disklaimer: happy tree friends (c) mondo media

[—tidak ada keuntungan material yang diperoleh dalam pembuatan fiksi ini]

warning: humanized. ooc. [untuk chapter ini] yaoi. self-hatred. incest. suicide.

part5: let us die together.

sinopsis: [short fic, daily update] 5 - ShiftyLifty, accepting request ;; Ayo, mati bersama-sama.


Lifty membiarkan hembusan angin malam menerpa wajahnya, matanya sedikit memicing, melihat ke bawah kakinya. Manusia dibawah sana tampak berjalan cuek, tak memerhatikan sosoknya yang memandang rendah mereka semua.

Sekali lagi, ingin ia melanjutkan langkahnya, kemudian jatuh menghantam tanah dan membekaskan darah-darah segar di tanah manusia, membuat mereka menjerit dan mericuhkan suasana dunia—walau cuma sedikit, dan sebentar.

Namanya telah mengukir sejarah, kini ia telah dianggap pencuri paling hebat dalam sejarah. Bersama kakaknya, walau terkadang ia mencuri sesuatu yang tak jelas—bahkan mereka pernah mencuri lampu bohlam di rumah Petunia.

Ah, tapi dengan kematiannya, apakah ada yang akan menangisinya—Heh, mungkin rakyat akan bersorak, mengingat pencuri sepertinya telah mati.

"—Heh, bodoh sekali, aku akan menangis kalau kau mati."

Lifty membalikkan tubuhnya, dan kakaknya memukul pundaknya perlahan.

"Wajahmu seolah berkata, 'Apa nanti kakak akan menangis kalau aku mati?'." terangnya, dan ia ikut berdiri mendampingi Lifty, membiarkan angin malam menerbangkan topi fedora-nya, entah kemana. "Pertanyaan retoris, tentu saja aku akan menangis, tolol."

Sekali lagi, ia menyeringai. "Mungkin aku akan bilang, 'Dasar tolol, kenapa kau tidak mengajakku mati bersama?' dan mengikutimmu tak lama setelahnya."

Pernyataan Shifty membuat sang adik tertawa hambar, "Dunia terlalu luas, makanya membosankan." Lifty bergumam, cukup keras agar hanya Shifty dan dirinya yang mendengar. "Aku rasa hidup tanpa tujuan itu membosankan dan tak berarti, jadi, kupikir daripada repot-repot bertahan hidup di dunia ini, lebih baik kalau aku—"

Shifty memotong, "Heh, kalau begitu, ayo mati bersama-sama."

Shifty menarik dasi hijau adiknya, dan tanpa keraguan ia melompat, membawa Lifty ikut serta dari atas gedung tinggi nan megah itu.

Lalu, dalam penerjunan tersebut, perlahan Shifty mendekatkan wajahnya pada Lifty, kemudian mengecup bibir adiknya dengan lembut.

…Akhirnya, benar-benar bahagia, kan?


a/n: karena ada keluarga disini dan saya belum mau dicap sebagai orang mesum #eh saya rasa adegan iya-iya nya ga bisa ditulis bener-bener terbuka. sebenernya tadi mau nyerempetin m dikit, tapi ya inget kondisi. jadi deh begini. sebenernya tadi fluff kok, serius. gak ada adegan bunuh diri gini.

maaf mengecewakan.

review?