya dan terlihat rambut merah anggurnya yang mengkilat.

"Apa kau yakin Hero akan datang?" tanya Hyde.

"Bodoh! Cepat tutupi penampilanmu! Kau mau kita ketahuan, hah?!" ucap Lilith dengan kesal.

"Kau sendiri? Ngak usah sok pake baju manis kayak gini, kembali ke baju gothic-mu itu!" ucap Hyde kesal.

"Kau…" Lilith pun mengubah bajunya menjadi dress hitam dengan symbol kalung kelelawar di dadanya.

Loki yang awalnya sedang menikmati perkelahian rekannya mendengar suara langkah kaki.

"Cepat juga dia datang…" kata-katanya membuat kedua rekannya berhenti berkelahi dan menyeringai melihat sosok yeo- uhm, bukan namja cantik dengan tatapan membunuh.

"Kau…lepaskan mereka!"

'NOONA/OPPA!' batin Jessica dan yang lainnya, merasa lega melihat orang yang mereka sayangi datang.

.

.

.

"Ya! Yoochun-ah, kau ini bisa nyetir dengan cepat ato ngak sih?!" ucap Yunho tidak sabaran melihat teknik Yoochun.

"Bersabarlah! Kau kira ini mobil go-cart apa?!" ucap yoochun kesal.

"Kita harus bisa menyusul Jaejoong! Kau ini, Jaejoong hanya berlari dank au menggunakan mobil, bisa-bisanya kau kalah cepat!" ledek Yunho.

"Ya! Maaf saja, ya. Kalau mobilku tidak secepat lari dan lompatan Jaejoong yang kesana kemari itu!kenapa kau juga tidak meniru gerakannya saja, Jung Terhormat?!" balas Yoochun.

"Kalian berdua jangan bertengkar terus, seperti babon dan wau-wau saja!" ucap Changmin sembarangan dan mendapat jitakan sayang dari Junsu.

PLETAK!

"Aooowww, kepala liberty-ku, hyung kalau kau iri tak ada nama panggilan buatmu. Nih, simpanse aja cukup' kan?" ucap Changmin dan mendapat pukulan sayang dari Junsu(lagi).

PLETAK!

Boa yang ikut serta dengan grup Yunho merasakan ada yang tidak beres, dia mengahwatirkan Jaejoong yang menghilang entah kemana. Dia hanya berharap namja cantik itu tidak melakukan hal yang bodoh.

.

.

.

"Siapa kalian? Kenapa menangkap anak-anak ini?" tanya Jaejoong geram, dia mengenali aura namja yang berada di tengah. Matanya terbelalak mengingat sosok namja bermatakan ungu itu.

"Loki…" desis Jaejoong, Loki pun tersenyum dan menepuk kedua tangannya.

Clap clap!

"Bravo, Hero-sshi…atau bisa kubilang Kim Jaejoong-sshi, kau masih mengingatku." Ucapnya.

"Cih, mana mungkin aku melupakan namja yang menginterupsi tugasku dan memutarbalikan waktu!" balas Jaejoong, dia melihat keatas dan menemukan dongsaeng-nya terikat di sebuah pengait.

"Hmmphhh, hmmphh!" erang mereka bermaksud memberontak dan kabur ke pelukan Jaejoong namun tali sialan itu mengikat kencang tubuh mereka, hati Jaejoong meringis melihat sosok dongsaeng-nya tersiksa.

"Kubilang lepaskan mereka!" ucap Jaejoong bermaksud lari menuju menara yang mengait kelima anak-anak itu.

Tap tap

Baru beberapa langkah namja cantik itu berlari, sosok raksasa berwarna hitam dengan dua kepala juga topeng abstrak terpampang di wajah mahluk itu, menghalangi perjalanannya. "Ukkhh…" desis Jaejoong melihat mahluk yang menghalanginya menuju ke dongsaeng.

'Lama tak berjumpa…Hero Von Archangel…' geram suara itu menatap Jaejoong.

"Cerberus…anjing penjaga neraka…" ucap Jaejoong.

'Yaaa…kau berubah…tapi, hal itu tidak akan mengubah siapa yang pernah memenggal kepala kananku…' ucapnya menahan emosi, Jaejoong hanya tersenyum sinis.

"Apa kau ingin aku memenggal yang satunya lagi?" ejek Jaejoong dan itu memicu emosi sang monster.

'Grrr…kau…akan membayar semuanya!' raung monster itu berusaha menghantam namja cantik itu.

"Hup!" Jaejoong bersalto hingga dia mendarat di sebuah container yang ditimpuk tindih.

"Suiiit~ dia hebat…" puji Hyde.

"Tak kusangka dia menjadi setampan ini, hmhmhm…" ucap Lilith tersenyum menggoda.

"…" Loki hanya diam menonton pertarungan ini, mata ungunya melihat Jaejoong yang semakin hari semakin bertambah cantik, rambut silernya berubah menjadi hitam(Liat MV Mirotic/ Wrong Number).

Jaejoong akhirnya menjentikan jarinya mengubah pakaiannya menjadi baju perang silvernya, sosok yang dinantikan Loki dan juga musuh didepannya.

"Woah, jadi sosok aslinya seperti ini? Kok, berbeda dengan yang kudengar" ucap Hyde kagum, sungguh mendengar nama Hero Von Archangel, dengan semangat dia mencari informasi berkaitan dengan yeoja yang menjadi namja cantik itu.

"Versi wanitanya tergantikan oleh sosok prianya, wajar saja baju perang itu menggubah desainnya…baju itu terbuat dari jantung naga silver, naga yang pernah dikalahkan Hero meskipun hanya baju tapi, baju itu memiliki pemikiran sendiri dan dia menyesuaikan segala hal yang berubah dari Hero." jelas Loki memberi pengertian.

"Dengan kata lain kekuatan baju perang itu menyesuaikan bentuknya sesuai dengan gender pemilik?" ucap Lilith mengerti maksud Loki, namja bermatakan ungu itu tersenyum.

"Aku tidak sabar ingin menghadapinya~" ucap Hyde tidak sabaran bertarung dengan musuh yang diidolakannya.

"Tenang sedikit, biarkan Cerberus menghadapinya…anggap saja sebagai pembukaan, mengingat Jaejoong memiliki banyak musuh di dunia Homunculus…" ucap Lilith, yang juga tidak sabaran menghadapi Jaejoong.

"Ahhh…kenapa tidak kita percepat saja kematian si homunculus tua itu?" usul Hyde ketika Loki sedang focus memperhatikan Jaejoong berkelahi dengan Cerberus, salah satu kepala pasukan Homunculus yang dulu sangat terkenal namun karena dia dikalahkan oleh Hero dan lebih tepatnya dibiarkan hidup menanggung malu, dia balas dendam dengan Hero untuk mendapatkan kehormatannya lagi.

'Aku akan mendapatkan kehormatanku kembali dengan membawa kepalamu…!' raung Cerberus mulai kecapaian dan menyerang membabi-buta kearah namja cantik yang belum kehilangan semangatnya itu.

"Menyerahlah, tak sadarkah kau kalau zamanmu sudah berahkir? Bahkan, aku rasa banyak orang-orang chronos sudah melupakan betapa mengerikannya dirimu yang menjadi terror."

-Flashback-

'Grrr…aku butuh daging manusia yang banyak…' geram Cerberus masih dengan ketiga kepalanya yang menggeram kesal karena manusia di bumi mulai mendapatkan harapan karena dalam waktu dekat bumi akan didatangi oleh salah satu Knight pilihan Ratu.

'Tuan Cerberus…kudengar Ratu Atheriangel mengirimkan knight of time ke dunia manusia…' ucap pelayan Cerberus.

'Aku tidak peduli…yang kuinginkan adalah memangsa manusia…' ucapnya sinis.

'Tapi Tuan…kudengar Ratu tidak sembarangan memilih kali ini…' ucap pelayannya lagi.

'Bisa apa wanita murahan itu?!...kerjanya Cuma bisa duduk di singgasananya saja dan menonton bangsa kita terpuruk karena ksatria tak berotaknya itu.' Ketika Cerberus masih asik berceloteh dengan pelayannya, salah satu bawahannya berlari kencang dan melapor padanya.

'Tuan Cerberus gawat…knight of time telah muncul disini.' Ucapnya panik.

'Heh…biarakan saja, memangnya bisa apa dia? Dia bahkan tidak tahu dimana aku berada…' ejek Cerberus meremehkan.

'Tuan, yang saya maksud ksatria itu datang kesini…ke sarang kita tuan!' ucap bawahannya.

Cerberus bangkit dari tidurnya, anjing berkepala tiga itu terkejut mendengarnya.

'BAGAIMANA BISA?!' bentak Cerberus.

'I-itu…kami juga tidak tahu…tiba-tiba saja dia muncul di depan gerbang.'

BUGGHHH!

Dalam sekejap Cerberus menghantamkan tangannya menginjak bawahannya yang malang itu, membuat pelayannya terkejut.

'Tu-tuan…'

BUAKKKHHH!

Dan pelayan malang itu pun menjadi korban kemarahan Cerberus.

'Dasar tidak berguna…' geram Cerberus dan tiba-tiba saja dia merasakan aura yang menakutkan muncul, dia mengadahkan kepalanya dan member hormat pada atasan tertinggi, Lord of Darkness.

'My Lord…' sembah Cerberus.

(Cerberus sepertinya kau sudah mendengar, ksatria yang diutus Atheriangel adalah ksatria terbaik miliknya…)

'Iya Tuanku, tapi tenang saja dia bukan apa-apanya…akan saya hancurkan ksatria berotak udang itu…' ucap Cerberus penuh kebanggaan.

(…Kau memang Cerberus, salah satu kepala pemimpin terkuat…jangan kecewakan aku…)

'Tentu, Saya akan merobek tenggorokannya dan mempersembahkan kepala ksatria itu diatas piring kepada anda…' ucap Cerberus berusaha menjilat, agar Tuannya terkesan.

(…Jangan menganggapnya remeh, bisa-bisa salah satu kepalamu yang tersaji di piringku nanti…)

Dan setelah itu aura kelam itu menghilang, membuat Cerberus berpikir apa yang Tuannya maksud ? Namun dia menepis pikiran itu, dan dia mendengar pintu ruangannya terbuka.

Tuk tuk…

'Siapa kau…? Baumu terasa familiar tapi aku tidak mengenalimu…' ucap Cerberus, melihat sosok yeoja cantik dengan rambut silver panjang dikepang satu, wajah muda yang segar, bibir merah plum, kulit pucat creamy dan mata doe-nya yang cantik memicing tajam.

Pakaian yang yeoja itu kenakan adalah baju militer dengan rok mini ketat dilapisi stoking putih, semuanya berwarnakan putih kecuali jubah silver yang bertengger dibahu Yeoja cantik itu.

"Aku adalah ksatria berotak udang yang kau singgung itu…anjing tua." ejek yeoja itu berjalan anggun menelusuri lantai bebatuan.

'Grrr…yeoja kurang ajar…akan kurobek mulutmu agar kau tidak bisa berkata-kata lagi!' bentak Cerberus memanggil pasukannya, Yeoja itu tersenyum sinis dan mengeluarkan senjata berbentuk senapan dengan moncong berbentuk pedang.

BANG BANG!

Hanya dengan dua tembakan seluruh pasukan Cerberus menghilang menjadi debu, bagaimana tidak peluru yang ditembakan memiliki dampak yang sangat kuat.

'…' Cerberus membelalakan matanya melihat gumpalan daging-daging pasukannya berjatuhan semua mengotori lantai.

Yeoja cantik itu tersenyum sinis dan berjalan menuju singgasana Cerberus, anjing berkepala tiga itu merinding sejenak dan perlahan mundur.

"Ada apa? Bukannya kau bilang ingin merobek tenggorokanku dan mempersembahkan kepalaku kepada Mastermu?" ejek yeoja cantik berjubahkan silver itu.

Cerberus yang terpancing oleh provokasi yeoja muda itu langsung melayangkan lengannya untuk menghantam yeoja kecil itu.

WHUSSSH!

Yeoja itu bersalto menghindari serangan pertama anjing itu dan dia tersenyum ah, ani…malah lebih tepat menyeringai Karena ada celah baginya untuk melawan anjing berkepala tiga itu.

"Ha!" yeoja itu menghunuskan pedangnya dan melukai lengan anjing itu hingga mengeluarkan darah yang tidak terbilang sedikit malahan mengucur deras.

'GUWAAAAKKKH!' lolong kesakitan dari Cerberus membahana ruangan yang lebih tepatnya menyerupai sebuah gua.

Yeoja itu tersenyum senang dan beberapa cipratan darah mengotori tanah yang dipijaknya.

'Kau…kau, wanita jahanam…tak akan kuampuni kau!' raung Cerberus kali ini menggunakan ketiga kepalanya untuk mengigit tubuh yeoja itu.

Yeoja itu sekali lagi menghindar dan mengeluarkan orb berwarna biru dan memukul keras orb itu hingga pecah, orb itu mengeluarkan sosok kuda berwarna putih dengan surai biru muda, sebuah Cyclone (kalau tidak ada yang tahu apa itu Cyclone lihat di chap pertama, ya?)

Yeoja itu menaikinya dan seketika kuda itu meluncur ke udara, mengarah kearah kepala Cerberus yang disebelah kanan, Yeoja itu mengganti pedangnya menjadi sebuah pedang yang lebih besar (baca: Broad Sword) dari dirinya.

'…?!' Cerberus mengadahkan kepalanya dan melihat sosok dewi pencabut kematian mengayunkan pedangnya kearah urat nadi di leher anjing itu.

SLASH!

Satu buah kepala sebalh kanan milik Cerberus terlempar jauh, meninggalkan dimana seharusnya kepala itu bertengger dan dalam sekejap hujan darah dari arah leher yang dipotong Yeoja itu mengucur deras dan membuat seluruh ruangan bergoa itu kebasahan oleh hujan darah Cerberus.

'GYAAAAAAAAAAAA...! KEP-KEPALAKU…KEPALAAAAAKUUUUU! SAKIT…GUAHAAAAAKKK…!' erang Cerberus tidak dapat mengekspresikan rasa sakit yang amat dalam dan tak tertahankan ketika menyadari kepala sebelah kanannya putus.

Yeoja itu kini bermandikan darah segar dari tubuh Cerberus, dia menatap kubangan darah segar dibawahnya dan kemudian mengadahkan kepalanya kearah Cerberus yang ambruk, berusaha menghilangkan deruh sakit yang mematikan.

Yeoja itu turun dari Cyclone-nya dan berjalan sambil menyeret broad sword miliknya kearah Cerberus, nampaknya dia belum selesai dan Cerberus mengetahuinya.

'SU-SUDAH! HENTIKAN, BELUM CUKUPKAH KAU MEMENGGAL KEPALAKU?!' pinta Cerberus, yeoja itu menatapnya jijik karena sosok yang didepannya ini sangat menjijikan karena memohon pengampunan darinya.

"Ini belum seberapa…nyawa manusia yang tak berdosa yang telah kau telan...ini belum seberapa, Cerberus." Ucapnya menatap tajam Cerberus dan dengan cepat dia berlari untuk mengangkat pedang besar itu kearah Cerberus.

SYUUUUH!

Sebuah sinar hitam keunguan menghadang langakah Yeoja itu, membuatnya berhenti sejenak dan menoleh kearah sebuah aura berwarna hitam kelam dengan sebuah mata merah yang besar ditengah-tengahnya.

"Apa?!" kata Yeoja itu melihat di hadapannya sosok yang tidak diperhitungkannya, Lord of Darkness!

'M-My Lord…' ucap Cerberus kaget, tidak menyangka nyawanya masih terselamatkan karena kedatangan Tuannya.

(…Wah,wah…tak kusangka, yeoja yang berhasil memenggal kepala Cerberus adalah Seorang Jenderal yang baru diangkat, harus aku katakan kalau aku terkesan dengan kemampuanmu, Hero Von Archangel..) puji suara itu terdengar kelam dan menusuk raga.

Tapi yeoja yang dipanggil sebagai, Hero itu hanya memicingkan matanya.

"Aku tersanjung, apakah kali ini kau lawanku, Lord of Darkness?" tanya Hero penuh kesiapan untuk mengalahkan musuh yang manjadi rival abadi ratunya.

(Ohoho, tidak…aku datang untuk merantai anjingku yang tak berguna ini, dia gagal menunaikan janjinya karena itulah aku akan 'menghukumnya'…) ucap suara itu disertai desisan kejam keraha Cerberus yang tersungkur tak berdaya.

'Ma-Master…maafkan hamba…hamba akan menyelesaikan yeoja jah-?!' suara Cerberus terpotong karena sebuah rantai raksasa melilit di kedua leher Cerberus yang belum sempat dipenggal oleh Hero.

CLANG!

"…!" Hero membulatkan kedua matanya ketika melihat sosok Cerberus ditarik memasuki portal namun, yang membuat Hero terkejut adalah melihat sosok namja yang terbilang tampan yang menyeret Cerberus.

(Aku'kan sudah bilang, kau gagal dan aku datang untuk merantaimu…) ucap suara namja tampan itu dengan seringaian iblis.

'Am-ampuni hamba! Hamba berjanji akan menyelesaikan semuanya…ham-'

(Aku akan mengemblengmu dengan sangat sangat sangat KERAS…) ucapnya tanpa mengindahkan perkataan Cerberus yang meronta-ronta.

Cerberus mengaruk tanah di sekitarnya untuk membuatnya tertahan menggunakan kuku-kukunya yang tajam, namun namja berjubahkan hitam itu mulai kesal dan langsung menarik keras hingga anjing itu terjatuh pasrah.

(Apa kau tidak malu dilihat oleh Jendral Chronos? Sudah gagal menjalankan tugas dan kau malah merengek-rengek disini, kau membuatku malu.)

'Ham-hamba mohon…' pinta Cerberus lagi, dia tidak ingin kembali kedunia dimana Masternya berkuasa, dia akan disiksa sepanjag hari dan seumur hidup.

(Maafkan pemandangan yang tidak senonoh ini , ya? Anjing ini sulit diatur, susah sekali mengurus anjing berkepala tiga, ah aniyo…berkepala dua maksudnya…jeongmal mianhae, Hero Von Archangel.) ucap namja itu kearah Hero, sosoknya saat ini berhadapan dengan Hero, entah sejak kapan dia berada disitu, sedangkan sosok Cerberus menghilang ditelan portal itu dan tiba-tiba saja suara erangan dan lolongan kesakitan yang terdengar…

Hero mengarahkan pandangannya kearah suara itu, seangkan namja itu tersenyum melihat tanda tanya diwajah yeoja yang menarik itu.

"Ah, itu adalah Black Hole…portal tadi mengirim Cerberus kembali ke tempat dimana aku pertama kali mengambilnya, yaaa…sebut saja seperti tempat penangkaran." Ucap suara itu terdengar ramah dan tidak ada lagi suara kelam yang menakutkan.

Hero menatap tajam kerah sosok namja tampan itu…

Orb berwarnakan sapphire bertemu dengan orb berwarna ruby darah.

"Pastikan anjingmu itu dirantai dan digembleng keras, aku repot sekali untuk mengurunya…" ucap Hero dingin dan segera menoleh kearah lain.

Sret…

Sebuah tangan mengulur kearah pipi Hero, membuat yeoja itu tersontak kaget dan kembali menengok kearah namja yang menjadi musuhnya.

"!"

"Ah, mianhae…aku akan berusaha melatihnya dengan baik…karena itu, kau tidak perlu berlepotan darah seperti ini…"

BLUSH

Wajah Hero pun bersemburat merah malu ketika mendengar penuturan dari sang Lord of Darkness yang saat ini mengelus pipinya yang bertaburan darah.

"Kau tahu, Archangel? Aku selalu melihatmu berbalutkan darah…itu tidak cocok untukmu, kurasa kau akan lebih cantik kalau tidak ada darah bertumpahan di tubuhmu." Ucapnya seduktif.

Hero yang langsung menyadarkan diri dan berpikir logis, langsung melotot dan menghempaskan tangan dingin itu dari pipinya.

"Khhhh!" kesalnya.

"Ahahaha…kurasa bercandanya sampai disini dulu…semoga kita bertemu lagi di lain waktu." Ucap namja itu berjalan mundur kearah portal hitam, masih dengan mata yang menatap intens kearah Hero.

"Khhh, kalau kita bertemu lagi, akan kutebas kau!" ucap Hero marah namun semburat malu masih ada di wajahnya.

"Till next time…sweet Hero…"

-End Flashback-

'Jangan membuatku mengingat masa lalu itu, Archangel!' geram Cerberus dan menerjang kearah Jaejoong, namja itu melompat menghindari serangan itu.

"Cih, aku tidak bisa menyeretnya ke arah anak-anak…" gumamnya dan langsung menganti pedangnya menjadi pedang yang terlihat lebih tipis dan panjang (Baca : Rapier).

'Takkan kubiarkan kau kabur, Hero Von Archangel!' ucap Cerberus melayangkan cakarnya kearah Jaejoong, dan berhasil mengenai lengan kiri namja itu.

"Ukh…" erang Jaejoong, dia harus memulihkan lukanya dan mengatur rencana untuk menghabisi Cerberus. Dia pun bersembunyi di balik container, dengan Cerberus yang masih mencarinya.

'Dimana kau…Hero Von Archangel?! Tunjukan dirimu!" ucap suara itu mengema. Jaejoong memegang luka bekas serangan Cerberus, dia melihat lukanya yang perlahan-lahan menghilang dan dia hanya menunggu beberapa detik dan sialnya sosok yang tak ingin dia temui datang…

BRAKKKK!

"KIM JAEJOONG!" sosok namja yang dikenalinya yaitu, Jung Yunho bersama ketiga teman dengan ratunya telah tiba dipelabuhan NOLZA.

Cerberus yang melihat sosok manusia yang baru datang itu mulai tepancing untuk menyerang mereka. jaejoong yang menyadari bahawa Cerberus mengganti taget keluar dari persembunyiannya dan bermaksud melindungi mereka.

"JUNG YUNHO!" ucapnya berlari namun…

JLEB!

CRASSSSSSHHHH…!

"JAEJOONG/HEROOOO…!" terdengar suara yang memanggil namja itu.

Dan semuanya menjadi gelap…

.

.

.

TBC

A/N : Mi-Mianhae…sudah lama sekali ngak lanjutin fic ini (keluar perlahan-lahan dari persembunyian.) chingudeul…Hyun In dapat tugas Final Project yang mengahruskan author harus kerja rodi selam liburan…( ) ja-jangan marah, ya? Terima kasih sudah mau membaca. Review kalau masih berkenan, ya? Sebelumnya saya minta maaf karena salah mengetik chapter sebelumnya…