"Aku kangen..." bisikmu lesu. Disaat sedang sendirian begini kau malah memikirkan dirinya. Orang yang kau sukai, namun kini dia ada di tempat lain. Mungkin sedang bertarung dengan preman lainnya atau mungkin malah sedang duduk di atas pohon sambil memainkan harmonika pemberianmu.
.
"Sebut namaku 3 kali saat kau merindukanku, maka aku akan datang." kau meniru ucapannya sebelum pergi "Memangnya dia itu hantu?"
.
Tak tahu harus marah atau tertawa mengingat kata-katanya saat itu. Sekali lagi rasa rindu menyelimuti hatimu.
.
"Mukuro..., aku merindukanmu. Aku ingin bertemu denganmu Mukuro." hening, kau jadi ragu menyebut namanya sekali lagi hingga akhirnya yang keluar adalah "Rokudo Mukuro menyebalkan!"
.
Kau menunggu beberapa saat. Berharap ada seseorang pemuda kini berdiri di depan pintu kamarmu, tersenyum dengan senyum jail seperti biasa. Kau hanya tersenyum miris, sudah pasti dia bohong kan? Dia pasti lebih memilih bersama Nagi atau MM dibanding dirimu yang lemah dan hanya biasa menanti pertolongan jika dalam bahaya.
.
"Mukuro..." kau pun tertidur sambil menangis, menangis karena rasa rindu dan kesal padanya.
.
Saat kau tertidur seseorang pemuda masuk ke kamarmu, perlahan diusapnya bulir air mata yang menetes di sudut matamu.
.
"Lagi-lagi kau menangis..."
.
Belaian lembut membuatmu merasa nyaman, sentuhan hangat di bibirmu membuatmu membuka mata perlahan.
.
"Ngh..." akhirnya kau melihat sosok yang kini ada di sampingmu. "Kau..."
"Iya, ini aku, amore mio." Dia menciummu dengan lembut, kau pun membalasnya dengan melingkarkan tanganmu di lehernya. Mengeleminasi jarak kalian hingga kau bisa merasakan kehangatan tubuhnya.
"Aishiteru, Mukuro..."
.
.
.
RIN : kayaknya ada yang teriak pilih kasih nie karena aku buat cerita mukuro kayak gini *dilempar celurit*
Yah, pokoke beginilah hasilnya kalo aku buat cerita mukuro. Im MukuDaeBya lover! *readernya malah ngakak sambil ngelempar buah busuk dan marsmallow kadaluwarsa.
