Cast:

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Sahara Shin (Original Character / Namja)

Felixander Choi (Original Character / Namja)

Et cetera

Genre: BoysLove, Family

Rating: PG-15

Disclaimer: The story is mine. And we're belong to God.

Warning: Typo(s), OOC.

V

V

V

CHAPTER 4


Sahara memakan sarapannya santai. Sesekali matanya menatap Kyuhyun, memperhatikan bibir merah kakak tirinya yang terlihat begitu manis. Terkadang ia mendecak pelan saat mengingat kejadian semalam.

'Pasangan tua nan bodoh. Gagal berciuman karena bersin dengan timing yang tidak tepat.' pikir Sahara gemas.

Sepertinya Kyuhyun juga menyadari keanehan yang terjadi pada mulut Sahara yang berisiknya seperti komentator bola. Jika si 'otak ganggang' ini diam, Kyuhyun tahu pasti ada sesuatu yang tengah mengganggunya. Tapi setelah diingat-ingat lagi, apa yang bisa membuat pikiran abstrak adiknya itu terbebani? Biasanya juga anak ini yang membebani orang lain –dengan mulut comelnya-.

"Kau kenapa, Sa?" tanya Kyuhyun yang tidak tahan dengan aksi diam Sahara.

Sahara mendongak, menatap wajah cantik kakak lelakinya yang terlihat –sedikit- khawatir. Ketika matanya kembali bertemu dengan bibir Kyuhyun, Sahara buru-buru menunduk. Beberapa kalimat umpatan pelan ia lontarkan.

Kyuhyun memandang adik tampannya sebal, merasa diacuhkan. "Do you hear me, Mr. Shin?"

Putra semata wayang Antonio Shin yang berdarah Korea asli ini hanya mengangguk. Tak ingin menatap Kyuhyun lagi.

Dahi Kyuhyun berkerut. Ia meletakkan sumpitnya dan berpindah tempat disebelah Sahara. Ia melingkarkan tangannya ke lengan Sahara. "Kau ini kenapa, Sa?"

Walaupun dalam hati merasa berbunga-bunga akibat perlakuan manja sang kakak, Sahara tetap melakukan aksi tanpa reaksinya. Biar saja Kyuhyun penasaran.

"Kalau kau ada masalah, kau bisa menceritakannya padaku. Kita 'kan saudara." ujar Kyuhyun lembut.

Sahara tersenyum kikuk, mengusap tengkuknya pelan. 'Bagaimana aku bisa cerita kalau sebenarnya letak permasalahan itu ada padamu, babe?'

"Jadi, apa yang membuatmu merasa tidak nyaman?" tanya Kyuhyun lagi.

Sahara menggeleng. "Aku ingin ke kamar dulu, noona." pamitnya cepat tanpa menjawab ataupun menunggu balasan, takut Kyuhyun menyadari panggilan yang diberikannya.

Sedangkan Kyuhyun hanya menatap punggung Sahara dengan tatapan tidak mengerti. "Otak ganggang itu kenapa, sih?"

.

.

.

"Fiuhh." Sahara melemparkan tubuhnya keatas ranjang. Menghela napas lega karena berhasil menghindar dari Kyuhyun yang pastinya tidak akan bisa diam sebelum mendapatkan jawaban yang diinginkan. Ia memegangi dadanya yang berdetak keras sejak tadi, adegan romantis yang rusak semalam berkelebat dikepalanya. Demi Tuhan Sahara ingin sekali meninju hidung Choi Siwon yang mendadak bersin saat bibir mereka hanya berjarak 2 senti lagi!

Ia menangkupkan kedua tangan, matanya terpejam –sok- khidmat.

"Tuhan, percayalah aku bukan penganut incest. Tapi jika begini terus, bisa-bisa aku duluan yang akan menikahi Cherie hyung." kurang lebih begitu isi doa –aneh- Sahara.

Saat membuka matanya lagi, ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke nomor yang sudah ia hafal diluar kepala.

To : Cherie Kyu

'Kau benar, babe. Aku sedang ada masalah. Kau ingin tahu apa masalahku? Cobalah kau ingat acara kencan indahmu semalam yang berakhir dengan sebuah virus flu yang datang tak mengenal waktu. Disitulah letak masalahku, kalau kau bisa mengerti.'

Sahara bergegas bangun, mengunci pintu kamarnya dan meletakkan berbagai macam barang yang susah digeser untuk melindungi pintunya. Ia benar-benar mempersiapkan segalanya dengan matang. Karena ia sudah bisa menduga reaksi apa yang akan diberikan Cho Kyuhyun saat membaca isi pesannya.

.

.

.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari layar televisi saat handphonenya berbunyi. Hari ini sudah banyak sekali kerutan imajiner yang muncul didahinya akibat tingkah abnormal Sahara yang lebih tidak normal dari biasanya. Dan sepertinya sekarang kerutan baru akan muncul lagi didahi lebarnya.

"Padahal hanya terpisah satu lantai, kenapa harus memakai pesan singkat?" gumamnya heran.

Bibir merahnya bergerak-gerak pelan, membaca tiap kata yang dikirimkan Sahara. Tak ada perubahan spesifik pada raut wajahnya, hanya sesekali gigitan bibir saat nalarnya tak bisa menangkap maksud sang adik yang lebih tinggi 3 sentimeter darinya itu. Kata perkata telah ia baca, hingga akhirnya…

"TUNGGU SAATNYA AKU MENJADIKANMU DAGING GILING, SAHARA SHIN!" Kyuhyun memekik histeris sambil menunjuk-nunjuk heboh foto Sahara yang terpajang disamping foto keluarga mereka.

Yang diteriaki malah tertawa keras sampai berguling-guling diatas karpet berbulu tebal dikamarnya.

"Oh my… Pasti saat ini wajahnya sudah seperti Bakpao Strawberry."

.

.

.

Felixander menggelengkan kepala prihatin saat mendengar tawa heboh sahabatnya. Kalau boleh mengaku, sebenarnya ia merasa sedikit menyesal telah berteman dengan si abstrak ini. Namun sejujurnya hanya Sahara lah teman terdekat dan paling setia yang pernah ia miliki. Walaupun enggan mengatakannya, tetapi Felix juga merasa sangat bersyukur mempunyai sahabat seunik Sahara Shin. Karena meskipun dari luar terlihat easy going, sebenarnya Sahara itu mempunyai hati yang sangat baik. Ia begitu mudah beradaptasi dengan lingkungannya, pandai bergaul dengan siapa saja. Felix tahu Sahara pantas dipercaya untuk memegang sebuah rahasia. Tetapi itu juga yang membuat Sahara tampak sangat pintar menyembunyikan perasaannya. Semua yang tidak beres akan terlihat wajar bersama Sahara.

"Aku berani bertaruh saat itu pasti wajah Cherie hyung tampak sangat imut dengan rona merah dan bibir yang mengerucut." ujar Sahara disela tawanya. Matanya sudah berair akibat tawa yang tak kunjung berhenti sejak tadi.

Felix menyesap Orange Juicenya, memandang Sahara dengan sebelah alis yang terangkat. "Kenapa kau hobi sekali mengerjai Cho seonsaeng, sih? Meskipun dia kakakmu 'kan dia tetap wali kelas kita juga. Bagaimana kalau dia menetapkanmu agar tinggal kelas?"

Sahara mengibaskan jari telunjuknya, memasang wajah menyebalkan seperti biasanya. "Tidak mungkin dia melakukan hal itu." jawabnya santai.

Felix menyeringai. "Kenapa tidak? Kurasa beliau bukan tipe orang yang KKN."

Sahara mengusap dagunya serius sampai-sampai Felix menatap jijik pada gayanya yang tampak seperti playboy tua.

"Aku akan langsung menceraikannya jika dia melakukan itu." tawanya menggelegar disertai tatapan geli terpancar dari wajah tampannya, membiarkan Felixander Choi menahan tinjunya agar tidak melayang ke hidung mancung sahabat abnormalnya ini.

'Di kehidupan yang selanjutnya, kumohon jangan biarkan aku bertemu dengan makhluk seperti ini lagi, Tuhan.' batin Felix nelangsa.

.

.

.

"Makanlah dulu, ini sudah lewat jam makan malam."

"Perhatian sekali calon istriku~"

Pipi Kyuhyun merona mendengar sebutan itu. "Jangan bicara macam-macam!"

Terdengar tawa berat dari seberang sana. "Memangnya kau tidak mau jadi istriku?"

"Bu-bukan begitu. Tapi kan…"

"Kita baru berpacaran satu hari."

"Ne, kita baru berpacaran satu ha-" Kyuhyun membelalak, kepalanya menoleh ke kiri dan langsung berhadapan dengan wajah menyebalkan Sahara Shin yang tengah memakan Potato Chips sambil mengerling padanya. Baru saja Kyuhyun membuka mulutnya untuk mendamprat Sahara, remaja 15 tahun itu meletakkan jari telunjuknya didepan bibir Kyuhyun dan tangan yang memegang bungkus Potato Chips menunjuk telinga Kyuhyun yang masih menempel pada ponsel.

"….. Kyu? Kau masih disana?"

Suara Siwon mengembalikan kesadarannya yang sempat hilang akibat ulah adik tirinya. Ia memandang Sahara dengan tatapan membunuh, sedangkan yang ditatap hanya mengangkat bahu tak peduli.

"Ya, aku masih disini." jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya pada Sahara yang kini menyodorkan sebuah Potato Chips kedepan mulutnya dengan senyum –sok- polos. Rasanya ingin sekali Kyuhyun menggembok bibir tipis itu agar tidak bisa lagi mengucapkan sepatah katapun.

"Baguslah. Hm… Tadi kau bicara apa, Kyu? Kenapa terputus begitu?"

Kyuhyun mencoba fokus pada pembicaraan mereka. Tapi selama masih ada bunyi kunyahan kripik dari mulut Sahara, percobaan itu tidak akan pernah berhasil. Yang ada Kyuhyun malah semakin ingin mengamuk.

"Tidak apa-apa. Hyung, bisakah kita lanjutkan nanti? Ada sesuatu yang harus kuselesaikan sekarang." terang Kyuhyun dengan penekanan dibeberapa kata. Matanya kembali menatap Sahara yang masih asyik dengan acara kunyah-mengunyahnya.

"Begitukah? Hm… Baiklah. See you later, beauty. Love you."

Lagi-lagi pipinya terasa panas. "Okay."

Dan sambungan telepon pun terputus. Disaat yang bersamaan, Kyuhyun tercengang ketika tempat disampingnya sudah kosong. Begitu suara pintu tertutup masuk pendengarannya, Kyuhyun menarik napas panjang.

"OTAK GANGGANG! KUPASTIKAN ANGKA 5 ADALAH NILAI TERTINGGI PADA NILAI RAPORMU NANTI!" teriak Kyuhyun sambil melempar seluruh bantal dan gulingnya ke sembarang arah.

"LAKUKAN DAN AKU AKAN MENCERAIKANMU, CHERIE. HAHAHA…" Sahara balas berteriak dari kamarnya sendiri yang terletak disamping kamar Kyuhyun. Suara tawanya membuat Kyuhyun ingin menangis saking kesalnya.

"….."

Jika memang sudah benar-benar tidak tahan dengan tingkah ajaib Sahara, biasanya Kyuhyun akan menangis dan merajuk pada ibunya. Tapi sekarang orangtua mereka sedang tidak ada dirumah. Jadi apa yang dilakukannya? Sama saja. Ia menangis sambil memukuli boneka Teddy Bear-nya.

"U-umma… O-otak gg-ganggang itu nakal s-sekali!" isaknya.

Sungguh, ini sangat berbanding terbalik dengan image-nya disekolah yang terkenal sebagai guru disiplin dan bermulut tajam.

"Hiks… Hiks…"

Sahara bisa mendengar suara isakan tersebut walaupun kamar mereka terhalang dinding. Sedikit rasa bersalah mulai menjalari hatinya.

"Apa kali ini aku terlalu berlebihan, ya?" gumamnya pada diri sendiri sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Namun tiba-tiba ia menjentikkan jari. Seringai iblis menghiasi wajah tampannya.

"Akan kubayar air matamu yang sudah terlalu banyak menetes karena keahlianku, Cherie Kyu." gumamnya dengan masih sempat menyelipkan sebuah kata narsis yang melampaui batas.

.

.

.

"Felle!"

Tepukan itu membuat Felix sedikit kaget. Pasalnya ia sedang serius mengerjakan PRnya.

"Apa?" balasnya datar.

Siwon duduk ditepi kasur anaknya, memperhatikan pekerjaan yang sedang dilakukan anak itu. "Sedang mengerjakan apa?"

"PR." ujarnya singkat.

Siwon merengut. "Papa juga tahu kau sedang mengerjakan PR. Tapi PR apa?"

Felix terus saja menatap layar laptopnya. "Makalah."

Siwon menaikkan sebelah alis ulat bulunya, merasa sedikit aneh dengan sikap Felix. "Makalah apa?"

"How To Kiss Your Boyfriend." jawab Felix santai dan terkesan datar.

Siwon tersentak. "M-mwo?"

Felix memutar kursinya, membetulkan letak kaca matanya dan menyeringai menatap Siwon. "How is it?"

Sang ayah mengusap tengkuknya gugup. "Uh-uh… Sounds interesting." jawabnya kikuk.

Dalam hati Felix tertawa puas. Memang selalu mengasyikkan menggoda ayahnya yang tampan tapi sedikit 'lambat' ini.

"Tapi apakah ada makalah seperti itu? Memangnya tidak dilarang oleh gurumu?" tanya Siwon yang sejak tadi kurang cocok dengan pemikiran Felix. Ia merasa seakan-akan putra angkatnya itu sedang menyindir kebodohannya semalam. Padahal memang benar sih.

"Papa mau melihatnya?" tawar Felix.

Cepat-cepat Siwon menggeleng. "Papa ada urusan sebentar. Lanjutkanlah tugasmu, nak!" ujarnya seraya mengacak rambut Felix dan buru-buru keluar dari kamar bernuansa hitam-putih itu.

.

.

.

To : Shin Dessert

'Papa tampak sangat panik tadi. Kurasa beliau tidak menyadari jebakanku.'


NEXT?


siscaMinstalove : Duo tampan ini memang selalu heboh

wonkyu : Hayoo siapa?

zita frauke : Eh? Apa itu Kyuhyun yang bersin?

ratnasparkyu : Jadian atau belum ya? Tanya sendiri deh kkk~ Terima kasih ^^

Shin SiHyun : Ayo tebak ayoo~ ^^

evil kyu : Dua-duanya memang lambat sih, hehe ^^

vira : Maunya siapa? #slap

aninkyuelf : Felix dan Sahara itu 'rada-rada' sejak lahir :D

rikha-chan : Yang satu mendadak flu #run

wonkyufa : Ini lanjutannya :D

Kayla WonKyu : Mudah-mudahan bisa lebih cepat lagi deh, terima kasih ^^

shin min young : Mereka 'kan selalu aneh

Thank's for my visible and invisible readers ^^

Saya persembahkan bagi semuanya yang masih ingat dan menunggu fic ini ^^

And about me…

Guess who?

Saturday, November 09, 2013

- Coriander -