disklaimer: happy tree friends (c) mondo media
[—tidak ada keuntungan material yang diperoleh dalam pembuatan fiksi ini]
warning: humanized. ooc. [untuk chapter ini] sedikitnya bahasa gue-elo. high-school-theme untuk beberapa chapter ke-depan.
part8: deceiving.
sinopsis: [short fic, random-time update] 8 – a little CuddlesGiggles, other pairing. accepting request ;; Mereka sering bersandirwara seolah hubungan mereka telah berakhir, tapi nyatanya, mustahil hubungan mereka berakhir dengan mudah.
Bersama-sama, selamanya.
Together, forever.
Itu adalah kata-kata yang pantas untuk mengkategorikan dua pasangan imut ini. Mereka berdua tak pernah sedikitpun menyia-nyiakan waktu, bila mereka memiliki waktu, maka mereka akan menggunakan waktu berharga itu untuk bermesraan di tempat umum dan membuat beberapa orang menggigit kuku.
Mereka saling menyukai seolah ditakdirkan bersama sejak di dalam kandungan ibu mereka masing-masing—
"Woy, muka lo kusut banget."
—mereka saling menyukai sejak pandangan pertama mereka bertemu. Iya, gitudeh; klise banget, emang. Picisan banget pula.
"—gue abis threesome-an semalem—"
"A—APA?! JADI SELAMA INI KAMU SEL—"
"—sama bantal dan kasur."
Troll face.
Wajah Giggles mendadak kusut, lagi.
Cuddles adalah satu tipe pemud—bocah yang sering menjahili pacarnya.
Jauh lebih sering dibandingkan Shifty dan Lifty, atau bahkan Mime. Tapi Cuddles tidak pernah menjahili orang lain seperti Nutty ataupun Sniffles, hanya pacarnya yang ia jahili. Dan itu tiap kali mereka bertemu dipagi hari, didepan gerbang sekolah.
Contohnya diatas, bisa dilihat seberapa jahil Cuddles.
Kedua sejoli ini tampak masih bersama, duduk berdampingan satu meja bersama-sama teman mereka yang lain; Petunia, Handy, Lammy—dan Mr. Pickels, mungkin?—Flippy, dan Flaky. Sebenarnya, mereka biasa duduk bersama dua kembar, Splendid dan Splendont.
Tapi, karena mereka mendengar 'ada pencuri gorengan', mereka sedang mencari…
Ahem.
"Gue bisa makan sendiri—udah lo gak usah—"
"Udahlah, gak usah malu-malu gitu, buka mulutmu~ Aa,"
"Ehehehe, ayam ini… udah mati kan?"
"BELOM! AYAM ITU BELOM MATI!"
"—AAAAAAAAAA!"
PRANG!
"Ini teh buatku, dan ini untukmu,"
Abaikan saja suara-suara yang disumberkan dari teman-teman Cuddles dan Giggles. Dua pemuda dan pemudi itu kini tampak saling berhadapan, Cuddles menatap Giggles tidak percaya, sedangkan Giggles cuek-bebek menyesap milkshake cokelat-nya.
"Jadi… gue sama elo… end?"
Giggles mengunyah sedotan, "Iya."
Pemuda ber-hoodie kuning tersenyum dengan paksaan, "Se—serius?" tanyanya dengan ekspresi suram.
"Serius." mau tak mau Giggles menjawab dengan penekanan dan ekspresi tegas.
—pernyataan itu membuat Cuddles terjatuh ke lantai kantin, berlutut dan menengadah kelangit-langit kantin, "Kh—kenapa?"
"Karena gue bosen sama lo!" dan diakhir kalimat, Giggles tertawa, gadis berpita merah besar itu lalu kembali menyeruput milkshake dengan cuek, seolah tak terjadi apa-apa barusan.
"Gak—NGGAK MUNGK—!"
Nyaris saja teriakan Cuddles menggema hingga Splendid yang sedang bermesraa—memojokkan Shifty di atap sekolah berlari dengan cepat ke kantin—
"Gue boong kok."
—namun interupsi dari Giggles menghentikannya.
"Eh—iya apa?"
"Iya. Gue, spasi, bohong."
Kali ini Giggles yang memasang wajah troll.
—kampret.
Bukan hanya Cuddles yang sering menjahili Giggles, rupanya Giggles juga sering menjahili Cuddles dengan 'ayo-akhiri-hubungan-ini'.
(Anehnya Cuddles sangat sering tertipu, padahal hampir setiap hari Giggles mengelabui-nya dengan topik ini.)
Yah, namanya juga Cuddles kelewat sayang pada Giggles.
a/n: err, karena pairing ini lucu banget ya saya nulis ini aja deh X3
saya masih nerima request~
