Ib the parody
Yo, semuanya~ author balik dengan fic Ib the parody yang gaje dan garing ini~ setelah bangkit dari hiatus yang lamaaaaaa~~~ banget, author akhirnya bisa ngelanjutin ficnya. Setelah saya membaca ulang chapter 1, sepertinya aneh banget ya… ( reader: lu yang ngetik, lu yang bilangin aneh. ) ah, betewe, makasih banget yang udah ngereview! *bow* REVIEW MENCAPAI ANGKA 12! AUTHOR TERHARU! *craiz*
Ib The Parody.
Ib © kouri.
This fic © Me.
.
.
.
Ib pun terjatuh dari lukisan itu. Merasa nyesal udah coba bunuh diri bersama Author yang gelo(?). Entah kenapa, ia merasa tenggelam di lautan luka dalam, Ia merasa tersesat dan tak tau arah jalan pulang.. Ib tanpa Auth- *ditampol sendal*
Ib menemukan tangga. Tangga yang kelihatannya berbahaya, tapi sayang kalo ga diinjek *?*. Ia berpikir.. berpikir dengan khusyuk. Dipikir-pikir~ 1 2 3~ dipikir-pikir~ 1 2 3~. Akhirnya, mubazir banget yak, kalo ga diinjekin. Toh tenggelam terlalu lama juga ga baik. Kasian author yang udah klepek-klepek didalam air.
Kenapa author tak bisa berenang katamu?
Tch. Aku ini berenang dengan gaya batu tau! Terlalu fabulous sampai kau tak mengerti!
"Te-Tempat apa ini?" Ib menginjakkan kaki ke tempat itu, berhadapan dengan 2 lukisan yang sama, Ib heran, kenapa Lukisan yang ini dan satu lagi berbeda warna? Apakah menunjukan jalan? Misterius.
Kenapa yang satunya merah dan yang satunya lagi biru? Apakah itu trap? Atau mungkin Guertena iseng-iseng gantiin warna? Aaah… Ib dan Author tak punya ide…
.
.
*arwah Guertena gentayangin author*
.
.
"Thor?! Author?"
Ya? Apaan Ib?
"Kok lukisannya beda warna sih?! Satunya biru, satunya merah?"
Guertena kuker kali. #ngok
"Artblock ya?"
….
"Artblock kan?"
Mungkin deh. Ga tau juga.
Setelah berlama-lama author dan Ib kurker jalan-jalan kiri ke kanan, kanan ke kiri, Lenggak-lenggok, senyam senyum ga jelas, sambil ngesot muter-muter di lorong. Bingung, yang mana yang mau dilewatin. Akhirnya, Ib yang rajin, baik, pintar dan suka menabung ini mempunyai insting yang cukup masuk akal (?) dibanding dengan insting sang author.
Ib pun menuju ke tempat yang di tujukan oleh lukisan warna biru itu. Kenapa warna biru? Karena ia suka.
Sip. Ga nyambung.
Ib yang tadinya pokerface-an. Sekarang malah pasang ekspresi, ini-tempat-apaan-yak?-kok-kayak-nya-suram-abis. Lha, gimana ngga.. orang dewasa aja kalo lewatin tempat penuh coretan abal pasti bakal ngerasa suram kan?! Iya kan?!
Ib melangkah, ia melihat tulisan, 'maling.'
.
.
Ib melangkah lagi, liatin lagi. 'maling malingin kolor gue.'
.
.
Ib melangkah lagi, liatin lagi. 'maling malingin kutang gue.'
.
.
KOK KAYAKNYA ADA YANG GA LAZIM YA.
.
.
Ib melangkah lagi, liatin lagi. 'Joko malingin sandal gue.'
.
.
PAK RIFA'I?!
.
.
"Thor, kok kayaknya ada tulisan ga jelas ya?"
Ntah. Siapa juga yang nulis ginian. Hobinya buruk euy.
"Kok ada yang bilang 'Joko malingin sandal gue'? siapa tuh thor? Joko? Joko siapa?"
Itu lho. Yang suka malingin sendalnya pak Rifa'I temennya Markonah…
"Joko Krisnanto?"
KOK LO TAU SIH.
"Temen Ib suka bahasin itu. Makanya Ib tau deh. Ib juga suka pairing RivaEren... hehehe.."
.
.
Hening.
.
.
Ib dan Author pun sampe di depan pintu. Depan pintunya ada meja. Diatas mejanya ada mawar. Mawarnya didalem vas.
Trus yang author mau Tanya…
Kok meja ditaro di depan pintu sih?
Ah, udahlah. Settingannya udah kek gitu. Mau diapain lagi juga….
Cklek.. begitulah bunyi pintu yang terbuka. Author dan Ib masuk pake tampang tentara di C*ll of Duty. Mereka melihat… wow! Nona yang cantik! Laksana bulan dihatiku, oh~ sungguh cantiknya dirimu wahai nona berambut biru~.. rambutmu yang keluar dari frame seakan-akan asl-
Weit.
Rambut…. Keluar… dari.. frame?
Asli?...
Wat, wat, wat.
Omegad,
Wat.
Ib yang santai ngambilin kunci didepan kakinya merasa senang dan puas, kini ia bisa melanjutkan progressnya. TUNGGU IB! SIAPA TAU ITU BOM!. Ib pun mengambil kuncinya dan…..
Sang nona berambut biru tersenyum dengan indahnya, matanya melotot pada sang pendatang… ah… author pengen pingsan.
Gerakan reflex Ib saat mengetahui partnernya dalam bahaya, menggunakan kuda-kudanya dan ototnya. Ia pun mengambil sesuatu dari koceknya… ia berteriak, "BIMA SATRIA GARUD*! BERUBAH!"
Author dan lukisannya antara pengen ketawa ato ngerasa ngeh, ga tau pengen ekspresiin apapun. Dengan keheningan sekitar 30 detik. Ib mulai berteriak, "SHORYUKEN!" sembari menendang lukisannya. Lukisannya ga apa-apa sih… cuman… Ib nya Pede tingkat tinggi. Lu sering main t****n ya ib?
.
.
Ib dan author pun cepat-cepat keluar dari ruangan itu, sambil berlari-lari. Nafas mereka tergopoh-gopoh. Tepat di muka author, tulisan 'Kolor' jatoh. Author dan Ib pun berhenti sejenak. Hening.
"Author…"
Ya?
"Perasaan yang mestinya jatoh itu tulisan 'thief' deh. Kok 'Kolor'?"
Iya nih. Mbak tadi marah kali ya sama gue. Ga enak banget gitu yang jatoh kolor…. Kan bisa lebih elit lagi gitu, kayak 'Maling' ato whateverlah gitu….
Ib cuekin author. Terpukul denger 'mbak tadi marah kali ya'. Dan tinggalin author sendirian. Ib ngambek. Author ditinggalin…
Dan..
TO BE CONTINUED~ :V
MAU TAU KISAH SELANJUTNYA? RNR! FAV JUGA KALO PERLU! #duesh
