disklaimer: happy tree friends (c) mondo media

[—tidak ada keuntungan material yang diperoleh dalam pembuatan fiksi ini]

warning: humanized. ooc. [untuk chapter ini]. gajelas.

part3: can you help me?

sinopsis: [short fic, daily update] 3 - HandyPetunia, accepting request ;; Dan Petunia membantu Handy... menggunakan pakaiannya.


"Handy, kalo mau kubantuin gak usah malu-malu gitu,"

Petunia berdiri di depan pintu kamar mandi, handuk putih berada ditangannya. Matanya melirik gelisah jam dinding yang tak berhenti berputar, berharap waktu yang telah berlalu segera kembali. Gadis bersurai indigo tersebut mengetuk pintu kamar mandinya sekali lagi.

"Handy, cepetan." Petunia kembali menghentak-hentakkan sepatu boot yang ia gunakan. "Kita terlambat, mungkin Cuddles dan Giggles sedang berkeliling taman untuk mencari kita."

Ia mendengar jawaban dari dalam—walau samar-samar.

Dan beberapa detik kemudian pintu terbuka sedikit, dan Handy mengeluarkan kepalanya dari celah pintu itu. "Jiah," si gadis mengeringkan rambut pemuda tersebut dengan cepat—walau sedikit kasar. "Pel—pelan-pelan! Woy!"

Sedikit terkikik geli, ia melembutkan pandangan matanya, "Nah, cepatlah. Aku akan membantumu seperti biasa." ujarnya, kemudian ia mengambil kain panjang berwarna merah yang tergantung di sisi pintu kamar mandi, dan melilitkannya dimatanya.

Petunia menginjak lantai basah tersebut dengan perlahan, lalu ia meraba-raba sekeliling dan mengambil pakaian yang akan Handy kenakan di wastafel—yang tentu saja, masih kering.

"…?" si gadis memasang wajah heran—walau tersamarkan. "Ini kemeja? Kau mau pakai kemeja?" Handy tak menjawab. Wajahnya sedikit memerah.

"Ber—berisik,"

"Yaaah, tak apa-apa sih," ia membuka satu per satu kancing kemeja yang akan ia kenakan kepada Handy, "walau aku ragu Cuddles dan Giggles bisa mengenalimu, biasanya kan kau—kemanapun seenaknya aja berpakaian."

"Yaaa, cepat selesaikan sajaaaaaa," Handy membuka mulutnya, memutar bola matanya karena telah cukup puas mendengar celotehan kekasihnya. "He—hei, jauhi tanganmu dari sana!"

Petunia terus fokus pada pekerjaannya; ia harus menyelesaikan ini, sebelum kedua Cuddles dan Giggles menangis dan mengais-ngais tanah karena bosan mencari mereka berdua.

"Nah, selesai!" tangannya ia lipat di dadanya, walau tak dapat melihat, ia tetap merasa bangga kali ini pekerjaannya selesai dengan sempurna. "…Ayo, kucarikan celana yang cocok untukmu."

"Nah, aku baik disini." balasnya, sedikit tersipu malu. "Aku bisa melakukannya sendiri kok." namun pernyataannya dibalas dengan senyum cerah Petunia.

"Tidak usah malu-malu, aku akan membantumu." ia mengepalkan tangannya, "Aku akan menjadi tanganmu, tidak usah khawatir akan sesuatu seperti, 'Oh, nanti aku akan merepotkan Petunia,'. Tidak! Aku tidak keberatan, aku malah senang."

Semburat merah diwajah Handy semakin menjadi, "Bu—bukan begitu, tapi… kau kan perempuan, sedangkan aku…"

Petunia mendengus, "Aww, tidak usah sok begitu, aku mau kok menjadi istri-mu suatu hari nanti, jadi tidak masalah kan?"

Bola mata Handy terbelalak lebar, wajahnya makin berantakan, "Se—serius?"

"Bohong kok. Wee," Petunia menjulurkan lidahnya keluar, dan tersenyum mengejek ke arah Handy, sebelum berjalan keluar dan menutup pintu kamar mandi, meninggalkan Handy disana.

"…Sialan."


a.n: yaaaah~ jadiii~ sebenernya tadi ini FlippyHandy, cuma gara-gara stuck ditengah saya nge-delete lagi semuanya dari awal dan memulai dengan alur yang sama namun karakter yang berbeda.

mengingat saya shipper HandyPetunia (duh, dan itu OTP), saya maunya bikin fluff jadi, ternyata gagal (TOTAAAAL). saya gak bilang ini drabble kan? jadi diatas 400 kata masih boleh lah~

request masih dibuka entah sampai kapan.

review?