Holla~ Konnichiwa...!
ara! mou sankagetsu desu ne..
hisashiburi^^
Maaf, ya lama bgt update-nya.. entah knapa jaraknya selalu tiga bulan -_-"
chapter x ni sudah saya panjangin lo... Horeeee...
*tabur bunga*
Untuk yg ngriview :
Narin-san :sudah d panjangin, tapi mungkin agak lama update-nya. maklum, kuliah tsuki sibuk..
lg mengejar nilai karna sakit kmrn :)
Psyce-san : haha.. tsuki jg g mw fuyuki tumbuh jd anak ababil, tapi ini tuntutan skenario. ok d nikmati aj chapter ni
Sora-san : sip..sip.. udh d panjangin kok.. selamat membaca ya..
Note : Chapter ini krg lebih filler sih.. tp tetep jgn d longkap ya.. coz g seru nanti (alasan macam apa itu)
Oia, d capter sebelumnya tsuki lp ksh tw klo di cerita ini ni.. yaoi sudah d legalkan d jepang dan preg sudah di teliti d sini dari tahun2 sebelumnya (kira2 setelah mrk lulus kulian jd setelah beberpa tahun membina hubungan mrk menikah dan langsung memutuskan punya anak deh) hehehe..
Sekian dr tsuki.. Otanoshimi~
Review Please..
P/S : Ini udh d edit lho..
XxX
Chap. 2 : The Mysterious Soul
Normal P.O.V
Seminggu setelah kejadian di pemakaman, Shizuo kembali mengurung diri di kamarnya. Berkali-kali Shinra mencoba mengajak ke luar, tapi Shizuo menolak dengan beberapa barang yang dilempar ke arah sang dokter sebagai hadiah karena telah mengganggunya.
Saat ini yang ada dalam pikiran Shizuo hanyalah Psyche yang dirasa sedang menghantuinya karena ia tidak menepati janji untuk mejaga dirinya dan Fuyuki.
Mengingat ulang tahun pertama Fuyuki sudah lewat, Shizuo beranjak pergi ke rumah Shinra dan mengecek keadaan anak itu sekaligus meminta saran pada Celty supaya dirinya bisa lebih tenang.
XxX
Malam tiba begitu cepat bagi Shizuo yang baru melepas rindu pada putra semata wayangnya. Setelah meminta saran pada Celty, ia memutuskan untuk pulang dan mencoba untuk relaks dan tidur.
Di tengah jalan pulang Shizuo kembali melihat sosok Psyche di tengah kerumunan dengan jaket bulunya yang khas, tapi bukan warna putih-pink yang biasa ia pakai melainkan warna hitam-putih. Saat ingin mengejar sosok tersebut, Shizuo malah bertabrakan dengan orang di depannya yang tidak lain merupakan teman lamanya sendiri, Tom Tanaka. Sempat teralih perhatian pada Tom, Shizuo memutar badannya kembali mencoba mencari sosok misterius yang menhantuinya seminggu ini namun sosok tersebut telah hilang di telan kerumunan kota Ikebukuro.
XxX
Merasa sudah lama tidak bertemu, Tom mengajak Shizuo pergi minum-minum di sebuah restoran Sushi terkenal di Ikebukuro. Setelah mengobrol dan bercerita tentang kehidupan mereka lima tahun terakhir, Tom yang merupakan seorang debt collector menawarkan Shizuo untuk bekerja padanya sebagai bodyguard yang kemudian kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh Shizuo yang memang sedang mencari pekerjaan untuk menhidupi dirinya dan Fuyuki.
XxX
Seminggu setelah pertemuan Shizo dengan Tom, ia memulai pekerjaan barunya sebagai bodyguard teman lamanya dan memutuskan untuk membawa pulang dan merawat Fuyuki sendiri di rumahnya.
Pekerjaan Shizuo bukanlah perkerjaan yang mudah, sering kali ia harus pergi bulak-balik ke tempat Shinra untuk mengobati luka akibat resiko pekerjaannya. Kemudian juga harus belajar mengurus Fuyuki sendiri mulai dari membuatkan susu, memandikan, menggantikan diaper, menenangkannya saat menangis sampai membuatnya tidur. Shizo tidak tahu lagi mana pekerjaan yang lebih berat, bekerja sebagai bodyguard atau mengurus anaknya yang masih kecil. Untungnya, Celty menawarkan ntuk merawat dan menjaga anak laki-lakinya itu saat Shizuo bekerja.
XxX
Pagi itu para penghuni sebuah apartemen minimalis yang terletak di tengah Ikebukuro tepatnya di lantai delapan belas dikagetkan oleh sebuah tangisan bayi dari kamar nomor 1805, tapi setelah sadar suara siapa itu para penghuni itu pun segera melanjutkan aktivitas pagi. Kejadian ini sudah biasa terjadi di tempat itu semenjak pria berambut pirang yang menghuni kamar nomor 1805 itu membawa pulang bayinya yang belum lama berumur satu tahun itu*.
"sekarang kenapa lagi Fuyu?" ucap seorang pria berambut pirang pada bayi laki-laki di depannya. Segala hal sudah dia lakukan mulai dari memberikannya susu, memeriksa diaper-nya, membuat wajah lucu, memeriksa tubuhnya untuk luka dan gejala sakit, tapi aku tetap tidak tahu kenapa dia menangis. Aku sangat bingung.
Sambil memenunggu mesin kopinya selesai membuat kopi, Shizuo menaruh berjalan mundar-mandir menggendong dan mengusap punggung anak pertamanya yang masih menangis. Saat ini bayi itu sudah kelelahan karena sudah menangis lebih dari setengah jam, tapi tetap keras kepala untuk berhenti berhenti menangis. "dia sungguh punya banyak energi di pagi hari" pikir pria yang masih memakai piyama itu sambil menguap. Wajah imut bayi itu kini berantakan. Mata merah masih penuh dengan air mata, hidung yang dipenuhi ingus terus mengalir, dan mulut terbuka lebar untuk menghirup udara sebanyk-banyaknya dan mengeluarkan jeritan sekeras-kerasnya. Akhirnya karena kehabisan ide, Shizuo pun memutuskan untuk membawanya ke tempat Shinra.
XxX
Shizuo P.O.V
Setelah rapi Aku langsung bergegas untuk pergi ke rumah teman SMA-ku. Angin dingin berhembus kencang menerbangkan rambutku ke segala arah. Walaupun sudah memasuki bulan Februari, tapi cuaca belum menunjukan tanda-tanda musim dingin akan segera berakhir. Meleihat anakku yang masih merintih bahkan di dalam tidurnya, aku kembali mengencangkan syal dan selimut kecil warna biru dengan gambar anak anjin milik Fuyuki agar putra semata wayangnya itu tidak terlalu kedinginan.
Sekitar dua puluh menit berjalan akhirnya aku akhirnya berhenti di depan pintu apartemen milik temanku yang dokter illegal itu. Namun, setelah dua menit mengetuk dan tidak ada jawaban, aku melanjutkan dengan menendang pintu itu sambil memanggil-manggil nama temanku.
"Shizuo-kuunn… bisakah kau tidak mencoba merusak pintu apartemenku pagi-pagi begini?" ucap dokter berkaca mata itu membuka pintu dengan rambut acak-acakan dan wajah mengantuk.
Tanpa basa-basi aku pun masuk ke dalam apartemennya -sekali lagi- tanpa di suruh. Di dapur terlihat Celty sedang membuat sarapan dengan helemnya yang hampir tidak pernah di lepas. Kami pun duduk di atas meja makan dan aku memeberitahunya tentang keadaan Fuyuki sejak pagi ini. Sambil mengerutkan dahi dokter yang baru berumur dua puluh tahunan itu pun mengambil Fuyuki dari gendonganku untuk di periksa lebih detail. Sementara Shinra memeriksa kondisi Fuyuki aku pun mengobrol dengan Celty sampai akhirnya ia pergi meninggalkanku sendirian di dapur setelah di panggil Shinra untuk membantunya.
Saat menunggu mereka, perhatianku tertangkap oleh sebuah sebuah nyala layar PDA milik Celty. Merasa perasaan penasaranku menang dari perasaan yang lainnya kau mengecek PDA hitam itu. Setelah ku lihatternyata ada satu email masuk dari seorang bernama Orihara Izaya dan setelah di buka aku sangat terkejut mendapati sebuah foto seorang pria berambut hitam yang sedang duduk di atas ayunan dengan lollipop di mulutnya. Di bawah foto itu terdapat juga pesan singkat yang berisi "aku sudah sampai. Jangan terlambat ya Celty-chan".
Tidak mampu berkata-kata aku pun hanya mampu berdiri menatap layar alat yang biasa digunakan Celty itu untuk berkomunikasi dengan mulut menganga sampai akhirnya suara Shinra datang menyadarkanku dari lamunanku.
"Ah, Shizuo! Aku sudah memeriksa Fuyu-chan sepertinya dia sudah mulai tumbuh gigi makanya jadi galau(?), maksudku ngambek"
"Ah, iya. Ano, Shinra-"
"Oh, kau menemukan PDA Celty ku sayang ternyata ada padamu. Sayangku sudah mencarinya sejak tadi. Terima kasih ya Shizuo-kun" ucapnya sambil memberikan Fuyuki padaku, mengambil PDA yang ada di genggamanku dan berbalik badan pergi dari hadapanku dengan cepat.
"Eh.. Apa yang sebenarnya terjadi?
Apa maksudnya semua ini?
Siapa orang itu? Kenapa…?
Kenapa foto Psyche ada di email itu?
..tapi warna matanya, jaket khasnya, dan namanya?
Orihara adalah nama Psyche sebelum menikah denganku"
XxX
*Di sini mereka tw klo Shizuo punya anak dengan Psyche
Hah, saya punya banyak cerita bukan hanya untuk fic ini, tapi rasanya sulit bgt menuangkannya ke dalam cerita. blm lg mood swing sy yg udh kyak org hamil-berubah-ubah terus..
sekarang aja d draft tsuki ada 2 fic Gundam Seed/Destiny, 2 fic durarara (one-shoot and three-shoot), 1 fic uraboku, dan yg terakhir 1 fic TRC/X-1999 (fokus ke subaru and kamui)
seandainya ada org yang mw berbaik hati membantu tsuki..
*menatap ke bulan dengan tatapan penuh harap
