.
.
.
Normal
KyuMin and All Member Super Junior Couple
.
.
.
Stiil Sungmin POV
Mataku memang menutup sekarang, tapi aku tak bisa tidur. Semua pikiran tentang Kyuhyun benar benar menyita perhatianku, aku sedih tapi juga marah. Kyuhyun dengan santainya tak memikirkan kami semua, tapi aku tahu dia pasti sangat berusaha untuk menjadi tetap normal, itu pasti sangat sulit.
Pikiranku semakin bekecamuk saat sesuatu dengan lembut mengelus surai rambut hitamku dengan perlahan, tapi aku tetap diam aku hafal dengan sentuhan lembut ini, dia Cho Kyuhyun. Apa yang kau lakukan, kau membuat perasaan cinta ini menjadi lebih kepadamu.
"Mianhae Hyung" aku hanya mendengar kata itu keluar dari mulutmu terkesan sangat datar, entah kenapa kata itu mengandung banyak sekali makna tapi aku tak bisa menemukan makna yang tepat dengan semuanya.
Tanganmu mulai berhenti mengelus rambut ku, mungkin kau telah kembali ke kasur mu untuk menikmati malammu yang penuh kenormalan. Tuhan kuatkan aku yang telah salah jalan ini dan ampunilah aku atas apa yang aku lakukan.
Setetes air mataku turun perlahan, apa aku yang bodoh menganggap Kyuhyun itu tidak normal, apa semua tanggapanku itu hanya karena aku membencinya ketika dia bersama orang lain.
Aku terus terjaga sepanjang malam, memikirkan segalanya yang telah terjadi belakangan ini. Aku jadi teringat saat kedua orang tuaku menangis sambil memelukku, aku tahu hati mereka sakit mendengar kabar ini tapi aku tak bisa mengelaknya, karena aku memang seperti ini.
Suara kicauan burung menandakan hari sudah pagi, ku lirik jam weker di meja nakasku, sekarang sudah pukul 6 pagi. Aku segera bangun dan membersihkan diriku. Setelah itu baru aku membangunkan Kyuhyun
"Kyu, bangunlah sudah pagi" kataku padanya, belakangan ini memang hubunganku dengannya sedikit renggang.
"ngghh" dia hanya menggeliat sebentar lalu kembali merapatkan selimutnya itu.
"Cho Kyuhyun" teriakku padanya, sambil menggoyang goyangkan badannya. Akhirnya dia membuka matanya walau terlihat tidak ikhlas.
"Aish ne ne" katanya lalu segera beranjak dari kasurnya, aku hanya memandang sebentar punggung namja itu lalu segera keluar dari kamar menuju ke dapur.
Aku melangkah perlahan, tapi samar samar aku mendengar seperti dua orang yang sedang bertengkar segera aku tajamkan pendengaranku hingga langkahku terhenti di ruang tamu dorm kami. Aku melihat manager Kyuhyun dan Leeteuk hyung seperti sedang bersitegang.
"aku bisa apa kalau dia sendiri yang suka melakukan apapun semaunya, aku sudah memperingatinya tapi dia tak pernah mau mendengarku" kata manager Kyuhyun.
"tapi setidaknya kau bisa melarangnya untuk melakukan kencan kencan bodohnya itu, kau tak lihat pemberitaan tentang kami yang tak normal semakin gencar dan sekarang di tambah Kyuhyun yang suka sekali kencan di tempat terbuka" Sembur Leeteuk Hyung, sepertinya dia benar benar marah kali ini.
Plak
Sebuah majalah itu tampak menampar wajah manager Kyuhyun karena Leeteuk Hyung melemparkannya ke arahnya, aku tak pernah melihat Leeteuk hyung semarah itu. Aku putuskan untuk tetap bersembunyi dan mendengarkan semuanya.
"lihat berita itu baik baik, skandal Kyuhyun malah akan semakin memperburuk keadaan, ini lebih dari sekedar hanya berciuman" kata leeteuk Hyung lagi.
"loh bukannya itu malah baik, jadi berita ketidaknormalan kalian akan sedikit tertutupi dengan adanya Kyuhyun normal" kata manager Kyuhyun itu.
"berita picisan seperti itu tak akan dengan mudah menutupi ketidaknormalan kami, tapi malah akan semakin menyudutkan kami, kau sebagai managernya seharusnya bisa mengontrolnya" kata Leeteuk hyung lagi, sepertinya kemarahnnya akan semakin menjadi.
"sekarang itu semua salahku, kau leader di sini kau yang bertanggung jawab terhadap semua member, kau bahkan gagal menutupi ketidaknormalanmu itu dan sekarang kau menyalahkanku" desis manager Kyuhyun, aku menjadi geram mendengar kata kata pedas itu keluar dari mulutnya. Ku lihat Leeteuk hyung terdiam, sepertinya hatinya terluka semakin dalam mendengar kata kata itu.
"CUKUP" aku mendengar suara keras di belakang tempatku bersembunyi, aku sangat hapal suara ini, suara namja yang selalu berkata bahwa dirinya normal.
"Kyu" lirihku, dia memandangku sekilas tak ada raut wajah lembut sekarang itu terlihat seperti marah dan lelah. Rahangnya memperlihatkan ketegasan yang sangat kentara.
"kalau berita ketidak normalan kalian membuat kalian takut kenapa kalian memilih untuk menjadi tak normal" cerca Kyuhyun, aku menutup mulutku kaget kenapa Kyuhyun berubah menjadi seperti ini. Sebenarnya apa yang ada di pikirannya.
"apa yang kau katakan Magnae" kulihat KangIn hyung ikut mendatangi kami yang sedang bersitegang di sini.
"aku hanya berkata sejujurnya, apa mata kalian sudah buta hingga kalian menjadi tidak normal" tajam dan langsung tepat sasaran, kata kata itu seperti sebuah peluru yang melesat jauh menuju ke sasarannya.
PLAK
Tanganku terulur memberikan tanda 5 jari ke wajah pucatnya itu, dia hanya diam. Cukup aku tak mau lagi mendengar kata katanya yang sama tajamnya dengan para netizen di luar sana.
"kau yang buta Cho Kyuhyun, aku tahu kau sama seperti kami kau sama TIDAK NORMAL nya, tapi kau sangat pengecut untuk mengakuinya" bentakku padanya.
"dan apa maksudmu mengatakan maaf padaku tadi malam hah" bentakku lagi padanya, kulihat dia tak bisa lagi menutupi rasa kagetnya.
Ku dengar suara derap langkah kaki yang semakin lama semakin keras, tak lama muncullah semua penghuni dorm ini berkumpul di ruang tamu. Sepertinya pagi ini akan menjadi pagi yang sangat mencekam.
"ada apa ini" kata Siwon, aku melihatnya sekilas lalu kembali memandang ke arah Kyuhyun.
"kau tidak bisa menjawabnya, kau benar benar manusia tak punya hati Cho Kyuhyun, kau bisa bisa nya menutup mata pada kami semua yang akan hancur ini" bentakku lagi.
Hening lagi, semua hanya diam tapi samar samar aku mendengar suara isakan tangis. Kenapa semua menjadi seperti ini, kenapa semuanya begitu rumit. Kenapa dunia kami banyak sekali yang mengecam.
"kau mau tahu alasannya Hyung, aku memang normal dan akan tetap normal, aku mencoba melindungi kalian bahwa dengan adanya orang normal di Super Junior tak akan semakin menjatuhkan kalian" Jawabnya.
"tak akan menjatuhkan, kau bilang tak akan menjatuhkan. Lalu dengan adanya skandal skandal yang kau buat dengan kenormalanmu itu kau tetap bangga bahwa kau akan jadi pahlawan. Kau salah Cho Kyuhyun kau bukan menyelamatkan kami tapi kau semakin menusukkan belati ke luka kami" cerocos Leeteuk Hyung mukanya sudah merah padam sekarang, dia benar benar marah besar.
Hening kembali sekarang, hanya terdengar isakan tangis kecil dan suara nafas leeteuk Hyung yang sepertinya tak teratur, dia seperti banteng yang marah dan menghembuskan nafanya dengan brutal.
"terus bila aku ikut menjadi tidak normal, apa itu juga akan membantu" kata Kyuhyun kemudian, aku kembali memberinya tatapan tajam sungguh bukan itu yang ingin aku dengar dari mulutnya tajamnya.
"ya kau benar itu memang tidak akan membantu kami, tapi apa kau benar benar normal Cho Kyuhyun~ssi atau hanya berpura pura bertahan menjadi normal?" tanya Kibum, dia menatap tajam Kyuhyun dan benar benar menusuk. Kami semua menatap Kyuhyun tapi dia hanya diam dan tak mengatakan apapun. Keningnya mengerut seolah sedang berpikir dengan keras. Apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun? Apa kau berpikir bagaimana caranya untuk berkilah dari semua ketidaknormalanmu itu.
"aku normal dan kalau kalian ingin bukti, skandal yang aku buat selama ini itulah buktinya" kata Kyuhyun yang sekarang kembali tenang. Bahuku melorot lemas, Kyuhyun benar benar orang yang sangat keras kepala. Aku melirik ke arah Leeteuk hyung yang menghela nafasnya dengan berat.
"Kau itu tidak normal Cho Kyuhyun, kau itu hanya takut di cela sama seperti kami, kau benar benar bukan Kyuhyun yang selama ini aku kenal, aku membencimu Cho Kyuhyun dan soal perasaanku padamu sudah lupakan saja aku bodoh sejak awal mencintaimu" bentakku dengan keras ke arahnya, dia menatapku dengan kaget. Kenapa kaget kau memang sudah tahu perasaanku kan Cho Kyuhyun atau kau kaget karena hal lain.
"Sudah cukup, pembicaraan ini tak akan pernah selesai kalau seperti ini" kata Leeteuk hyung lalu melangkah menjauh, samar aku melihat bahunya bergetar. Aku sebenarnya juga sangat ingin menangis tapi aku terus menahannya dan melangkah menjauh dari sana.
Ya Tuhan apa kau sudah tak sayang lagi terhadap kami, hingga memberikan hadiah yang terlalu mengejutkan bagi kami. Kami ini rapuh Ya Tuhan, ku mohon berikan jalan untuk kami.
TBC
Balasan Review :
Kyutmin : ini udah di lanjut kok Chingu :)
Adekyumin joyer : iya authornya juga baru ini, di chap ini pada ngeluarin emosi semuanya nih, makasih sudah suka dan baca
deviyanti137 : udah ketahuan kah, hehehe . . ya begitulah aku gak mau buat cerita yang panjang2 dan berbelit2 paling 2 chap lagi end. makasih :)
sparkyu amore : ya begitulah chingu. sipp ini sudah di lanjut
sitapumpkinelf : wah wah, di sini akan di jelaskan kok chingu, ya begitulah bagi semua member Kyu itu berpura pura normal. hahaha
winecouple : ini udah di lanjut chingu, sampai dia sadar chingu. :)
azurasky elf : gpp kok chingu yang penting udah baca, makasih reviewnya ;)
sissy : wah di chap ini masih begini chingu, chap depan mungkin akan ada titik terang. hehehe
Chapter 2 datang, apakah ini termasuk pendek. Menurut author iya :D
Mianhae ne kalau FF ini mengecewakan tapi Author hanya mengeluarkan ide yang ada di otak author selama ini. Bagi yang tidak suka harap di maklumin author masih baru di sini.
abilhikmah : Amin :)
But Makasih yang sudah Review di Chapter 1 kemarin.
