YunJae | Wedding Day
Hari yang indah ditaman megah di wilayah bagian Kanada. Vancouver, tempat dimana sebagian besar pasangan memilih untuk menghabiskan masa lajang mereka.
Junsu berjalan dengan sedikit tergesa menuju tenda putih tertutup yang cukup besar yang berada dihadapannya. Lengannya menggenggam seikat bunga lili putih yang melambangkan kesucian.
"Hyung!" teriak pria bermata kecil itu setelah membuka penutup tenda dengan lengan kirinya
"Junsu-ah" sahut seorang pria cantik yang sedang mendudukan dirinya dihadapan cermin besar yang menunjukkan keindahan wajahnya
"Jaejoong-hyung, ini bunganya. Kau sudah siap?" tanya Junsu pada pria bernama Jaejoong itu sambil menyerahkan ikatan bunga lili itu padanya
"Aku gugup, Junsu-ah..." lirih Jaejoong menatap dirinya di cermin
"Bukankah ini hari yang selalu kau nantikan, hyung? Akhirnya kalian akan menikah" senyum Junsu menatap pria yang lebih tua darinya itu di cermin
Ya, akhirnya penantinya selama bertahun-tahun terbayar sudah. Impian dirinya untuk menikah dengan Yunho, kekasihnya selama lebih dari sepulu tahun kini berada di depan matanya.
Jaejoong sempat menyerah dengan hubungan keduanya, banyak orang yang menghina bahkan membenci hubungan mereka. Walaupun keduanya harus menikah di negri orang dan tanpa saksi dari orang tua keduanya, tapi restu dari dua orang yang membesarkanya itu sudah lebih dari cukup.
"Kau benar Junsu, ini adalah impianku" ucap Jaejoong tersenyum
"Ayo" balas Junsu menghulurkan tangan kananya yang langsung disambut Jaejoong
Keduanya berjalan menuju tempat dimana janji pernikahan akan diucapkan. Junsu merasa seperti seorang ayah yang akan menitipkan anaknya pada suaminya kelak.
Jaejoong dapat melihat dua pria yang selalu menjadi sahabatnya selama ini, Yoochun dan Changmin, sahabat yang selalu mendukung dirinya tersenyum tulus padanya. Juga Yunho, calon suaminya, yang berada dihadapan pria tua yang membawa buku tebal ditanganya tersenyum lembut padanya.
Jaejoong meraih lengan Yunho dan menatap pria tampan itu.
"Aku mencintaimu" ucap Yunho pelan, menerima uluran tangan itu
Acara pernikahan yang indah, walaupun hanya dihadiri oleh mereka berlima, itu semua sudah sangat cukup bagi keduanya. Cinta tulus yang Yunho berikan akan menjadi kekuatannya.
"Aku bersedia"
Kalimat indah yang memberikan senyuman diwajah siapapun. Yunho menyematkan cincin putih dengan batu kecil ditengahnya sebagai pengikat kesucian itu. Jaejoong kekasihnya kini telah menjadi istrinya.
Keindahan pernikahan itu diakhiri dengan kecupan lembut yang Yunho berikan dibibir indah pria yang kini akan menjadi penjaga hidupnya.
EndYunJae | Wedding Day
Hari yang indah ditaman megah di wilayah bagian Kanada. Vancouver, tempat dimana sebagian besar pasangan memilih untuk menghabiskan masa lajang mereka.
Junsu berjalan dengan sedikit tergesa menuju tenda putih tertutup yang cukup besar yang berada dihadapannya. Lengannya menggenggam seikat bunga lili putih yang melambangkan kesucian.
"Hyung!" teriak pria bermata kecil itu setelah membuka penutup tenda dengan lengan kirinya
"Junsu-ah" sahut seorang pria cantik yang sedang mendudukan dirinya dihadapan cermin besar yang menunjukkan keindahan wajahnya
"Jaejoong-hyung, ini bunganya. Kau sudah siap?" tanya Junsu pada pria bernama Jaejoong itu sambil menyerahkan ikatan bunga lili itu padanya
"Aku gugup, Junsu-ah..." lirih Jaejoong menatap dirinya di cermin
"Bukankah ini hari yang selalu kau nantikan, hyung? Akhirnya kalian akan menikah" senyum Junsu menatap pria yang lebih tua darinya itu di cermin
Ya, akhirnya penantinya selama bertahun-tahun terbayar sudah. Impian dirinya untuk menikah dengan Yunho, kekasihnya selama lebih dari sepulu tahun kini berada di depan matanya.
Jaejoong sempat menyerah dengan hubungan keduanya, banyak orang yang menghina bahkan membenci hubungan mereka. Walaupun keduanya harus menikah di negri orang dan tanpa saksi dari orang tua keduanya, tapi restu dari dua orang yang membesarkanya itu sudah lebih dari cukup.
"Kau benar Junsu, ini adalah impianku" ucap Jaejoong tersenyum
"Ayo" balas Junsu menghulurkan tangan kananya yang langsung disambut Jaejoong
Keduanya berjalan menuju tempat dimana janji pernikahan akan diucapkan. Junsu merasa seperti seorang ayah yang akan menitipkan anaknya pada suaminya kelak.
Jaejoong dapat melihat dua pria yang selalu menjadi sahabatnya selama ini, Yoochun dan Changmin, sahabat yang selalu mendukung dirinya tersenyum tulus padanya. Juga Yunho, calon suaminya, yang berada dihadapan pria tua yang membawa buku tebal ditanganya tersenyum lembut padanya.
Jaejoong meraih lengan Yunho dan menatap pria tampan itu.
"Aku mencintaimu" ucap Yunho pelan, menerima uluran tangan itu
Acara pernikahan yang indah, walaupun hanya dihadiri oleh mereka berlima, itu semua sudah sangat cukup bagi keduanya. Cinta tulus yang Yunho berikan akan menjadi kekuatannya.
"Aku bersedia"
Kalimat indah yang memberikan senyuman diwajah siapapun. Yunho menyematkan cincin putih dengan batu kecil ditengahnya sebagai pengikat kesucian itu. Jaejoong kekasihnya kini telah menjadi istrinya.
Keindahan pernikahan itu diakhiri dengan kecupan lembut yang Yunho berikan dibibir indah pria yang kini akan menjadi penjaga hidupnya.
End
