The Color of Love - Part 3
The Color of Love - Part 3
Cast: Yesung, Yamashita Erika, Kwon Yuri, Kyuhyun
Writer's POV
"erika ya...?"
Erika terbelalak mendengar suara yang tidak asing itu berbisik ditelinganya. Tangan Orang itu membelai rambut erika. Sungguh familiar. Erika sudah mengira ngira siapa orang itu, tapi kalau dia pikir pikir lagi, rasanya tidak mungkin juga.
"ye... Yesung...?" tanya erika ragu ragu. Namja itu segera melepas pelukkannya. Itu Yesung, sungguh yesung.
"erika... Aku merindukanmu, sangat..." lirih yesung dengan air mata membasahi wajahnya.
"bagaimana... Kau tahu ini aku?" tanya erika.
"seperti bagaimana kau mengenaliku... Bahkan tanpa tahu wajahku yang sekarang, kau tahu siapa aku. Itu karena aku yakin bisa mengenali orang orang yang kusayangi." sahut yesung sambil tersenyum bahagia. Namun yesung tidak tahu bahwa dalam waktu tujuh tahun, semuanya bisa berubah... Tidak... Dalam satu jam, siapapun bisa kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Harta, sahabat, penglihatan...
"... Begitukah? Ngg... Senang bertemu denganmu lagi, yesung ah." kata erika sambil memaksakan seulas senyum.
"lalu bagaimana kabarmu selama ini, erika? Kemana saja kau? Apa yang terjadi setelah kecelakaan itu? Kenapa kau harus mengorbankan dirimu sendiri hanya untuk meno..."
Belum sempat yesung menyelesaikan perkataannya, muncullah seorang namja yang mereka kenali juga. Kyuhyun. Dia baru saja kembali membeli eskrim.
"nuguya?" tanya kyuhyun. Tampaknya kyuhyun sama sekali tidak mengenali yesung, begitu juga sebaliknya. Yesung sama sekali tidak mengenali kyuhyun lagi.
"kyuhyun ah... Ini yesung." kata erika ragu ragu. Tentu saja muncul banyak sekali pertanyaan dalam benak erika.
'apa reaksi kyuhyun melihat yesung? Apakah dia akan marah padanya? Apa kyuhyun masih ingat pada yesung ya? Apa yesung juga masih ingat padanya?' pikir erika dalam hati.
"ye..sung?" ucap kyuhyun terbata bata. Matanya membulat ketika mendengar erika menyebutkan nama itu. Tampaknya kyuhyun masih terlalu kaget untuk berjumpa kembali dengan yesung. Entah apa yang akan dilakukan kyuhyun terhadap yesung, mengingat yesung lah penyebab kebutaan erika.
"kyuhyun ah... Lama tidak berte..."
Sebelum yesung dapat berkata lebih lanjut, kyuhyun mendaratkan sebuah pukulan keras diwajah yesung sampai yesung tersungkur.
"kyu... Kyuhyun ah... Jangan begitu." kata erika membela yesung. Bagaimanapun erika ingin menolong yesung, tapi dia tetap saja tidak bisa melihat apa apa.
"kyuhyun..." lirih yesung yang lalu bangkit, "waeyo...?"
"kau masih tanya kenapa?! Kau masih berani muncul dihadapan erika?! Urat malu mu sudah putus atau bagaimana sih! Hidup erika baik baik saja sampai bertemu denganmu! Kau ini hanya bawa sial untuknya!" teriak kyuhyun.
"mwo? Apa maksudmu?" tanya yesung tidak mengerti.
"gara gara kau..."
"kyuhyun, cukup! Tidak perlu dilanjutkan!"
"gara gara menyelamatkan kau, erika jadi tidak bisa melihat!"
Suasana menjadi hening sesaat, namun yesung terus memandang kyuhyun, tidak percaya akan apa yang didengarnya.
"apa... Maksudmu?" tanya yesung. Yesung sangat berharap bahwa apa yang didengarnya barusan tidak benar, tentu semua orang juga mengharapkan hal yang sama... Tapi itulah faktanya.
"kau tuli ya?" kata kyuhyun. Bukannya lelah memarahi yesung, tapi kyuhyun sesungguhnya sudah berusaha untuk tidak mengungkit masalah itu lagi. Tapi apa boleh buat.
"tidak... Tidak mungkin erika buta. Aku baru menemuinya beberapa hari yang lalu di cafe tempat ku bekerja dan dia sehat! Iya kan erika?" sambung yesung.
"kau ini gila ya? Erika buta karena kecelakaan 7 tahun yang lalu! Karena kau!" balas kyuhyun.
Yesung masih tidak bisa percaya dengan apa yang terjadi. Walaupun takut menerima kenyataan, Yesung melambaikan tangannya didepan erika, dan erika tidak mengedip sama sekali. Saat itulah yesung merasakan jantungnya hampir berhenti berdetak. Bagaimana tidak? Dia membuat yeoja itu celaka.
"kau lihat?" kata kyuhyun. Namun yesung malah terisak, tanpa menjawab apa apa. Erika, walaupun tidak bisa melihat apa apa, malah ikut menangis. Yesung perlahan berlutut dihadapan erika, memegangi kaki erika dengan tangannya yang gemetar.
"mianhae..." lirih yesung.
"kajja." kata kyuhyun yang menarik tangan erika, yesung pun melepaskan erika begitu saja. Erika juga tidak menolak kyuhyun yang membawanya pergi. Yesung mulai menghapus air matanya. Air mata tidak ada gunanya. Dia sudah mempelajari hal itu sejak lama.
-SNSD concert-rehearsal-
"girls! Ayo kita lanjutkan latihannya!" kata instruktur dance SNSD.
Semua SNSD members berdiri dan segera menuju panggung. Tapi, tiba tiba yuri menarik lengan tiffany.
"eonni... Aku ke toilet dulu sebentar deh... Aku ingin buang air kecil." kata yuri.
"ne, yul." balas tiffany.
Lalu tiba tiba instruktur dance itu kembali dan berkata, "ppali! Kita harus cepat!"
"yul, kau tidak jadi ke toilet?" tanya tiffany yang melihat yuri malah ikut menuju panggung.
"gwaenchana, eonni. Aku bisa tahan, kok." balas yuri disusul senyum tipis yang disunggingkannya. Kemudian para member SNSD melakukan gladiresik untuk konser mereka besok. Bagaimanapun juga, besok adalah konser pertama mereka. Itulah sebabnya besok sangat penting bagi mereka. Apapun yang terjadi, perjuangan mereka bagaikan untuk meraih konser besok itu. Karena itu, semua member berlatih sekeras mungkin, agar dapat memberikan yang terbaik besok.
Mereka melakukan latihan lagu utama repackage album mereka, run devil run. Bagi yuri, lagu ini cukup spesial. Dia sangat menyukai tarian run devil run. Gerakan yuri sangat sempurna dan tajam.
"aw!" teriak yuri yang tiba tiba terjatuh saat latihan.
"ya! Kwon yuri! Gwaenchana?" tanya pelatih mereka. Yuri hanya mengangguk sambil memegang perutnya.
"kau ini harus lebih hati hati. Jangan sampai besok kau terjatuh seperti itu. Lagipula saat aku mengamatimu dilatihan, gerakanmu sudah sangat bagus. Hanya perlu latihan lebih banyak lagi." sambung pelatih mereka.
"aniya... Aku hanya... Menahan buang air kecil."
"mwo? Kau ini babo ya? Kalau ingin buang air kecil, ke toilet lah dulu! Jangan ditahan begitu!"
"gamsahamnida." balas yuri yang segera berlari kearah toilet. Tiffany yang melihatnya hanya tersenyum sambil menggeleng geleng.
-malamnya-cafe-
Yuri kembali menginjakkan kakinya di cafe tempat yesung bekerja itu. Tampaknya dia kembali untuk bertemu dengan yesung.
Yuri membungkukkan badannya sedikit untuk menyapa pelayan yang waktu itu diberinya tandatangan. Kali ini yuri dapat memasukki backstage dengan mudah. Seperti terakhir kali melihat yesung, kali ini yuri menemui yesung yang tengah duduk di backstage sambil membereskan barang-barangnya. Tampaknya dia baru selesai perform dan akan segera pulang.
End of writer's POV
yesung's POV
Aku menengok saat melihat bayangan seseorang dilantai. Rasanya aku seperti melihat gadis itu. Gadis yang ku celakai. Tapi gadis yang kali ini berdiri dihadapanku adalah gadis normal, dengan kedua mata yang berfungsi dengan baik, tanpa tongkat yang diperlukan untuk menuntunnya.
"yesung ssi?" sapa yeoja itu. Aku benar benar tak tahu bagaimana seharusnya aku merespon. Sungguh aneh rasanya. Dua gadis yang berwajah mirip, dengan kapabilitas yang berbeda, dan perasaan yang berbeda.
"kau... Sebenarnya siapa?" tanyaku ragu ragu, walaupun aku sama sekali tidak berani menatap matanya.
"yesung ssi, mianhae... Aku berbohong padamu waktu itu. Aku kwon yuri, member idol group snsd. Aku bukan erika yang kau maksud. Maaf membuatmu salah paham. Waktu itu, kau salah paham dan aku ingin segera memberitahumu bahwa kau salah orang, tapi... Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya padamu. Tapi aku tahu cepat atau lambat kau akan tahu, karena itu kupikir lebih baik kalau aku memberitahumu, daripada terus membohongimu... Mianhae." kata yuri. Tetapi diluar dugaan, tak satu katapun yang keluar dari mulut yesung. Yesung tampak tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"jangan tanya aku kenapa aku membiarkanmu menciumku... Apalagi aku membalas ciuman itu, karena aku juga tidak tahu jawabannya... Sesungguhnya aku masih bertanya tanya kenapa aku juga membiarkanmu salah paham padaku... Dan satu satunya alasan yang terpikirkan adalah... Aku ingin tetap disisimu." sambung yuri lagi. Namun, yesung tetap diam membatu.
"yesung... Ssi?" tanya yuri.
"aku sudah tahu."
"mwo?"
Yesung menarik napas panjang dan mengembuskannya lagi. Lalu ia berkata, "aku sudah tahu kau bukan erika. Kini aku sudah tahu aku salah orang."
"maksudmu... Kau tahu aku ini yuri?"
"ne. Karena itu, aku minta maaf, karena sudah salah paham, dan melakukan sesuatu yang tidak seharusnya kulakukan padamu." kata yesung sambil bangkit dari kursinya dan hendak bergegas.
"chamkammanyo!"
Yesung menghentikan langkahnya tanpa berbalik badan. Mungkin dia terlalu malu untu berhadapan dengan yuri atas apa yang diakukannya waktu itu.
"ngg... Aku... Aku tidak keberatan." kata yuri sambil menunduk.
"apa maksudmu?" tanya yesung. Yuri berpikir sejenak lalu menarik yesung dan menyentuh wajah yesung dengan kedua tangannya.
"aku... Tidak keberatan... Kalaupun kau menganggapku sebagai orang lain. Aku tidak apa apa..." sambung yuri. Yesung dan yuri saling memandang dalam keheningan itu. Akhirnya yuri pun mengambil inisiatif duluan, dia mulai mendekatkan wajah yesung dengan wajahnya, dan mulai memejamkan kedua matanya. Yesung masih terlalu kaget melihat apa yang hendak dilakukan yuri. Bibir mereka semakin mendekat, namun...
"mianhae." kata yesung sambil melepaskan tangan yuri dari wajahnya.
"wae...?"
"aku tidak bisa melakukannya." kata yesung tegas.
"m... Mwo?"
"aku mengakui aku pernah salah orang. Karena melakukan hal yang tidak pantas padamu, aku minta maaf, tapi bukan berarti setelah itu, lalu aku jadi menyukaimu atau punya perasaan padamu..." balas yesung tegas.
"ngg... Jadi maksudmu..."
"jika aku membuatmu salah paham karena tindakanku... Maaf, aku hanya bisa berkata maaf. Aku sama sekali tidak bermaksud melukaimu atau membuatmu salah paham. Sama sekali."
Yuri terdiam sesaat lalu mengangguk berkali kali. Ia tersenyum, namun sebenarnya dia menangis didalam senyumannya.
"boleh... Aku bertanya satu hal?" tanya yuri tanpa menatap yesung.
"waktu itu... Bagaimana kau bisa... Salah paham padaku? Ngg... Maksudku, kenapa kau bisa salah orang? Kenapa mengira aku ini erika?"
"kau dan erika... Sangat mirip. Kalian sangat mirip. Bahkan seperti saudara kembar... Kalian terlalu mirip. Bahkan kalau bukan model rambut, cara bicara... Dan kapabilitas kalian... Mungkin aku... Masih tidak akan bisa membedakan kalian." sahut yesung terus terang.
"apa maksudmu? Kapabilitas?"
"erika... Aku sudah mengenalnya sejak dulu. Tapi, karena kecelakaan... Dia kehilangan penglihatannya."
"geuraeyo?" tanya yuri tidak bisa menerima kenyataan.
"mianhae. Aku harus pergi menemuinya sekarang." kata yesung yang lalu meraih tas ranselnya dan beranjak pergi. Yuri masih terlihat kesal.
'apa kau bilang? Jadi intinya kau menolakku untuk seorang gadis buta yang mirip denganku? Yang benar saja! Dasar namja bodoh! Kau pasti akan menyesali keputusanmu itu!' pikir yuri dalam hati. Lama kelamaan rasa penasaran pun membakar hati yuri. Dia segera berlari keluar, mencari cari sosok yesung. Tentu, yuri melihat bayangan yesung di tempat motor. Yuri segera menyalakan mesin mobilnya dan membuntuti yesung. Yesung sama sekali tidak terlihat curiga ataupun tahu bahwa ada yang membuntutinya saat itu. Setelah perjalanan yang cukup jauh, akhirnya yuri melihat yesung menghentikan motornya didepan sebuah rumah besar, lalu memandangi dinding depan rumah itu yang bertuliskan 'Chen'. Rumah itu dulu adalah rumah erika. Tapi erika memang sudah tidak tinggal disana. Sejak dia kehilangan erika, dia sering sekali mendatangi rumah itu, namun tetap saja 'Chen' lah marga keluarga yang tinggal dirumah itu. Itu artinya, kini rumah itu adalah rumah orang lain. Yesung juga sudah berkali-kali mencoba menemui kyuhyun yang rumahnya disebelah rumah lama erika. Memang keluarga kyuhyun masih tinggal disana, tapi sejak 7 tahun yang lalu, kyuhyun sudah menjadi trainee SME, dan hampir tidak pernah lagi pulang kerumah.
Tiba tiba sesosok namja tinggi keluar dari rumah sebelah. Yesung sungguh tidak bisa memercayai apa yang dilihatnya. Kyuhyun! Itu kyuhyun. Tidak salah lagi.
"kyuhyun!" teriak yesung, dia sungguh lega melihat kyuhyun lagi. Tapi, tidak dengan kyuhyun. Kyuhyun tampak tidak senang melihat yesung datang dan menemuinya.
"untuk apa kau datang kesini!" kata kyuhyun geram.
"aku... Ingin menemui erika. Apa... Kau tahu dimana dia tinggal sekarang...?" tanya yesung ragu ragu. Dari awal, yesung tahu betul kyuhyun tidak akan mungkin memberitahukannya semudah itu. Yesung tahu persis seperti apa bencinya kyuhyun padanya.
"kau kira aku akan memberitahumu? Berani beraninya kau muncul setelah mencelakakan erika!" bentak kyuhyun yang segera menarik kerah baju yesung. Yuri yang daritadi bersembunyi dibalik pohon pun segera berlari untuk melindungi yesung.
"ya! Lepaskan!" teriak yuri pada kyuhyun. Kyuhyun pun terkejut saat melihat yeoja itu. Wajahnya benar benar mirip dengan erika. Tentu saja kyuhyun masih mengira dirinya bermimpi.
"kau... Siapa?" tanya kyuhyun terbata bata sambil perlahan melepaskan kerah baju yesung.
Sebelum yuri atau yesung dapat menjelaskan apapun, sesosok yeoja dengan tongkat muncul dari dalam rumah. Yesung segera mengenal siapa yeoja itu.
Kyuhyun dan yurilah yang paling terkejut. Bagaimana bisa ada orang dengan wajah yang benar benar mirip? Bahkan bisa dibilang sama.
"ada apa... Kyuhyun ah?" tanya erika tidak tahu apa apa.
"erika..?" tanya kyuhyun, yesung dan yuri bersamaan. Ketiganya mempunyai alasan masing-masing untuk terkejut hanya karena melihat erika.
"kyuhyun ah... Ada apa? Ada siapa?" tanya erika lagi.
"ngg... Aniya. Tidak ada siapa siapa, kok. Ayo, kuantar pulang." kata kyuhyun mengalihkan pembicaraan, tapi lalu yuri memotong perkataan kyuhyun, "chamkammanyo."
Erika agak kaget mendengar suara yang agak asing ditelinganya itu. Erika mulai bertanya tanya, siapa sebenarnya itu. Yuri berjalan cepat menghampiri erika dan berdiri tepat didepannya.
"nugu ya?" tanya yuri agak ketus.
"ha? Apa?" tanya erika tidak mengerti. Yesung yang melihat hal ini segera menengahi mereka dan berkata, "biar kujelaskan semuanya, ne?"
"yesung? Yesung kan? Itu kau, kan, yesung?" tanya erika.
"ne. Na ya." balas yesung.
Walaupun agak keberatan, kyuhyun tidak punya pilihan lain selain membiarkan yesung dan yeoja yang belum dikenalnya itu masuk kerumah kyuhyun untuk mendiskusikan masalahnya. Apa boleh buat, erika memaksa untuk membiarkan mereka menjelaskan, selain itu, kyuhyun juga penasaran tentang siapa yeoja yang mirip dengan erika itu.
"jadi maksudmu, kau tidak tahu kenapa kau bisa mirip denganku?" tanya yuri kesal.
"ngg... Kurasa... Aku tidak tahu." sahut erika sambil menyunggingkan sebuah senyuman manis. Tangan erika mulai meraba wajah yuri perlahan, namun dengan sangat hati hati.
"apa yang kau lakukan sih!" kata yuri.
"aniya... Aku... Hanya membayangkan. Bagaimana mungkin ada seseorang dengan wajah yang sangat mirip denganku... Jika saat ini aku busa melihat, aku ingin tahu betapa baiknya itu. Pasti sekarang aku seperti sedang bercermin." kata erika tulus.
"cih! Jangan salah paham ya! Kau kira aku mau disamakan denganmu? Yang benar saja." sahut yuri, "jawab jujur ya... Sebenarnya... Jangan jangan kau itu operasi plastik hanya untuk punya wajah yang mirip denganku?"
"ani... Aniya. Aku tidak pernah melakukan operasi plastik! Apalagi untuk hal seperti itu." jawab erika cepat.
"jinjja? Hmm... Kalau begitu... Kenapa kau bisa punya wajah mirip denganku ya?"
"aku juga tidak mengerti... Tapi, kau bilang siapa tadi namamu?"
"yuri! Kwon yuri! Masa kau tidak tahu sih! Aku ini kan member SNSD!" teriak yuri kesal. Sementara kedua gadis itu berbincang-bincang, yesung dan kyuhyun hanya duduk diam mendengarkan mereka berdua. Tentu saja mereka juga bingung. Bahkan, terlintas dalam pikiran mereka kalau yuri dan erika itu sebenarnya adalah saudara kembar. Ya, apalagi mengingat erika memang anak adopsi.
"kalau begitu, aku mau pulang dulu. Takutnya nanti member lain mengkhawatirkanku." kata yuri sambil bangkit.
"ne, yuri ah... Nanti... Ngg, boleh aku minta tolong padamu? Sedikit saja..." ujar erika.
"tentang apa?"
"kalau kau sudah sampai di SNSD dorm... Tolong sampaikan salamku pada tiffany ya. Bolehkah?" tanya erika sambil tersenyum.
"ara. Aku pergi dulu."
Yuri segera meninggalkan rumah itu dan kembali ke SNSD dorm. Memang sudah malam sekali saat dia tiba, tapi sebagian member SNSD masih bangun.
"yuri ah, darimana saja kau?" tanya tiffany yang tiba tiba muncul dihadapan yuri.
"eonni ya... Ngg aku... Baru saja pulang dari rumah teman. Aku sangat merindukannya, karena itu aku meluangkan waktu sebentar untuk menemuinya..." sahut yuri.
"ah, begitu." kata tiffany, "yasudahlah. Ayo cepat tidur. Besok konser pertama kita. Kita harus jaga kesehatan."
"eonni!"
"wae?"
"ngg... Ani.. Aniya."
Yuri segera melepas sepatunya dan bergegas kedalam.
'untuk apa aku menyampaikan salam gadis itu untuk tiffany eonni? Tiffany eonni kan tidak kenal dia. Nanti kalau aku menyampaikannya dan fany eonni malah bertanya siapa dia, aku harus menjawab apa? Masa aku harus menjawab bahwa dia adalah fans fany eonni yang buta dan punya wajah yang mirip denganku? Memalukan sekali!' kata yuri dalam hati.
-keesokan harinya-
"aaaaaa"
"yuri ah! Waeyo?" teriak para member snsd yang menghampiri yuri yang sedang kesakitan di tempat tidurnya.
"molla, eonni. Perutku sakit sekali... Sejak aku bangun, perutku sudah sakit sekali. Eottoke?" lirih yuri.
"aduh bagaimana ini... Kau bisa bangun?" tanya taeyeon.
"akh... Berat sekali rasanya badanku ini, eonni. Sakit sekali perutku." sahut yuri sambil meremas bajunya.
"kita... Kerumah sakit saja, eonni?" tanya yoona.
"tapi... Bagaimana kalau nanti dilihat sone? Mungkin mereka akan khawatir. Kurasa... Lebih baik kalau kita telepon dokter dan menyuruhnya kesini saja? Mungkin itu lebih baik." usul si maknae.
"kurasa lebih baik seperti itu. Apalagi yuri kesakitan sekali." kata taeyeon.
_
"aku tidak bisa memastikannya kalau yuri ssi tidak melakukan pemeriksaan langsung di rumah sakit." kata dokter itu.
"geuraeyo?" tanya taeyeon, "yuri ah, eottoke? Kau mau coba kerumah sakit? Kau bisa jalan?"
"ngg... Ne, eonni."
-dirumah sakit-
"hmmm... Kurasa kau tak mungkin ikut konser malam ini. Keadaanmu tidak memungkinkan." kata dokter sambil memandangi layar komputernya.
"apa maksudnya?" tanya yuri khawatir.
"berdasarkan hasil pemeriksaan, ada batu di ginjal mu. Mungkin disebabkan karena kurangnya air minum, atau bisa juga karena buang air kecil yang tidak teratur."
Yuri, tiffany dan taeyeon terdiam sesaat. Yuri pun mulai meneteskan air mata.
"yuri ah, uljima." kata tiffany.
"eonni ya... Ini konser pertama kita, tapi aku malah tidak bisa ikut... Eottoke?"
"gwaenchana, yuri ah. Aku yakin sones pasti akan mengerti, malah mendoakan agar kau cepat sembuh. Jangan khawatir. Yang penting sekarang adalah kau harus segera sembuh." balas taeyeon.
"yuri ssi... Sepertinya batu ginjal anda sudah cukup lama. Harusnya anda sudah sering merasakan gejala-gejalanya. Seperti sakit perut.." sambung dokter itu.
"ngg... Sebenarnya... Iya." jawab yuri jujur, "lalu bagaimana dok?"
"ginjal anda sudah sangat membengkak. Kalaupun batu ginjal anda diangkat, ya tidak bisa berhenti pembengkakannya. Ginjal anda harus diangkat. Tapi masalahnya..."
"andwae yo!" teriak yuri.
"waeyo, yuri ah?" tanya tiffany.
"aku... Saat kecil... Aku mengalami gagal ginjal... Dan ginjal kananku sudah diangkat, karena itu... Tidak mungkin ginjal kiriku juga harus diangkat." sahut yuri.
"ne, yuri ssi. Anda membutuhkan donor ginjal yang cocok secepatnya. Atau kondisi anda akan terus memburuk." kata dokter itu, "untuk sementara, ada baiknya kalau anda berhenti dulu melakukan kegiatan menari seperti biasanya. Perut anda malah akan terasa lebih sakit saat anda banyak bergerak."
"tapi itu juga tidak mungkin, dok. Saya kan harus latihan."
"tapi itu bisa memperburuk kondisi kesehatan anda. Karena itu, jika anda ingin lebih cepat bisa menari lagi, anda harus segera menemukan donor ginjal yang cocok."
_
Malam itu konser snsd, tapi tentu saja yuri tidak bisa ikut. Jadi apa boleh buat, yuri hanya bisa berdiam diri di dorm. Tapi bagaimanapun juga, sendirian didorm itu cukup membosankan. Akhirnya yuri memutuskan untuk jalan-jalan sendiri. Tampaknya dia memang ingin mengunjungi suatu tempat. Ya... Cafe itu lagi. Cafe tempat yesung bekerja.
"apa kabar?" sapa yuri yang lalu duduk disebelah yesung. Yesung menoleh sejenak, lalu kembali terfokus dengan pikirannya sendiri.
"kau tidak tampil hari ini?" tanya yuri, tapi yesung hanya menggeleng.
"waeyo?"
"aku hanya ingin istirahat saja."
"geurae?"
Yesung sama sekali tidak menghiraukan yuri. Yang ada dibenaknya hanyalah seorang yeoja, erika. Namun, lamunannya buyar ketika dia melihat yuri terjatuh kebelakang. Yuri kini tergeletak dilantai dan yesung segera memanggilnya.
"yuri ssi?"
Saat itulah yesung tahu yuri pingsan. Tentu saja, dengan panik dibawanya yuri kerumah sakit.
TBC
By: shellemyang
Written by me 03.35 | ? 0 panda(s)
