"..."

"..."

.

Senyap...

Itulah yang terjadi ketika kalian pertama kali bertemu. Saling tatap dengan penuh selidik hingga Vongola Primo dan para Guardian lain ikut terbawa suasana tegang. Tak mau membuat kesan buruk di hari pertama, kau pun menyapanya sehormat mungkin meski ingin sekali menonjok wajah berekspresi datar sedatar triplek.

.

"Selamat siang, Mr. Alaude. Mulai hari ini saya harap bisa menjadi asisten yang baik untuk anda."

"Plan-eater..., untuk apa aku harus menerimanya bekerja menjadi asistenku, Giotto?"

"Eh..., aku rasa dia bisa membantu saat kau sibuk." Primo tampaknya kesulitan menghadapi guardiannya yang satu ini, melebihi Daemon Spade yang isengnya minta mampus.

"Aku tak butuh makhluk penakut menyusahkan apa lagi seorang perempuan!" rasanya teko di letakkan di kepalamu pun pasti mendidih, kau kesal!

"Memangnya kenapa kalau perempuan?! Kalau tak ada perempuan kau takkan ada di dunia tau, dasar rambut es krim rasa vanilla! Jangan mentang-mentang kau guardian terkuat dan seorang laki-laki hingga bisa seenaknya melecehkan perempuan! Meski kau seorang GAY sekalipun seharusnya kau jaga mulutmu itu!" kau ngos-ngosan karena berteriak sepanjang itu dalam satu tarikan nafas. "Cih, maaf primo. Sepertinya sa-"

"Kuterima."

"Huh/Eh?" kau dan primo menatap si rambut eskrim.

"Asal kau pegang kata-katamu dan tak menyusahkanku."

"Baiklah, tuan rambut es krim." kau sengaja mengejeknya, tak peduli hadiah deathglare dan aura membunuh keluar dari boss barumu.

"Plan-eather, kau akan kuberi hari terberat karena berani menjulukiku dengan nama makanan untuk pemakan tanaman sepertimu!"

"Sia~p!"

.

.

.

Rin : Nantangin banget ya? Entah napa aku nga bisa mikir rate M atau T untuk Alaude. Ahahaha, jauh banget dari Hibari ya? Apa boleh buat, aku kan author angin-anginan. *ngaku*.