Matahari sudah mengintip malu-malu di ufuk timur ketika kau sedang mencoba membangunkan seorang pemuda yang terlelap di meja kerjanya dengan tumpukan kertas di sekitarnya. Sudah jadi pemandangan umum melihat pemuda yang termasuk workholick tersebut tidur dalam posisi yang bisa dibilang sama sekali tak nyaman.
.
"G..." kau memanggilnya pelan.
"..." tak ada jawaban.
"G." kali ini agak keras namun masih saja tak ada respon. Kau menarik nafas panjang "BANGUN!" kau yakin bukan hanya dia yang bangun, bahkan mungkin Rain Guardian dan Primo juga terlonjak dari tidur mereka karena teriakanmu. Masa bodo lah, yang penting kau ditugaskan membangunkan mereka oleh Cloud Guardian Primo, Alaude.
.
Gubrak! Pemuda bersurai merah cherry itu terjungkal dari kursi kerjanya. Ia menggerutu memegangi bokong dan bahunya yang terbentur lantai marmer. Deathglare langsung terarah padamu begitu dia mendapatkan kesadarannya kembali, kau hanya nyengir menanggapinya.
.
"Tak bisakah kau membangunkanku dengan lebih lembut?" protesnya. "Perempuan barbar!"
"Aku sudah mencoba dengan pelan sebanyak 10 kali tapi kau tak bangun juga. Jangan salahkan aku pakai mode sparta, sudah untung ini tak kupakai untuk mencium pantatmu."
"Gila! Jangan pernah gunakan itu padaku!" G melotot melihat pecut kuda yang ada di tanganmu.
"Aha, G yang hebat takut pecut kuda?" sindirmu dengan nada jail. "Ini baru berita!"
"Tsk! Bukan masalah takut luka, jika bokongku bermasalah bagaimana aku bisa melakukan tugasku di ranjang?"
"Siapa yang mau tidur denganmu?" alismu naik sebelah mendengarnya. "Mau menyewa perempuan? Mau ku bantu milih?"
"Heh, kau ini pacarku bukan sih?!" Kau angkat bahu, terlihat perempatan di dahinya.
"Maaf, aku belum berencana menyerahkan diriku padamu, tuan Storm Guardian Vongola."
"Kalau aku memaksa?" ia berusaha menyudutkanmu, tapi kau segera mengelak.
"Hm~, sayangnya kau harus berusaha lebih keras untuk mendapatkanku."
"Aku selalu melakukan apa yang kukatakan lho!" kau tersenyum, memberi sebuah ciuman singkat di pipinya.
"Kita lihat saja nanti." kau pun meninggalkan kamarnya sambil tertawa kecil sementara dia menyeringai dengan ratusan ide untuk menaklukanmu di kepalanya.
