The Color of Love - Part 1
The Color of Love
Genre: Romance, angst
Cast: Yesung, Yamashita Erika, Kwon Yuri, Kyuhyun
Flashback
"Eomma! Appa! Aku pergi dulu ya." kata yeoja asal jepang, yamashita erika itu kepada orangtuanya ketika hendak pergi sekolah. Ia mengecup pipi appa dan eommanya dan langsung melesat keluar.
Erika memang bukan anak kandung orangtuanya. Erika merupakan orang jepang, namun diadopsi dan dibawa ke Korea. Kini Erika sudah duduk dibangku SMP, tepat kelas tujuh. Yeoja berambut panjang coklat ini sangat periang dan jago menari dan menyanyi. Memang sudah menjadi cita citanya untuk bergabung dengan idol group Korea.
"Erika! Jalannya pelan pelan saja!"
Erika menoleh. Rupanya tetangganya, namja gendut, jerawatan dengan kaca mata tebal yang bernama Cho Kyuhyun itu berusaha mengejar Erika. Kyuhyun tampak tergesa gesa, namun tidak mudah baginya untuk berlari cepat dengan tubuh sebesar itu. Tapi apa boleh buat, Kyuhyun adalah tetangga terdekatnya.
"ya! Cho Kyuhyun! Ppali! Kita sudah hampir terlambat!" Teriak Erika.
"arasseo..." balas kyuhyun yang masih berjalan cepat. Ini membuat Erika tidak sabar dan menghampirinya. Erika menarik tangan kyuhyun dengan paksa dan kyuhyun tampak tidak bisa mengikuti kecepatan Erika.
"chamkammanyo!" teriak kyuhyun sambil berusaha melepaskan tangannya. Erika tidak peduli dan terus menariknya. Apa boleh buat, Kyuhyun ini memang tidak bisa bergerak cepat.
"ppali! Pagi ini ada kelas menari! Aku tidak boleh ketinggalan!" teriak Erika.
Akhirnya kyuhyun menurut dan berusaha berlari secepat mungkin agar Erika tidak ikut terlambat.
"heh heh heh heh!"
"ya! Cho kyuhyun! Bagaimana bisa kau terengah engah hanya karena lari seperti itu! Dasar gendut! Diet sedikit!" teriak Erika saat sampai didepan kelas. Untunglah mereka datang tepat waktu. Tidak lama kemudian, seorang seonsaenim memasuki kelas.
"annyeonghaseyo seonsaenim!" seluruh murid menyapa serentak.
"annyeonghaseo." balas seonsaenim yang lalu melihat ke sekeliling kelas.
"hari ini cukup perkenalan saja ya. Toh baru hari pertama."
"ne!"
"dimulai dari kau!" kata seonsaenim sambil menunjuk Erika. Erika tertegun sejenak lalu berdiri.
"annyeonghaseyo. Joneun Yamashita Erika imnida. Bangapsumida." kata Erika singkat. Erika hendak duduk kembali, namun seonsaenim mereka menegur, "hobi? Cita citamu?"
"ah... Hobi ku menari dan menyanyi. Aku.. Ingin menjadi member idol group suatu saat nanti." kata Erika yang lalu tersenyum manis, terlihat kebanggaan namun ia tampak malu malu.
"joha. Selanjutnya."
"annyeonghaseo. Cho Kyuhyun imnida. Hobiku menyanyi... Dan cita citaku..." kata kyuhyun malu malu, ia malah senyum senyum sendiri sebelum mengatakan cita citanya."
"apa cita citamu?" tanya seonsaenim itu.
"ngg... Cita citaku... Menikahi Erika! Ya, Yamashita Erika!" teriak namja gendut itu bangga sambil tertawa. Erika hanya bisa menutupi wajahnya malu. Teman teman sekelas menertawai cita cita bodoh dan memalukan itu. Tapi bagi Kyuhyun, cita citanya itu sama sekali tidak memalukan, bahkan ia sangat antusias menyongsong hari terwujudnya cita citanya itu.
"ngg... Joha. Berhenti tertawa. Selanjutnya."
Setelah beberapa saat, namja yang ditunjuk itu tidak juga berdiri dan memperkenalkan diri. Ia malah duduk diam seakan tidak terjadi apa apa.
"ya! Kau!" panggil seonsaenim itu agak kesal. Tetapi namja itu sama sekali tidak bergeming, pandangan para siswa tertuju padanya.
Lama lama seonsaenim itu kesal sendiri, ia lalu meraih spidol disampingnya dan melemparnya kearah namja itu, namun namja itu menghindarinya begitu saja. Semuanya, termasuk Erika terkejut melihat kelakuan namja itu.
"ya! Neon! Saat guru sedang berbicara padamu, ini sikapmu?!" bentak seonsaenim itu. Namja itu perlahan bangkit dari tempat duduknya dan pandangan lurus kedepan.
"Yesung imnida. Hobi tidak ada, cita cita tidak ada." kata namja bernama Yesung itu.
"kau ini! Masih SMP saja sudah berlagak! Kau akan kulaporkan ke kepala sekolah!" ancam seonsaenim. Yesung kembali duduk dan tidak mengucapkan apa apa.
*bell rings*
Siswa siswi berhamburan keluar kelas untuk istirahat. Namun Yesung masih duduk mematung dikursinya. Kyuhyun langsung mengeluarkan bekalnya dengan antusias.
"kau bawa apa hari ini?" tanya Erika.
"jajangmyun, kimchi... Ramyeon, ddeokbokki." balas kyuhyun.
"waaah! Kelihatannya enak sekali..." kata Erika.
"kau bawa apa?" tanya kyuhyun namun erika hanya menggeleng.
"kalau gitu, nih, makan saja bekalku. Aku bawa dua sumpit kok." kata kyuhyun lalu tersenyum. Erika membalas senyumannya dan beralih memandang yesung. Erika berjalan mendekatinya perlahan, lalu menepuk pundaknya.
"yesung.. Ssi?" sapa yeoja imut berbadan kecil itu. Yesung menoleh sebentar, lalu kembali memalingkan wajah.
"waeyo? Kau tidak bawa bekal? Tidak bawa uang jajan ya?" tanya Erika ramah. Ia mengelus rambut pendek yesung, namun dengan cepat yesung mennyingkirkan tangan lembut yeoja itu.
"Erika ya! Biarkan saja, namja sombong itu!" teriak kyuhyun. Erika menoleh dan tersenyum lembut pada kyuhyun, lalu ia beralih lagi ke yesung. Ia menatap mata yesung. Mata itu mempunyai tatapan yang dalam dan tajam. Terkesan seram, tapi itu, itu yang pertama kali membuat Erika terpanah akan pesonanya. Yeoja itu tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kedua mata Yesung, seakan ia terhipnotis oleh pesonanya.
DEG DEG DEG
Erika langsung gugup saat Yesung memandangnya. Detak jantungnya berdegup tidak normal, terlalu cepat, takut terdengar oleh Yesung.
"jangan pedulikan aku." kata yesung dingin.
"ne?"
"jangan bicara padaku." ulangnya lagi.
"m.. Mwo?"
"kau ini tuli ya?" sahut Yesung ketus.
"aa... Arasseo..." balas Erika. Yeoja itu segera kembali duduk bersama kyuhyun, namun ia tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang gugup dan malu malu itu.
"waeyo, erika? Wajahmu merah sekali, kau sakit?" tanya kyuhyun yang lalu menyentuh dahi Erika untuk memastikan bahwa yeoja itu sehat sehat saja.
"a.. Aniya... Gwaenchana." kata Erika yang langsung menyantap ddeokbokki lezat itu. Kyuhyun juga ikut makan, bahkan lebih lahap daripada Erika.
-bel berbunyi-
"sekarang kita ada kelas apa?" tanya kyuhyun.
"ekskul!" jawab erika gembira dan bersemangat, "kau ambil ekskul apa?"
"hmm... Tidak ada ekskul main game ya? Kalau gitu kurasa.. Paduan suara saja." balas kyuhyun.
"Yay! Berarti kita satu ekskul! Aku juga ikut kelas padus, tapi ikut modern dance juga..." kata erika, ia melihat ke sekeliling ruangan dan mendapati ruangan itu hampir kosong. Siswa lainnya sudah pergi ke kelas ekskul masing-masing, tapi...
"yesung ah... Kau ikut ekskul apa?" tanya erika ramah.
"bukan urusanmu."
"ayolah... Jangan begitu. Kau tidak tahu harus ikut ekskul apa?"
"ani. Aku tidak mau ikut kegiatan apapun." balas yesung ketus.
"andwaeyo... Kita harus punya nilai ekskul. Kau tidak tahu itu? Atau... Kau ikut kami saja, ekskul padus." kata Erika sambil menarik narik lengan yesung.
"shiro." kata yesung tegas. Kyuhyun kali ini tidak tinggal diam. Dia mengangkat tubuh kecil yesung dipundaknya.
"jangan banyak omong, yesung ah. Ikut sajalah." kata kyuhyun. Erika tersenyum melihat yesung yang memberontak minta diturunkan.
Kelas padus cukup ramai. Hampir semuanya yeoja, karena itu melihat ada Yesung dan Kyuhyun yang merupakan namja, para yeoja melihat mereka dengan tatapan aneh.
"Baik. Pertama kita mulai seleksinya. Saya Baek Ji Young. Panggil saja Baek seonsaenim." kata seonsaenim cantik itu. Kyuhyun mengacungkan tangan.
"ada seleksi?" tanya kyuhyun.
"tentu saja. Saya tidak mau ada anak padus yang ikut ekskul ini hanya karena ekskul diwajibkan. Tapi karena mereka punya bakat." kata baek seonsaenim.
Erika menelan ludah dan menoleh kearah yesung dan berbisik, "yesung ah... Apa kau bisa bernyanyi?"
Yesung tidak menjawab dan malah buang muka. Satu persatu siswa mulai dipanggil, ada yang lolos, ada juga yang gugur.
"Cho Kyuhyun!"
"ne!"
Kyuhyun mulai bernyanyi dengan suaranya yang lembut dan menghangatkan hati. Baek seonsaenim tersenyum mendengar suara indah kyuhyun.
"tak kusangka orang gendut seperti mu punya suara bagus. Pass. Tapi ingat, kau harus diet!" kata baek seonsaenim. Kyuhyun kembali ke tempat duduknya, disamping erika.
"chukhae!" kata erika yang tersenyum lebar.
"Kim Yesung!"
Yesung berdiri dan berjalan kedepan, sedangkan Erika ketakutan sendiri ditempat.
"erika jeongmal baboya! Bagaimana kalau yesung tidak bisa nyanyi?! Kenapa kau memaksanya ikut padus sih!" kata erika dalam hati.
"namamu yesung? Wah... Nama yang menarik. Apa artinya?" tanya baek seonsaenim,
"art of voice."
"art of voice? Wah... Itu artinya suaramu pasti indah sekali ya? Yah... Kita lihat saja. Mulai."
Yesung menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia mulai menyanyikan lagu ballad berjudul The more i love oleh boohwal. Erika dan kyuhyun ikut mendengarkannya secara seksama.
Sekali lagi, mata erika tertuju pada namja dingin itu, tanpa bisa berpaling sedikit pun. Erika dapat merasakan apa yang yesung sampaikan melalui lagu itu. Seakan hanya ada dia dan yesung dalam kelas itu. Seakan yesung sedang bernyanyi untuknya seorang.
Baek seonsaenim memejamkan mata, dan setetes air mata keluar dari pelupuk matanya. Yesung memberikan jiwanya untuk lagu itu, menghayati dan membuat orang lain mengerti apa pesan pada lagu itu. Sungguh mengerikan art of voice itu.
"Kim Yesung... Orang yang menarik." puji baek seonsaenim. Erika ikut tersenyum, namun tidak seulas senyum pun oleh yesung.
Yesung kembali duduk ditempatnya dan diam seperti biasanya. Erika mendekatinya dan berkata, "kau hebat sekali! Aku suka suaramu, aku suka caramu bernyanyi. Tak kusangka kau hebat sekali!"
"erika, aku juga bisa lebih daripada dia!" sahut kyuhyun yang tiba tiba muncul dengan muka cemberut, namun Erika tidak menghiraukannya.
"yesung ah.. Rumahmu dimana? Nanti kami antarkan pulang deh." kata erika ramah tapi yesung tidak merespon sama sekali.
"erika yah... Aku tidak pernah bilang mau mengantarnya pulang loh." kyuhyun menyeletuk.
"yesung ah, kita berteman ya? Ya? Ya?" tanya erika sambil menyudutkan yesung. Mata mereka bertemu dan erika kembali tidak bisa melepaskan diri dari tatapan yesung.
"Yamashita Erika!" panggil Baek seonsaenim. Erika mengedipkan mata dan beranjak menjauhi yesung untuk seleksi.
"yamashita erika? Kau orang jepang ya?" tanya baek seonsaenim dan erika hanya mengangguk,
"baiklah. Mulai."
Erika mulai menyanyikan lagu jepang berjudul Only Human yang dinyanyikan oleh K, penyanyi asal korea yang tengah dalam kontrak di jepang. Suaranya indah dan lembut. Tanpa ia sadari, sebenarnya yesung memerhatikan penampilannya.
"joha. Pass." kata baek seonsaenim setelah Erika selesai menyanyi. Erika kembali ketempat duduk, tapi bukan disamping kyuhyun, tapi yesung.
"sedang apa kau disini?" tanya yesung ketus, bahkan tanpa memalingkan wajahnya kearah erika.
"kita teman, bukan?" sahut erika gembira.
"erika! Duduk disampingku saja!" panggil kyuhyun, tapi erika menggeleng dan kembali menatapi yesung.
"kita kenalan yuk? Aku erika." katanya, ia lalu menyodorkan tangannya untuk berjabaf dengan yesung.
"kau sudah tau namaku. Untuk apa kenalan lagi."
Erika menarik tangan yesung dan menjabatnya. Yesung terkejut, tapi sama sekali tidak menarik kembali tangannya.
"mulai sekarang... Teman selamanya." kata erika. Saat erika hendak melepas tangannya, ia sangat terkejut karena yesung malah menggenggam erat tangannya.
"tanganmu... Hangat sekali." kata yesung. Erika tertegun mendengar pengakuan namja itu.
'apa aku tidak salah dengar?' pikirnya.
Erika tersenyum lembut dan berkata, "mulai sekarang, tanganku akan selalu menemani tanganmu. Karena kita teman, iyakan?"
Yesung memandang wajah cantik yeoja yang ada dihadapannya itu dan mengangguk pelan.
Erika terkejut dan sangat gembira, bahkan ia sampai memeluk yesung.
"gomawo yesung ah!" bisik erika lalu melepaskan pelukannya.
-pulang sekolah-
"kyuhyun, sepulang sekolah aku ingin ke toko yang biasa kita kunjungi dulu. Aku ingin membeli hadiah untuk ulang tahun appa. Kau bisa menemaniku?" tanya erika sambil membereskan barang barangnya.
"yah... Harus hari ini? Pulang sekolah nanti kan aku ada les matematika." kata kyuhyun.
"ohya.. Aku lupa tiap hari senin kau les matematika... Kalau begitu kurasa aku harus pergi sendiri." kata erika murung dan menundukkan kepala.
"aku ikut!"
Erika dan kyuhyun menoleh bersamaan dan mata mereka membulat ketika melihat bahwa orang yang berkata 'aku ikut' barusan adalah yesung.
"jinjja?" tanya erika tidak percaya, namun yesung hanya mengangguk pelan.
"aaa! Gomawo yesung ah!" teriak erika girang. Yeoja itu segera menarik tangan yesung dan berlari keluar kelas. Kyuhyun menatap kedua orang itu, tampaknya dia cemburu melihat erika bersama yesung.
-di toko aksesoris-
"aku ingin membelikan appa dompet baru... Kira kira dia suka yang seperti apa ya?" kata erika, lebih kepada dirinya sendiri. Erika lalu melihat Yesung memandangi sebuah dompet kulit berwarna coklat tua.
"boleh kuberi saran?" tanya yesung.
"mhmm..."
"mungkin appamu akan menyukai yang itu." kata yesung sambil menunjuk dompet yang ia pandangi dari tadi. Erika meraih dompet tersebut dan melihatnya sejenak.
"cukup bagus. Bahannya bagus. Seleramu bagus juga." kata erika.
"pak, yang ini berapa? Tolong dibungkus ya. Aku beli satu." kata erika pada penjual toko. Erika dengan percaya diri langsung membeli dompet rekomendasi Yesung, entah mengapa ia percaya akan selera namja itu.
"yesung ah.. Gomapta." ujar erika ketika mereka keluar dari toko itu.
"waeyo?"
"menemaniku belanja.. Memberi rekomendasi. Gomawo." kata erika malu malu.
"ne.. Cheonmane." balas yesung singkat, "kalau begitu, aku pulang dulu ya."
"ah! Aku antar ya?"
"tidak perlu."
"gwaenchana. Rumahku juga kearah situ. Sekalian saja. Anggap saja ini ucapan terimakasihku sudah menemaniku, ya ya ya?" kata erika sambil tersenyum manis.
"ne..."
Setelah berjalan kurang lebih 10 menit, langkah yesung terhenti didepan sebuah rumah yang cukup besar, tetapi agak kumuh. Lalu sebuah tas besar, terlihat seperti travel bag dilemparkan dari dalam keluar. Lalu disusul dengan suara teriakan laki laki setengah baya, "pergi saja kau pelacur! Jangan pernah pulang!"
Lalu seorang wanita tampak ikut terdorong keluar secara paksa.
"ya! Dasar laki laki tukang mabuk! Kau yang harusnya pergi! Cari uang saja tidak becus!" teriak ahjumma itu.
"eomma!"
Erika tidak memercayai apa yang didengarnya barusan. Yesung berteriak memanggil ahjumma itu dengan sebutan eomma sambil berlari kearahnya. Erika yang tidak tahu apa apa ikut berlari menghampiri ahjumma itu, tetapi kemudian ia menghentikan langkahnya.
"eomma! Gwaenchana?" tanya yesung. Bukannya menjawab, ahjumma itu malah memukul keras kepala yesung.
"babo! Dasar anak tidak berguna! Berhenti lah sekolah dan jadi pengamen saja biar bisa cari uang! Sekolah malah buang uang tahu!" teriak ahjumma itu kasar. Ahjussi yang didalam rumah itu juga keluar dan menarik tangan yesung.
"kau ikut aku kedalam!" katanya, namun yesung bertahan ditempat.
"appa... Jangan jahat pada eomma." lirih yesung.
Erika menyaksikan sendiri bagaimana namja dingin itu menitikkan air mata. Sulit dipercaya, namun itulah yang terjadi.
"kau anak kecil tahu apa!" bentak ahjussi itu yang lalu menampar pipi kiri yesung.
"appa hanya tahu bagaimana caranya memukuli eomma! Apa itu lebih baik?!" kata yesung.
"kau ini anak kecil! Kau tahu tidak eomma mu ini kerja apa? Dia pelacur!"
"apa pun yang ia kerjakan, dia tetap eommaku... Pokoknya kalau appa mengusir eomma, aku juga akan pergi dengan eomma!"
"ya! Anak bodoh! Kalau kau ikut eomma kau hanya akan jadi beban! Kau ikut appa mu saja sana!" teriak eomma yesung.
Suasana antara ketiga orang itu menjadi hening dan sepi. Kemudian appa yesung berkata, "masuklah. Aku tidak akan mengusirmu."
Appa yesung masuk terlebih dahulu. Yesung kemudian segera membawa tas berisi pakaian eommanya dan menggandeng eommanya masuk.
Erika masih tertegun setelah peristiwa yang baru saja dilihatnya. Erika malah iba pada yesung yang harus menanggung hal semacam itu diusianya yang masih sangat muda.
Erika berjalan kembali kerumahnya dan bersiap siap untuk merayakan ulang tahun appanya. Namun begitu sampai didepan pintu rumah, erika mendengar appanya berteriak teriak dalam telepon.
"andwae! Andwaeyo! Kita tidak mungkin bangkrut! Gunakan semua uang perusahaan untuk menanam modal di perusahaan qing! Pasti untung besar! Saya sudah membaca sendiri dan menganalisa proposal perusahaan qing dan saya yakin proyek itu pasti sukses dan uangnya bisa digunakan untuk recovery dan membayar utang utang perusahaan kita! Yong Myung, lakukan apapun supaya perusahaan kita selamat!"
Erika tidak begitu mengerti dengan apa yang appanya bicarakan ditelepon, tapi dia tetap menguping sampai akhir pembicaraan. Setelah appanya selesai bicara, barulah dia mengetuk pintu dan masuk kerumah.
"appa... Saengil chukhae." kata erika lemas sambil menyodorkan kado yang baru saja ia beli tadi bersama yesung.
"gomawo, putri appa yang paaaaling cantik!" sahut appanya sambil menerima kado yang diberikan erika.
"erika kenapa? Kok lemas sekali?" tanya eomma.
"aniya eomma. Aku hanya agak kecapekan saja." jawabnya, masih dengan suara lemasnya.
"istirahat lah. Kita potong kue ulang tahunnya besok saja, tidak apa apa kan, appa?" kata eomma erika yang disusul dengan anggukan appa erika.
"gomawo, appa... Eomma." balas erika yang langsung berjalan menuju kamar. Masih mengenakan seragamnya, erika berbaring ditempat tidurnya. Dalam pikirannya, masih terbayang appa yesung yang mengusir eomma yesung, juga tangisan yesung.
-keesokan harinya disekolah-
Erika datang pagi sekali hari ini. Tas yesung sudah ada, tapi orangnya tidak ada.
"permisi... Lihat yesung tidak?" tanya erika pada salah seorang teman sekelasnya.
"sudah datang kok... Tapi barusan dia pergi lagi keluar kelas, tapi entah kemana."
"baru saja?"
"iya."
Erika segera keluar kelas dan mencoba mencari yesung, dan... Ketemu. Yesung sedang berjalan sendirian, tetapi bukannya memanggil, erika malah membuntutinya diam-diam. Erika kemudian melihat yesung pergi ke atap sekolah.
"jangan jangan dia... Mau lompat dari atas gedung?" pikir erika. Apa boleh buat, sesampainya diatap yesung memang berdiri sambil memandang kebawah, jadi wajar saja erika berpikir yang macam-macam.
"yesung ah! Andwaeeee!" teriak erika sambil berlari menghampiri yesung. Yesung menoleh kebelakang dan tampak kebingungan atas apa yang terjadi.
"waeyo?" tanya yesung.
"jangan lompat! Bunuh diri bukan solusi! Pasti ada jalan keluarnya! Karena itu kau jangan gegabah!" kata erika sambil terengah engah.
"lompat? Bunuh diri?"
Pada awalnya, Yesung sungguh tidak memgerti apa yang dimaksud yeoja itu, tapi sepertinya ia mulai paham.
"maksudmu aku berniat lompat dari sini untuk bunuh diri?" tanya yesung, erika cepat cepat mengangguk.
"maksudmu karena tidak tahan dengan keadaan orangtuaku, aku bermaksud mengakhiri semuanya dengan mengakhiri hidupku sendiri?" tanya yesung lagi. Erika pun mengangguk lagi.
Kali ini yesung tidak dapat menahan tawa dan malah menertawakan Erika terbahak bahak.
"wae?" gumam erika.
"kau ini ada ada saja! Memangnya aku gila? Tentu saja aku tidak pernah punya pikiran untuk bunuh diri!" kata yesung menjelaskan.
"jinjja? Lalu... Buat apa kau keatap segala? Lihat kebawah lagi... Membuatku khawatir saja." kata erika terus terang.
"aku suka... Saat angin sepoi sepoi meniup wajahku. Makanya aku kesini." sahut yesung. Yesung lalu duduk dengan menyandar ke railing. Erika pun ikut duduk disampingnya.
"kau sudah lihat semuanya ya kemarin?" tanya yesung tanpa memandang erika sama sekali. Erika mengangguk pelan, tidak berani menatap mata yesung.
"memang appa dan eomma ku tidak akur. Mereka selalu bertengkar. Appaku peminum berat dan penjudi. Uang yang eommaku dapat selalu dicurinya untuk modal judi... Makanya sering bertengkar."
"... Kemarin... Mereka tidak apa apa?" tanya erika ragu.
"ne. Syukurlah aku berhasil menghentikan pertengkaran kemarin. Apa boleh buat, aku sudah biasa menghadapi situasi seperti itu. Hahaha... Aku aneh... Kenapa menceritakan padamu?"
Yesung menunduk dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang kini telah dialiri air matanya. Erika tahu yesung sedang menangis, lalu dia menepuk pundak yesung.
"kurasa... Disaat seperti ini, namja juga berhak menangis." kata erika. Yesung pun mengangkat kepalanya perlahan dan bersandar dipundak erika.
"menangislah sepuasmu. Jangan ditahan terus." kata erika lagi.
-pelajaran musik-
Baek seonsaenim memasuki kelas dengan membawa setumpuk lembaran yang cukup tebal.
"anak anak. Ada yang harus saya beritahu hari ini." kata baek seonsaenim dan nada bicaranya membuat kelas tegang dan penasaran.
"SMentertainment membuka audisi bulan depan. Ada yang berminat?"
"WAAAAAA!"
"saya! Saya!"
"aku mau!"
"tenang dulu semuanya. Bagi yang berminat tolong ke depan ambil formulir." kata baek seonsaenim lagi.
Erika dan kyuhyun turut berdiri bersama murid murid lainnya dan menyerbu kedepan. Entah apa yang membuat Erika menoleh kebelakang dan.. Mendapati yesung duduk diam. Tampaknya yesung tidak berminat untuk memgikuti audisi itu atau semacamnya.
Setelah mendapat formulir, erika dan kyuhyun kembali ketempat mereka.
"cho kyuhyun. Kau ikut?" tanya baek seonsaenim sambil tersenyum jahil. Kyuhyun mengangguk.
"dengan badan seperti itu? Harusnya kau diet dulu." lanjut baek seonsaenim dan seisi kelas menertawakannya.
"oke.. Audisinya bulan depan. Kalian isi saja formulirnya, pengumpulan formulir paling lambat akhir bulan. Kalian bisa mengumpulkannya ke saya, atau langsung ke SME." kata baek seonsaenim.
-pulang sekolah-rumah kyuhyun-
"apa lebih baik aku tidak ikut saja ya?" kata kyuhyun ketika sedang mengisi formulir bersama erika.
"wae? Kenapa tiba tiba berpikir seperti itu?"
"habis... Aku ini gendut sekali. Aku rasa tidak akan lolos." jawab kyu.
"jangan begitu, kyu! Masih ada satu bulan! Aku akan membantumu diet deh! Asal kau jangan menyerah!" kata erika.
"go... Gomawo erika." balas kyu malu malu.
"tapi... Teknik vokalku masih kurang... Gimana ya?" kata erika.
"aku juga... Kurasa kita perlu seseorang yang bisa melatih kita secara intensif, bukan hanya seperti guru disekolah."
"betul juga... Tapi siapa?" tanya erika, lalu tiba tiba dia berkata lagi, "YESUNG!"
"mwo?"
"yesung! Tekniknya benar benar bagus sekali kan? Kurasa dia pasti bisa membantu kita."
"benar juga sih, tapi... Apa dia mau membantu?"
"dia kan teman kita! Pasti mau!"
-keesokan hari disekolah-
"mwo? Melatih vokal kalian untuk audisi? Ngg... Andwae." kata yesung blak blakan.
"jangan bicara begitu.. Kita kan teman. Bantulah." kata erika merengek rengek.
"aku sendiri bukan penyanyi profesional. Aku cuma pelajar seperti kalian. Aku rasa aku tidak akan bisa. Lagipula teknikku tidak sebagus yang kalian pikir kok."
"pleaseee..." kata erika lagi dengan jurus puppy eyes.
"... Arasseo! Ara! Jangan menatapku seperti itu lagi!"
"aaaa gomawo yesung ah! Saranghaeyo! Aaaa!" teriak erika kegirangan dan langsung memeluk yesung.
"mwo? Sa... Saranghae?" pikir yesung dalam hati.
"erika ya! Jangan peluk dia! Kau kan punyaku!" kata kyuhyun sambil menarik erika.
Sebulan penuh mereka jalani dengan latihan intensif menyanyi. Memang yesung bukan seorang guru, tetapi cara mengajarnya mudah diterima dan seru. Teknik vokal kyu dan erika semakin lama semakin baik. Mendekatnya tanggal audisi tidak lagi perlu dikhawatirkan karena semakin lama mereka semakin siap. Disamping itu, persahabatan antara ketiganya semakin erat. Bahkan kyuhyun berhasil menurunkan 8kilo berat badannya dan sekarang beratnya masih 90 kg. yah memang masih jauh sekali ke berat badan ideal, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali kan?
Tidak terasa sudah sebulan mereka lewati bersama. Hari itu hari audisi mereka, kurang lebih 2 jam lagi.
"kyu, ayo kita berangkat." kata erika.
"hah? Kan masih 2 jam lagi..." sahut kyu yang masih duduk didepan tv memainkan ps3 yang baru dibelinya.
"lah? Datang cepat tidak apa apa, yang penting tidak telat." balas erika.
"arasseo. Arasseo."
Tiba tiba ponsel erika berdering. Erika tersenyum melihat nama penelepon. Yesung.
"yeoboseyo yesung ah..."
"anu... Erika, aku tahu kau pasti sedang sibuk mempersiapkan untuk audisi... Tapi aku... Aku ada kabar gembira, dan ingin berbagi padamu... Mungkin setelah audisi?"
"jinjja? Tentang apa? Oke! Nanti setelah audisi kita ketemu ditaman biasa ya!" sahut erika girang.
"akan kuceritakan nanti sajalah. Gomawo. Hwaiting! Kau pasti bisa!" balas yesung.
Erika menutup teleponnya dan beralih ke kyuhyun yang ternyata masih main ps3nya itu.
"ya! Cho kyuhyun!"
"ne!"
-tempat audisi-
Akhirnya kyuhyun dan erika tiba juga di tempat audisi, gedung SME. Gedung SME adalah tempat impian erika. Dari dulu dia sudah mendamba dambakan menjadi salah satu artis dibawah naungan SME.
"Tiffany hwang!" salah seorang petugas memanggil nama tersebut untuk masuk ke dalam ruang audisi.
Erika mengamati yeoja bernama tiffany hwang itu.
'cantik sekali...' pikirnya.
Lalu erika menyaksikan penampilan tiffany melalui cctv yang disediakan. Yeoja bernama tiffany itu menyanyikan lagu Teenage Dream by Katy Perry. Suara tinggi indah tiffany mempesona erika. Tentu saja, tiffany lolos audisi.
'alangkah baiknya kalau aku bisa lulus juga dan jadi trainee disini. Lalu mengenal tiffany... Apalagi debut bersamanya.' pikir erika.
"Cho kyuhyun!" panggil petugas itu.
Kyuhyun tampak tegang, karena itu erika menepuk pundaknya dan memberinya semangat.
"kau bisa, cho kyuhyun! Hwaiting!" kata erika. Kyuhyun mengangguk dan masuk ke ruang audisi. Kyuhyun menyanyikan lagu that man by Baek Ji Young, gurunya sendiri disekolah.
"pass." kata juri utama.
"mwo? Pass? Yaaaaay!" teriak kyuhyun sambil melompat girang. Erika juga turut gembira untuk kyuhyun. Begitu kyuhyun berlari keluar, dia langsung memeluk erika erat.
"aku berhasil, erika! Aku berhasil!" teriak kyu.
"ne! Chukhaeyo!"
"Yamashita Erika." petugas itu keluar lagi dan memanggil peserta selanjutnya.
"erika? Dia memanggilku?" tanya erika.
"ne! Hwaiting erika!" kata kyuhyun bersemangat.
Erika berjalan masuk kedalam ruang audisi. Memang dia gugup, tapi tampaknya dia berhasil mengatasi rasa gugupnya dan menyanyikan lagu the more i love dengan sempurna.
'kalaupun aku gagal, aku tidak akan menyesal. Karena aku ingin menyanyikan lagu yang yesung nyanyikan. Dengan menyanyikan lagu ini saja, aku sudah puas.' pikir erika.
"pass."
Sebuah senyum mengembang diwajah erika. Kyuhyun yang menyaksikannya lewat cctv juga ikut melompat kegirangan. Kyu sudah bersiap untuk memeluk erika saat dia keluar dari ruang audisi sebentar lagi.
Erika segera berlari keluar ruangan sambil menelepon seseorang yang tidak lain adalah yesung sambil tersenyum. Kyuhyun langsung berlari ingin memeluk erika tetapi erika malah berlari melewati kyu dan keluar gedung. Tentu, erika berlari menuju namja yang telah mendapatkan hatinya.
Erika sudah sampai disebrang taman, tapi karena lampu lalu lintas masih menunjukkan warna merah, erika hanya bisa menunggu. Saking senangnya, erika tidak sadar bahwa kyu sudah membuntutinya dari tadi dan berada tepat dibelakangnya sekarang.
"yesung ah? Aku sudah ada disebrang taman loh!" kata erika dalam telepon. Yesung segera mencari cari sosok yeoja itu, dan tanpa berpikir apa apa lagi yesung menerobos lampu merah, dan...
"yesung awas!" teriak erika sambil berlari menyelamatkan yesung.
"teeeeet teeeeeeet!"
"bruk!"
TBC
By: shellemyang
Written by me 05.02 | ? 0 panda(s)
