disklaimer: happy tree friends (c) mondo media
[—tidak ada keuntungan material yang diperoleh dalam pembuatan fiksi ini]
warning: humanized. ooc. [untuk chapter ini] yaoi. sedikitnya bahasa gue-elo.
part4: can you walk?
sinopsis: [short fic, daily update] 4 - LumpyRussell, accepting request ;; Dan… Russell mulai kehilangan kontrol diri karena permen aneh pemberian Nutty—eh?
"YES GUE TERBAAAAANG~!"
Russell mengangkat tangannya keudara, mengibas-ngibaskan tangannya dan dengan tersenyum bodoh, ia tak menyadari tatapan aneh yang diberikan dari Lifty dan Shifty. Pop juga sedikit mengernyit, dan membawa Cub—anaknya—menjauh dari Russell.
Lumpy dan Nutty saling berpandangan, si maniak gula tersenyum kaku, "Ehehe, sepertinya aku salah memberikan permen," Nutty menarik dirinya menjauh dari Lumpy—si dokter mata, yang memberinya tatapan tajam. Lumpy memandang Russell yang kini menunjuk-nunjuk Handy—dengan kemeja—dan Petunia yang berjalan diluar klinik-nya.
"Hallow Handeeeeh~!"
…Dia mabuk ya?
Dokter muda tersebut melepas jas putih panjangnya, dan menuju kounter. "Lammy, bisakah kau suruh Sniffles menggantikanku? Aku akan mengantar Russell pulang sebentar." usai mengatakan demikian, ia bergegas menuju Russell yang masih berusaha membalikkan kursi tunggu.
"Guweeeh yang paling kuaaaaat," Russell ditarik dengan cepat oleh Lumpy, ditarik keluar dari klinik-nya, sebelum ada keributan dan membuat pasien-nya kabur.
"Yeeeaah, jadiiii, gue jalan-jalan,"
Dokter muda bersurai biru langit merangkul Russell, sedikit kesulitan karena gerakan bebas dan aneh yang dilakukan orang yang—sepertinya—mabuk. Kadang ia melambaikan tangannya pada pengendara mobil yang lewat, kadang ia menendang-nendang udara tanpa alasan jelas—ditambah dengan teriakan setengah waras, membuat Lumpy makin malu karena tingkahnya.
"Teruuus…. gue ketemu bocah ini, namanya Waffle, kalo gak salah." celotehan Russell kembali berlanjut, sementara Lumpy menarik pemuda bersurai biru terang menjauh dari jalan, sebelum ia sempat melemparkan tubuhnya ke jalanan dan mati terlindas mobil.
"Eh, Waffle ato Truffles? Ikh, gue lupaaa," Russell setengah menguap, dan Lumpy melirik temannya sedikit, memerhatikan raut wajahnya—dengan dibingkai rambut biru yang sedikit berantakan, dan semburat kemerahan.
Lumpy menghela napas, "Iya, iya, nanti lagi ceritanya,"
"GAAAAK, GUE MAU CERITA KE ELO DOANG!" Russell bersikukuh, ia memukul pundak Lumpy dan beberapa detik kemudian, tidak ada suara yang keluar darinya.
"Mmh, jadi… gue ketemu bocah ini, namanya itu, kerjanya—ngh,"
…Kemudian suara tarikan napasnya menjadi konstan, dan Lumpy menyadari satu hal; ia telah tidur.
Dokter muda tersebut memerhatikan dengan seksama wajahnya, dan ia telah benar-benar yakin si pemuda yang lebih muda darinya telah tertidur. Ia yakin, sangat.
Tanpa alasan jelas, pemuda bersurai biru tersebut menggendong Russell, dan membawanya dibelakangnya. Ia membiarkan lembutnya tarikan napas remaja tanggung tersebut menggelitik tengkuknya.
Begini juga tak buruk.
.
.
"Eh—WOY LUMPY LO MAU APAIN GUE?! TURUNIN GUE SEKARAAAAANG! GUE MASIH SUCI DEMI APAPUN!"
…Nah, Lumpy, dokter THT ada di deket klink-mu.
a/n: orz.
ini masih ada hubungannya sama yang lalu; HandyPetunia mau pergi ke pesta apa kek, karang sendiri /loauthornyawoy
review?
