The Color of Love - Part 5
The Color of Love - Part 5
Genre: romance, angst
Cast: Yesung, Yamashita Erika, Kwon Yuri, Kyuhyun
Writer's POV
-dirumah sakit-
"kyuhyun ah! Kyuhyun ah! Erika bagaimana? Dia baik baik saja?" kata eomma erika yan baru tiba panik.
"dokter sedang memeriksanya, eommoni." sahut kyuhyun lemas.
Tiba tiba dokter keluar dari unit gawat darurat.
"dokter, erika bagaimana? Dia baik baik saja kan?" tanya eomma erika.
"dia sudah sadar dok?" appa erika menambahkan.
"ne. Dia sudah sadar. Lukanya tidak menusuk terlalu dalam. Jangan khawatir. Dia baik baik saja kok." kata dokter itu. Eomma, appa erika tampak lega, begitu juga kyuhyun.
Mereka bertiga pun masuk ke unit gawat darurat untuk melihat erika. Kyuhyun tenang sekali melihat erika terjaga. Seperti apa yang dikatakan dokter, tampaknya erika baik baik saja.
"erika ya! Bagaimana sih kau ini! Ada ada saja... Eomma khawatir sekali padamu, kau tahu!" kata eomma erika yang memeluk erika erat.
"eomma, mianhae..."
"erika, kenapa kau bisa ada dirumah sakit? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya appa erika. Sebenarnya kyuhyun juga sudah bertanya tanya tentang hal itu, kenapa tiba tiba erika ada dirumah sakit.
"appa... Eomma... Kalian tahu? Aku... Sudah menemukan keluarga kandungku." sahut erika.
"hah? Apa maksudmu?" tanya eomma erika.
"eomma... Aku ini kan bukan anak kandung eomma dan appa. Tapi... Aku bertemu dengan seseorang... Namanya kwon yuri. Dia sangaaaaat mirip denganku. Banyak orang yang mengatakan kami seperti saudara kembar. Yah... Sejujurnya aku kaget dan jadi ingin melihat langsung seberapa miripnya aku dengan dia... Dan... Baru tadi pagi aku mengetahui bahwa yuri ternyata... Batu ginjal dan bisa bisa kehilangan nyawanya."
"erika, jangan bilang... Kau mendonorkan ginjalmu untuknya?" tanya kyuhyun. Wajar saja kyuhyun menduga seperti itu. Kyuhyun tahu betul betapa mulianya erika.
"ne, kyu... Aku mendonorkan ginjal, untuk adikku sendiri. Aku sudah melakukan test dna, dan terbukti kalau aku dan yuri memang mempunyai hubungan darah. Kami saudara kandung." balas erika.
Tidak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan seorang yeoja yang tidak lain adalah yuri memutar roda kursi rodanya menghampiri dan memeluk erika.
"eonni! Eonni, gwaenchana?" tanya yuri.
"yuri ah... Gwaenchana.. Jeongmal."
"kenapa kau bisa ditusuk? Tapi kau tidak apa apa kan? Eonni, kau jangan terus terusan membuatku khawatir!" kata yuri lagi.
"aku... Tidak mengerti kenapa luka tusukan itu tidak begitu sakit..." gumam erika. Namun tiba tiba matanya membulat ketika ia mencoba mengingat kembali kejadian itu.
"eonni ya... Waeyo?" tanya yuri.
"eomma! Appa! Yesung bagaimana? Yesung tidak apa apa?" tanya erika panik sambil menarik narik lengan baju eommanya.
"ye... Sung? Siapa dia?" eomma erika malah balik bertanya.
"iya! Yesung! Mana dia? Dia tidak apa apa kan? Kyuhyun! Yuri! Jawab aku!"
Kyuhyun, bukannya menjawab, malah menundukkan kepala.
"kyuhyun ah, kau tahu sesuatu?" tanya yuri.
"ngg... Aku..."
"kyuhyun ah! Apa yang terjadi? Beritahu aku!" teriak erika.
"erika... Jangan khawatir ya... Yesung... Masih belum sadar... Tapi tenang saja! Ngg... Kata dokter, dia... Baik baik saja. Tidak apa apa. Tidak ada luka yang membahayakan hidupnya." sahut kyuhyun. Erika yang mendengarnya pun lega.
Appa erika menjadi bingung dan bertanya, "erika, siapa yesung ini? Temanmukah? Memangnya ada apa dengan dia?"
Erika tidak langsung menjawab. Dia ragu sesaat, dan mengembuskan napas panjang.
"appa, eomma... Yesung, dia... Tadi dia datang untuk menolongku."
"mwo?"
"tadi, saat aku diculik, dia datang untuk menyelamatkanku. Aku... Ingat. Aku ingat semuanya..." kata erika. Matanya memancarkan ketakutan dan kekhawatiran yang luar biasa.
"aku... Sekarang tahu... Kenapa aku baik baik saja..." ujar erika, "kyuhyun!"
Kyuhyun menundukkan kepalanya, menghindari kontak mata langsung dengan erika. Kyuhyun sama sekali tidak mengatakan apa apa. Tapi justru itulah yang membuat erika yakin.
"yesung, dia... Dia... Dia yang tertusuk... Kan?" tanya erika takut. Erika sangat takut mengetahui kenyataan. Tapi dia tahu itu adalah kenyataan yang tidak bisa dihindarinya. Setelah sekian lama membisu, akhirnya kyuhyun mengangguk.
"bagaimana mungkin, erika."
"eomma! Percayalah padaku! Tadi entah apa yang terjadi... Aku merasakan tubuhnya menindihku. Lalu... Aku mendengar jeritannya dan pada saat itulah aku merasa seperti ada sesuatu yang menusuk perutku juga."
Yuri, eomma dan appa erika tampak terkejut mendengar hal tersebut. Anak mereka tidak terluka parah karena diselamatkan orang lain, rupanya. Lantas, bagaimana keadaan orang yang telah menyelamatkan erika sekarang? Apa dia baik baik saja? Atau jangan jangan, yesung sudah...
"kyuhyun ah... Jawab jujur padaku. Yesung, dia... Bagaimana keadaannya sekarang? Dia baik baik saja kan? Dia tidak apa apa kan? Kyuhyun!"
"erika! Kan tadi sudah kubilang! Dia... Ngg... Baik baik saja! Kata dokter dia sudah melewati masa kritisnya. Jadi kau sama sekali tidak perlu khawatir. Percayalah!"
"kyuhyun! Di mana orang itu sekarang? Kenapa kau tidak bilang daritadi!" kata eomma erika, "erika, kita harus berterimakasih pada orang itu. Dia yang menyelamatkanmu!"
"kyuhyun! Bawa aku ketempat yesung! Sekarang juga!" kata erika. Kyuhyun pun menuntun erika, yuri dan keluarga erika ke ruang dimana yesung sedang mendapat perawatan. Yesung masih terbaring tak sadarkan diri.
"yesung ah... Yesung... Kau mendengarku?" tanya erika sambil meraba raba tepi tempat tidur yesung.
"yesung ah..." kata erika lagi sambil menggoyangkan tangan yesung. Air mata erika mulai membasahi pipinya. Hatinya sakit karena yesung berbaring tak berdaya.
"yesung ah, mianhae. Ini semua gara gara aku. Maafkan aku. Aku memang hanya membawa sial untukmu. Tapi... Aku ingin menebus kesalahanku padamu. Bisakah? Aku... Aku... Akan menemanimu setiap hari. Mengajakmu bicara... Sampai kau bangun ya... Boleh ya..."
Setiap hari, erika akan mengunjungi yesung. Erika mengajaknya bicara, bermain, bahkan membacakan dongeng untuk yesung. Kadang erika menangis, sambil tersenyum. Erika memang tidak bisa melihat yesung, tapi hanya dengan berada disamping yesung, bagi erika itu sudah cukup.
Suatu hari, erika baru saja bangun dari tidurnya. Semalam erika bermimpi, dan dalam mimpinya, erika yang sedang tidur merasakan sebuah tangan lembut mengelus wajahnya. Tangan itu hangat sekali, namun ketika erika membuka mata, dan tidak melihat siapapun ada diruangan itu. Hanya dia sendiri. Saat itulah erika terbangun dan tersadar bahwa ia hanya bermimpi.
Erika mencari cari tongkatnya untuk menuntunnya ketempat yesung. Tiba tiba terdengar suara pintu diketuk.
"erika ya..." panggil kyuhyun yang baru datang.
"kyuhyun? Pagi pagi kau... Sudah datang? Ada apa?" tanya erika.
"ngg... Tadi pagi aku menerima telepon dari rumah sakit. Ada kabar bagus untukmu!"
"apa itu?"
"mereka bilang... Mereka sudah menemukan donor mata untukmu! Erika, kumohon... Jangan lewatkan kesempatan ini. Kau pasti... Ingin melihat yesung kan? Ini kesempatanmu!" kata kyuhyun.
"kyu... Aku... Aku..."
"kenapa?"
"aku... Tidak ingin menyusahkanmu. Aku tidak ingin kau membayari operasiku, karena aku tahu aku sudah terlalu banyak merepotkanmu, menerima kebaikanmu, tapi.. Tidak satupun dari kebaikanmu yang dapat kubalas. Karena itu, tolong berhentilah bersikap terlalu baik padaku..."
"erika, bukan begitu! Kita kan teman! Aku ingin berusaha membantumu sebisaku. Aku yakin, kalau seandainya kita bertukar posisi sekarang, kau pasti akan melakukan hal yang sama denganku. Kau akan menolongku sebisamu kan?"
"tapi, kyuhyun ah..."
"kau harus melakukan operasi ini, erika!"
"ara!" teriak erika, "aku... Maksudku... Aku tahu selama ini aku telah merepotkanmu. Tapi... Walaupun begitu... Aku ingin meminta tolong padamu... Kalau kau keberatan, aku... Aku janji. Ini yang terakhir kalinya aku akan merepotkanmu, menyusahkanmu. Karena aku... Aku ingin sekali bisa melihat yesung..."
"erika..."
"jebal!" teriak erika sambil membungkukkan badannya.
"erika.. Sebenarnya... Kau tidak perlu memohon padaku seperti itu. Aku pasti akan membantumu." kata kyuhyun.
"gomawo kyu."
_
Sudah tiga jam setelah operasi pendonoran mata itu. Erika kini perlahan kembali ke alam sadar. Jari jarinya mulai bergerak.
"erika? Erika, kau sudah sadar?" panggil eommanya yang duduk disampingnya, menungguinya.
"eomma..."
"eonni! Kau baik baik saja?" tanya yuri.
"ne, yuri ah... Aku baik baik saja." jawab erika, "eomma... Kenapa... Masih gelap? Kenapa?"
"erika. Tenang saja. Operasimu berhasil kok. Tapi kata dokter, perbannya sekarang belum boleh dibuka dulu."
"jeongmal eomma? Jeongmal?"
"ne, erika. Jangan khawatir. Kau akan baik baik saja."
"itu artinya setelah perban ini nanti kulepas, aku akan bisa melihat lagi? Aku bisa melihat appa, eomma, kyuhyun, yuri lagi? Yesung juga?"
"geurom! Geurom!" sahut eomma erika sambil memeluk erika.
"eomma! Aku senang sekali... Aku tidak sabar menyambut hari itu... Eomma, sekarang aku mau menjenguk yesung, bolehkah?"
"erika, nanti saja. Kau istirahat dulu. Yesung juga belum sadar, kok."
"eomma, jebal... Boleh ya?"
Dengan enggan eomma erika dan yuri menuntunnya keruang rawat yesung. Walaupun erika masih belum bisa melihat, erika sudah gembira sekali.
"yesung ah... Kau tahu? Sebentar lagi aku akan bisa melihat. Kau pasti kaget ya? Aku... Aku ingin menjadi orang pertama yang kau lihat dan aku juga ingin kau menjadi orang pertama yang kulihat.. Karena itu... Kita sama sama berjuang ya?" kata erika sambil menggenggam tangan namja yang terbaring itu.
"eonni. Kita kembali yuk? Kau kan perlu istirahat. Yesung oppa juga perlu istirahat." kata yuri lembut.
Setiap hari erika akan mengunjungi ruangan yesung dan menyemangati namja yang tak kunjung sadarkan diri itu.
Tiba tiba dokter yang menangani erika mendatangi erika dengan senyum.
"erika ssi. Ada kabar baik untukmu. Hari ini juga kita sudah bisa membuka perbanmu." kata dokter itu.
"jinjja?"
"ne."
"ayo! Ayo, dokter! Cepat kita buka perban ini!" kata erika semangat.
Perlahan demi perlahan perban itu mulai meninggalkan erika. Kini tinggal kedua kapas yang masih menutupi kedua mata erika. Dokter itu segera melepasnya.
"erika ssi... Kau boleh buka matamu." kata dokter. Eomma appa erika dan yuri cemas sekali. Takut operasinya gagal. Apakah erika bisa melihat?
"eomma... Appa... Aku tidak ingin membuka mataku disini."
"mwo? Mworagu?"
"aku... Ingin yesung lah orang pertama yang kulihat... Bisakah?" tanya erika.
Orangtua erika dan yuri tidak punya pilihan lain tapi membawa erika kekamar yesung. Didepan pintu, sebelum memasuki kamar yesung, yuri berkata, "eonni... Oppa..."
"sudah sadar." sambung eomma erika yang memotong kata kata yuri. Yuri menoleh kearah eomma erika.
"jinjja? Eomma, yesung benar benar sudah sadar?" tanya erika gembira.
"ne, chagi... Masuklah."
Erika perlahan membuka matanya, dan yang pertama kali dilihatnya adalah sebuah pintu. Pintu menuju kamar yesung. Dengan hati hati, dibukanya pintu itu. Erika melihat seorang namja yang membelakanginya, menghadap jendela.
Erika perlahan mendekatinya dan memeluk namja itu dari belakang. Air matanya keluar lagi dan membasahi pundak namja itu.
"yesung ah... Ini aku... Erika."
Tapi namja itu sama sekali tidak menjawab apapun. Tubuhnya hanya bergetar dan isakannya mulai terdengar.
"maafkan aku... Selama ini aku membuatmu menderita. Mian... Mungkin kau menganggapku menyusahkan, merepotkan, tapi... Saranghae." kata erika.
10 tahun kemudian.
"yeobo... Cepatlah. Kita jangan sampai terlambat."
"ne, chagi..." balas erika yang lalu menatap dirinya sendiri dicermin. Menatap matanya.
'mata ini... Pemberian yang berharga. Sudah sepuluh tahun ya... Terimakasih.' kata erika pada dirinya sendiri. Kemudian erika keluar kamar dan melihat suami dan ketiga anaknya sudah lama menunggu.
"ddangkoma, ddangkoming, ddangkomeng, ayo kita pergi." kata erika, lalu ketiga anak laki laki itu mendekati eommanya, meninggalkan appanya. Erika hanya bisa tersenyum jahil melihat kelakuan ketiga anak anak lucu itu. Ya, pada saat itu erika sedang hamil anak keempat mereka. Berdasarkan hasil usg, anaknya laki laki lagi. Makanya erika sudah menyiapkan nama untuk calon bayi itu. Kkoming.
Erika dan keluarganya akhirnya sampai di lapangan rumput luas, disana dilihatnya yuri, eomma dan appa erika telah lebih dulu sampai disana. Koma, koming dan komeng segera berlari menuju tante mereka yang amat cantik rupanya, yuri.
Erika memandang lurus. Kemudian ia berjongkok didepan sebuah makam.
"bagaimana dialam sana? Kau bahagia kan?" tanya erika lembut. Sudah berkali kali dia mendatangi makan tersebut, namun air matanya tak pernah berhenti mengalir melihat batu nisan bertuliskan 'yesung' itu.
Flashback
"maafkan aku... Selama ini aku membuatmu menderita. Mian... Mungkin kau menganggapku menyusahkan, merepotkan, tapi... Saranghae." kata erika.
Erika segera membalikkan tubuh namja yang dipeluknya itu. Betapa kagetnya saat ia melihat bahwa namja itu bukan yesung, tapi kyuhyun.
"kyuhyun... Kau... Kenapa disini?"
"erika, mianhae... Tapi... Yesung, dia... Sudah meninggal."
Pada saat itu juga, jantung erika hampir berhenti berdetak. Saking kalutnya dia tidak bisa berkata apapun.
kyuhyun's flashback
Kyuhyun selalu merasa bersalah. Dia sudah membohongi erika. Sebenarnya yesung tidak pernah baik baik saja. Dari detik yesung masuk kerumah sakit, keadaannya sudah kritis. Bahkan selama beberapa hari ini, yesung koma. Tapi kyuhyun mengatakan pada erika bahwa yesung tidak apa apa, yesung baik baik saja. Itu semua agar erika tidak terlalu khawatir.
malam itu kyuhyun menunjungi yesung. Kyuhyun melihat yesung yang masih tak sadarkan diri kemudian menggerakkan jemarinya pelan, lemah.
"yesung? Yesung? Kau sudah sadar? Yesung!"
"kyu...hyun." lirih yesung lemah, bahkan hampir tak terdengar.
"yesung. Kau tunggu ya. Aku akan panggilkan suster."
Namun yesung menahan tangan kyuhyun. Meminta kyuhyun untuk tetap tinggal. Dengan paksa, yesung mencopot masker oksigennya.
"kyu... Dengarkan aku baik baik... Aku... Saat aku meninggal nanti... Tolong donorkan mataku untuk erika. Aku... Tahu aku pengecut, tapi kurasa... Aku tidak akan bisa mengatakannya langsung padanya, karena itu... Tolong sampaikan padanya... Aku mencintainya. Sangat... Karena itu Aku... Ingin dia bahagia. Karena itu, kyu... Kau harus bisa membahagiakannya... Ara?"
"yesung! Kau ini bicara apa! Yesung!"
Wajah yesung tersenyum sekilas, lalu matanya menutup kembali. Tangannya yang menggenggam tangan kyu menjadi lemas dan tak bertenaga. Saat itu kyu tahu, yesung sudah tidak lagi ada didunia ini.
_
"dok, pasien ini benar benar ingin mendonorkan matanya untuk erika. Semalam sebelum dia meninggal, dia menitip pesan seperti itu padaku."
"hmmm kalau memang begitu, pihak rumah sakit akan segera menghubungi keluarganya untuk meminta persetujuannya."
"ne. Gamsahamnida."
Sementara itu, erika baru saja bangun. Tiba tiba terdengar suara pintu diketuk.
"erika ya..." panggil kyuhyun yang baru datang.
"ngg... Tadi pagi aku menerima telepon dari rumah sakit. Ada kabar bagus untukmu! mereka bilang... Mereka sudah menemukan donor mata untukmu!
_
"eomma! Aku senang sekali... Aku tidak sabar menyambut hari itu... Eomma, sekarang aku mau menjenguk yesung, bolehkah?"
"erika, nanti saja. Kau istirahat dulu. Yesung juga belum sadar, kok."
"eomma, jebal... Boleh ya?"
Dengan enggan eomma erika dan yuri menuntunnya keruang rawat yesung. Walaupun erika masih belum bisa melihat, erika sudah gembira sekali.
Didalam ruangan itu, kyuhyun berbaring sebagai yesung. tapi tentu saja erika tidak tahu apa apa.
"yesung ah... Kau tahu? Sebentar lagi aku akan bisa melihat. Kau pasti kaget ya? Aku... Aku ingin menjadi orang pertama yang kau lihat dan aku juga ingin kau menjadi orang pertama yang kulihat.. Karena itu... Kita sama sama berjuang ya?" kata erika sambil menggenggam tangan namja yang terbaring itu. Namun satu hal yang tidak erika tahu, yaitu betapa kyuhyun merasa bersalah ketika dia harus berpura pura menjadi yesung.
_
"aku... Ingin yesung lah orang pertama yang kulihat... Bisakah?" tanya erika.
Yuri mendorong kursi roda erika menuju kamar yesung. Sementara itu, eomma erika mengirim sms pada kyuhyun yang ada dikamar yesung, "kau pura pura jadi yesung. Erika akan segera datang."
End of Kyuhyun's Flashback
"erika... Maaf, aku sudah berbohong kepadamu selama ini. Malam itu... Dia meninggal... Dan dia bilang saat dia meninggal, dia ingin matanya didonorkan untukmu... Jadi... Aku meminta dokter untuk melakukan operasi donor mata itu." kata kyuhyun, "dia... Juga bilang, kau harus bahagia. Dan... Dia bilang dia sangat mencintaimu. Sangat."
End of Flashback
Sejak hari itu, setiap pagi erika akan selalu menatap matanya dicermin dengan senyuman.
"sekarang... Walaupun kau sudah tak disini lagi, kita masih bersama. Melihat segalanya bersama. Aku tidak pernah merasa dia meninggalkanku. Walaupun sekarang... Aku sudah punya kyuhyun dan anak anak kami... Aku tidak pernah melupakanmu." kata erika pada dirinya sendiri.
"satu penyesalanku. Aku... Tidak pernah menjawab perasaanmu padaku. Karena itu... Aku akan memberikanmu jawaban." katanya lagi, "saranghae."
Epilogue
Yesung's POV - flashback
"yesung! Kau ini bicara apa! Yesung!"
Aku tersenyum sekilas, lalu mataku menutup kembali. Tanganku yang menggenggam tangan kyu menjadi lemas dan tak bertenaga.
Beberapa saat kemudian, aku merasakan kesadaranku telah kembali. Aku dapat melihat kyuhyun yang sedang berusaha membangunkanku, sambil menangis.
"kyuhyun ah.. Sudah jangan menangis. Aku baik baik saja." kata yesung. Namun kyu tidak berhenti dan tangisnya semakin kencang.
Yesung duduk dan meraih tangan kyu. Namun tembus. Yesung tidak dapat menyentuh kyu. Perlahan, yesung menoleh ke belakang, dan ia tersentak ketika melihat dirinya sendiri terbaring tak sadarkan diri. Kemudian pandangannya beralih ke komputer yang menunjukkan garis lurus.
"apakah... Aku sudah mati?" tanya yesung. Tiba tiba sebuah cahaya muncul dihadapannya dan seorang namja bercahaya, yang tampak seperti malaikat, keluar dari cahaya itu.
"yesung ssi... Mari kita pergi,"
Yesung masih terpana melihatnya. Lalu ia berkata, "mianhae, ahjussi... Bolehkah aku menemui erika dulu sebentar? Sebentar saja..."
Yesung segera menuju kamar erika. Disana dilihatnya gadis itu terlelap.
Yesung berusaha menyentuh dahinya, tapi tidak bisa. Tangannya tidak dapat meraihnya.
"erika... Semoga kau bahagia. Tidak... Kau harus bahagia. Biarkan mataku menemanimu. Melihat hal hal indah bersamamu. Walaupun kita sudah ada didunia yang berbeda... Jiwaku akan selalu bersamamu, menjagamu. Walaupun dari jauh. Walaupun aku kini tak terlihat, tak bersuara, aku akan selalu bersamamu." kata yesung yang tiba tiba menangis.
"jangan bersedih... Jangan berlarut larut akan kepergianku. Kejarlah kebahagiaanmu,.."
"aku... Hanya ingin menyampaikan perasaanku padamu, yang selama ini tak pernah kuungkapkan. Jujur aku menyesal. Menyesal kenapa ajal menjemputku sebelum bisa jujur padamu... Tapi, biarlah. Tuhan sudah mengaturnya untuk kita..."
"saranghae..."
Saat itu juga, malaikat yang tadi datang. Yesung pun perlahan melangkah menjauhi erika dan pergi bersama malaikat itu.
erika terbangun dari tidurnya. dalam mimpinya, erika yang sedang tidur merasakan sebuah tangan lembut mengelus wajahnya. Tangan itu hangat sekali, namun ketika erika membuka mata, dia tidak melihat siapapun ada diruangan itu. Bagaimana bisa sebuah mimpi yang sangat singkat terasa begitu nyata?
The End
By: shellemyang
Written by me 23.44 | ? 0 panda(s)
