KYUMIN
By: Clara Eduardo Wijaya
.
My Secret
.
Warning : GS, EYD tidak sesuai, typo(s).Nama pemain hanya author pinjam. Ini FF pertama saya, jadi mohon maaf jika banyak yg gaje dan tidak jelas.
Don't Like? Please don't read ;)
.
author pov~~
"Tapi Kyu, Hae mulai berubah padaku!" ucap Sungmin pada namja yang duduk didepannya dan sedang asiik membaca bukunya yang sangat tebal.
"Mungkin dia hanya butuh waktu Minnie.."Kyuhyun menutup bukunya, mengangkat kacamata tebalnya yang berbentuk mengangkat kepalanya menatap Sungmin.
"Tapi bukan begini caranya Kyu...Apakah kau bisa menerima orang yang kau cinta dan sudah 2 tahun ini bersamamu mendiami mu?bahkan menjawab telepon saja tak pernah dia jawab!"
Mata Kyuhyun membesar 'orang yang kau cintai ya?'
"Mungkin dia sedang sibuk Minnie...atau mungkin sedang tidur.."Kyuhyun menatap Sungmin dengan mata yang seperti ingin menangis.
Sungmin tersenyum miris "Sibuk?bahkan dia tak pernah punya waktu untukku!terakhir kami jalan bersama, sudah 4 bulan yang lalu..!aku yakin Kyu...kalau saja orangtuaku dan orangtua hae tidak menjodohkan kami, pasti sekarang Hae tak akan pernah bertemu denganku."
.
.
"Minnie.."Panggil Kyuhyun pada Sungmin yang sedang maminum kopinya dan memandang keluar jendela, melihat orang yang lalu lalang.
"Eoh?"Jawab Sungmin tak mengalihkan pandangannya dari objeknya.
"Kau mencintai Hae bukan?"tanya Kyuhyun yang menatap Sungmin dan beralih ke mulut cangir kopi.
Sungmin mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun yang sedang menunduk.
"Tentu saja Kyu...aku... mencintai Hae.."Jawab Minnie.
Kyuhyun tersenyum. Namja ini berusaha melawan semua rasa yang ada di dalam hatinya.
"Jika kau mencintainya, percayalah padanya..."Kyuhyun masih menunduk, menyembunyikan rasa sakit yang terpancar dari raut wajahnya yang putih pucat.
"Aku akan mencoba Kyu...aku akan mencoba saran mu...gomawo." Sungmin mencoba tersenyum manis walau hatinya masih tak ingin tersenyum.
"cheon.."jawab Kyuhyun yang akhirnya mengangkat kepalanya.
.
Author pov end.
.
Sungmin pov
.
Aku berjalan mengelilingi jalan yang penuh dengan bunga dan pepohonan yang rindang.
Biasa aku dan Kyu selalu kesini untuk bercanda atau sekedar melepas kesal...tapi hari ini Kyu tidak bisa menghiburku.
Katanya Kyu ada urusan mendadak dan harus mengerjakan tugas kuliahnya.
.
"Haaah.."Aku menghembuskan nafasku berat.
Jujur...tak tahu kenapa, aku merasa hidupku hampa kalau Kyuhyun tak ada disampingku...bisa dibilang aku sangat bergantung padanya...pada namja yang sangat cupu...namja yang selalu menemani masa kecilku...namja yang melindungku dari namja-namja yang sering menggodaku.
Lama aku melamun sambil berjalan mengitari taman, aku menabrak seseorang.
'Bruuuk..'Aku terjatuh dan terbangun dari lamunanku. aku melihat orang yang menabrakku tepatnya aku yang menabraknya sedang duduk, rambutnya yang ikal kecoklatan menutup wajahnya sejenak..tapi, sejenak kemudian wajahnya yang putih terlihat sangat tampanpun terlihat.
Namja itu tersenyum lembut padaku.
.
'Deg..'Kenapa jantung ini?
Aku menatap bingung pada namja yang ada didepanku.
Namja itu berdiri dan pergi dari hadapanku...seketika jantung ini mulai stabil.
"sebenarnya ada apa denganku?"
.
Hati ini tidak dapat dipisahkan darimu ketika pertama kali bertemu denganmu.
Siapa kau? kenapa kau datang tiba-tiba?
.
Kupandangi langit yang mengelilingiku...berwarna biru lembut yang bertaburan dengan warna putih kapas yang indah..sama seperti hatiku saat ini...yang merasakan keindahan yang berbeda saat bertemu dengannya.
'Deg!'rasa itu selalu datang lagi saat kubayangkan setiap detail wajahmu...aku tak suka dengan rasa ,disisi lain aku merasa nyaman dengan rasa ini. aku ingin bertemu lagi dengannya...aku ingin melihatnya tersenyum seperti waktu itu.
.
"Annyeong Minnieah..."ucap seseorang dari belakang saat aku masih menikmati rasa di hatiku ini.
Aku berbalik dan melihat .
"Annyeong Kyu..."Aku tersenyum padanya, dan kembali melihat langit disisi luar tempat kuliah kami.
"Kau kenapa?ada masalah tentang Hae lagi?mau cerita denganku?"tanya Kyu.
"Anni Kyu...hanya saja-"Aku menggantungkan kalimatku, takut dia tertawa mendengarnya..
"Hanya apa Sungmin? Ayolah cerita saja.."ucapnya sambil mengangkat kacamatanya yang sedikit turun dari tempatnya..
"Hmm...kyu...a...apakah kau percaya dengan cinta pada pandangan pertama?" Ucapku takut...aku sama sekali tak berani menatap matanya..
"Bagaimana ya?kadang aku percaya, tapi terkadang juga tidak...karna jika dipikir dengan logika, cinta pada pandangan pertama itu perlu tau asal usul..."ucapnya santai.
"Tapi, bagaimana jika tiba2 itu terjadi padamu kyu?bagaimana jika kau takbisa mengikuti logikamu itu..?"ucapku penasaran.
"Aku akan menjalaninya Minnie, selama itu nyaman bagiku dan tak mengganggu...lagi pula,aku sudah merasakannya sekarang."Ucap Kyu mengecilkan suaranya.
"Mwo?apa kau bilang tadi?aku tak mendengarnya !"ucapku meminta.
"Ya!tidak ada siaran ulang!"jawabnya dan pergi..aku hanya menatap punggungnya yang mulai menjauh.
.
Sungmin pov end
.
author pov.
Sungmin berjalan menuju apartemen seseorang, apartemen seorang namja yang menurut Sungmin masih sangat ia cintai...Donghae.
Sungmin begitu senang saat tahu hari ini Dongahe ada di apartemenya...dia berjalan seperti anak kecil yang sedang bermain ditaman...
.
.
Saat sampai dipintu apartemen Donghae, Sungmin memencet bel yang sudah di sediakan disamping pintu utama.
'Cekleek..'suara bunyi denyitan pintu.
Tapi, bukan ini yang Sungmin mau.
.
Seorang yeoja yang Sungmin tak kenal membuka pintu dan tersenyum manis...rambutnya yang teruarai panjang dan berwarna pirang yang menambah kecantikan sang yeoja.
"Annyeong...kalau boleh tahu anda mencari siapa?" tanyanya yang masih tersenyum manis pada Sungmin.
"Eeeer...apakah Hae ada sekarang?aku ingin bertemu dengannya..!"ucap Sungmin membalas senyuman sang yeoja tak kalah manis.
"Ah...anda temanya ya?Hae sedang mandi, tunggulah didalam...silakan masuuk.."ucap yeoja tersebut mempersilahkan Sungmin masuk.
"Go..gomawo..."ucap Sungmin masuk kedalam apartemen Donghae.
.
.
"Silakan duduk.." yeoja tersebut mempersilahkan Sungmin duduk dan pergi ke arah dapur.
.
.
.
Sungmin yang sedari tadi hanya melamun memikirkan siapa yeoja tadi, tersadar dengan suara pintu yang dibuka seseorang..refleks Sungmin berbalik dan melihat seorang namja yang dicarinya sedari tadi.
Donghae yang sedari tadi menglap rambutnya yang basah karena sentuhan air segar, melebarkan matanya melihat Sungmin yang ada di apartemennya sekarang.
"Mi...Min...nie?"
"Aa...annyeong Ha..hae.." Sungmin mencoba tersenyum, walau di hatinya berkumpul banyak pertanyaan yang menyesakkan hatinya.
"Mi...minnie..kau sedang apa di..disini?"ucap Donghae tergagap melihat Sungmin yang duduk di atas sofanya..
"Annii...aku hanya berjalan-jalan saja, dan berpaspasan dengan apartememu Hae, aku ingat kita sudah sangat jarang bertemu saat ini..."Jawab Sungmin mencoba mencari alasan.
"Ta...tapi..." Dongahe berusaha mencari alasan untuk menyuruh Sungmin untuk segera pergi.
.
"Ah!Hae, kau sudah selesai mandi?"Ucap seorang yeoja yang membukakan pintu untuk Sungmin tadi, sambil membawakan secangkir kopi hangat.
"Errrrr...iya Hyuk..!Hmm...aku ingin keluar sebentar, bisakah kau menungguku?Sebentar saja..bolehkan?" Donghae meletakkan handuknya dan mengambil baju yang siap ia pakai, sambil menunggu jawaban Eunhyuk.
"Boleh kok,tapi kamu ingin pergi kemana?" Eunyuk menatahp Donghae dengan tatapan yang heran dan bertanya-tanya.
"Anni...a..aku hanya ingin bicara sebentar dengan-" "-Minnie." Donghae melanjutkan kalimatnya yang sempat di gantungnya.
"Oo..Nde." Eunhyuk kembali ketempatnya semula, dapur.
.
Author pov end
.
Minnie pov
.
"Auw...Hae..sakiit..!" Hae mengenggam lengan tanganku erat..sangat erat sampai membebaskan bekas merah disana.
"Salahmu!Salahmu Minnie!kenapa kau pergi ke apartemenku tampa memberi kabar ha?kau ingin menguntitku?kau tak percaya padaku ha?" Hae melotot dan meninggikan suaranya.
Mendengar ucapan Hae, hatiku dikumpuli rasa curiga yang cukup besar."Memangnya kenapa Hae?apa kau tak senang aku ke apartemenmu?harusnya aku yang bertanya!Siapa yeoja tadi?yeojachingumu?selingkuhanmu?kenapa kau seperti ini padaku?!pada yeojachingumu haa?!" Ucapku kembali bertanya dengan suara yang serak, dan pandangan yang mulai kabur karena kumpulan air bening yang bertumpuk pada sela2 bola mataku.
Hae melebarkan bola matanya mendengar semua ucapanku.
Hatiku terasa sakit, tapi entah mengapa, tidak sesakit dulu...tidak sesakit yang pertama kali aku rasakan dulu.
"Anni Minnie...aku ngga pernah menduakanmu chagi...yeoja yang ada di aprtemenku itu, dia hanya teman kuliahku yang memang terbiasa pergi keapartemenku untuk membangunkanku...aku minta tolong padanya untuk membangunkanku...hanya itu Minnie..."Hae merendahkan nada bicaranya padaku, dan menjelaskan semuanya padaku..
Aku berusaha mempercayai omongannya walau sulit, karna ucapan Hae tadi tidak bisa kudapatkan dari tatapan matanya.
Minnie pov end.
.
Author pov
Dari jauh...dari tempat HaeMin, terlihat seseorang yang mempunyai rasa sakit yang mendalam, rasa sakit yang terpancar jelas dari raut wajahnya sekarang.
Rasa sakit dibohongi oleh orang yang dicintai, rasa sakit karna tidak dianggap oleh orang yang di yang telah terkait dengannya.
.
Kembali ke HaeMin
.
"Kau percaya padaku kan Minnie?" Donghae menatap Sungmin, berusaha untuk memberikan kepercayaan pada yeoja manis tesebut.
"...N...nde Hae...aku percaya padamu.." Sungmin tak berani menatap tatapan Donghae yang -seperti- memaksa seseorang untuk mempercayainya.
"Gomawo chagi..." Donghae memeluk Sungmin yang hanya mematung dalam pelukannya. "Hmm...kalau begitu aku pergi dulu, aku masih harus kuliah, bye chagi..." Donghae mencium pucuk kepala Sungmin sejenak lalu pergi.
Sungmin hanya menatap Donghae dengan tatapn tak percaya. Dia tahu, bahwa namja itu sedang menyembunyikan sesuatu.
.
Author pov end
.
Minnie pov
.
Aku berjalan menelusuru taman yang biasa aku tempati...haaah..tak tahu kenapa fisik dan hatiku sangat lelah seperti ini.
Hatiku ...yang tak tahu kenapa bisa merasa biasa-biasa saja pada Hae...
Jauh sebelum, aku bertemu dengan namja yang misterius itu...namja yang menggetarkan hatiku, namja yang membuatku gelisah, namja yang membuatku beralih padanya...
"Minnie-ah!"ucap seseorang dari belakang yang mengagetkanku.
"Ya!Kau tidak bisa menegurku dengan baik?!jantungku hampir copot Kyu!" Aku sedikit membentaknya yang sedang membawa buku-buku yang super duper tebal dengan susah payah.
"Mianhae Minnie-ah..hehehehe.."jawabnya nyengir 5 jari yang memperlihatkan deretan giginya yang putih..."Kau kenapa?apa soal Hae lagi?"lanjutnya.
Aku hanya mengangguk, sambil menekuk wajahku dan menatap lagiit cerah yang mengelilingi kami..
"Hey!ayo cerita padaku Minnie..."ucap Kyu sambil mengambil bukunya yang pertama.
"Anni Kyu..aku tak ingin selalu membebanimu.."ucapku mengalihkan pandanganku padanya..
"...Hmm...kalau begitu aku pergi dulu ya Minnie.." Kyu menutup bukunya dan mengambil buku-bukunya yang lain.
Aku hanya menatap Kyu dengan bingung dan penuh tanya.
.
Minnie pov end.
.
Author pov.
.
Sungmin menatap Kyuhyun dengan penuh tanya,karna sikap Kyuhyun yang sangat 'berbeda' dari yang biasanya.
berbeda?
Kyuhyun yang biasanya selalu memaksa Sungmin untuk menceritakan masalahnya, sekarang pergi begitu saja. Meninggalkan Sungmin.
Tapi semua pertanyaan dihilangkan dari benak Sungmin.
.
.
Lama Sungmin melamun menatap senja.
.
Tapi,menyadari ada seseorang yang menatapnya,menatapnya dengan penuh tanda tanya.
Seseorang yang membuat Sungmin salah tingkah.
Seseorang yang membuat jantung Sungmin berdetak dengan cepat.
Seseorang yang membuat jantung Sungmin melompat kegirangan.
Sungmin yang sedari tadi mempunyai perasaan yang bercampur, memilih untuk pergi dari suasana tersebut...suasana yang membuatnya menjadi gerah.
Tapi, sebelum Sungmin berdiri dari tempat duduknya, orang yang sedari tadi melihatnya berdiri lebih dahulu...menghampiri yeoja yang bertambah bingung,deg-degan dan salah tingkah.
Melihat itu semua, Sungmin melangkah pasti untuk pergi dari hadapan sang namja, yang makin menambah kecepatan langkah kakinya dan sangat terburu-buru.
Belum sempat beberapa langkah Sungmin melangkah, namja tadi sudah menggenggam lengan tangannya lembut...membuat jantung Minnie tak berhenti berdetak dengan cepat.
.
.
Sungmin yang sedari tadi diam, tak ada kata-kata yang keluar dari bibir plumnya...berbalik dan menatap namja itu dengan takut-takut.
"K...kau siapa?" ucap Sungmin yang gugup.
Namja tadi hanya menatapnya dengan tersenyum evil.
"Ya!jangan menyeringai seperti itu!aku merinding melihatmu!" Sungmin yang mulai sedari tadi memberanikan dirinya untuk berbicara normalpun akhirnya berhasil.
"Kau tak perlu tahu siapa aku, nona.."ucap namja itu melebarkan seringainya.
"Kalau aku tak boleh tahu siapa kau, jangan pernah menyentuhku.." Sungmin mengalihkan perhatianya pada lengan tangannya yang mulai perih karna di genggam oleh namja misterius ini.
"Upps...mianhae nona..."Namja tadi melepas genggamannya.
Tapi, namja tadi menggenggam tangan Sungmin lagi.
"Jika kau punya masalah ceritalah padaku, mungkin kita belum kenal, tapi, kau bisa percaya padaku...Minnie-ah.." Namja tadi sedikit berbisik mesra tepat di telinga Sungmin.
Membuat wajah Sungmin menjadi merah.
"Hmm...aku pergi dulu Minnie-ah..'cuup'"bisiknya lagi, mengecup pipi chubby Minnie mesra, dan tersenyum evil sekali lagi.
'Omoooo!dia tadi lakukan apa?dari mana dia tahu namaku?'Minnie memegang pipinya yang telah merona sedari tadi.
Kau tidak perlu tahu siapa aku.
Yang hanya perlu kau tahu, aku akan selalu berada di dekatmu.
Menjadi seseorang yang akan mengisi hidupmu.
.
.
TBC or END?
Review please?
