The Color of Love - Part 2

The Color of Love - Part 2

Genre: romance, angst
Cast: Yesung, Yamashita Erika, Kwon Yuri, Kyuhyun

Writer's POV

"erika ya! Erika!" teriak kyuhyun yang langsung menghampiri erika yang kini terbaring berlumuran darah. Yesung yang sebelumnya didorong oleh erika menoleh. Yesung mengucek matanya berkali kali, tidak dapat memercayai apa yang dilihatnya.

Yesung menghampiri erika yang kini berada dalam pangkuan kyuhyun. Kepalanya mengeluarkan begitu banyak darah, begitu juga tangan dan kakinya. Melihat yeoja itu kini tak sadarkan diri, yesung mulai meneteskan air mata.

Orang orang disekitar mulai mengerumuni mereka dan membantu membawa Erika ke rumah sakit terdekat. Erika pangsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat. Beberapa orang yang ikut membawa erika ke rumah sakit membantu kyuhyun mencuci darah yang ada dibaju dan tangannya, walaupun tidak bisa sampai bersih sekali, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali. Begitu erika masuk ugd, pihak rumah sakit segera menelepon orangtua erika dan mengabarkan mereka tentang keadaan erika.

"ne, eommoni." kata kyuhyun mengakhiri pembicaraan dalam telepon. Yesung dan kyuhyun duduk didepan pintu ugd menunggu dokter keluar, tetapi tidak satu katapun keluar dari mulut mereka kepada satu sama lain. Masing masing sibuk dengan pikirannya sendiri.

Tidak lama kemudian, orangtua erika tiba dirumah sakit. Mereka tampak sangat panik dan khawatir.

"kyuhyun ah! Bagaimana keadaan erika?" tanya eomma erika.

"mollayo, eommoni... Dokter belum keluar sama sekali." kata kyuhyun, matanya sembab karena habis menangis.

"mianhae, kyu ah. Kau pasti ketakutan ya melihat erika ditabrak.. Bajumu sampai berlumuran darah begini." kata eomma erika sambil merangkul kyuhyun.

Pintu ugd itu akhirnya terbuka dan seorang dokter mengenakan masker keluar dari ruangan itu. Kyuhyun, yesung dan orangtua erika segera menghampiri dokter tersebut.

"dokter, erika bagaimana? Dia tidak apa apa kan dok?" tanya appa erika.

"erika ssi belum sadarkan diri. Lukanya cukup parah, tapi saya belum bisa menyimpulkan apa apa sebelum dia sadar. Dia memang sudah melewati masa kritisnya, tapi saya masih belum bisa memastikan apa apa."

"boleh kita melihatnya, dok?" tanya eomma erika sambil menghapus air matanya. Dokter itu mengangguk dan pergi.

Kyuhyun dan orangtua erika segera masuk, tapi yesung malah diam saja berdiri didepan pintu ugd, menangis; terisak.

'aku tidak pantas melihatnya, berada disampingnya. Aku hanya membuatnya celaka! Kim Yesung, kenapa kau lahir sebagai orang yang tidak berguna?' gumam yesung yang perlahan mulai beranjak meninggalkan tempat itu.

Sementara itu, eomma erika segera duduk disamping erika dan mengelus dahi yeoja yang sedang berbaring tak sadarkan diri itu. Tatapannya lembut, penuh kasih sayang dan sangat mengkhawatirkan putrinya itu.

Kepala erika diperban cukup tebal. Eomma erika lalu berkata, "erika ya... Kenapa kau jadi begini? Bukankah eomma selalu mengajarkanmu untuk selalu hati hati dijalan? Bahwa kau tidak boleh menyebrang saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah." lirih eomma erika. Air mata yang tadinya sudah berhenti mengalir kini kembali membasahi wajahnya.

"eommoni... Sebenarnya... Aku... Aku tahu keseluruhan kecelakaan itu!" kata kyuhyun yang berdiri diujung tempat tidur erika sambil menahan tangis.

"mwo?" tanya appa dan eomma erika secara bersamaan. Kyuhyun menunduk, ia tampak ragu apakah dia harus memberitahukan kebenarannya kepada orang tua erika atau tidak.

"apa maksudmu kyu?" tanya eomma erika, kali ini bangkit dari kursi dan menyudutkan kyuhyun.

"ngg... Itu... Sebenarnya Erika sama sekali tidak lalai, eommoni." kata kyuhyun ragu.

"lalu bagaimana bisa dia sampai tertabrak?" tanya appa erika yang malah ikut-ikutan menyudutkan kyuhyun.

"eommoni, abonim lihat namja berbadan kecil yang ada didepan ruang ugd tadi?" kata kyuhyun dan kedua orangtua erika mengangguk.

"dia itu teman kami, namanya yesung. Sejak hari pertama dia sudah dekat sekali dengan kami berdua, terutama dengan erika. Bahkan dia membantuku dan erika berlatih teknik vokal untuk ikut audisi SMEntertainment..."

"lalu?"

"lalu... Setelah selesai audisi, erika pergi menemui yesung, tanpa sadar aku membuntutinya. Saat yesung asal menyebrang dan hampir tertabrak, erika malah menolong yesung. Dia mendorong yesung dan malah jadi erika yang tertabrak." kata kyuhyun melanjutkan.

"erika ya! Neomu babo!" teriak eomma erika histeris sambil memukul kaki erika yang tertutup oleh selimut. Appa erika mendekati erika dan menggenggam tangannya.

"erika... Cepatlah bangun." kata appa erika. Tiba tiba appa erika merasakan tangan erika yang tengah digenggamnya bergerak.

"erika ya? Erika?"

"waeyo?"

"erika bergerak! Tangan erika bergerak!" jawab appa erika antusias.

"mwo?"

Eomma erika dan kyuhyun segera menghampiri erika dan mengelilinginya. Ternyata benar apa yang dikatakan appa erika! Perlahan, erika mulai membuka kedua matanya.

"erika! Erika! Kau sudah sadar!" teriak eommanya senang. Kyuhyun pun menghela napas lega.

"eom... Eomma kah?" tanya erika.

"ne! Geurom! Erika ya! Kau ini benar benar membuat appa eomma mu ini khawatir tahu! Lihat! Kyuhyun juga! Matanya sampai sembab begitu karena panik!" kata eomma erika. Erika tersenyum.

"eomma... Nyalakan lampunya. Gelap sekali. Aku ingin melihat eomma, appa dan kyuhyun." kata erika. Tentu saja perkataan erika tersebuf membuat eomma-appanya dan kyuhyun kaget. Apa maksudnya dengan "nyalakan lampunya"? Padahal lampunya sama sekali tidak mati.

"maksudmu apa sih erika? Kau ini senang sekali membuat orang lain khawatir sih! Sudahi bercandamu! Tidak lucu!" balas eomma erika. Erika tampak kebingungan dan tidak mengerti apa yang eommanya bicarakan.

"erika ya?" eomma erika berusaha memanggil putrinya sambil melambai lambaikan tangannya didepan wajah putrinya, namun erika tidak berkedip sama sekali. Ini membuat semua orang kaget. Eomma dan appa erika langsung bertemu pandang. Kemudian eomma erika berkata, "kyuhyun ah, tolong panggilkan dokter ya."

Kyuhyun mengangguk dan berlari keluar ruangan untuk mencari dokter yang menangani erika, setidaknya suster lah. Tidak lama kemudian, dokter dan dua orang suster memasuki ruangan dan dokter itu memeriksa keadaan Erika.

"orangtua erika ssi, bisa ikut saya ke ruangan?"

Appa dan eomma erika pergi ke ruangan dokter sementara kyuhyun menemani erika, menyuapinya bubur.

"kyuhyun ah... Kenapa gelap sekali?" tanya erika. Bahkan kyuhyun sepertinya sudah tahu apa yang terjadi pada erika.

"ne. Rumah sakitnya mati lampu... Sebentar lagi juga nyala." sahut kyuhyun.

"kyuhyun, aku bosan disini terus... Ingin jalan jalan."

"geurom. Ayo, kubantu."

Kyuhyun membantu erika turun dari tempat tidur dan mendudukkannya dikursi roda.

"wae? Kenapa harus pakai kursi roda? Aku kan bisa jalan sendiri." kata erika.

"tapi ini sangat gelap, nanti kau terjatuh. Kau kan masih sakit, tidak boleh makin sakit." balas kyuhyun. Erika tersenyum dan mengangguk. Kyuhyun membawa erika jalan jalan keliling rumah sakit.

Sementara itu, eomma dan appa erika pun ikut shock setelah mengetahui kebenaran pahit yang harus mereka terima. Erika kini kehilangan penglihatannya.

Masih terbayang perkataan dokter itu dalam benak orangtua erika.

"pada kecelakaan itu, erika mengalami benturan yang cukup keras, sehingga matanya tidak bisa melihat lagi. Kita harus melaksanakan donor mata untuk mengembalikan penglihatannya."

Appa dan eomma erika berjalan kembali keruang rawat erika. Namun mereka hanya menemukan catatan yang ditinggalkan kyuhyun bahwa kyuhyun membawa erika jalan jalan sebentar.

"appa! Kita harus segera melakukan operasi itu! Kita harus segera menemukan donor mata yang cocok untuk erika!" kata eomma erika sambil menarik narik lengan baju appa erika.

"yeobo... Sebenarnya... Se... Sebenarnya, sejak beberapa bulan yang lalu, sudah terjadi masalah dalam keuangan kantor... Perusahaan terbelut utang ratusan juta won."

"mwo?"

"sebulan yang lalu aku menanamkan saham untuk suatu proyek.. Awalnya aku yakin proyek itu pasti sukses dan bisa menutupi utang utang perusahaan, tapi... Developer proyek itu malah... Melarikan diri."

"mwo?! Maksudmu... Keluarga kita bangkrut...?"

Dengan enggan appa erika mengangguk. Kedua orangtua itu menangis, namun tiba tiba pintu ruangan terbuka.

"eomma... Appa...?"

Alangkah terkejutnya pasangan itu ketika mendapati erika dan kyuhyun lah yang memasuki ruangan. Tampaknya mereka sudah berada disitu dari tadi. Itu artinya juga mereka sudah mendengar semuanya.

"aku.. Buta?" tanya erika. Eomma erika menghampiri putri semata wayangnya itu dengan air mata yang mengalir deras membasahi wajahnya. Eomma erika memeluk erika erat dan menangis.

"erika ya... Jangan khawatir. Eomma dan appa pasti akan mencarikan uang untuk biaya operasi donor matamu!"

"eomma jangan berbohong! Aku sudah dengar... Perusahaan bangkrut kan?" tanya erika lagi, walaupun sebenarnya dia tidak ingin mendengarnya.

"tapi erika, bagaimana pun juga eomma dan appa pasti akan berusaha mendapatkan uangnya. Jangan khawatirkan masalah uang." kata appa erika.

Kyuhyun yang berdiri dibalik kursi roda erika pun ikut menangis.

'erika ya, aku pasti akan mendapatkan uang. Aku akan jadi penyanyi terkenal yang bisa membiayai pengobatanmu, menghidupi mu. Aku akan bertanggung jawab atasmu.' kata kyuhyun pada dirinya sendiri.

"yeobo, erika. Kita harus kabur dari korea! Para debt collector pasti akan datang dan menyita seluruh harta appa. Karena itu, lebih baik kita gunakan harta yang masih ada untuk kabur saja." kata appa erika.

"kita mau kabur kemana, appa?" tanya eomma erika.

"appa rasa... Jepang mungkin?"

Tiba tiba handphone appa erika berbunyi.

"yeoboseyo?"

"benar ini orangtua dari Yamashita Erika?" tanya orang disebrang telepon itu.

"ne. Waeyo?"

"kami dari pihak SM entertainment. Kami turut berduka atas musibah yang baru saja menimpa putri bapak dan ibu, Yamashita erika. Namun saya disini ingin mengabarkan pembatalan kontrak antara SME dan erika."

"mwo? Wae?"

"saya rasa tidak perlu saya sebutkan alasan pembatalan kontrak ini, karena saya tidak ingin mengingatkan kesedihan ini kepada bapak dan keluarga. Terima kasih atas waktunya."

Setelah menutup telepon, appa erika memandang erika, matanya tak lagi bisa membendung air matanya.

"erika ya..."

"wae.. Waeyo, appa?" tanya erika sambil terisak.

"appa tidak ingin menambah kesedihanmu, tapi... Appa rasa kau berhak tahu..."

"appa! Jangan bertele tele. Cepat katakan!" eomma erika mendesak.

"SME... Membatalkan kontrak denganmu."

_

-7 tahun kemudian-

~You better run run run run run
Deoneun mot bwa geodeocha jullae
You better run run run run run
Run run run run
run)
Nal butjabado gwanshim kkeodullae Hey
Deo meotjin naega dweneun nal gapajugesseo itji ma
You better run run run run run You better run
run run~

Namja itu tidak berhenti memandangi televisi yang menampilkan music video girlband Girls' Generation tadi malam. Matanya hanya tertuju pada seorang member girlband itu, bahkan ia sama sekali tak mampu mengedipkan mata.

"Chukhaeyo." ucap namja itu lalu mematikan televisi dan pergi membawa gitarnya keluar.

"kyaaaaa! Yesuuuuung!"

"lihat! Yesung oppa!"

"oppa saranghaeyooo!"

Teriak puluhan yeoja yang telah datang untuk melihat penampilan yesung. Yesung terlihat tenang seperti biasanya. Kali ini dia membawakan lagu Because I Miss You oleh CNBlue.

Suasana kafe malam itu ramai sekali. Penonton melambaikan tangannya seraya yesung menyanyikan lirik lagu itu.

Sudah dua tahun yesung menjadi penyanyi di kafe dekat rumahnya itu. Tidak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan penggemar. Dalam waktu dua bulan saja, tidak sedikit orang yang mendatangi kafe itu tiap malam hanya demi melihat yesung.

Yesung kembali berubah menjadi namja dingin yang membangun perisai agar tidak ada orang yang dapat menembusnya. Setelah kejadian tujuh tahun yang lalu, yesung tidak mau lagi memercayai siapa siapa. Didunia ini tidak ada yang bisa dipercayai. Bukan, lebih tepatnya, dia tidak mau melukai orang lain lagi. Yesung seperti kembali lagi ke cangkangnya, menutup dirinya untuk siapapun.

Tapi, dibalik itu, dia selalu memerhatikan member SNSD itu. Kadang, memandanginya dan meneteskan air mata. Sungguh sakit hati yesung melihatnya.

-dorm SNSD-

"yuri ah. Kita makan dulu yuk."

Yuri menoleh dan mendapati tiffany sedang menunggu jawabannya.

"makan dimana?" tanya yuri.

"aku punya kafe langganan, tapi sejak kita masuk trainee, aku sudah tidak sempat kesana lagi. Mumpung ada free time, temani aku ke sana ya?"

"oke, eonni. Member yang lain ikut juga?"

"jangan. Kalau kita bersembilan kesana, lebih besar kemungkinannya kuta dikenali walaupun menyamar."

"betul juga. Oke. Kajja eonni." balas yuri.

Tiffany dan yuri malam itu menyelundup keluar dorm. Yah, lebih baik mereka pergi diam diam, karena kalau member yang lain tahu, kemungkinan mereka akan menanyai tiffany dan yuri.

"waah! Kafenya keren eonni! Dekorasinya unik..." kata yuri sambil melihat sana sini.

"geurom! Sudah berapa tahun ya aku tidak kesini? Rasanya kangen sekali..." sahut tiffany yang langsung melihat panggung yang dikerumuni banyak penonton.

"wah, yuri, kita datang pada saat yang tepat! Ada penyanyinya tuh... Penyanyi baru, sepertinya? Aku belum pernah melihatnya." kata tiffany lagi.

Tiffany dan yuri ikut turun dan membaur dengan penonton lainnya. Berdesak-desakan, dorong-dorongan. Yuri sebenarnya sangat tidak menyukai tempat seperti, tapi apa boleh buat. Dia tidak mau kalau nantinya malah dikerumuni fans kalau ketahuan bahwa dia adalah Yuri SNSD.

Lama kelamaan yuri pun mulai bisa menikmati suasana. Suara penyanyi itu khas, husky. Yuri sangat menyukainya, dan sepertinya ia sudah terbawa suasana. Yuri tidak bisa melepaskan pandangannya dari yesung.

End of writer's pov

Yesung's POV

Napasmu tercekat saat aku melihat wajahnya. Wajah yang sudah sudah lama sekali tidak kujumpai. Saat aku melihatnya kembali, aku baru sadar betapa aku merindukannya, senyumannya. Senyumnya membangkitkan kembali segala kenanganku bersama yeoja itu.

Kenapa dia bisa ada disini? Untuk apa? Apa dia masih mengingatku? Kenapa dia tersenyum melihatku? Kenapa dia terus memandangku? Kenapa yeoja ini harus membuatku terperangkap dalam pikiranku sendiri?

Saat itu aku tahu aku tidak bisa mundur lagi. Mungkin memang takdir mempertemukan kami lagi, tidak bisa dihindari. Inilah saatku menghadapi kenyataan. Walaupun aku tahu dia mungkin membenciku, tapi aku tidak bisa menghindarinya lagi.

End of Yesung's POV

Writer's POV

Tanpa sadar, yesung balas memandang yuri. Namun sayang, yuri tidak menyadarinya sama sekali. Yuri mengira bahwa itu hanyalah kebetulan bahwa yesung sedang memandang kearah sana.

Semua penonton bertanya tanya mengapa tiba tiba yesung mulai meneteskan air mata, dan suaranya mulai berubah parau. Yesung mulai melangkah ke tepi panggung.

"aaaaaa!" tiffany pun ikut menyoraki kepopuleran yesung.

Semua yeoja senang sekali yesung berjalan mendekat. Suasana cafe itu malah menjadi seperti suasana konser. Semua histeris melihat yesung.

Yesung terus menerobos penonton yang mengeluh eluhkan namanya. Air mata yesung terus mengalir saat perlahan dia mempersempit jarak antara dirinya dengan yuri.

Yuri menunduk saat yesung kini berada tepat didepannya. Semua hadirin terpaku pada yesung, terkesima oleh pesonanya. Mereka tentu iri pada yeoja yang berada dihadapan yesung.

"ya..." lirih yesung sambil mengelus pipi yuri lembut. Yuri malah menghindar dan tetap menunduk. Apa boleh buat. Dia tidak boleh sampai ketahuan, atau semuanya akan tersebar dimedia.

Yuri menepis tangan yesung dan meninggalkan keramaian itu. Tiffany cukup kaget, dan tentu saja dia sama sekali tidak mengerti dengan tindakan yuri barusan, terutama yesung.

"apa yuri mengenal penyanyi itu?" pikir tiffany.

Yesung menatap yuri pedih, sedangkan orang orang yang mengerumuninya hanya terdiam menyaksikan kejadian itu.

Tiffany segera menyusul yuri dan mendapati yuri berjalan cepat meninggalkan kafe. Tiffany menarik tangan yuri.

"kau mengenalnya?" tanya tiffany, tapi yuri menggeleng.

"jinjja? Tapi kenapa tadi dia menyentuh pipimu? Tatapannya juga..." lanjut tiffany.

"molla, eonni. Aku sama sekali tidak tahu dia. Mungkin dia salah mengenaliku." sahut yuri.

"kau yakin kau tidak berbohong?"

"eonni tidak memercayaiku?"

"aniya... Maksudku, kalau kau memang tidak mengenalnya, untuk apa kau menghindarinya seperti itu?"

"eonni ya... Bukankah hal itu sudah jelas? Kan aku tidak mungkin membongkar penyamaranku! Aku yakin kau mengerti kenapa aku tidak boleh memperlihatkan wajahku.. Apa kau mau koran meliput kita?"

"aaah.. Geuraeyo? Mianhae, yuri ah..."

Sementara itu, disekitar fish market, seorang yeoja sedang berjalan menyusuri toko satu persatu.

"nona, kau sedang cari apa?" tanya penjual ikan.

"aniya, eommoni.. Aku tidak berbelanja. Aku hanya ingin jalan jalan saja." sahut yeoja itu.

Yeoja itu berdiri dibantu dengan sebuah tongkat dan menggunakan kacamata hitam. Yeoja itu buta, dan tidak lain adalah Erika, Yamashita Erika.

Tepat 7 tahun yang lalu Erika meninggalkan korea dan pindah ke jepang bersama keluarganya untuk menghindari penagih utang. Namun setahun yang lalu dia sudah kembali ke seoul. Kini dia tinggal disebuah rumah kecil bersama orangtuanya. Hanya kyuhyun lah satu satunya temannya.

-dering handphone-

Erika meraba celananya dan mengeluarkan handphonenya dari kantong celananya.

"yeoboseyo...?"

"erika ya! Aku diterima!" teriak orang disebrang telepon itu gembira. Erika mengenali siapa pemilik suara bass itu. Siapa lagi kalau bukan sahabatnya, kyuhyun?

"bukan... Maksudku... Aku akan debut! Kurang lebih dua bulan persiapan, aku akan bisa debut!" teriak kyuhyun lebih kencang. Erika tersenyum lembut. Dia turut senang untuk kyuhyun, tapi... Sedih rasanya. Rasanya baru kemarin dia mempunyai impian yang sama dengan kyuhyun, audisi bersamanya, bahkan lolos bersama. Tapi kini menjadi artis korea sudahlah mustahil baginya. Bisa tetap bernapas dan berjalan kini sudah lebih dari cukup.

"kyuhyun ah... Chukhaeyo."

"tapi dua bulan ini aku akan cukup sibuk, tapi aku tetap bisa sering menemuimu kok! Tenang saja." kata kyuhyun lagi.

"gwaenchanayo. Jangan pedulikan aku."

"erika ya... Aku janji, kalau nanti aku sudah debut, aku pasti akan membawamu ke SM dan menemui idolamu, Tiffany Hwang."

"gomawo, kyuhyun ah... Tapi, kau kan tidak tahu tiffany?"

"ngg.. Memang... Tapi kan bisa cari tahu nanti. Itu masalah gampang lah! Lagipula, girls' generation kan baru debut, jadi wajar saja kalau aku tidak hafal wajah wajah mereka."

"arasseoyo! Ngomong ngomong, kau akan debut di boyband apa?"

"super junior... Super junior sudah debut tahun lalu, tapi katanya aku akan bergabung dengan mereka."

"ahh... Geuraeyo? Kalau begitu... Hwaiting!"

-SNSD dorm-

Sudah seminggu berlalu dari saat yuri bertemu yesung di cafe itu. Memang dia agak ragu menemui yesung lagi, karena perlakuan yesung padanya waktu itu, tetapi yuri sungguh penasaran tentang yesung itu. Selain suaranya yang khas, yuri juga ingin tahu kenapa yesung memperlakukannya seperti itu. Lagipula, tatapan yesung benar benar tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, tapi yuri sangat menyukai bagaimana cara yesung menatapnya.

Yuri tahu seharusnya dia lebih hati-hati, tapi apa boleh buat, dia tidak bisa menekan rasa penasarannya. Karena itulah dia datang lagi ke cafe itu, tentu saja dengan penyamaran.

"ngg... Ahjussi... Penyanyi yang waktu itu dimana?" tanya yuri sambil berusaha menyembunyikan wajahnya dari pekerja di cafe itu.

"ah, dia... Ada di backstage."

"boleh aku bertemu dengannya? Aku temannya..." kata yuri.

"lalu aku kakaknya..." gurau pelayan itu, "nona, siapa yang akan percaya dengan omong kosong begitu? Saya sudah biasa menghadapi orang orang seperti anda."

Yuri tahu ini salah, tapi dia benar benar tidak bisa menunda hal ini lagi. Dia harus segera bertemu yesung.

"ini aku, yuri snsd." kata yuri sambil sedikit mengangkat topinya. Pelayan itu tampak terkejut.

"yuri ssi! Ini benar anda? Boleh saya minta tandatangan?"

"ne." balas yuri sambil menandatangani kertas menu yang dipegang pelayan itu.

"jangan sampai ada yang tahu aku disini ya. Gamsa."

Yuri segera melangkah menuju belakang panggung, dan dilihatnya seorang namja duduk termenung. Yesung. Yuri tidak mengerti apa yang membuatnya begitu tertarik pada Yesung, tapi yesung benar benar telah merebut hati yeoja itu.

"annyeong... Haseo..."

End of writer's POV

Yesung's POV

Aku melihat wajah gadis itu lagi. Sungguh aku merindukannya dan yang membuatku terkejut adalah fakta bahwa kini dia ada dihadapanku, memanggilku.

"..."

"annyeonghaseo." ulang yeoja itu.

"mwo?" tanyaku tidak percaya. Apa maksudnya? Aku tidak salah dengar, kan? Barusan dia menyapaku dengan 'annyeonghaseo'?

"neon... Ani, maksudku... Namamu siapa, kalau aku boleh tahu?" tanyanya formal dan sopan.

"ya!" bentakku tidak sabar. Aku tidak mengerti kenapa dia bersikap seperti ini padaku? Setelah bertahun tahun kami tidak bertemu, dia malah berpura pura tidak mengenalku sama sekali.

"wae...?" tanyanya lagi.

Aku tak lagi bisa menahan perasaan dalam hatiku, kerinduanku padanya dan akhirnya memeluk yeoja itu erat sekali, seerat mungkin, seakan akan aku tak akan melepaskannya lagi.

Aku bisa merasakan tangannya yan mencoba mendorongku dan menjauhkanku, tapi aku tidak mau mengalah lagi dan tetap memeluknya erat.

"aku yesung! Aku tahu kau tak mungkin melupakanku! Karena itu aku mohon jangan berpura pura seakan kau tidak mengenalku!" teriak yesung.

"apa... Maksudmu sih? Aku tidak mengerti..." sahutnya. Aku kesal dan melepaskan pelukanku dan menciumnya dengan paksa.

Tapi aneh... Aku merasa aneh pada gadis ini. Apa dia? Harusnya memang dia, tapi... Hatiku mengatakan itu bukan dia. Mungkin mataku merasa familiar dengannya, tetapi hatiku merasa asing padanya.

Aku mulai merasa yeoja itu membalas ciumanku. Lidahnya menjulur masuk kemulutku.

Memang, awalnya aku yang inisiatif duluan, tapi... Bukan ini. Bukan perasaan ini yang kucari.

End of Yesung's POV

Writer's POV

Yesung melepaskan ciuman itu dan yesung tahu bahwa yuri kini tidak berani menatap matanya. Tampaknya yuri agak malu, atas apa yang dilakukannya barusan.

"ngg..."

"erika... Kan?" tanya yesung.

Yuri yang sejak tadi menunduk kini menatap yesung, kaget.

"erika..?" tanya yuri, yang masih menatap yesung kebingungan. Yesung pun menatap yuri dalam, menunggu jawaban yang keluar dari mulut yeoja itu.

"ne... Aku erika." sahut yuri, "tapi... Di SNSD aku menggunakan stage name Kwon Yuri."

Wajah yesung langsung berbinar dan dia tersenyum lebar.

"aku tahu... Aku tahu kau erika..." balas yesung agak ragu, "... Bogoshipoyo... Jeongmal."

Tiba tiba seorang pelayan muncul dan berkata, "yesung ssi. Giliranmu."

Yesung mengangguk dan berkata, "erika ya... Aku naik dulu ya. Kalau mau, kau tunggu disini saja."

"aniya... Aku pulang saja dulu. Aku masih ada urusan, tidak apa apa kan?"

"arasseo. Jalja."

Yuri tersenyum pahit melihat yesung naik panggung.

'yuri babo ya! Kenapa berbohong!' katanya dalam hati.

Yuri termenung sejenak, lalu menarik napas dalam dan beranjak meninggalkan cafe dan pulang ke dorm SNSD. Banyak member yang menanyakan ia pergi kemana malam malam begitu, tapi yuri sama sekali tidak berani bercerita, kecuali pada tiffany. Yuri memanggil tiffany ke kamarnya dan menceritakan semua yang terjadi antaranya dan yesung di cafe tadi.

"mwo?! Kau bilang dia salah mengenali orang?" tanya tiffany kaget, sedangkan yuri hanya mengangguk pelan.

"kurasa begitu... Dia memanggilku erika." sahut yuri sambil menundukkan kepala.

"dia salah orang, itu bukan masalah besar, tapi... Masalahnya adalah kenapa kau jadi berbohong dan mengaku jadi orang lain sih, yul! Kau tahu kan itu salah?" kata tiffany geregetan.

"arayo, eonni! Tapi... Aku juga tidak tahu kenapa aku malah jadi bohong. Habis... Tiba tiba saja mulutku berkata seperti itu. Aku juga tidak tahu mengapa..." balas yuri. Tiffany malah menghela napas mendengar jawaban dongsaengnya itu.

"kalau begitu, kau harus segera menjelaskan semuanya, yul..."

"tapi aku tidak mau, eonni! Entah kenapa... Entah kenapa aku merasa tidak akan bisa berjumpa dengannya lagi jika dia tahu dia sudah salah orang, dan aku tidak mau hal itu terjadi..."

"tapi, lama kelamaan hal ini pasti terbongkar! Kalau kau ingin tetap berada disisinya, justru kau tidak boleh terus membohonginya! Maksudku, apa menurutmu dia mau dibohongi olehmu? Kalau nantinya dia tahu dari orang lain, bisa bisa dia akan membencimu."

"memang... Aku tahu, eonni. Tapi apa boleh buat kan... Lagipula aku sudah membulatkan tekad untuk memberitahunya secepat mungkin kok... Aku akan menemuinya dan memberitahukannya."

-Keesokan harinya-

Jarang jarang kyuhyun bisa meluangkan waktu di tengah jadwalnya yang sibuk itu untuk mengajak erika jalan-jalan. Untuk keluar dorm sehari saja sulit sekali untuk mendapat izin.

"Erika, kau mau eskrim? Di sebrang jalan ada eskrim favoritmu." kata kyuhyun.

"jinjja? Tentu saja aku mau!" kata erika antusias.

"tapi... Bagaimana kalau kau tunggu disini saja? Aku saja yang menyebrang dan membelinya, habis... Banyak sekali mobil." kata kyuhyun ragu ragu. Tampaknya kyuhyun takut menyinggung erika.

"arayo, kyu. Jangan lama lama ya." kata erika yang disusul senyumnya.

Kyuhyun segera menyebrang untuk membeli eskrim rasa strawberry, favorit erika. Erika bersandar pada dinding sebuah bangunan dan menunggu kyuhyun.

Erika tersentak ketika dia merasakan seseorang meraih dan memeluknya.

"erika ya...?"

TBC
By: shellemyang

Written by me 07.37 | ? 0 panda(s)