'Harbin Love'

Genre: Romance

Author: Zemma DongWoonique

Main A/N : Hai, Hai…. Zem datang dengan FF baru tentunya. Kali ini pairingnya HanChul, nih FF terinspirasi pas ngeliat acara di Tv yang menayangkan festival di cina. Tapi Zem lupa apa nama festivalnya, terus Zem cari di abang(?) google festival apa aja yang ada di Cina sana walau gak sama dgn festival yang Zem lihat di TV, yang terpenting nih FF bukan festivalnya hehe*plakk*. Cukup! nanti Zem tmbh bnyk bcra lagi. Langsung aja kita ke TKP (lama-lama Zem bukanya jadi author yang baik malah jadi dalang)

Main Cast : HanChul

.

.

.

Harbin Internasional Ice and Snow Festival adalah sebuah festival yang diadakan di Harbin, daerah Heilongjiang, Cina. Festival ini mempertunjukkan reka bentuk bangunan yang telah dibina pada es dan salju. Yang juga dihiasi dengan pancaran lampu yang berwarna warni memperlihatkan seni bina es tersebut.

Festival yang sangat indah yang tak akan pernah ku lupakan karena selain aku dapat menikmati indahnya festival tersebut aku dapat bertemu dengan dirinya.

.

.

.

"HYUNG! ... Cepatlah bangun! Aku tidak ingin terlambat lagi." Teriak seorang namja berpipi tembem seperti kue mochi memanggil kakaknya dari balik pintu kamar Sambil memukul-mukul pintu tersebut dengan keras agar kakaknya mau terbangun dari mimpi indahnya.

"Shiero mochi, lima menit lagi." Balas sang kakak dari dalam kamar.

"Andwae hyung. Aku yakin kau tidak akan bagun lima menit lagi." Teriak pria mochi itu pada kakaknya. "Seperti kemarin kau bilang akan bangun lima menit lagi tapi kau bangun tiga puluh menit setelahnya sehingga membuatku terlambat dan dihukum."

"…"

Merasa tidak ada jawaban dari kakaknya, namja yang dipanggil mochi tadi kembali berusaha membangunkan kakaknya. "HYUNG!" teriak namja mochi sambil menendang keras pintu kamar kakaknya.

"Ne, ne arra. Kau sarapanlah dulu dengan appa dan umma, aku akan mandi dan bersiap-siap." Akhirnya sang kakak menjawab teriakkannya walau tanpa beranjak dari atas tempat tidur.

"Andwae. Aku tidak akan pergi jika kau tidak benar-benar bangun dan CEPAT BUKA KAN PINTU INI HYUNG!" teriak namja yang diketahui bernama lengkap Kim Henry pada kakaknya.

"…"

Merasa tak mendapat respon dari sang kakak LAGI akhirnya Henry pun berteriak mengadu pada ummanya.

"UMMA! LIHATLAH HYUNG. DIA TAK MAU BANGUN UMMA. AKU TIDAK INGN TERLAMBAT DAN DIHUKUM SEPERTI KEMARIN KARENA DIA!"Teriak Henry pada ummanya yang sukses membuat Kim Heechul terbangun dari mimpi indahnya.

Karena Henry yang berteriak mengadu pada ummanya akhirnya Kim Heechul kakak dari Kim Henry, beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu untuk sang adik. Dia tak mau jika di pagi yang cerah ini akan berakhir mendung karena sang umma yang marah padanya. "Aish, kau ini mochi. Apa kau ingin hyung cantikmu ini berakhir di dalam peti jika kau mengadu pada umma eoh?" tanya Heechul dengan wajah malasnya (wajah ketika orang bangun tidur) kepada Henry.

"Kalau tak begini aku yakin kau tak akan bangun hyung." Balas Henry.

"Kau tau bukan jika umma marah tidak ada yang bisa menjinakannya selain appa."

"Ne arra." Jawab Henry polos.

"Aish, jika kau sudah tau itu kenapa kau melakukah hal bodoh seperti tadi eoh. Ap-" ucapan dari Heechul terpotong oleh teriakan dari sang umma.

"HEECHUL, MOCHI. CEPATLAH TURUN, SARAPAN KALIAN SUDAH SIAP!" pekik sang umma.

"NE UMMA!" teriak kakak beradik Kim membalas teriakan sang umma.

"Hyung aku turun dulu. Kau mandilah dan ingat jangan lama!" seru Henry berbalik menuju tangga untuk turun menemui sang umma. Namun langkahnya terhenti ketika Heechul memanggilnya.

"Mochi." Panggil Heechul.

"Ne, wae hyung?" tanya Henry polos berbalik dan kembali mendekat pada Heechul.

Pletakk, Heechul menjitak kepala Henry.

"Awww. Appo hyung." Henry yang kepalanya dijitak hanya meringis kesakitan karena tidak mungkin dia membalas Heechul. Ia tentu tidak mau jika Cinderella yang satu ini merubah dirinya menjadi monster karena marah. Memang nasib sebagai seorang adik itulah yang ada dalam pikiran Henry saat ini.

"Itu balasan untukmu karena kau berani mengusik mimpi indahku"

"UMMA, HYUNG MEMUKULKU." Teriak Henry mengadu pada Umma nya.

"HEECHUL, MOCHI." Teriak sang umma dari bawah sana.

Mereka berdua yang namanya di panggil langsung panik seketika. Heechul langsung masuk kembali ke kamarnya menuju kamar mandi untuk mandi tentunya. Jika dia tidak segera mandi dan turun menemui ummanya maka bisa dipastikan dia akan berakhir didalam peti nantinya. Sementara Henry langsung menuruni anak tangga dengan cepat dan duduk di kursi meja makan yang sering ia tempati.

"Mochi, mana hyungmu?"

"Heechul hyung mungkin sedang mandi, aku yakin dia tak akan lama mandinya."

"Hm, kita tunggu hyungmu!" ucap appa dari Kim bersaudara.

Saat ini keluarga Heechul dan Henry sedang berkumpul dimeja makan. Jung Yunho, appa dari Heechul dan Henry saat ini tengah asik dengan Koran yang ia baca sedari tadi. Sementara Kim Jaejoong, umma dari Heechul dan Henry masih sibuk menata makan yang ada di atas meja.

# readers bingung ya kenapa Heechul dan Henry menggunakan marga umma mereka Kim bukannya marga appa mereka Jung. Zem sedikit gak rela kalo Yunho oppa jadi Kim Yunho, aneh dengarnya. Atau Heechul oppa jadi Jung Heechul, tambah aneh kalo dibaca.#

Beberapa saat kemudian, seorang namja cantik tampak menuruni anak tangga menuju meja makan, dimana semua keluarganya telah berkumpul untuk memulai sarapan pagi. "Pagi semuanya." Seru namja cantik tadi sambil mengacak rambut dan mencubit pipi tembem milik adiknya, Henry. Ketika dia melewati kursi yang diduduki oleh Henry, sebelum dirinya duduk dikursi yang biasa dia tempati saat sarapan, makan siang atau pun makan malam.

"Auww …. APPO HYUNG. Bisakah kau tak mengacak rambut ku yang sudah rapi ini dan mencubit pipiku. Kau bisa membuat pipiku ini bertambah tembem nantinya!" kesal Henry pada Heechul.

"Hahahaha." Tawa Heechul.

"Berhentilah tertawa hyung. Tawamu itu mengerikan!" seru Henry sambil mempoutkan bibirnya yang terlihat sangat lucu di mata Heechul*dimataku juga sangat lucu *.

"Hwahahaha." Tawa Heechul lagi, merasa menang berhasil mengusili adiknya.

"Umma, hyung tak mau behenti tertawa. Apa dia gila umma?" adu Henry pada Ummanya.

"Heechul, sudahlah hentikan!" suruh Jaejoong umma pada anaknya.

Yunho appa yang mulai terusik dengan pertengkaran kedua anaknya pun menghentikan acaranya (?) membaca Koran. "Kalian berdua, bisakah sehari saja tak membuat keributan di pagi hari." Kata Yunho appa yang terganggu dengan pertengkatan yang sering terjadi pagi hari diantara kedua anaknya.

"Iya, umma juga pusing mendengar kalian terus saja bertengkar." Tambah Jaejoong umma.

"Ne umma!" seru Kim bersaudara bersama lalu memakan makan yang sudah disiapkan untuk mereka.

"Henry, kapan kau akan pergi ke Harbin?" tanya Yunho appa.

"Akhikrk pekhahnk inkik appho(akhir pekan ini appa)" balas Henry dengan mulut yang dipenuhi makanan. *Mochi, habiskan dulu makananmu lalu bicara*

Heechul menghentikan makannya sejenak dan menoleh kearah Yunho appa. "Eh, memangnya untuk apa Henry kesana appa? Dan dimana tempat itu? baru kali ini aku mendengar tempat itu." tanya Heechul

"Henry pergi ke sana untuk melakukan tugas yang seosangnim berikan padanya. Harbin itu berada di daerah Heilongjiang, Cina." Kata Jaejoong umma menjelaskan.

"Mwo, cina umma!" kaget Heechul hampir saja menyemburkan makanan yang ada dalam mulutnya.

"Ne. Dan kau yang nanti akan menemani Henry disana selama dua minggu!" kata Yunho appa sambil melahap masakan lezat buatan isatrinya tercinta.

"Mwo, kenapa harus aku appa? Kenapa tidak appa atau umma saja. Dan kenapa harus selama itu, aku tidak mau dua minggu berada di cina. Lagi pula aku sibuk dengan urusan perusahaan." Kata Heechul.

"Memangnya sejak kapan kau jadi sepeduli ini dengan perusahaan eoh? Bukankah yang kau pedulikan hanya wajah cantikmu itu!" kata Jaejoong umma yang sukses membuat Heechul cemberut.

"Tapi, aku tidak mau kesana umma, appa." Balas Heechul tak mau.

"Tidak ada penolakan dan tidak ada kata tapi KIM HEECHUL. Kau harus pergi menemani adikmu KIM HENRY disana. Appa tidak mau terjadi sesuatu dengan kue mochi kesayangan appa. Arra?" kata Yunho appa tegas membuat Heechul diam tak bisa membalas lagi.

"Kenapa kau hanya mengkhwatirkan mochi saja appa? Jika terjadi terjadi sesuatu dengaku di cina bagaima?"

"Memangnya siapa yang berani dengan orang semengerikan dirimu eoh?" tanya Yunho appa yang membuat Heechul diam tak bisa membalasnya lagi sambil mempoutkan bibirnya.

"Selain itu appa dan umma akan pergi ke jepang akhir pekan ini. Jadi kalian pergi ke cina dan kami pergi ke jepang. Anggap saja ini liburan untukmu." Tambah Jaejoong umma

"Huft…. Arraso umma. Enak dikalian, tak enak di aku." Kesal Heechul sedikit berbisik agar tak ada yang mendengarnya.

"Apa yang kau katakan Heechul?" tanya Yunho appa.

"Tak ada appa?"

"Lalu suara berbisik apa tadi?" tanya Yunho appa lagi, penasaran dengan suara berbisik yang ia dengar tadi.

"Mungkin suara angin saja appa. Sudahlah appa, lupakan. Hehehe….." kata Heechul menyengir.

"Mochi." Panggil Heechul.

"Hn, wae hyung?"

"Siapa seosangnim yang menyuruh kalian pergi ke Harbin?" tanya Heechul.

"Kangin seosangnim." Jawab Henry singkat.

"Oh~, jadi racoon kurang ajar itu yang memberikan tugas untuk kalian yang membuat aku harus ikut kesana. Liat saja kau nanti raccoon, akan kuberi perhitungan kau karena membuatku harus ikut ke sana." Kesal Heechul.

"Umma, sosok monster Heechul hyung ingin keluar. Aku takut umma!" takut Henry.

"Sudahlah kalian berdua cepat berangkat!" suruh Yunho appa.

"Ne appa." Balas Heechul singkat yang langsung berdiri dari kursinya dan melangkah keluar menuju mobilnya yang terparkir di garasi.

"Gomawo appa, karena kau Heechul hyung tak jadi berubah. Aku berangkat dulu ya appa, umma. Annyeong." Kata Henry beranjak dari kursinya lalu mencium kedua orang tuanya bergantian. Henry memang anak yang baik.

"Mochi." Panggil Jaejoong umma.

"Ne, wae umma?" tanya Henry menoleh kearah Jaejoong umma.

"Jangan lupakan jaketmu. Dan berikan jaket ini pada hyungmu, ia lupa membawanya tadi." Kata Jaejoong umma menyerahkah dua jeket tebal milik kedua anak tersayangnya.

"Ne umma. Annyeong" Kata Henry, sekali lagi ia mencium umma cantiknya itu lalu keluar menyusul Heechul.

Heechul POV

Saat ini aku sedang menyetir menuju SJ E.L.F High School. Sekolah adikku Kim Henry. Di pagi hari yang cerah ini sudah banyak hal yang membuatku kesal.

Pertama aku dibangunkan oleh si mochi yang menyebalkan satu ini (sambil menoleh ke samping, kearah Henry. Henry yang ditoleh Heechul terlihat takut). Pagi-pagi ia sudah membangunkan ku dengan teriakan nya.

Setelah itu appa dan umma memberiku kabar buruk. Aku harus menemani mochi ke cina untuk tugas yang ia dan teman-temannya dapat dari seosangnim nya.

Berbicara tentang seosangnim nya mochi aku jadi tambah kesal dibuatnya. Seseorang yang bernama Kim Young Woon a.k.a Kangin adalah Seosangnim dari Henry sekaligus sahabat ku, kalau memang dia masih pantas disebut sahabat.

Kenapa aku sebut seperti itu, karena raccoon sialan itu memberikan mochi tugas yang tak masuk akal seperti yang kami bahas tadi pagi dengan appa dan umma di meja makan.

'Awas kau raccoon. Kau sudah memberikan tugas yang aneh pada mochi yang membuat ku harus terlibat di dalamnya.' Batin Heechul dengan senyuman evil yang mengembang di wajah cantiknya dan menambah kecepat mobilnya.

End Heechul POV

Henry POV

'Oh tuhan kupikir amarah Heechul hyung sudah sirna dengan ucapan appa tadi. Ternyata aku salah, aku masih bisa melihat amarah di wajah cantiknya.' Batinku takut, melihat wajah Heechul hyung yang masih terlihat marah dengan keputusan appa tadi.

Appa memutuskan Heechul hyung yang akan menemaniku nanti ketika aku pergi ke cina untuk melakukan tugas yang Kangin seosangnim berikan padaku dan teman-temanku. Aku disana akan bermalam selama dua minggu dan aku yakin Heechul hyung akan mengamuk karenanya. Apa yang harus aku lakukan. Appa atau umma tak bisa menemaniku karena mereka harus pergi ke Jepang untuk urusan yang aku tidak tahu apa itu.

Entah apa yang saat ini Heechul hyung pikirkan hingga ia menampakkan senyuman evil yang sangat menakutkan untuk dilihat. Apa mungkin dia memikirkan rencana untuk menghabisi Kangin seosangnim. Aku yakin jika Kangin seosangnim akan kena imbasnya nanti. 'Kuatkan dirimu Kangin seosangnim.'

'Tuhan aku masih ingin lebih lama lagi hidup. Aku tak ingin mati dalam mobil Heechul hyung. Aku belum merasakan jatuh cinta tuhan. Aku juga tak mau jika besok ada berita di halaman depan koran memberitakan tentang seorang namja berpipi tembem yang tewas di dalam mobil namja cantik seperti Cinderella.' Batinku takut, karena Heechul hyung menambah kecepatan mobil yang ia kendarai.

End Henry POV

SJ E.L.F High School

Setelah melakukan pejalanan yang menegangkan untuk Henry karena Heechul memacu mobilnya dengan kencang akhirnya ia tiba disekolahnya.

"Hah… hah… akhirnya sampai juga. Perjalanan tadi tak bagus untuk kesehatan jantungku." Ucap Henry ngos-ngosan(?) sambil memegang erat jeket tebal miliknya pada bagian dada setelah keluar dari mobil Heechul karena pejalanan yang ia tempuh begitu menegangkan.

"HEECHUL, MOCHI!" teriak seorang namja tampan kepada Kim bersaudara. Heechul dan Henry berbalik menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggil mereka tadi.

"Kang… Kangin seosangnim." Kata Henry terbata melihat Kangin yang memangilnya tadi sedang berjalan mendekatinya dan Heechul.

"Raccoon!." Kata Heechul.

"Kenapa kau kemari seosangnim. Kenapa kau harus memanggil kami seosangnim. Aku yakin kau tak kan bertahan lama lagi. KANGIN SEOSANGNIM BERJUANGLAH AKU LARI DULUAN." Kata Henry meneriaki Kangin memberi semangat lalu lari sekencang yang ia bisa untuk menghindari amuk kan

Heechul.

Mendengar teriakan dari muridnya Kangin berhenti berjalan sejenak. "Mwo? Apa yang kau katakana mochi. Kenapa aku harus berjuang dan kenapa pula kau berlari?" tanya Kangin bingung.

"Aish, dasar kau mochi. Lihat saja nanti jika buruanku ini lepas. Kau yang akan kuhabisi!" kata Heechul kesal sambil melihat kearah Henry yang lari dengan kencang.

"Sudahlah raccoon, jangan kau pedulikan dia. Cepatlah kemari disini dingin!" kata Heechul.

Kangin semangat mendekati Heechul "Ah, ne." Ia tak tau bahwa ada bahaya yang tengah mengancamnya saat ini.

"Wae hyung?" tanya Kangin setelah mereka berhadapan.

Heechul tersenyum sejenak. Senyum yang sulit untuk diartikan. Heechul menggenggam erat majah fashion yang ada dimobilnya. Majalah yang sudah ia persiapkan untuk menghajar Kangin nantinya.

"Untuk apa majalah itu hyung?" tanya Kangin polos. Oh~Kangin kau ini kenapa. Majalah itu untuk dirimu raccoon. Tidak kah kau lihat senyuman menakutkan milik Heechul saat ini.

"Majalah ini untuk dirimu RACCOON!" kata Heechul memukul-mukul Kangin dengan majalah yang ia bawa tadi.

"Auwww… Appo hyung. Apa yang kau lakukan? Apa salah ku hyung?" kata Kangin melindungi kepalanya dengan tangan agar pukulan Heechul tak mengenai kepalanya.

"Dasar Raccoon pabo. Kau memberikan tugas aneh pada mochi yang membuatku harus pergi ke cina selama dua minggu." Kata Heechul masih terus memukul Kangin dengan majalahnya.

"Hentikan hyung. Kau bisa membuatku geger otak hyung."

"Biarkan saja. Itu pantas kau dapatkan." Kata Heechul kesal.

"Kalau aku geger otak kasihan Teukkie." Kata Kangin yang sukses membuat Heechul menghentikan aksi memukulnya.

"Aish kau ini. Aku bingung kenapa Teukkie mau dengan mu?" tanya Heechul masih kesal walau sudah tak memukul Kangin lagi.

"Karena aku adalah 'Korean number one handsom boy KANGIN'. Hyung, kau jangan segalak ini aku takut jika tidak ada yang mau denganmu." Kata Kangin sedikit demi sedikit menjauh dari Heechul.

"Mwo? Apa yang kau katakana tadi Raccoon sialan?" marah Heechul hendak memukul Kangin namun terhenti karena bel sekolah yang berbunyi dengan keras.

Ring Ding Dong

*Plakk, kokk malah judul lagu Shinee ya. Author bingung mencari kata-kata yang pas*

"AKU PERGI DULU YA HYUNG ANNYEONG." Teriak Kangin sambil berlari dan melambaikan tangannya.

"YACK MAU KEMANA KAU RACCOON PABBO. AWAS KAU NANTI. Aissshhh bel sialan karna kau aku tak dapat menghabisi raccoon pabo itu. Aaaarrrrggghhh." Geram Heechul sambil beranjak menuju mobilnya dan langsung memacu mobilnya menuju Jung corp perusahaan milik appa nya.

Aaah ~ akhirnya .. :D yerobeuuun ~ eottokhae? :O

Ahihi, gak seru ya -.-

Gaje banget ya, Gak apa-apa deh, kasi respon aja. Kurang suka atau gimana?

Mau tau gimana Heechul sama Hendy di Cina tunggu di chapter 2 ya! Di chapter 2 aku bakalan certain mereka di cina! :D