Warning: typo, OOC mungkin, terlalu pendek, AU, gombal dan lain-lain.
Disclaimer: Semua character yang ada di manga Naruto adalah milik Masashi Kishimoto.
Ket: "blablabla" ngomong biasa
'blablabla' dalam hati
A/N: Maaf super duper telat, mau nulis banyak halangan. Enjoy this fic (^_^)
5 Tahun kemudian
Setelah kepergian Hinata, Naruto selalu mencarinya tapi ia tidak pernah bertemu dengan Hinata lagi, entah karena Hinata yang terlalu pintar bersembunyi atau karena ada komplotan lain yang menyembunyikannya. Naruto tak pernah sekalipun berniat untuk menceraikan Hinata. Ia sudah merasa seperti suami aslinya. Kepergian Hinata sedikit banyak mengubah pribadi Naruto menjadi tidak seceria dulu. Naruto terduduk dalam kantornya sambil memandangi mobil-mobil yang berlalu lalang di jalan raya, ia termenung sampai seseorang mengetuk pintu kantornya.
"Masuk!"
"Masih memikirkan mantan istrimu?" ternyata Sasuke Uchiha, partner bisnis Namikaze grup yang sekarang menjadi sahabatnya.
"Aku tidak pernah menceraikannya, Sasuke." Naruto berkata tenang sedangkan Sasuke tidak menjawab perkataan Naruto, hanya mengedikkan bahunya singkat.
"Jadi ada urusan apa kau kemari Sasuke?"
"Tentu saja bisnis, apalagi?"
"Kita bicarakan di cafe saja. Aku sudah lapar."
Naruto dan Sasuke mengendarai mobil menuju kafe tempat mereka biasa makan siang. Naruto hanya setengah hati mendengarkan Sasuke yang mengoceh tentang bisnis di depannya. Ia merasa sangat bosan kemudian Naruto memalingkan matanya ke jendela berharap melihat sesuatu yang menarik. Ia melihat orang berlalu lalang di depannya. Kemudian ia melihat seorang wanita berambut hitam panjang sedang berjalan melewati kafe yang di tempatinya. Naruto kemudian bergegas keluar kafe dan mengejar wanita tersebut, tidak memerdulikan Sasuke yang meneriakkan namanya.
"Hinata tunggu!" teriak Naruto sambil menarik lengan wanita yang dikejarnya.
"Ah! Itai!" saat mendengar suara wanita itu Naruto langsung tersentak dan melepaskan tangannya. Ia tersadar, bukan itu suara yang selalu terngiang dalam ingatannya.
"Ah, gomennasai nona, saya salah orang. Gomennasai." Naruto berkali-kali meminta maaf sambil membungkuk 90 derajat. Sasuke yang melihatnya merasa tidak tega dan langsung menghampiri Naruto.
"Ayo kembali ke kafe!" perintahnya tanpa basa-basi dan tanpa menanyakan ada apa. Naruto hanya mengangguk dan mengikuti Sasuke dari belakang sambil mengusap-usap tengkuknya. Setelah kembali duduk di kafe, Sasuke hanya menatap Naruto. Sementara mata Naruto terpaku pada sebuah pasangan suami istri yang sedang menyuapi anak mereka.
"Hhhh! Sudahlah kita pulang saja, sepertinya kau sedang tidak mood untuk membahas bisnis." Kata Sasuke sambil mulai beranjak dari kusinya, Naruto hanya mengangguk dan mengikuti Sasuke ke mobil.
anzukaanzukaanzuka
Naruto merebahkan badannya di kasur. Pakaiannya hanya ia renggangkan seperlunya, terlihat berantakan. Pikirannya terasa penat dan badannya terasa sangat lelah. Bayangan Hinata selalu menghantuinya. Rambut indahnya yang selembut sutra, matanya yang lembut, senyumnya yang manis, sikapnya yang keibuan. Dia pasti menjadi ibu yang baik. Dia sekarang pasti sudah menjadi ibu. Pasti anak mereka sekarang sudah masuk TK. 'Hinata, kembalilah padaku. Bukankah kau ingin aku bertanggungjawab?'. Setelah Hinata pergi dari rumahnya, Sakura tiba-tiba muncul di hadapannya dan ingin kembali padanya.
Flashback
Narutokembali ke rumah setelah semalaman mencari Hinata. Matanya pedih, badannya lelah dan yang ingin ia lakukan hanyalah mengistirahatkan badannya di kasur empuknya yang nyaman. Ia berjalan keluar dari mobilnya menuju pintu depan rumahnya, tiba-tiba sepasang tangan memeluknya dari belakang.
"Naruto, aku merindukanmu." Naruto membelalakkan matanya dan berbalik setelah mendengar suara itu.
"Apa yang kau lakukan disini?!" Bentak Naruto sambil melepaskan pelukan wanita berambut soft pink itu.
"Aku merindukanmu, aku ingin kembali padamu." Ucapnya dengan wajah ingin menangis. Naruto menyipitkan matanya, tidak percaya.
"Percayalah padaku Naruto sayang, aku mencintaimu." Katanya lagi sambil mencoba memeluk tubuh Naruto. Naruto hanya menepis tangannya dan berbalik menuju rumah.
"Gadis itu sudah pergi bukan? Dia tidak akan kembali padamu!" Naruto berbalik menghadap Sakura dengan tampang marah.
"Jadi kau yang membuatnya pergi?! Jadi KAU!" Naruto mendesis marah pada Sakura sebelum masuk sambil membanting pintu rumahnya.
End of flashback
Naruto menghela nafas dan mengusap wajahnya yang terlihat lelah, mengingat Hinata membuat perasaannya senang tapi juga diliputi dengan rasa sakit secara bersamaan. Ia kemudian bangkit dari tidurnya dan melepaskan kemeja untuk mandi. Ia segera menuju shower untuk mendinginkan kepalanya yang terlalu panas karena banyak berpikir. Setelah dirasa cukup, Naruto kemudian melilitkan handuk pada tubuhnya dan mengambil handuk lain untuk mengeringkan rambutnya. Sambil keluar dari kamar mandi, ia mulai mengeringkan rambutnya yang basah. Naruto pun segera mengambil handphonenya yang bergetar tanda ada satu pesan masuk, ia segera membuka pesan dari Sasuke
"Dobe, cepat hubungi aku. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan."
Naruto cepat-cepat menghubungi Sasuke untuk mendapatkan info yang ia harap berhungan dengan istrinya yang hilang itu. Setelah nada sambung yang ketiga, Sasuke mengangkat teleponnya, yang langsung dicecar Naruto dengan pertanyaan.
"Ada info penting apa? Apakah mengenai Hinata?"
"Secara tidak langsung, ya."
"Maksudmu apa?"
"Aku menemukan siapa anakmu dan di mana dia bersekolah."
"Benarkah Teme?! Terimakasih! Rasanya aku ingin menciummu!" Teriak Naruto dari telepon yang membuat telinga Sasuke berdenging.
"Diamlah Dobe, kau membuat kupingku perih. Akan kujelaskan besok." Setelah mengucapkan itu, Sasuke langsung menutup sambungan telepon.
anzukaanzukaanzuka
"Jadi, mana info yang kau janjikan , Teme?" Tagih Naruto begitu ia sampai di kantornya.
"Ini semua yang kujanjikan kemarin. Ada alamat sekolah, rumah, nama wali dan lain-lain." Kata Sasuke sambil menyerahkan beberapa dokumen kepada Naruto. Naruto kemudian segera membuka dokumen-dokumen tersebut dan melihat foto anaknya yang agak mirip dengannya. Anak laki-laki itu memiliki rambut sewarna dengannya. Namun, memiliki kulit pucat dan mata amethyst Hinata.
"Kouhei Hyuuga. Kou." Naruto menggumam pelan nama anaknya sambil tersenyum. Mata Naruto melembut melihat foto anak laki-laki itu sekali lagi. Entah mengapa ia merasa memiliki ikatan yang dalam walaupun belum pernah bertemu dengannya.
"Aku akan ijin dari kantor sehari, tolong gantikan aku Teme." Kata Naruto sambil berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban Sasuke.
Naruto segera mengendarai mobilnya ke alamat sekolah anaknya. Tak lama menunggu, para murid telah keluar bersama orang tua atau babysitter mereka. Naruto bergegas keluar dari mobilnya, berharap bisa segera menemui anaknya.
Seorang anak laki-laki keluar dari sekolah sambil menenteng tas ransel di punggungnya, ia terlihat celingak-celinguk mencari seseorang. Naruto melihat foto di tangannya sambil mencocokkan dengan wajah anak yang berada di depan gerbang. 'Itu memang dia'. Naruto melangkah mendekati anak itu, belum sampai dua langkah seseorang telah mendahuluinya mendekati anak itu. Ia terkaget bukan main. Orang itu,
"Kiba." Naruto berucap pelan, alisnya mengkerut karena bingung, kemudian menghampiri laki-laki dewasa itu dan anak laki-lakinya. Dari jauh ia bisa melihat wajah Kou tertekuk karena pembicaraan yang dilakukannya dengan Kiba. Samar-samar ia bisa mendengar bahwa yang seharusnya menjemput Kou adalah Hinata. Naruto menepuk pelan pundak Kiba yang menoleh dengan tatapan kaget. Ia segera berdiri dari jongkoknya dan berusaha menutupi Kou dengan tubuhnya, walaupun tidak berhasil karena Kou tetap menyembulkan kepalanya dari samping kaki Kiba.
"Naruto." Suara Kiba sudah penuh ketenangan, walaupun raut wajahnya masih menyisakan kakagetan.
"Siapa dia, Paman?" Tanya Kou sambil menarik-narik celana Kiba dan membuat Kiba dan Naruto menunduk. Naruto sedikit lega, setidaknya Kiba tidak memanggil Kiba dengan sebutan Ayah.
"Maaf Naruto, aku terburu-buru. Sebaiknya aku pulang sekarang. Ayo Kou." Kiba kemudian berbalik berjalan ke mobil sambil menggandeng tangan kecil Kou. Tiba-tiba langkahnya tertahan karena Naruto mencengkram tangannya.
"Bisa kita bicara sebentar?"
"Baik, aku akan membawanya ke mobil."
"Bisakah ia tinggal di sini juga?" tanya Naruto sambil mengedikkan kepalnya ke arah Kou.
"Tidak." Nada dalam suara Kiba terdengar final. Naruto hanya mengangguk dengan wajah tanpa ekspresi. Kiba kembali menarik Kou pelan dan menggiringnya ke mobil. Sambil melangkah, Kou kembali bertanya tentang siapa Naruto yang hanya dijawab dengan senyum oleh Kiba. Setelah memasukkan Kou ke mobil, Kiba kembali kepada Naruto dengan wajah menahan marah.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Kiba sambil menyedekapkan tangannya di depan dada.
"Aku ingin bertemu anakku tentu saja." Kiba hanya mendengus mendengar jawaban Naruto.
"Kau sudah melihatnya, jangan ganggu dia lagi. Kau bisa pergi sekarang." Jawab Kiba tidak menutupi kenyataan bahwa Kou memang anak Naruto.
"Apa maksudmu?! Aku tidak boleh menemuinya lagi begitu?"
"Tentu saja, apalagi?! Kau ingin melihatnya untuk membuktikan bahwa Kou memang anakmu kan? Ya, dia memang anakmu. Apalagi yang kau inginkan? Jangan pernah menyakiti Hinata lagi." Kata Kiba penuh emosi pada Naruto. Naruto kaget mendengar jawaban Kiba. Hatinya serasa ditusuk-tusuk jarum.
"Aku tidak pernah bermaksud menyakiti Hinata."
"Aku tidak ingin mendengar apapun, Naruto. Aku pergi sekarang." Kiba berbalik ke mobilnya, dan segera mengantar Kou pulang ke rumah, meninggalkan Naruto.
anzukaanzukaanzuka
Kiba memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah, kemudian ia mengajak Kou untuk keluar dan masuk ke dalam rumah itu.
"Okaachan!"
"Wah, anak Okaachan sudah pulang. Kamu ganti baju dulu ya sayang, setelah itu kita makan bersama Om Kiba." Hinata menundukkan diri sambil mengambil tas dari gendongan Kou dan melepaskannya.
"Okaachan sudah nggak pusing?" tanya Kou pelan sambil memegang kedua pipi Hinata.
"Okaachan sudah baik-baik saja sekarang. Ayo kamu ganti dulu." Kata Hinata sambil melepaskan tangan Kou dari pipinya.
"Siap Okaachan!" Kou kemudian berlari ke kamarnya dan segera mengganti baju.
"Ehem, Hinata..."
"Ya Kiba?" Hinata berbalik ke arah Kiba sambil mengambil piring dan menatanya di meja.
"T-tadi aku bertemu dengan," Hinata menatap Kiba yang berbicara dengan gugup dengan pandangan bingung.
Kiba kemudian menelan ludahnya, gugup. "Naruto" Mata Hinata seketika melebar setelah mendengar nama laki-laki itu dari mulut Kiba.
"A-apakah dia... apakah dia melihat Kou?" ekspresi takut Hinata tercetak jelas di wajahnya, ia mulai menggigit-gigit bibirnya.
"Dia bahkan sudah yakin kalau Kou adalah anaknya." Hinata terhuyung mendengar kenyataan yang dilontarkan Kiba.
"Tidak ada yang bisa ditutupi saat melihat Kou, Hinata. Dia memang percampuran dari kalian berdua."
"Aku tidak ingin ia mengambil Kou dariku." Hinata menggelengkan kepalanya pelan, putus asa. Matanya terasa panas, air matanya hampir tumpah jika saja Kou tidak segera masuk kembali ke ruang makan.
"Okaachan, aku mau ramen." Memang tidak ada yang bisa menyembunyikan fakta bahwa Kou adalah anak Naruto, meski secara garis besar wajahnya lebih mirip Hinata. Namun, senyum Kou adalah cengiran khas milik Naruto. Sifat dan juga kesukaannya semua menurun dari Naruto, meski ada beberapa sifat yang diturunkan oleh Hinata. Seperti sifat pemalunya saat bertemu dengan orang asing.
.
.
.
Setelah mengunci pintu dan semua jendela, Hinata beranjak ke kamar anaknya. Biasanya ia akan tidur di kamarnya sendiri. Namun, kali ini ia ingin menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya dengan Kou. Hinata merebahkan diri di kasur Kou, merasakan suatu pergerakan, Kou mulai membuka matanya.
"Okaachan, bobok di sini?" Hinata hanya tersenyum sambil membelai rambut pirang Kou. Kou kemudian berbalik memeluk ibunya erat.
"Aku sayang sekali sama Okaachan." Senyum polos Kou membuat hati Hinata sedikit tenang, ia kemudian balas memeluk Kou dan mencium dahinya dengan gemas.
"Okaachan lebih sayang sama Kou."
"Okaachan nggak mau kalah nih." Kou nyeletuk pelan sambil mengerucutkan bibirnya. Hinata yang gemas dengan tingkah anaknya hanya menggelitik perut anaknya itu sampai minta ampun. Kou hanya bisa tertawa terbahak-bahak kegelian sambil meminta ampun dari ibunya. Hinata menghentikan aksi gelitikan itu kemudian mencium dahi dan kedua pipi anaknya dan memintanya tidur.
anzukaanzukaanzuka
Ini balesan review yang kemarin pada gak login, R untuk review dan A untuk answer
Guest
R: ne author masih idup gax ea?
A: masih kok,, besok lagi kalo review yang sopan ya
Makasih udah review
LavenderBlueSky
R: (•͡. •͡) нммм‥ Anzuka-san tolong update dong ffx aku jdi galau... :( #tolong Update_maksa
Dah lama nunggu ff nie,tdi liat riview author-san di ff naruhina yg lain jdi kgn..bca ff autohor-san niee..tolong Update petir dong..
.
LBS
A: ini mau update kok,, kemarin-kemarin gak ada modem sih jadi gagal update
Makasih ya udah suka fic ini,, reviewnya bikin cepet update
sinuza
R: update dong.. udah lama nunggu T,T
A: sip,, ini bakal update. Makasih udah review
sinuza
R: udah lama nunggu yg chapter 3, blum keluar juga
T,T
A: maaf ya, udah bikin nunggu. Ini bakal update kok
Z bill-chan
R: Kok pendek banget sih...
Tapi gak pa pa
#updatekilat ya...
#GANBATTE :D
A: maaf ya, soalnya ini dibikin pas buru-buru. Ini udah update kok. Makasih udah review
melia anggriana
R: min kapan chapter brikutx udah lma bnget nunggux...
A: Ini bakal update. Makasih udah review
naruhinaLoverzz
R: nexttttttttt
A: siiiiip
Hina chan
R: Kapan kelanjutan cerita udah lama banget nunggu nya !
Please next
A: maaf ya ,Ini bakal update. Makasih udah review
fajar
R: Mana lanjutannya
A: Ini lanjutannya. Makasih udah review
Guest
R: lanjutan'y kapan ni?.
A: ini lanjutannya. Makasih udah review
devaldo yazid
R: ka cepetan dong bikin yg capter 3 nya udah penasaran tau ;(
A: sip sip. Makasih reviewnya ya
fachri
R: haiiiiiiiiiii aku suka banget lho ceritanya aku tunggu ya lanjutannya
A: haiii juga. Makasih ya udah suka fic ini. Makasih reviewnya. Lanjutannya ini,, semoga suka ya
sinuza
R: kpn update yg 3?
A: ini , semoga suka ya. Makasih reviewnya
Prilly helena
R: Kak tlng lanjutan cerita dicepetin soalnya bagus banget
klu udah jadi call me ya
A: sip sip,, semoga suka sama lanjutannya ya,, sori gak bisa calling calling. Kamu gak kasih no hape sih
hehe
Hina chan
R: Kapan kelanjutan ceritanya
A: ini lanjutannya, semoga suka ya. Makasih reviewnya.
michelle
R: cerita nya setengah-setengah ngah seru
A: maaf ya, kalo masih setengah-setengah, coba dong aku dikasih baca fic yang kamu buat
Rahma putri az zahra
R: Update kilat ea:)
A: maaf ya belum bisa update kilat. Makasih udah review
leadersboys
R: wah ficnya bagus kapan disambungnya?
A: ini sambungannya, semoga suka ya. Makasih udah review
Putri Hyuuga Uzumaki
R: AKU SUKA AKU SUKA FIC INI :3
author-san alurnya terlalu cepet hehe
oh iya di next chap tolong tambahkan previous story-nya
takut lupa :)
yosh! Ditunggu chap selanjutnya :*
A: hehe,, iya maaf ya alurnya kecepetan. Soalnya dibikin pas buru-buru sih makasih concritnya ya
gece
R: Lanjut lanjut XD
A: oke oke . Makasih reviewnya
Fishy ELF
R: Kyaaaa! lagi seru serunya baca eh TBC -,- oh iya sbenarnya aku udah baca dr chap 1 cuman lupa review hehe gomen ._. ditunggu chap depannya ya! update kilat! ;)
A: hehehe. Gapapa kok kalo lupa review soalnya aku juga sering lupa update XD. Sip! Makasih reviewnya ya
demikooo
Q: Waaah lanjutin dong. Idenya menarik. Paling coba diperbaiki sedikit lagi aja penulisanmu biar lebih nyaman dibaca. Aku malah seneng kalo sakura jadi antagonis. Maklum, aku benci sakura. Tapi gak pernah bashing tentang dia sih..
Keep it up! Ditunggu apdetannya.
A: sip sip. Makasih ya review dan concritnya. Semoga suka sama ya
Ryu cigarette
R: update kilat senpai...!
ceritanya bagus, Ryu suka
A: maaf ya belum bisa update kilat. Makasih udah suka fic ini
ca kun
R: lanjutan'y ditunggu ni
A: semoga suka updateannya. Makasih udah review
Nick name
R: Kawaii
Ak tunggu next chapter ,,,,
A: sip. Semoga suka updateannya. Makasih reviewnya
kirei-Chan
R: Can't wait for the next chapter... Semoga ga lama di updated-nya... Salam kenal... _
A: sip. Dibaca ya chap barunya. Salam kenal juga
Maaf kalau ada review yang belum sempat dibalas. Maaf juga karena updatenya lama banget. Makasih banyak buat yang udah review semoga review kalian bermanfaat, yah walaupun ada yang ngaco juga sih reviewnya. Sampai jumpa di chap selanjutnya.
