Normal
.
.
KyuMin and All Member Super Junior Couple
.
.
.
Still Sungmin POV
Aku bersandar di tepian tempat tidurku, menekuk kakiku dan air mataku menetes dalam diam. Aku sudah terlalu jauh masuk ke dalam lubang yang tak seharusnya aku masuki. Lubang yang ternyata memberikan kenyamanan untukku hidup dan lubang yang juga memberiku luka.
Aku terus mengingat setiap kata kata yang Kyuhyun lontarkan tadi, kenapa dia masih bersikeras untuk menutupi semuanya padahal kami semua telah mengaku bahwa kami tidak normal tanpa adanya rasa malu. Apa dia terlalu mencintai karirnya itu hingga mengesampingkan kami para sahabatnya. Sebenarnya apa sih yang ia pikirkan di dalam otak jeniusnya itu.
"kenapa kau begitu keras kepala Cho Kyuhyun" lirihku sambil menutup mataku.
"aku tak pernah keras kepala Hyung" sebuah suara mengiterupsi kegiatanku sekarang, aku menegakkan kepalaku yang menunduk dan di sana Kyuhyun berdiri dengan wajah datarnya.
"aku memang normal" katanya lagi, aku langsung menundukkan wajahku lagi tak ingin melihat wajah orang yang begitu munafik, hah tapi kenapa semakin keras hatiku mencoba membencinya, semakin keras pula aku mencintainya.
"kau tak pernah normal lagi Kyu, aku tahu kau aku paham kau itu seperti apa" kataku padanya tanpa menegakkan wajahku. Hening, dia tak menjawab kata kataku, tak lama aku mendengar suara pintu di tutup dengan keras. Aku menegakkan wajahku dan air mataku semakin deras mengalir. Kau benar benar masih keras kepala Cho Kyuhyun.
.
Siang telah menjelang, suasana dorm ini sekarang seperti sebuah rumah hantu tanpa ada suara satupun dari para penghuninya. Aku melangkahkan kaki ku menuju ke ruang santai, aku perlu menenangkan diriku dan pikiranku sejak kejadian tadi.
Tapi ternyata aku sudah keduluan oleh para member lainnya, mereka saling memandang dalam diam. Tapi juga saling menguatkan, kata kata Kyuhyun tadi benar benar menyinggung perasaan banyak orang ternyata, terlebih aku. Sebenarnya apa sih yang ada di pikirannya kenapa dia begitu kerasnya pada kami semua.
"kau datang Min" sebuah suara mengiterupsiku ternyata itu Leeteuk Hyung sambil menatapku, matanya terlihat begitu sembab sepertinya dia menangis terlalu lama.
"ne Hyung" jawabku sambil ikut duduk di sekitar mereka, kemudian mereka pun menatapku sendu.
Kami saling diam lagi, tak ada satu orang pun yang ingin memecah keheningan ini. Memang hari ini dan beberapa hari ke depan kami tidak ada kerjaan, karena memang kerjaan kami ditiadakan oleh SooMan ahjussi sampai berita ini mereda. Dan kurasa berita ini tak akan pernah mereda.
Drrt Drrt
Saku ku ikut bergetar lembut ketika sebuah panggilan masuk ke dalam ponselku. Aku menatap deretan nomer yang tak ku kenal itu. Dengan ragu aku ingin mengangkatnya, tapi akhirnya aku hanya terus memandangi lama ponselku itu hingga panggilan itu berhenti. Tak lama ponselku bergetar lagi, sepertinya ini benar benar panggilan penting, dengan segera aku mengangkatnya.
"yeoboseyo" jawabku pelan.
"ini aku manager Kyuhyun, bisa kalian datang ke kantor management sebentar" katanya padaku, aku heran kenapa dia malah menghubungi ku bukan ke Leeteuk hyung jelas jelas dia leader kami.
"tapi ada apa?" jawabku padanya.
"ini tentang Kyuhyun cepatlah"
PIP
Sambungan telepon itu langsung mati sebelum aku menjawabnya, kulihat semua nya memandangku penasaran apa yang telah terjadi.
"manager Kyuhyun meminta kita semua datang ke kantor management dan ia mengatakan ini tentang Kyuhyun" kataku pada mereka semua, pandangan mereka datar seolah sangat tidak ingin mengetahui urusan Kyuhyun. Tapi aku langsung berdiri.
"Dia masih magnae kesayangan kita" seruku pada mereka, tanpa kuduga mereka langsung berdiri dan bersiap siap untuk menuju ke kantor management. Sekeras apapun Kyuhyun pada kita semua, dia masih tetap salah satu dari kita.
Perjalanan menuju ke kantor management memang tak sehangat biasanya, kami saling diam tak ada komunikasi sama sekali. Semua tampak dengan pasangan masing masing untuk saling menguatkan sedangkan aku hanya tersenyum sendu di samping jendela mobil. Aku menatap keluar mencoba memfokuskan diri dengan pemandangan di luar mobil ini.
Tak lama kami sampai di gedung management, tapi kami heran kenapa begitu ramai di luar sana. Banyak sekali warga masyarakat dan para wartawan seperti sedang mengabadikan sebuah moment yang begitu menggemparkan. Bahkan kedatangan kami sepertinya tidak berpengaruh pada mereka.
Mobil ini memutar dan segera berhenti di belakang gedung yang terlihat sepi. Pilihan yang sangat bagus untuk berhenti di sini. Kami segera turun satu per satu menuju ke dalam gedung, di sana sudah menunggu manager Kyuhyun dan para manager kami semua.
"ada apa ini sebenarnya?" tanya Leeteuk Hyung penasaran, tentu kami juga sama penasarannya dengannya.
"lebih baik kalian lihat sendiri" ajaknya pada kami semua, segera kami mengikuti ke arah mana manager kami semua itu melangkah. Sampai kami akhirnya harus terbelalak menatap apa yang ada di hadapan kami sekarang.
"apa yang di lakukan Magnae itu" Sengit KangIn hyung yang ada di sampingku, pasalnya sekarang Kyuhyun tengah berdiri di depan gedung dan pasti ini lah yang begitu menarik perhatian para wartawan itu. Kyuhyun tidak sendiri di sana tapi ada SooMan ahjussi juga, wajahnya terlihat tidak begitu senang.
"Apa dia akan mengobral kenormalannya" kata Donghae yang melirik tajam Kyuhyun, aku hanya memandangnya sekilas lalu melihat lagi ke arah Kyuhyun. Puluhan kamera terus menyorotnya, apa yang sebenarnya dia lakukan. Apa mungkin benar yang di katakan Donghae barusan, ahh ini benar benar sangat membuatku penasaran.
Kami segera mendekat ke arahnya, secara serentak puluhan kamera itu mengambil gambar kami, kami hanya diam tak mengatakan apapun dan hal yang pertama kami lakukan adalah menatap penuh pertanyaan ke arah Kyuhyun. Tapi dia sepertinya tidak perduli dengan tatapan kami. Apa kau akan mengundurkan diri Super Junior Kyu, apa kau sudah lelah dengan kami semua? tanyaku pada diriku sendiri. Dan tentu saja aku tak tahu jawaban dari pertanyaan itu.
"Semuanya sudah berkumpul, baik bisa tolong diam sebentar" kata SooMan ahjussi masih dengan wajah tak sukanya, apa yang sebenarnya terjadi sekarang. Dengan serentak semua wartawan dan warga masyarakat itu diam.
"aku hanya ingin mengatakan ini karena kesadaranku dan aku harap kalian benar benar mendengarkan" seru Kyuhyun lantang, aku hanya menatapnya. Tapi dalam hatiku takut, apa dia akan benar benar mengundurkan diri dari Super Junior.
"mungkin kalian akan menganggap aku gila setelah mengatakan ini semua, tapi sebelumnya aku ingin meminta maaf terhadap para Hyundeulku di Super Junior mereka banyak membantuku dalam segala hal"
Kyuhyun lalu berhenti seperti memberikan jeda yang sangat panjang dan itu malah membuat kami sekarang menjadi semakin penasaran dengan apa yang akan ia katakan setelahnya.
"Aku bukan namja normal yang selama ini kalian lihat, aku hanya berpura pura menjadi normal untuk menutupi ketakutanku akan cercaan kalian terhadap semua hyundeulku, tapi aku sadar mereka begitu kuat dan mempertahankan ketidaknormalan mereka, aku belajar itu, bahwa gay bukanlah kesalahan tapi itu adalah pilihan, gay tidak membuat kalian menjadi sebuah virus kan, apa kalian yang akan rugi kalau sahabatmu itu gay, tentu tidak kan, dan aku di sini mengatakan dengan lantang bahwa aku TIDAK NORMAL" kami langsung tercengang dengan setiap kata kata yang Kyuhyun ucapkan, apa yang membuatnya mengaku ketidaknormalannya. Apa yang sebenarnya terjadi, apa yang kami semua tidak tahu.
"tapi gay masih begitu tabu di sini Cho Kyuhyun~ssi" seru seorang wartawan.
"yah memang masih tabu, dan kami yang akan merubahnya menjadi tidak tabu, gay itu sama dengan orang normal lainnya kan, mereka saling mencintainya tapi kenapa gay tidak kalian terima" kata Kyuhyun lagi, kemudian hening kami tak mampu untuk berkata kata. Para wartawan itu seolah menghargai sikap Kyuhyun yang begitu beraninya mengatakan dirinya tidak normal.
"cukup untuk sekarang" kata Kyuhyun sambil menatap kami dengan tersenyum lembut lalu berjalan meninggalkan tempatnya berdiri, kami pun mengikutinya. Dalam diam aku tersenyum, dia begitu berani mengatakan itu semua. Suara lampu blitz kamera terus mengikuti kami hingga masuk ke dalam gedung, aku melirik sebentar SooMan ahjussi dia nampak begitu ingin marah terlihat dari wajah merahnya itu.
.
Sekarang kami semua sudah berada di dalam ruang rapat di kantor ini, sama seperti sebelumnya hanya hening yang mendominasi ruangan ini. Tapi Kyuhyun nampak seperti orang yang sangat lega terlihat dari senyumnya itu.
"Apa yang terjadi sebenarnya Kyu?" tanya Leeteuk Hyung kemudian, Kyuhyun memandang leeteuk hyung lalu menghembuskan nafasnya perlahan lalu memandangku.
"ada seseorang yang menyadarkan ku tentang diriku sebenarnya, dia sosok yang begitu hangat tapi penuh emosi, dia bilang dia paham bagaimana diriku, dia tahu diriku sebenarnya, dan dia mengatakan kalau aku ini sama sepertinya, tidak normal" katanya tanpa mengalihkan pandangannya padaku, merasa aneh pipiku merona. Apakah yang dia maksud adalah aku atau mungkin orang lain.
"dia bilang dia begitu mencintaiku, tapi saat dia bilang dia membenciku entah kenapa hatiku merasa sakit" katanya lagi, sekarang mereka semua tampak memandangku dengan senyum, apakah ini jawaban atas segalanya yang telah terjadi.
"mungkin aku baru saja tersadar dari semua sikapku selama ini, yah kalian bahkan sudah tahu kalau aku ini sama tidak normalnya, tapi aku selalu mencela karena aku sangat takut kehilangan semua yang aku miliki tanpa aku sadari aku sebenarnya punya kalian semua"
Kami bertepuk tangan untuk Kyuhyun, untuk keberaniannya mengungkap dirinya yang sebenarnya, untuk semua kata katanya yang baru saja ia ucapkan. Kau masih magnae kesayangan kami Kyu dan aku akan terus memberikan cinta ku serta kasih sayangku untukmu sampai kau yang akan memintaku untuk menjauhimu.
"Sungmin Hyung" aku menatap Kyuhyun yang tengah memanggilku, senyum merekah di bibir shape M ku, hatiku berdebar menanti kata apa yang akan ia ucapkan padaku.
"Saranghae"
Deg
Aku tak dapat menyembunyikan perasaan bahagiaku, aku langsung berdiri dan menghamipiri Kyuhyun memeluknya dengan sayang. Kyuhyun pun membalas pelukannya, air mataku jatuh menetes membasahi pipiku yang putih dan mulus.
"nado Kyu, nado saranghae" jawabku, dan aku merasakan suara riuh tepuk tangan dalam ruangan ini, aku bahagia sangat bahagia.
.
Senyum tak henti hentinya menguar dari bibir ku, beberapa jam lalu kami saling bersitegang membuat hidup kami seolah tak berharga lagi, tapi sekarang kami saling tersenyum. Walau mungkin tetap ada perasaan takut akan hal apa yang terjadi berikutnya.
"keberanian Kyuhyun menyelamatkan kalian" seru seseorang di belakang kami, aku menengok ke belakang, di sana berdiri manager Kyuhyun dan seorang wartawan. Wartawan itu tidak membawa kameranya.
"maksudnya?" tanya Leeteuk Hyung.
"Setelah Kyuhyun melakukan pengakuannya, banyak dari media yang langsung menyiarkannya di televisi maupun radio, dan mungkin besok akan langsung tersebar di majalah dan koran. Semula respon dari masyarakat begitu sedikit yang menerima tapi semakin lama, pendukung kalian semakin banyak" jelas wartawan itu sambil tersenyum, apa ini berita baik untuk kami atau sebaliknya aku masih tidak mengerti semua ini.
"Jadi?" tanya KangIn hyung yang masih bingung.
"secara tidak langsung, tak akan ada lagi yang mengecam hubungan kalian, aku harap ini benar benar awal yang bagus" kata manager Kyuhyun kepada kami semua, aku tersenyum tipis lalu memandang Kyuhyun yang sama memandangku. Akhirnya kau sadar Kyu, normalmu tidak akan membantu kami tapi malah ketidaknormalanmu yang membuat kami selamat.
"gomawo Kyu" kataku padanya, dia tersenyum semakin lebar lalu memelukku.
Sungmin POV end
TBC
