"Hibari-san, dokumen yang ini mau dikerjakan sekarang?" tanyamu pada sang skylark yang tengah memberi makan burung kuning bulat dan seekor landak mini yang imut.

"Letakkan saja di atas meja." perintahnya tanpa menoleh.

.

Kau pun melanjutkan kembali tugasmu untuk membawa laporan yang telah diselesaikan sang Cloud Guardian Vongola untuk Decimo Vongola yang tengah berkutat dengan tumpukan dokumen sejak pagi. Hari ini pun tak beda jauh dari sebelumnya, kau dan para penghuni Vongola HQ tetap sibuk dengan pekerjaan kalian.

.

"Aaa...hhh...! Hari yang melelahkan!" Kau hempaskan tubuhmu ke ranjang setelah mandi. Kau tak peduli rambutmu yang masih agak basah, tubuhmu sangat lelah hingga kau malas bangun untuk menjamah makan malam yang disiapkan pelayan di meja kecil dekat ranjangmu. "Apa aku ambil libur saja ya?"

.

Kau membayangkan akan mengambil libur di daerah pedesaan di pesisir pantai Bahama, ditemani laut nan eksotik dan pantai pasir putih serta pemandangan bawah laut yang mengagumkan ketika menyelam, perfect! Tapi sayang kau tak yakin bisa libur dalam beberapa bulan ini, bahkan untuk bertemu orang yang kau sukai pun tak bisa! Oh...sungguh malangnya nasibmu, apakah dia juga memikirkanmu saat ini? Mana kau tahu, menebak apa dalam pikirannya saja susah sekali apa lagi membayangkan dia memikirkanmu. Nyaris nol persen karena dia selalu bersikap biasa saja saat kalian bersama. Terkadang kau ingin mencekokinya dengan alkohol untuk melihat bagaimana kalau dia mabuk. Kata orang, ketika seseorang mabuk maka sifat asli mereka akan terlihat dan jadi lebih jujur.

.

"Tapi dia tak pernah mau minum alkohol. Ah, lapar..." akhirnya kau menyerah pada perutmu yang sudah konser sejak beberapa saat lalu.

.

Makanan ala Italia yang hangat dan sup krim Asparagus kesukaanmu membuat kau merasa lebih segar. Malam yang cerah membuatmu ingin jalan-jalan sebentar di taman. Cuaca hangat di bulan Agustus membuatmu tak perlu khawatir akan masuk angin meski jalan-jalan di tengah malam dengan pakaian yang lumayan tipis. Langit yang cerah ditaburi jutaan bintang yang berkerlip ceria serta bulan yang hampir purnama agak tertutup oleh awan tipis. Suasana yang menyenangkan jika saat ini kau bersama dia yang terkasih. Alunan lagu Broken Angel dari Arash feat Helena membuatmu tersenyum tipis. Kau bukanlah malaikat yang akan hancur, hanya kesepian. Kau menyalakan Mist ring yang kau dapat darinya, menciptakan bayangan dirinya yang tengah berdiri di bawah sinar bulan menatap bintang seperti yang kau lakukan tadi.

.

Ketika kau bangkit untuk menghampirinya, dia menatapmu dengan ekspresi tenang seperti biasa. Namun ada yang aneh karena bayangan ciptaanmu itu tiba-tiba mendekatimu sambil tersenyum. Sebuah senyum adalah hal yang nyaris tak pernah kau pikirkan akan muncul dari pemuda berhati dingin itu. Kau terpaku ketika ilusi ciptaanmu itu memelukmu sebelum lenyap. Ini sudah di luar bayanganmu kalau ilusi bisa bergerak sendiri seperti itu. Kau bukanlah pengguna ilusi handal seperti Mukuro atau Chrome jadi tadi itu pasti ada yang iseng namun kau tak merasakan kehadiran siapapun di sekitarmu.

.

"Jika tadi adalah bayangan laki-laki lain..." Kau tersentak dan mencari asal suara itu. Seorang pemuda berambut hijau melompat dari atas pohon. "...maka aku akan anggap kau selingkuh meski itu hanya ilusi." wajah datar yang miskin ekspresi, hell ring kode 666 masih menyala di jarinya.

"Fran..."

'Bagaimana bisa dia ada di Vongola HQ?! Apa ini ilusi lagi?' Kau tak percaya apa yang tengah kau lihat. Pemuda itu masih menatapmu dengan tatapan malasnya.

"Aku sengaja ke sini setelah menyelesaikan misi. Apa kau tak senang?" nada monotone yang entah sudah berapa lama tak kau dengar langsung, tubuhnya yang makin tinggi, kini dia sungguh nyaris sempurna menjadi seorang laki-laki. "Y/N-chan?" Ia menunduk, menyamakan tinggi kalian.

"Ini...sungguh kau?" pemuda itu memutar bola matanya, menegakkan tubuhnya dan memelukmu seperti yang dilakukan ilusinya tadi. Sekarang kau yakin ini sungguhan, kau pun membalas pelukannya. "Aku sangat merindukanmu!"

.

Tak ada kata yang terucap darinya, hanya tepukan lembut di punggungmu yang membuatmu tahu kalau dia juga merindukanmu. Pemuda yang jarang menunjukkan perasaannya lewat kata dan ekspresi namun kau tahu dia memiliki perasaan yang lembut. Ketika pelukan kalian terlepas, kau mendongak menatap wajahnya. Menemukan sorot mata lembut dan jemarinya membelai wajah dan rambutmu. Sekilas kau melihat luka gores tipis masih baru di pipi dan leher bagian kiri bahkan masih berdarah.

.

"Masih sakitkah?" Tanyamu, dia menggeleng. "Kumohon jangan terluka lebih dari ini...aku bisa mati kena serangan jantung jika terjadi sesuatu padamu."

"Tak apa, aku tak selemah itu kok. Ini hanya luka kecil tak berarti. Jika aku lemah pastinya sudah mati sejak dulu."

"Iya juga..., orang lemah takkan bisa masuk Varia."

"Kembalilah ke kamarmu, kau harus istirahat." Bisiknya di telingamu. Kau pun menurut, ia mengantarmu kembali ke kamar.

"Kau akan menginap?"

"Aku harus kembali ke Varia." Fran menyelimuti tubuhmu dengan selimut tipis. "Besok siang masih ada misi jadi sekarang aku langsung tidur begitu kembali."

"Jangan sampai jatuh sakit karena kelelahan." kau mewanti-wanti agar dia tak lupa menjaga dirinya.

"Iya, iya...kau ini belum jadi istriku tapi sudah cerewet sekali!" Wajahmu dan telingamu jadi panas mendengar kata-katanya. Apakah benar kau terlihat seperti itu?

"Maaf..."

"Aku malah suka." kau melihat senyum tipis di bibirnya, jarak kalian makin dekat hingga hangatnya bibir kalian bertemu "Selamat tidur...gadisku yang manis..." bisiknya sebelum kau terlelap.

.

.

.

Rin : Yak, setelah melempar 3 kertas dengan nama Belphegor, Hibari Tyl dan Fran ternyata kertas dengan nama Fran yang jatuh belakangan jadi aku nulis ini deh! Suka ngak ama ceritanya ini? Maaf jika kurang memuaskan. Akhir-akhir ini ide seret untuk cerita humor dan lebih mood ke angsut dan roman maupun lemon.

Gift for a friends tinggal satu chapter lagi. Menurut kalian lebih bagus apakah aku buat endingnya Hibari mati atau tetap hidup?

Say your wish before christmas end juga tinggal 2- 3 chapter lagi. Mungkin pairingnya bisa berubah tapi alurnya tetap, karena Mukuro di sana adalah biseks jadi bakal ada lemon yaoi juga plus adegan kekerasan alias penganiayaan berserta pelecehan sequal alias rape untuk perempuan maupun anak di bawah umur, de-el-el yang memang jadi specialisai untuk fic buatanku.

Edden sekarang lagi sibuk sekolah jadi sementara dia ngak aktif terlalu banyak. Wokeh, nga usah banyak bacot lagi deh, seperti biasa aja!

.

MIND TO REVIEW?