.
.
.
Normal
KyuMin and All Member Super Junior Couple
.
.
.
Behind Normal :
Kyuhyun POV
Aku melangkah pergi begitu menutup pintu kamarku dan Sungmin hyung dengan keras, aku hanya kesal kenapa mereka selalu memojokkanku seperti itu. Walau semua yang mereka katakan adalah benar, aku ini pengecut, aku bukan lah seorang namja yang berani, aku ini terlalu takut kehilangan semua yang sudah aku dapatkan, bahkan aku harus mengubur dalam dalam cintaku untuk menutupi segalanya.
'kau tak pernah normal lagi Kyu, aku tahu kau aku paham kau itu seperti apa' Kata kata yang terakhir aku dengar dari mulut sungmin hyung benar benar menguasi pikiranku sekarang, terlebih saat dia mengatakan bahwa ia membenciku, kau tak tahu Hyung hatiku sakit kau mengatakan itu semua.
Kau tak tahu juga hyung bahwa aku pun juga mencintaimu, kata maaf yang aku ucapkan padamu bukan tanpa alasan tapi itu berasalan. Aku meminta maaf telah menyakiti mu dan perasaanmu karena semua sikapku, maaf aku tak bisa mengatakannya secara langsung padamu.
Kau memang sangat tahu bagaimana aku hyung, kau memang telah lama menyadarkanku bahwa aku ini tak normal sama seperti yang lainnya. Tapi aku selalu menyangkalnya karena ketakutanku, tapi satu sisi hatiku aku tak bisa melepaskanmu Hyung. Bahkan tamparanmu tadi seperti terasa sentuhan lembut untukku, maaf karena aku terlalu lama menyembunyikan semua ini darimu.
Aku masuk ke dalam mobilku, mencoba mencari ketenangan di dalam sini. Tapi sia sia, kedua sisi hatiku malah semakin berontak dan saling mengibarkan bendera perang.
Apa yang jadi prioritas hidupku sekarang? sebuah pertanyaan singkat itu melintas di pikiranku, aku tak tahu lagi harus apa sekarang, apa yang bisa aku lakukan sekarang, di saat semuanya mungkin sudah membenciku. Aku menjalankan mobilku perlahan lahan, ini masih pagi tapi aku merasa sudah sangat lelah.
Mataku bergerak gerak melihat ke luar mobil, di sana tampak ada seorang namja yang tengah duduk, wajahnya terlihat begitu sedih. Apa yang dia pikirkan, kenapa aku juga malah memikirkannya. Tak lama bunga yang ada di genggamannya itu ia lepas, tangannya kini beralih memegang sebuah pisau lipat. Apa yang dia lakukan di sini, aku bergerak gelisah mencoba mencari seseorang di sekitar sini tapi nihil di sini begitu sepi, hingga akhirnya aku turun dari mobil dan mendekatinya.
"apa yang kau lakukan" kataku dingin. Dia menatapku datar, seolah dia tak peduli padaku.
"kau mau bunuh diri di tempat seperti ini" cerocos ku kemudian, kulihat dia hanya menunduk dan menjatuhkan pisaunya itu. Hebat Cho kau berhasil membuat orang tidak jadi bunuh diri.
"aku hanya ingin mengakhiri hidupku" katanya padaku.
"kenapa?" kataku, aku mulai penasaran dengan topik ini.
"aku telah melepaskan orang yang aku cintai hanya karena aku takut akan di hina, di cerca bahkan di jauhi" katanya, kenapa ini sangat mirip denganku.
"aku gay" katanya lagi, tepat sasaran sekali kau, kau tepat menusuk jantungku dengan kata katamu itu. Tapi kau bilang kau menyesal melepas cintamu.
"tak ada yang terlambat, gay bukan sesuatu yang buruk kan, pertahankan cintamu itu, kau mau mati konyol gara gara ini" kataku, sebenarnya kata kata ini juga sangat cocok untukku, hah aku merasa menasihati diriku sendiri. Tapi seharusnya aku lakukan juga, aku tak boleh menyesal sepertinya, aku harus menjelaskan semuanya sekarang aku tahu apa prioritas utamaku.
"aku pergi" kataku kemudian.
"terimakasih Cho Kyuhyun~ssi, semoga kata kata itu juga pantas untukmu" Apa yang baru saja ia katakan, apa dia tahu semuanya, yah pasti dia tahu bahkan dia mengenalku.
Ku ambil ponselku dengan cepat, dan menghubungi managerku, sepertinya aku tahu apa yang harus aku lakukan sebelum semuanya terlambat.
"yeobo . . ."
"kumpulkan para wartawan dan semua warga masyarakat yang bisa kau temui, suruh mereka berkumpul di depan kantor management siang ini, cepat"
PIP
Aku sekarang melajukan mobilku menuju ke kantor management dan bertemu seseorang yang nanti akan sangat bisa membantuku. Walau aku harus mandi dulu, mengingat tadi pagi aku tak sempat mandi gara gara aku sibuk memaki para hyundeulku, hah, kenapa aku harus mengingat itu semua. Perasaan bersalahku semakin bertambah.
Tak lama aku sampai di tampat tujuanku, hal yang pertama kulakukan adalah mandi. Untung saja aku punya beberapa baju cadangan di dalam mobilku ini. Aku mandi dengan cepat tak peduli bersih atau tidak. Setelah itu aku merapikan diriku dan bersiap menemui orang yang benar benar bisa membantuku, semoga saja dia mau membantuku.
.
BRAK
Gebrakan keras pada meja itu sudah aku prediksi akan terjadi, mengingat apa yang baru saja aku katakan padanya adalah hal yang begitu tidak masuk akal. Matanya menatapku marah, tapi aku masih terus bertahan memberanikan diriku menghadapnya.
"ku kira kau benar benar normal, tapi ternyata sama saja, kau kelainan Cho Kyuhyun" aku terus menatapnya dengan keberanian, aku tahu bahwa SooMan ahjussi akan mengatakan seperti ini. Tapi aku sudah menanggung resikonya, lagipula kami ini salah satu artismu yang sangat terkenal kau tak akan mungkin bisa mendepakku begitu saja.
"aku memang tak normal, dan siang ini aku akan benar benar mempublikasikannya dengan atau tanpa kau" kataku tegas padanya, matanya semakin melotot ke arahku karena bicaraku yang tak lagi sopan padanya. Tak lama aku melihatnya menghembuskan nafas berat. Mungkin mencoba meredam emosinya.
"baiklah, aku ikut denganmu" katanya kemudian, Bingo! benar kan dia tak akan bisa menolakku, kau memang selalu beruntung Cho Kyuhyun. Sekarang saatnya memberitahu managerku.
.
Aku berjalan dengan cepat, setelah menyuruh managerku menuju ke kantor management. Sekarang dia sudah menungguku di ruangan rapat yang tak jauh dari tempatku berdiri sekarang. Acara itu akan berlangsung sekitar 1 jam lagi, dan aku harus mendiskusikan sesuatu kepada managerku itu.
"kau sudah datang" katanya begitu melihatku, tanpa basa basi aku langsung duduk di sebelahnya memandangnya tegas.
"setengah jam sebelum aku memulai acaraku nanti, ku harap kau menghubungi Sungmin hyung dan jangan pakai nomermu itu kau pakai nomer orang lain saja" perintahku padanya, dia hanya diam tak mengerti, dasar manager lelet begitu saja tak mengerti.
"kau paham tidak" tanyaku.
"iya iya paham, apa nanti sungmin harus datang sendiri atau tidak?" tanyanya padaku.
"katakan padanya bahwa semua member harus datang ke kantor management siang ini" kataku tegas padanya, dia hanya mengangguk angguk jelas, setelah itu aku memberikannya nomer Sungmin Hyung.
"ingat pakai nomer orang lain" Kataku padanya, dia kembali mengangguk dan aku segera pergi dari sana memepersiapkan diriku karena sebentar lagi acaraku akan aku mulai.
Sekarang aku duduk di ruang rias yang memang di sediakan di sini, aku melihat diriku sendiri terlihat begitu kacau gara gara mandi dengan asal asalan tadi. Aku memandang diriku begitu lama dan malah muncul bayangan wajah para hyundeulku yang begitu terluka mendengar kata kataku tadi pagi, apalagi Sungmin Hyung. Dia begitu terluka karena aku, hah, aku berharap setelah ini semua akan baik baik saja.
Cklek
Pintu ruang rias itu terbuka dan nampaklah SooMan ahjussi berdiri di sana tentu saja masih bertahan dengan wajah tak sukanya. Sebenarnya wajahnya lucu kalau seperti itu, tapi kenapa mood ku untuk tertawa tidak ada.
"kau yakin" katanya sambil berjalan mendekat ke arahku. Aku memandangnya kini.
"sangat yakin" jawabku mantap dengan senyumku, dia kembali menghembuskan nafasnya lalu memandangku tajam.
"kalau ini berakhir buruk, mungkin kalian akan hancur" katanya tiba tiba, sekarang senyumku memudar, benar juga kata kata SooMan ahjussi kalau ini semua gagal pasti akan berakhir menjadi lebih buruk dari yang kupikirkan.
Aku langsung memandang SooMan ahjussi lagi, entah dapat kekuatan dari mana aku kembali tersenyum.
"tak usah khawatir, aku sangat yakin ini pasti berhasil" Jawabku kemudian, dia menepuk pundakku perlahan lalu sedikit mengeluarkan senyumnya walau aku sangat yakin itu pasti terpaksa, tapi tak apalah mungkin dia mencoba memberiku kekuatan.
.
Sekarang aku sudah berdiri di depan para wartawan dan warga masyarakat, benar benar sangat banyak. Aku sedikit gugup, tapi segera kuhilangkan kegugupanku itu. Acaranya sebentar lagi akan di mulai tapi kenapa mereka belum datang, aku melirik ke arah SooMan ahjussi yang ada di sampingku, wajahnya semakin tidak bersahabat terlihat sangat jelas tak ada senyum di bibirnya itu.
Tap Tap Tap
Aku langsung menoleh ke samping kiriku, akhirnya mereka datang juga. Betapa leganya hatiku, tapi pandangan mereka seolah menujukkan banyak sekali pertanyaan untukku. Aku berusaha untuk tidak menghiraukannya dan segera melihat ke arah depan lagi.
"Semuanya sudah berkumpul, baik bisa tolong diam sebentar" kata SooMan ahjussi aku hanya menatapnya sekilas lalu kembali melihat ke arah depan, tak lama mereka semua diam.
"aku hanya ingin mengatakan ini karena kesadaranku dan aku harap kalian benar benar mendengarkan" seruku lantang, aku sebenarnya sudah tidak sabar untuk mengatakan hal intinya, tapi aku akan membuat mereka semakin penasaran dengan apa yang akan aku katakan.
"mungkin kalian akan menganggap aku gila setelah mengatakan ini semua, tapi sebelumnya aku ingin meminta maaf terhadap para Hyundeulku di Super Junior mereka banyak membantuku dalam segala hal" Aku berhenti cukup lama, berusaha memberi jeda yang cukup panjang.
"Aku bukan namja normal yang selama ini kalian lihat, aku hanya berpura pura menjadi normal untuk menutupi ketakutanku akan cercaan kalian terhadap semua hyundeulku, tapi aku sadar mereka begitu kuat dan mempertahankan ketidaknormalan mereka, aku belajar itu, bahwa gay bukanlah kesalahan tapi itu adalah pilihan, gay tidak membuat kalian menjadi sebuah virus kan, apa kalian yang akan rugi kalau sahabatmu itu gay, tentu tidak kan, dan aku di sini mengatakan dengan lantang bahwa aku TIDAK NORMAL" Aku langsung mengatakan kalimat panjang ini tanpa jeda, perasaanku benar benar lega, tapi aku sangat yakin pasti mereka semua tercengang dengan apa yang aku katakan barusan.
"tapi gay masih begitu tabu di sini Cho Kyuhyun~ssi" seru seorang wartawan aku menatapnya sekilas.
"yah memang masih tabu, dan kami yang akan merubahnya menjadi tidak tabu, gay itu sama dengan orang normal lainnya kan, mereka saling mencintainya tapi kenapa gay tidak kalian terima" kataku lagi. Kurasakan hanya hening yang terjadi sekarang, tapi aku tetap mencoba tersenyum. Ku harap keputusanku ini sangat tepat.
"cukup untuk sekarang" kata ku kemudian lalu berjalan pergi dari tempatku berdiri, ku rasakan para hyundeulku mengikutiku dari belakang. Tuhan, aku benar benar sudah sangat lega sekarang telah mengatakan apa yang seharusnya aku katakan sejak dulu.
.
Aku dan para member sekarang berada di dalam sebuah ruang rapat, aku sangat yakin pasti mereka menuntut penjelasan dariku setelah apa yang terjadi di hadapan mereka siang ini. Namun sungguh aku tak bisa menyembunyikan perasaanku sekarang, terbukti dari senyum yang terus terkembang di bibirku.
"Apa yang terjadi sebenarnya Kyu?" tanya Leeteuk Hyung kepadaku, segera aku memandangnya lalu ku hembuskan nafasku perlahan bersiap siap untuk memberikan penjelasan pada mereka semua, setelah itu aku memandang Sungmin Hyung.
"ada seseorang yang menyadarkan ku tentang diriku sebenarnya, dia sosok yang begitu hangat tapi penuh emosi, dia bilang dia paham bagaimana diriku, dia tahu diriku sebenarnya, dan dia mengatakan kalau aku ini sama sepertinya, tidak normal" kataku memulai menjelaskan tanpa mengalihkan padanganku dari Sungmin Hyung, karena memang dia sebenarnya yang membuatku tersadar akan statusku. Dan aku tak akan menceritakan pada siapapun tentang kejadia tadi pagi.
"dia bilang dia begitu mencintaiku, tapi saat dia bilang dia membenciku entah kenapa hatiku merasa sakit" kataku lagi, yah memang itulah yang aku rasakan. Sekarang semuanya memandang Sungmin Hyung dengan senyum.
"mungkin aku baru saja tersadar dari semua sikapku selama ini, yah kalian bahkan sudah tahu kalau aku ini sama tidak normalnya, tapi aku selalu mencela karena aku sangat takut kehilangan semua yang aku miliki tanpa aku sadari aku sebenarnya punya kalian semua"
Aku memandang dengan haru saat semua orang memberiku tepuk tangan. Aku benar benar sudah merasa berguna sekarang bagi mereka. Dan sekarang saatnya aku harus mengakui semuanya kepada Sungmin Hyung.
"Sungmin Hyung" panggilku padanya, kulihat dia tersenyum lembut, aku sengaja memberinya jeda agar dia penasaran denganku.
"Saranghae" kataku langsung dengan senyumku, kulihat dia langsung berdiri dan memelukku, aku pun balas memeluknya dengan lembuat.
"nado Kyu, nado saranghae" Aku tersenyum bahagia mendengar kata itu, sekali lagi aku mendengar suara riuh tepuk tangan.
.
Aku sekarang duduk bersama dengan Sungmin hyung, dia terus tersenyum dan begitu pula dengan semua member. Kurasa apa yang kulakukan ini benar benar mengembalikan keceriaan di wajah semua orang.
"keberanian Kyuhyun menyelamatkan kalian" Seru seseorang yang sangat aku kenal, jelas aku kenal karena dia akan managerku sendiri. Aku dan yang lainnya langsung memandangnya.
"maksudnya?" tanya Leeteuk Hyung.
"Setelah Kyuhyun melakukan pengakuannya, banyak dari media yang langsung menyiarkannya di televisi maupun radio, dan mungkin besok akan langsung tersebar di majalah dan koran. Semula respon dari masyarakat begitu sedikit yang menerima tapi semakin lama, pendukung kalian semakin banyak" jelas wartawan itu sambil tersenyum ku harap ini adalah berita baik dan semua yang kulakukan benar benar sangat berguna.
"Jadi?" tanya KangIn hyung yang kurasa dia masih bingung.
"secara tidak langsung, tak akan ada lagi yang mengecam hubungan kalian, aku harap ini benar benar awal yang bagus" kata managerku lagi pada kami, kulihat Sungmin hyung tersenyum kepadaku aku pun tersenyum kepadanya dan terus memandangnya. Semuanya telah kembali menjadi baik hyung, semua kejadian buruk itu telah berakhir.
"gomawo Kyu" katanya padaku, aku tersenyum semakin lebar dan langsung memeluknya.
Sekarang aku sadar, keegoisanku menyakiti kalian semua dan malah membuat kalian semakin hancur. Dan ternyata ketidak normalanku malah menyelamatkan kalian semua, mianhae ne Cho Kyuhyun yang egois tak ada akan ada lagi, yang sekarang adalah Cho Kyuhyun si magnae yang menyanyangi kalian.
END
Balasan Review :
deviyanti137 : dia memang jenius kok, walau sangat terlambat untuk menyadari kebodohannya :)
Adekyumin joyer : iya sih, author masih belum bisa buat panjang panjang. Author juga ikut emosi pas ngetiknya :P . . makasih udah review lagi, endingnya tetep bahagia kok chingu
winecouple : yah pas itu memang puncak konfliknya, dan sekarang happy ending :)
WineKyuMin137 : makasih, ini udah di lanjut kok . Memang dia cinta tapi cuma takut kalau di cela, hehe, masih bingung gimana manjanginnya, hehehe
abilhikmah : Cuma bentar kok kejamnya
yensianx : salam kenal juga, makasih chingu :)
sitapumpkinelf : Mian Mian kalau pendek.
Author langsung publish 2 chap nih, sebenarnya mau tak jadiin satu tapi takut kepanjangan ya sudah author jadiin 2 deh.
Maunya sih end di Chapter 3 tapi ntar kalau ceritanya jadi gantung, ya sudah di sini ada bagian Kyuhyunnya juga.
Makasih buat reviewnya chingudeul.
- Shu Qiao Lian -
