Chapter 2

By marcent

Cast

Cho kyuhyun, Lee sungmin,

LeeHyukJae, Kim RyeoWook, and the others

Disclaimer

Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun

Kyumin milik kalian semua

GS, Romance

Kriiinngggg….Kriiinngggg…. setelah mendengar bunyi yang sudah sangat dinanti para murid dan sudah di hapal di luar kepala anak-anak yang berada di dalam kelas tersebut segera membereskan barang-barang mereka.

"Cha~ adeul-ah semua barang kalian sudah masuk ke dalam tas?"

"Neee Ssaeeemmm~~"

"tempat bekal kalian juga sudah masuk ke dalam tas?"

"Sudah ssaeeemmm~" jawab murid-murid tersebut dengan serempak lagi saat seonsaengnim menanyakan hal tersebut.

"oke,sampai jumpa besok anak-anak. Ingat jangan nakal dan patuh sama apa yang di katakan oleh orangtua kalian yah. Kalau ada yang tidak menuruti kalian akan dapat hukuman. Siapa yang mau mendapat hukuman?" Tanya sang guru dengan nada menakut-nakuti muridnya.

"…." Hening, saat ini tak ada satupun muridnya yang menjawab pertanyaan guru mereka.

"hahahaha..geurae ssaem tau kalian semua anak baik. Cha~ orangtua kalian sudah datang untuk menjemput. Hati-hati di jalan ya"

Semua muridnya mengangguk dengan semangat dan tersenyum kepada guru yang berada di hadapan mereka.

"Annyeong Ssaem yang cantik,besok kita jumpa lagi ya. Ssaem sering-sering datang ke sini ya. Harus!" sahut Minho sang ketua di kelas nya dengan mengepalkan tangan kepada guru nya itu

"Geurae yo Minho ya, Ssaem akan sering-sering ke sini" sang guru hanya bisa tersenyum melihat tingkah muridnya yang sok dewasa itu.

"Yeaaahhhh~" terdengar teriakan satu kelas yang berhasil membuat guru mereka itu tertawa lepas.

"Sekarang ayo kita keluar kelas pasti orangtua kalian sudah menunggu. Anyeoonnggg"

"Annyeong Ssaem~" satu per satu muridnya keluar dari kelas untuk menjumpai orangtua mereka. Sampai hanya tinggal satu murid yeoja yang terlihat murung masih setia di tempat duduk nya kemudian sang guru mendekatinya dan membelai rambut indah murid imutnya tersebut.

"Minnie ya~ kenapa? Kok wajahnya murung begitu? Apa ada temen mu yang mengganggu atau mengusilimu tadi?"

Yang di tanya hanya menggeleng lemah.

"lalu kenapa? Kenapa Minnie tidak keluar kelas? Pasti eomma Minnie sudah menunggu di luar sana. Ayok kita keluar,jangan buat eomma Minnie menunggu lama."

Guru nya yang hendak menarik tangan murid yeojanya tersebut terkejut saat muridnya tersebut menangis sambil terisak..

"Hikss.. hikss.. Mi-Minnie gak ma-mau pu-pulang ssaem.. hikss..hikss.."

"Loh,kenapa Minnie? Nanti eomma sedih kalau Minnie tidak mau pulang.

"Hikss..Hikss.. bi-biar saja ssaem,eomma Minnie ga peduli lagi sama Minnie. Minnie selalu di tinggal. Minnie gak pernah lagi di ajak main,eomma selalu sibuk, bahkan waktu libur pun eomma tetap sibuk. Minnie benci eomma! Minnie ga mau pulang. Minnie pulang sama ssaem aja ne?"

Sang guru terkejut melihat perubahan dari muridnya tersebut. Yang semula nangis sambil terisak sekarang terlihat nada kesal saat dia menceritakan apa penyebab yang membuat dia murung saat itu. Perlahan gurunya tersebut duduk di sebelah sang murid dan memeluknya sambil membelai surai hitam lembut milik sang murid.

"Minnie tidak boleh begitu ne? eomma mungkin punya banyak kerjaan di kantor jadi tidak sempat bermain sama Minnie. Jadi Minnie harus pulang oke?"

"Minnie tetap tidak mau ssaem! Bahkan besok hari ulang tahun Minnie saja eomma lupa. Padahal sebelumnya eomma selalu menanyakan hadiah apa yang Minnie mau saat ulangtahun" Minnie mengerucutkan bibirnya lucu tanda dia kesal sambil melipat tangannya dan sang guru hanya bisa tertawa melihat perubahan ekspresi muridnya tersebut.

"Ck,kenapa ssaem malah tertawa? Ssaem senang ya lihat Minnie menderita? Ssaem senang lihat Minnie di tinggal eomma? Ssaem jahat!" kali ini ia menghentak-hentakkan kakinya kesal.

Oh my God anak sekarang sifatnya sudah seperti orang dewasa saja. Batin gurunya yang heran melihat tingkah anak zaman sekarang sambil menahan tawanya takut-takut sang murid semakin marah.

"Hmmm,jadi Minnie kesal karena eomma lupa besok ulangtahun Minnie?"

Yang ditanya hanya mengangguk lucu.

"Taemin-ah, eomma mungkin sibuk dengan kerjaannya tapi mana mungkin eomma lupa dengan ulangtahun Minnie. Bisa saja kan eomma hanya pura-pura lupa dan memberikan kejutan buat ulangtahun Minnie besok?"

"Jinjja? Jadi eomma mau buat kejutan untuk Minnie besok ssaem?"

"Hmm,mungkin saja. Makanya Minnie harus pulang ne? kalau tidak mana mungkin Minnie bisa dapat kejutan ulangtahun dari eomma Minnie?"

"yeaaayyy, kenapa Minnie tidak berpikiran seperti itu ya? Okeh ssaem Minnie bakalan pulang dan semoga besok eomma memberikan kejutan ya."

Sang guru hanya mengangguk sambil tertawa melihat tingkah anak yang akan genap berumur 5 tahun besok.

CKLEK

"Eonni,eomma Taemin sudah menunggu daritadi. Kenapa lama sekali?"

"Eoh, geurae ini kami mau keluar ya kan Minnie?"

"Ne ssaem,tadi Minnie lagi curhat sedikit sama ssaem yang cantik ini."

Mendengar jawaban sang murid yang sok dewasa tersebut kedua seonsaengnimnya hanya bisa tertawa melihatnya.

"Wookie-ah kau bantu Taemin dulu membereskan barang-barangnya ya. Aku mau bertemu dengan eommanya dulu. Ada yang mau aku bicarakan dengannya" bisik guru yang sedaritadi mendengarkan "curhat" singkat dari sang murid. Dan hanya dibalas dengan anggukan dari Ryeowook menjadi salah satu guru di tempat tersebut menghampiri mereka sambil membantu Taemin membereskan barang-barangnya yang masih berserakan.

"Hmmm,ngomong-ngomong Minnie curhat apa sama ssaaem cantik?"

"Wookie ssaem tidak boleh tau. Ini rahasia antar sesama Minnie! Hahaha" Taemin menjulurkan lidahnya kearah ssaemnya tersebut. Dan mendapat cubitan gemas di pipi Taemin akibat ulahnya tersebut.

"Arraseoooo. Cha~ semua barang Minnie sudah dimasukkan? Ayo kita keluar,eomma sudah menunggu daritadi."

"Oke ssaem"

Sesampainya mereka di lobi mereka melihat eomma Taemin dan gurunya tadi sedang berbicara. Lalu Taemin melepas genggamannya dari Wookie sambil berlari kearah sang ibu.

"Eommaaaaaaa~"

"Hati-hati chagi-ya jangan lari. Nanti kamu jatuh." Sang ibu hanya bisa tersenyum dan membawa Taemin kedalam gendongannya.

"Terimakasi Lee ssaem atas ceritanya. Saya akan berusaha lebih baik lagi."

"Gwaenchanha Taemin eomma itu sudah menjadi tugas kami untuk memberikan berita perkembangan anak-anak ini kepada orangtuanya. Jadi,Minnie ingat yang ssaem bilang tadi ya. Jangan buat eomma sedih dan harus patuh sama apa yang dibilang eomma kalau tidak mau dapat hukuman. Yaksok?" Sungmin guru yang mendengarkan "curhat" dari Taemin mengulurkan jari kelingkingnya dan di sambut dengan kelingking mungil milik Taemin tanda kalau mereka membuat perjanjian

"Hmm, yaksok Minnie ssaem. Minnie pulang dulu ya ssaem. Doakan semoga Minnie mendapatkanya ya ssaem?" Taemin mengerlingkan sebelah matanya ke arah Sungmin dan saat itu juga ketiga yeoja dewasa tersebut tertawa melihat tingkah anak kecil itu.

"Hmm,mendoakan apa sayang?" Tanya sang eomma.

"Pimil~ rahasia! Ini rahasia sesama Minnie, iya kan Minnie ssaem?"

"eoh, rahasia sesama Minnie. Hahahaha"

"Baiklah,kalau eomma tidak boleh tau. Kalau begitu kami undur diri dulu Lee ssaem, Kim ssaem."

"Ne, Taemin eomma" sahut kedua guru tersebut.

"Annyeong ssaem Minnie yang cantik-cantik sampai jumpa besookkkk" Taemin melambaikan tangannya kearah kedua gurunya saat beranjak dari tempat tersebut.

"Annyeong Minnie-ah sampai jumpa besok" sahut kedua guru tersebut.

"Haaaaahhh~ anak-anak sekarang ada-ada saja ya Wookie. Mereka terlihat sangat menggemaskan dan terkadang terlihat sok dewasa. Hahahaha"

"Ne eonnie,mereka lucu-lucu. Bahkan hanya melihat tingkah mereka saja rasa lelah ku langsung hilang ntah kemana. Bahkan saat ada masalah semua masalah itu juga hilang seketika saat melihat tingkah mereka."

"Geurae Wookie-ah. Hah, rasanya aku pingin bawa mereka pulang ke rumah dan rasa penat dan lelah ku bisa hilang hanya dengan melihat tingkah mereka walaupun terkadang kewalahan menangani tingkah mereka."

"Eoh? Eonnie mau membawa mereka pulang? Mereka kan sudah punya eomma dan appa. Kau tidak mau menjadi eomma juga eonnie? Hah,bahkan umurmu sudah cukup untuk di panggil dengan sebutan itu."

"YA! Apa maksudmu Wookie?"

"Kau pasti tau maksudku eonnie. Weeekkk" Ryeowook menjulurkan lidahnya sebeum dia lari meninggalkan Sungmin yang menjadi teman bicaranya tadi.

"YAAAA! Haa~ bahkan dia sendiri juga sudah layak di panggil dengan sebutan eomma. Cih~ dasar maknae sialan."

Sungmin berjalan menuju ruangan pribadinya di yayasan yang didirikannya setahun yang lalu ini. Ya, Sungmin mendirikan yayasan tempat dimana anak yang belum pada umurnya belajar di sekolah seperti layaknya murid. Yayasan ini mungkin bisa lebih tepatnya tempat anak-anak yang orangtuanya sibuk seharian di kantor dan tidak mau menggunakan jasa babysitter jadi mereka menitipkan anak mereka di yayasan ini.

Yayasan ini bukan sekedar tempat penitipan saja. Tapi di sini anak-anak bermain dan belajar hal-hal yang baru. Ini hanyalah yayasan yang sangat kecil. Mereka hanya memiliki 5 orang guru yang mengajarkan anak-anak tersebut. Tetapi Sungmin sebagai pendiri yayasan ini tidak bisa selalu datang ke sini karena ia harus membantu perusahaan ayahnya. Hanya saat weekend atau waktu senggang dia bisa datang ke yayasannya tersebut dan mengajar seperti guru-guru yang lainnya.

Saat memasuki ruangannya Sungmin senyum-senyum sendiri mengingat apa yang sudah di lakukannya hari ini dengan makhluk-makhluk menggemaskan itu. Tapi senyumnya pudar saat mengingat perkataan Wookie yang menjadi guru di yayasan tersebut sekaligus yang menjadi sahabat serta sudah di anggapnya sebagai adiknya sendiri.

"Apa yang dikatakannya memang benar. Wanita yang seumuran dengan ku pasti rata-rata sudah mempunyai anak dan di panggil dengan sebutan eomma. Sedangkan aku?"

"Sedangkan kau masih setia dengan status mu itu!"

"Yaaa! Hyukkie sejak kapan kau di situ?"

"Cih~ aku berani jamin kau masih belum berani memikirkan kelanjutan hubunganmu kan?"

"Hyaa! Aku tanya sejak kapan kau di situ?"

"hahahaha salahkan dirimu sendiri tak menutup pintumu sayang" Hyukkie mendekati tempat Sungmin duduk.

"Jadi, masih setia dengan keadaan seperti ini? Hmm?"

"Ck,aku tak tau Hyukkie ya. Aku pusing. Kau jangan menanyakan lagi dong."

"Kalau begitu cepat lanjutkan hubunganmu itu! Aku dan Wookie saja sudah melangkah ke hubungan selanjutnya. Kau mau saat kau punya anak nanti umurmu sudah tua?"

"Andwaeeee! Aku tidak mau Hyukkie-ah. Kau tega sekali denganku." Sungmin mempoutkan bibirnya.

"Hahahahaha jadi tunggu apalagi sayang. Kau tau dia sangat mencintai mu bahkan lebih dari dirinya. Kau tau kan tuan muda itu selalu rela berkorban demi dirimu. Bahkan dia lebih memperhatikan keadaanmu daripada keadaannya sendiri. Kau sangat tahu itu sayang."

Sungmin hanya bisa terdiam dan menunduk saat mendengar perkataan dari sepupunya tersebut. Lama mereka saling diam sampai akhirnya Sungmin menanggapi perkataan sepupunya tersebut.

"Aku tau Hyukkie,tapi aku masih belum siap."

"Kenapa? Apa ada hal yang mengganjal di hatimu? Hey,kalian sudah lama menjalin hubungan. Bahkan sebelum aku dan tunangan ku memutuskan untuk menjalin hubungan kalian sudah memulainya. Trus apa masalahnya?"

"Ck,aku tidak tahu Hyukkie. Hanya saja aku memang belum siap."

"Belum siap ya? Bahkan kau sudah pingin mempunyai anak setiap melihat anak-anak itu."

"Siapa yang ingin punya anak?" keduanya menoleh kearah sumber suara.

"Chagi,sejak kapan kau datang?" Sungmin segera menghampiri orang yang baru saja menyela percakapannya dengan sepupunya dan segera memeluknya.

"Baru saja sayang. Hayo pertanyaanku belum kau jawab sayang. Siapa yang kepingin punya anak hm?"

"Ehhmmm Hyukkie! Ya, Hyukkie yang pingin segera punya anak chagi-ya" Sungmin menjawab pertanyaan kekasihnya dengan gugup sambil melepas pelukannya.

Eunhyuk hanya bisa menatap aneh kearah sepupunya tersebut.

"Eoh? Benarkah itu Hyukkie?"

"Cih,kau ini Minnie selalu seperti itu. Molla,kau tanyakan saja lah padanya apa itu benar atau tidak. Aku rasa kau tau jawabannya. Kau kan pintar tuan muda."

"Hyukiie-ah, kau jangan panggil dia dengan sebutan itu nanti dia jadi besar kepala tau!"

"Ne? aku besar kepala chagi?"

"Ne! kau selalu seperti itu kalau ada yang memuji atau memanggilmu seperti itu."

"Hahahaha aku belum selesai Minnie. Tuan muda yang sangat sangat sangaaaatttt manja. Hahahaha yasudah,aku keluar dulu. Sebentar lagi aku bakal di jemput. Lama-lama disini bisa-bisa aku jadi penjaga nyamuk untuk kalian berdua. Aku pergi dulu. Annyeong Minnie, tuan muda manja. Kau jaga baik-baik sepupuku itu kalau tidak kau harus say goodbye to the world! Arraseo?" Eunhyuk segera keluar dari ruangan Sungmin sebelum mendapat "hadiah" dari kekasih Sungmin.

"YA! Monyet! Awas saja kau!"

"Hahaha sudah-sudah kalian berdua tak pernah akur kalau jumpa. Seperti anak-anak saja."

"Huaaa,kau malah tidak membelaku chagi. Bahkan dia bakal membunuhku. Apa kau mau kekasihmu yang tampan dan jenius ini dibunuh sama seekor monyet ha?"

PLETAK

"Aaawww kenapa kau memukulku?"

"Hyaaa dia itu masih sepupuku. Kalau kau bilang dia itu monyet. Lalu aku apa?"

"Kau itu pacar dari seorang pemuda yang tampan,jenius,baik hati, dan tidak sombong"

"dan manja! Ingat itu tuan muda yang manja!"

"Ck, bahkan kau sekarang membenarkan kata-katanya"

"dan itu memang kenyataan sayaaannggg."

"Haaa baiklah. Aku mengalah. Aku tidak mau membuang-buang waktu hanya dengan berbicara hal-hal yang tidak berbobot seperti itu. Bahkan kita sudah hampir sebulan tidak jumpa. Apa kau tidak kangen kepadaku?"

"Baru juga dibilang sifat manja nya sudah keluar."

"Mwo? Kau bilang apa chagi?"

"Ani~ tidak ada. Dan hentikan wajah sok aegyomu itu tuan muda. Kau tidak cocok dengan wajah seperti itu."

"Arro~ hanya kau yang bisa sayang. Jadi, bagaimana kabarmu? Apa kau tidak capek harus membagi waktu antara yayasan ini dengan perusahaan appa?"

"Tidak,kalau dikerjakan dengan senang hati pasti tidak capek Kyu~"

"Iya, tapi kau harus memperhatikan kesehatanmu sayang. Lihat keadaanmu sekarang seperti tidak makan setahun saja. Badanmu terlihat lebih kurus sayang." Sungmin merengut saat dikatakan seperti itu.

"Kau jangan berlebihan Kyu. Aku selalu makan tepat waktu kok."

"Jinjja? Aku tahu kau pasti berbohong. Bahkan kadang untuk mengangkat telepon dan membalas pesan ku saja kau tidak sempat chagi-ah. Kau pasti sangat sibuk kan? Kau pasti tidak makan teratur. Aku tau kau chagi,jadi jangan berbohong."

"Mian Kyu. Belakangan ini memang aku sangat sibuk. Appa mengurus perusahaan yang ada di Jepang dan aku harus pegang kendali perusahaan yang ada di sini. Kau tahu kalau otakku ini pas-pasan. Jadi untuk menangani perusahaan appa aku harus merelakan waktu ku. Aku selalu lembur biar perusahaan appa tidak mengalami penurunan."

"Lalu Sungjin? Dia kemana? Apa dia tidak membantumu? Kalau Sungjin membantumu pasti kau tidak seperti ini chagi."

"Awalnya Sungjin membantuku. Tapi dia di suruh appa untuk menyusulnya ke Jepang dua minggu yang lalu karena appa baru membuka cabang disana jadi aku harus menanganinya sendiri." Kyuhyun yang mendengar cerita Sungmin langsung menarik Sungmin kedalam pelukannya dengan sayang dan mengusap bahunya perlahan.

Tiga minggu lebih ia meninggalkan kekasihnya itu sendiri di Korea karena dia harus membantu appanya untuk membuka sebuah universitas di Taiwan.

Kalau saja dia ada di Korea pasti dengan senang hati dia membantu kekasihnya itu. Hal seperti itu hal yang sangat gampang bagi seorang Cho Kyuhyun seorang lulusan cumlaute dari universitas ternama di Seoul. Dia mengambil jurusan bisnis karena dia punya cita-cita untuk menciptakan perusahaan dalam bidang game.

Jangan lupakan satu hal bahwa seorang Cho Kyuhyun adalah pencinta game kelas "berat". Di samping itu alasan dia masuk kelas bisnis karena wanita yang sudah mengisi relung hatinya selama 11 tahun tersebut juga masuk ke dalam bidang bisnis. Tapi bukan karena kekasihnya menyukai bidang itu juga. Dia masuk ke kelas bisnis hanya karena tuntutan sang appa.

Sebenarnya dia ingin menjadi guru dari dulu. Jadi dia mendirikan yayasan kecilnya ini untuk mengabulkan cita-citanya itu.

Sedangkan Kyuhyun sudah menjadi seorang pebisnis game terbesar di Korea Selatan. Dia hanya memerlukan waktu singkat untuk mendirikan dan menciptakan suatu hal yang baru dalam dunia per-game-an mengingat dia adalah seorang yang jenius.

Meskipun dia sudah menjadi orang yang sukses dalam bidangnya Kyuhyun tidak pernah mau bersantai-santai. Terkadang dia akan membantu Sungmin dalam mengelola perusahaan appanya tersebut. Dan sekarang ini dia merasa bersalah kepada Sungmin karena tidak bisa membantunya. Dia hanya bisa memeluk kekasihnya itu saat ini untuk memberikan ketenangan.

Dan Sungmin akan selalu merasa aman, tenang dan hangat berada di dalam pelukan seorang Kyuhyun. Dan selain melihat anak-anak, dia akan segera melupakan kepenatan dan kelelahannya kalau berada di pelukan dan di dekat seorang Cho Kyuhyun.

Mereka berdua berpelukan sambil menyalurkan rasa rindu yang begitu mendalam. Rasanya mereka sudah lama terpisah sampai untuk melepaskan pelukan satu sama lain saja rasanya sangat berat.

Perlahan Kyuhyun melepas pelukannya dan mencium pucuk kepala Sungmin dengan sayang. Dia mengangkat wajah Sungmin lalu menatapnya dengan rindu yang sangat-sangat mendalam. Mencium kening, kedua mata, pipi dan akhirnya mencium bibir plum sang kekasih.

Sungmin hanya bisa menutup mata dan meresapi rasa rindu yang amat terdalam itu. Dia merindukannya. Tiga minggu waktu yang sangat lama baginya. Dan dia merindukan perlakuan sayang yang selalu diberikan Kyuhyun kepadanya.

Kyuhyun melepas ciuman mereka lalu menatap Sungmin kembali. Keduanya saling melempar senyum bahagia,rindu dan sayang.

"Maafkan aku chagi,karena aku tidak bisa ada di sampingmu. Aku merasa bersalah. Aku tidak bisa membantumu"

"Tidak Kyu,aku tidak bisa memaksamu untuk selalu ada di sampingku. Kita punya urusan dan kesibukan masing-masing. Aku tidak mungkin menyusahkanmu lagi dengan pekerjaanku." Sungmin membelai wajah tirus sang kekasih sampai dia menyadari sesuatu.

"Hey Kyu, kau terlihat lebih gemuk. Lihat pipimu Nampak lebih berisi dari biasanya. Bahkan kau terlihat seperti murid-muridku. Pipimu terlihat tembam" Sungmin mencubit pipi Kyuhyun dengan gemas.

"Hya! Lee Sungmin berhenti mencubitku. Sakit tauuu!"

Sungmin tertawa senang saat melihat wajah kesakitan dari seorang yang biasanya terlihat lebih kurus darinya itu sekarang sudah terlihat lebih berisi.

"Hahahahahahahaha"

"Hyaa,berhenti tertawa Lee Sungmin atau aku akan menghukummu!" saat mendengar perkataan Kyuhyun, Sungmin langsung diam dan tidak berkutik sedikit pun.

"Hmm bagus,begini baru bagus chagi-ya" Kyuhyun menepuk-nepuk kepala Sungmin pelan seakan berhasil mengajarkan seorang anak kecil.

"Hyaaa,aku bukan anak kecil Kyuuuu~" Sungmin mengerucutkan bibirnya.

"Memang kau buka anak kecil sayang. Tapi kau selalu terlihat seperti anak kecil. Lee Sungmin umur 27 tahun tapi kelakuan seperti anak umur 5 tahun seperti anak murid yang di ajarnya." Dan ucapan Kyuhyun tersebut berhasil mendapat deathglare dan cubitan yang sangat 'manis' mendarat di pinggang dan perutnya.

"Awwww~ appo chagiii.. appooooo"

"Kau bilang apa tadi? Hmm?" tangannya masi setia 'menari' di tubuh sang kekasih

"Ani~ ampun chagi,ampuuunn" dan akhirnya Sungmin menarik tangannya.

"Ssshhh~ sakit sekali. Aku lupa kalau terkadang dia bisa jadi galak di saat yang sama." Bisik Kyuhyun.

"Apa yang kau bilang sayang?" Sungmin menajamkan pendengarannya.

"Ani~ aku bilang aku lapar. Ayo kita pergi chagi. Aku sudah lapar. Bahkan ini sudah jam nya makan malam. Kalau kau terlambat makan kau bisa sakit dan tubuhmu akan jadi lebih jelek dari sekarang ini."

"YA! CHO KYUHYUUUUNNNN~" Kyuhyun langsung lari keluar menuju parkiran duluan sebelum dia mendapat siksaan lagi dari sang kekasih.

"Hmmm, dasar evil. Kalau saja dia bukan kekasihku sudah habis dia kusiksa. Bersyukurlah kau tuan Cho!" omel Sungmin.

.

.

.

-Di café-

"Minnie kau sedang apa sayang? Ayo kemari,makanannya sudah datang. Mainnya nanti lagi setelah makan."

"Ne eomma." Taemin langsung berlari kearah meja tempat ibunya duduk.

"Kamu jangan suka lari-lari sayang. Kalau kamu jatuh gimana?"

"Minnie kan kuat eomma. Kalau jatuh ya bangkit lagi dong."

"Hahahaha iya iya,anak eomma kuat. Tapi cengeng gak?"

"Ya enggak dong. Minnie gak akan nangis kalo jatuh. Minnie kan wanita super seperti eomma."

"Benar nih? Janji gak akan cengeng?"

"Hmmm, yaksok." Minnie menganggukkan kepalanya imut dan ibu nya hanya bisa tersenyum dan membelai rambut putri kesayangannya tersebut.

"Eomma ayo makaaaannn. Minnie sudah lapar."

"Oh oke. Cha~ Minnie makan yang banyak ya. Biar semakin kuat." Taemin hanya menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya sebagai jawabannya kemudian tangannya sudah mulai sibuk menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.

"Minnie, eomma ke toilet dulu ya. Kamu jangan kemana-mana. Eomma hanya sebentar ara?"

"Ne eomma. Minnie tunggu di sini lagipula makanan Minnie masih banyak."

"Oke eomma ke toilet dulu ya chagi."

*Taemin eomma POV*

Sesampainya di toilet aku langsung mengambil ponselku untuk menelepon appanya Taemin

"Yebeoseyo. Yeobo,kau lagi dimana?"

"….."

"Haaahh apa sesibuk itu? Kau ingat besok hari apa? Besok Taemin ulangtahun. Apa tidak bisa kau sebentar saja pulang?"

"…."

"Ara,bahkan aku pun hampir melupakan hari ulangtahunnya kalau Lee ssaem tidak memberitahukanku. Kita sudah terlalu sering meninggalkannya sendiri."

"….."

"Arraseo. Nanti aku telepon lagi. Kau baik-baik saja kan yeobo? Kau sudah makan?"

"…"

"Baiklah aku lagi di café bersama Minnie. Jaga kesehatanmu yeobo jangan terlalu sibuk."

"…."

"Hmmmm arra,nado saranghae" hubungan telepon dengan suamiku sudah kuputus. Aku memandang pantulan wajahku di cermin tepat di depanku, wajahku terlihat lelah. Memang beberapa bulan ini aku selalu mengabaikan Taemin.

"Haaah,Taemin maafin eomma dan appa yang terlalu sibuk sayang. Bahkan kau masih terlalu kecil untuk hidup mandiri seperti ini."

Aku harus melakukan launching produk terbaru kami di Paris dan itu mengharuskan Taemin tinggal di sini bersama dengan halmonienya. Bukan aku tidak mau membawanya tapi kalau aku membawanya pasti dia akan merasa lebih kesepian dan tidak mempunyai teman untuk di ajak bermain.

Jadi aku memutuskan untuk meninggalkannya di sini karena di sinilah dia bisa menemukan teman untuk bermain. Karena sudah setahun belakangan ini aku sudah memasukkannya ke sebuah yayasan yang di rekomendasikan oleh sahabat suamiku.

Dia mengatakan kalau yayasan yang baru dibuka itu memang diperuntukkan bagi anak-anak yang umurnya belum cukup untuk masuk sekolah. Di yayasan itu bukan hanya sebagai tempat menitipkan anaknya saja tetapi mereka juga di ajarkan hal-hal yang baru dan untuk bersikap lebih sopan kepada orang yang lebih tua dari mereka.

Selama setahun belakangan ini aku melihat perubahan pada diri Taemin. Dia jadi semakin ceria dan lebih aktif sekarang dibanding saat aku dan suamiku mulai aktif kembali lagi bekerja semenjak Taemin hadir di tengah-tengah hidup kami. Bukan kami tidak mau memperhatikan Taemin tapi kami masih tidak bisa membagi waktu. Ya,inilah keburukan kami sebagai orangtua bagi Taemin. Tapi kami tidak mau memakai jasa babysitter karena orang jaman sekarang ini tidak dapat dipercaya.

Kami memasukkan Taemin ke dalam yayasan tersebut karena pendirinya adalah seorang yang memang sudah dipercaya oleh suamiku. Setelah aku memutuskan telepon aku langsung segera menghampiri meja tempatku dan Taemin makan. Tapi saat aku menghampiri meja kami aku mendapati Taemin tidak seorang diri. Dia terlihat seperti sangat senang dengan orang yang berada di sebelahnya. Dan aku segera mendekati Taemin.

*Taemin eomma POV end*

"Hahahahahaha kamu ini. Cepat habiskan makannya. Jangan ketawa sambil makan nanti kamu bisa keselek loh."

"Abisnya appa sih melucu. Appa darimana sih? Kok baru sekarang datang? Minnie kan kangen sama appa. Apa appa masih gak kangen sama Minnie." Taemin mempoutkan bibirnya.

"Taemin kamu kenapa?"

"Eomma….."

"Eoh? Kau kenapa? Makannya kenapa belum habis?"

"Abis eomma lama sekali sih. Eomma, appa datang ni. Minnie senang banget." Eomma Taemin segera melihat ke sebelah.

"Vic-ah"

"Kyuhyun-ah"

"Eomma kenapa tidak bilang appa datang kesini? Eomma jahat ih,gak bilang-bilang."

"Eomma juga tidak tahu appa datang ke sini chagi. Appa kan mau kasih kejutan sama Taemin."

"Ehmm eomma juga tidak tau sayang." Jawab Victoria yang memang tidak mengetahui kedatangan Kyuhyun.

"Waaaahhhh~ appa baik deh."

"Iya dong,appa kan sayang sama Minnie."

"Kyu,kapan kau datang?"

"Baru saja hehehehe pasti kau terkejut ya? Mian…"

"Kau selalu saja seperti itu tidak pernah memberitahuku."

"Kan sudah ku bilang aku mau memberikan kejutan buat Taemin. Hahahahaha"

"Dasar kau. Evilmu gak hilang-hilang."

"Minnie besokkan ulangtahun mau appa belikan apa?

"Huaaa appa ingat ulangtahun Minnie, tidak seperti eomma yang melupakannya. Huh Minnie jadi sedih."

"Sayang,tidak boleh begitu. Siapa tau eomma juga mau beri kejutan sama Minnie?" bisik Kyuhyun.

"Eoh? Mungkin juga appa. Wah,appa sama ssaem Minnie berpikir hal yang sama ya. Mungkin saja. Wah Minnie jadi tidak sabar."

"Jadi,kamu mau appa berikan apa sayang?"

"Minnie mau game terbaru appa. Minnie sudah bosan dengan game yang ada."

"Hem, oke besok appa akan berikan game yang paling baru buat Minnie. Game ini belum ada yang mainkan loh. Minnie bakalan jadi orang pertama yang memainkannya."

"Asiiikkkk. Gomawo appa. Minnie saaaaayang sama appa."

"Ne, appa juga sayang sama Minnie. Ayo sekarang makanannya dihabiskan ne? kalau tidak appa tidak akan memberikan game itu."

"Beres bos." Saat itu juga Taemin segera menyelesaikan makannya.

"Kau jangan terlalu memanjakannya Kyu~ nanti dia akan jadi sangat manja."

"Tidak apa-apa. Aku kan sudah jarang bertemu dengannya. Apa salahnya aku mengabulkan permintaanya?"

"Ya sudahlah terserah kau saja" Victoria melanjutkan makannya yang tertunda sampai ada terdengar kegaduhan kecil terjadi tidak jauh dari meja tempat mereka.

"Ah, maaf nona. Maaf saya tidak sengaja. Nanti saya akan ganti rugi atas semuanya dan saya akan segera membersihkan semuanya." Pelayan yang dengan tidak sengaja menumpahkan pesanan ke baju seorang wanita imut itu segera membungkukkan badannya sebagai tanda permintaan maafnya.

"Gwaenchanha. Lagipula ini juga salah ku berjalan terburu-buru sampai tidak melihat kau yang sedang kerepotan membawa makanan. Nanti kerugian itu kau masukkan saja ke dalam bill ku."

"Ah,gomawo nona dan sekali lagi mianhae karena sudah membuat bajumu kotor."

"Tidak apa-apa. Sama-sama. lanjutkan saja pekerjaanmu." Setelah 'kecelakaan' kecil yang menjadi tontonan semua orang tersebut berakhir, wanita itu segera menghampiri meja tempat orang yang datang bersama dengannya tadi saat ke sini.

"Minnie ssaaem." Merasa dirinya dipanggil segera dia melihat kearah suara tersebut. Saat menemukan siapa yang memanggilnya langsung dia menghampirinya dan tersenyum pada anak yang memanggilnya tersebut. Tapi wajah gembiranya saat melihat murid kesayangannya berada di café ini langsung berganti menjadi wajah yang heran dan penuh tanya saat melihat siapa yang sedang duduk bersama dengan muridnya.

"Ssaem kita jumpa lagi. Wah,ssaem mau makan malam ya? Sama siapa? Oh iya,kebetulan ssaem ada di sini. Kenalin dong ini appa nya Minnie. Kyu appa."

DEG

Kyu appa? Kyu appa nya Taemin? Gak mungkin ini pasti bercanda. Kenapa Kyuhyun tidak pernah berbicara apapun denganku? Batin Sungmin.

Sungmin hanya menatap Kyuhyun seolah minta penjelasan darinya. Tapi Kyuhyun tidak berani balas melihat Sungmin. Seolah takut untuk memberikan jawaban.

"Kyu…"

"Eoh? Ssaem sudah kenal sama appa Minnie? Wah,Minnie senang deh ternyata ssaem yang Minnie sayang sudah kenal sama appa. Ssaem duduk di sini dong. Kita makan sama-sama aja ne? tapi makanan Minnie sudah mau habis. Jadi ssaem, Minnie tunggu deh. Lagipula appa juga belum makan jadi ssaem duduk disini saja ne?"

"Geurae Lee ssaem makan sama dengan kami saja di sini." Eomma Taemin segera menarik bangku di sebelahnya mempersilahkan Sungmin untuk duduk. Dan Sungmin menerima tawaran ibu dan anak tersebut sementara matanya tetap tertuju pada orang yang masih setia menundukkan kepalanya.

"Appa kenapa? Appa sakit? Kok tiba-tiba wajahnya pucat? Appa beneran sakit ya? Appa sih sibuk kerja sampai jadi sakit begini. Trus kalau appa sakit Minnie main sama siapa dong?"

"Minnie, appa mungkin kecapekan jadi begitu. Kyu kau tidak apa-apa?"

"Hm,gwaenchanha." Kyuhyun hanya bisa menjawab seadanya.

"Mianhae ssaem. Mungkin appa Taemin kurang enak badan. Karena belakangan ini dia selalu keluar negri jadi kondisinya sedang tidak bagus."

"Benar ssaem appa sudah lama tidak pulang jadi teman Minnie bermain tidak ada. Sekarang appa malah sakit jadi Minnie main sama siapa dong?" Sungmin berusaha untuk senyum saat mendengar celotehan murid kesayangannya tersebut. Padahal dia merasakan sakit di dalam hatinya. Dia tidak mengerti dengan keadaan ini. Kenapa saat Kyuhyun kembali dia mendapat situasi bahwa Kyuhyun sudah mempunyai anak dan istri. Bahkan anaknya merupakan salah satu siswa dari yayasannya. Dia masih tidak habis pikir. Dia hanya perlu pengakuan dari mulut seorang Kyuhyun.

Dia tidak akan menghancurkan acara makan malam 'keluarga kecil bahagia' Kyuhyun yang sepertinya jarang berkumpul itu di tambah dengan kehadirannya. Dia akan segera menanyakan arti dari semua ini nanti. Setelah acara 'makan malam keluarga bahagia' ini selesai. Ya,dia harus tau dan dia sudah merasa seperti dipermainkan.

Kau berhutang penjelasan padaku tuan Cho Kyuhyun! Batin Sungmin

TBC

Mind to RnR?

Gomawooooo ^^