Author: Yeyy! Author sempat ngetik buat chapter pertama dari cerita kita! \(^O^)/

Kameharu: Anda lebay, author-san

Ryuuki: Habis makan apa, sih?

Author: Tebak saja sendiri. Jeruk ditambah pisang, sama dengan buah apa?

Kameharu & Ryuuki: *mikir-mikir* Jeruk dan pisang..?

Author: Salah! Lemon! #PLAKK Maksudnya, lemon itu kan mirip jeruk dan warnanya mirip pisang, walaupun lebih kekuningan banget :3 *dihajar* Di... Disclaimernya... -sekarat-

Ryuuki: Sejak kapan kamu suka lemon? (==')a

Author: Sejak... tidak tau #BLETAKK

Kameharu: Yosh, disclaimernya; Vocaloid milik Crypton, tapi cerita milik author Chang Mui Lie! \('o')/


Miku POV

TES...

Aku berusaha untuk membuka mataku yang agak berat ini. Eh? Gelap? Lho? Aku dimana? Aku bangkit dan mengubah posisiku menjadi duduk. Aku melihat ke sekeliling. Ku raba-raba tempat aku berbaring, kasar dan berbatu. Ah, dimana aku?

Aku berusaha mengingat-ingat. Apa yang terjadi sehingga aku bisa disini?

Flashback On

"Kan sudah ku bilang, itu buku petualangan. Sudah sana masuk!" kata Gumi yang langsung mendorongku dan Mikuo ke buku itu.

Dan langsung dalam sekejap, aku dan Mikuo menghilang masuk ke dalam buku itu.

Flashback Off

"Oh, iya... Mikuo! Mikuo!" panggilku.

"Miku!" aku mendengar panggilan seseorang.

Aku yakin suara itu pasti berasal dari Mikuo. Dengan cepat, aku berlari ke asal suara dan tertemukanlah Mikuo.

"Mikuo! Untung saja aku menemukanmu!" kataku langsung memeluk Mikuo.

"Ugh... Sesak.. Miku...!" kata Mikuo.

"Ah, gomen... Ngomong-ngomong, kita ada dimana sekarang?" tanyaku.

"Tidak tau.. Kenapa disini gelap sekali, ya?" tanya Mikuo.

Secara tiba-tiba, aku melihat sebuah sinar kecil di depanku. Ku rasa itu jalan keluarnya.

"Mikuo! Lihat itu!" kataku sambil menunjuk sinar itu.

"Eh? Mana? Ah! Mungkin itu jalan keluarnya. Ayo, Miku!" ajak Mikuo langsung menarik tanganku.

Aku dan Mikuo berlari ke arah sinar tersebut. Bila dilihat, sepertinya kami semakin dekat dengan sebuah dunia. Entah dunia apa, tadi Gumi nee-chan bilang sekarang kami bisa masuk ke buku petualangan ini bukan? Oh iya, apa aku dan Mikuo bisa keluar dari buku ini?

Dan begitu kami keluar, aku terlonjak kaget dan terkagum-kagum. Ketika keluar dari tempat tadi, aku dan Mikuo melihat ladang bunga yang penuh hamparan bunga. Angin disini juga terasa menyejukkan.

Tunggu, ini dimana? Aku menoleh ke belakang dan melihat lubang tempt kami keluar tadi. Ternyata sebuah goa. Lho? Bagaimana aku dan Mikuo bisa berada di dalam goa secara tiba-tiba?

SRINGGG...

Tiba-tiba, aku mendengar suara aneh di sekitar ladang bunga ini. Eh? Ada apa? Tidak mungkin di ladang bunga ini ada hantu kan?

SRINGG... SRING...

Suara itu terdengar lagi, "Mikuo, kamu dengar tidak?" tanyaku.

"Iya. Suara kentutmu kan?" tanya Mikuo.

BLETAKKK!

Aku langsung melemparinya dengan sandal yang ku pakai. Dasar, saudaraku yang satu ini memang terkesan menyebalkan karena sangat suka menjailiku dan membuatku malu. Seharusnya aku yang menjadi kakak kembarnya!

"Aku serius, Mikuo! Suara yang ku dengar seperti suara sring sring gitu!" bentakku.

"Eh? Masa' sih?" tanya Mikuo tidak percaya.

"Coba saja kau dengar sendiri!" ucapku.

SRINGG...

"Ah! Aku dengar! Tapi darimana asal suara itu?" tanya Mikuo.

"Dari sini!"

"Uwahh!" aku dan Mikuo terlonjak kaget karena tiba-tiba di depan kami sudah ada makhluk kecil yang dapat terbang layaknya serangga.

Ia kemudian berdiri di atas tanganku yang ku ulurkan, aku mengamatinya lebih teliti lagi. JaᅳJangan-jangan... dia.. adalah...

"PERI?!" tanyaku dan Mikuo tidak percaya secara bersamaan.

"Ehehe!" dia terbang kembali.

SRINGG!

Dan mendadak, ia berubah menjadi besar, sama seperti manusia. Namun masih terdapat sayap di punggungnya. Ciri-ciri peri ini, ia berambut hijau daun, bermata hijau dan dia adalah seorang gadis. Tunggu dulu, ciri-ciri ini.. kayaknya aku pernah melihatnya, deh. JaᅳJangan-jangan... dia.. adalah...

"GUMI-NEE?!" ucapku dan Mikuo tidak percaya secara bersamaan (lagi).

"Ehehe. Gomen membuat kalian kaget seperti itu" kata Gumi.

"BaᅳBagaimana bisa Gumi nee-chan punya sayap untuk terbang?! Soshite, Gumi nee-chan juga masuk ke buku ini?!" tanyaku.

"Hehehe. Tentu saja! Sebenarnya, aku adalah peri di dalam cerita buku ini tau!" jawab Gumi yang sontak membuatku dan Mikuo kaget lagi.

"Jangan kaget terus, dong. Masa' itu mulu yang jadi respon kalian" kata Gumi.

SRINGG...!

Tiba-tiba, muncul lagi seorang peri yang ciri-cirinya mirip seperti Gumi. Hanya saja beda gender.

BLETAKK!

Peri itu langsung memukul kepala Gumi dengan sebuah kayu yang mendadak berada di tangannya. Gumi meringis kesakitan.

"Ah! Ittai desu.." kata Gumi.

"Kau ini pergi ke dunia manusia seenaknya saja! Kau tau kan dunia manusia itu berbahaya! Bahkan kau tak mau mendengarkan ratu Ann sebelum pergi! Dasar baka!" bentak peri itu sambil menjitaki Gumi berkali-kali.

Aku dan Mikuo yang melihatnya cuma bisa bersweatdrop-ria.

"Ittai... hiks... Setidaknya, aku berhasil membawa 2 orang manusia ke dunia ini! Dasar baka Gumiya!" balas Gumi.

"Hah? Mana?" tanya peri yang dipanggil Gumiya itu.

Sambil memalingkan wajahnya, Gumi menunjuk ke arahku dan Mikuo. Aku mendadak jadi gugup.

"Oh, jadi kalian, ya. Aku Gumiya, wakil ketua dari peri daun di negeri ini. Selamat datang di negeri peri" sambutnya datar.

"Eh? Negeri peri? Maksudnya apa?" tanyaku.

"Kalian baru saja menginjakkan kaki kalian di negeri peri ini. Maksudnya, kalian baru saja akan memulai cerita dari buku petualangan yang kalian masuki!" jelas Gumi.

"Hee...?"

"Ah, ayo aku antar ke rumahku. Kalian tenangkan diri dulu dan kita berbicara disana" ucap Gumiya.

"Tapi kan kami tidak bisa terbang!" kataku.

"Benar juga... Kalian kan manusia. Hm... Ah, aku akan memanggil salah satu sahabatku. Tunggu sebentar, ya" kata Gumiya.

Ia kemudian mengeluarkan sesuatu yang bentuknya seperti seruling, hanya saja terbuat dari kayu yang lunak tapi kuat (?). Ia kemudian menutup matanya dan mulai memainkan alunan musik yang indah. Dan secara tiba-tiba, muncul seorang peri disini. Peri itu kelihatan berbeda dari Gumi dan Gumiya, mereka berwujud daun.

"Aku butuh bantuan kalian untuk mengantarkan manusia-manusia ini ke rumahku, tolong" kata Gumiya datar.

Daun itu tidak menjawab apapun. Namun seakan mengerti, daun itu mendadak berubah menjadi lebih besar. Aku sendiri kaget melihat wujudnya yang mulai berubah menjadi besar. Bagaimana ini bisa terjadi?!

"Sugoi..." kata Mikuo.

"Naiklah, daun ini akan mengantar kalian ke rumahku" kata Gumiya.

Aku dan Mikuo hanya mengangguk. Dan dengan agak ragu, kami berdua menaiki daun itu. Dan secara spontan, daun itu perlahan melayang di udara. Gumiya dan Gumi melebarkan sayapnya dan langsung terbang ke atas (Author: Ya iyalah, emang dari bawah terbang ke bawah?). Sedangkan daun yang sedang mengantarkan kami ini mengikuti Gumi dan Gumiya.

Hebat, aku tak pernah merasakan terbang sebelumnya. Pernahnya sih naik pesawat, tapi kan itu di dalam ruangan yang tertutup, kalau ini terbuka. Tragedi yang pertama kali aku alami dalam hidupku.


"Ohh... Ternyata kau menyamar, Gumi" kata Gumiya.

"Hehe! Aku hebat kan?" tanya Gumi.

"Terserahmulah. Ah, Miku-san, Mikuo-san, kalian tau tujuan dari jalan cerita buku petualangan yang sudah kalian masuki?" tanya Gumiya.

Aku dan Mikuo menggelengkan kepala kami. Lagipula, kami baru pertama kali melihat buku semacam itu bukan?

"Hahh... Baiklah. Sebenrnya ini berkaitan dengan dunia manusia dan dunia ini. Kalian dipanggil, itu artinya kalian di utus untuk menyelamatkan negeri ini beserta dunia manusia" jelas Gumiya.

"Eh? Maksudnya apa?" tanyaku.

"Dengar, sekarang dunia manusia dan dunia peri sedang terancam bahaya karena tiba-tiba, roh iblis yang bernama Chiaki terlepas dari segelnya. Kami tidak tau siapa yang membuka segelnya dan melepaskannya, tapi yang jelas dia akan menghancurkan dunia manusia dan dunia peri dengan batu zeus!" jelas Gumi.

"Eh? KaᅳKami yang diutus?" tanyaku.

"Kalau bukan kalian, siapa lagi?! Kalian kan manusia!" jawab Gumi.

"Memangnya kalian mau dunia manusia menghilang juga?" tanya Gumiya.

"Bukan... Aku tak bermaksud seperti itu.." jawabku.

"Kalau begitu, apa yang harus kami lakukan?" tanya Mikuo.

"Eh?" Aku kaget dengan Mikuo.

"Miku, bagaimana pun juga, kalau roh yang bernama Chiaki itu akan menghancurkan dunia kita, pasti kita juga yang akan disalahkan. Selama masih ada waktu, bukannya bagus kalau kita mulai dari sekarang?" tanya Mikuo.

Aku berpikir sejenak. Chiaki adalah roh iblis yang akan menghancurkan dunia peri dan dunia manusia. Jika aku dan Mikuo tidak membantu Gumi dan Gumiya, maka itu berarti aku sudah menghancurkan duniaku sendiri.

"Hm... Baiklah. Kalau begitu, aku juga akan berjuang.." ucapku.

"Yosh! Itu bagus! Kalau begitu, mulai hari ini, kita akan berjuang!" seru Gumi bersemangat.

"Ok!" balasku dan Mikuo ikut bersemangat.

Gumiya hanya bisa menghela napasnya saja. Yosh, petualangan dari buku cerita ini, baru saja dimulai.

To Be Continued

Author: Waa.. ceritanya gaje (QAQ)

Ryuuki: Ternyata belum dimulai rintangan-rintangannya (==')

Author: Baru penjelasan, hehe :9

Kameharu: Terus kapan dimulainya? LL(QAQLL)

Author: Mungkin di chapter 3 X3

Ryuuki: Kalau ga ada rintangannya sama sekali, aku akan membunuhmu *death glare ke author*

Author: *bergidik ngeri* He.. Hehe, cerita ini terinspirasi dari cerita author RikaScarlet37 XD Ceritanya keren, tapi aku lupa judulnya :3 #PLAKK

Kameharu: Dasar pikun (==)

Author: Gomen, gomen. Yosh, reviewnya! ^^