"Pergi dari sini! Kalian hanya akan membuat anak kami dalam bahaya!"
"Tak bisakah kau memilih laki-laki normal menjadi kekasihmu?!"
"Kau hanya mengantarkan nyawa jika bersamanya!"
"Tapi aku-"
"Jangan membantah!"
"Kalau begitu aku pergi!" Kau tak peduli dengan semua yang dikatakan oleh keluargamu, bagimu sosok jangkung yang selalu mengenakan setelan hitam putih, topi fedora dan bunglon aneh bin ajaib itu adalah special.
.
Reborn, kau mengenalnya sebagai seseorang yang berharga diri tinggi, penuh percaya diri, sombong, merupakan hitman nomer 1 di dunia dan mantan Arcobaleno. Awesome, itu cocok menggambarkan dirinya. Dan kau adalah yang selalu menatapnya dari jauh dengan tatapan kagum. Mafia adalah hal yang takkan pernah bisa dipisahkan darinya, meski dia harus menukarnya dengan nyawa maupun dirimu. Yah, meski berat mengakui kalau dia lebih memilih pekerjaannya dibanding dirimu. Dirimu yang hanya tahu segelintir hal tentang apa yang dia lakukan. Ya, kau hanya orang biasa yang entah bagaimana bisa bersamanya dan harus terlibat dengan kehidupannya yang bagai ombak yang kadang bersahabat namun lebih sering berbahaya. Kau pernah memintanya berhenti namun dia menolak. Saat kau ingin pergi agar tak menjadi beban dia menahanmu. Dia tak berkata jangan pergi namun kau tahu dia tak ingin kau berada di luar pengawasannya.
.
Kata-kata yang kejam, jika kau baru mengenalnya kau pasti akan menangis dan lari pergi. Namun kau tahu dia khawatir padamu, karena kau tak bisa bertarung maka dia melindungimu. Karena kau tak sanggup menembakkan senjata maka dia selalu berusaha tak jauh darimu dalam waktu lama. Namun satu hal yang tak bisa dia lakukan, memiliki seorang pendamping. Menikah sama saja membuat siapapun pasangannya dalam bahaya apa lagi jika pasangannya hanya orang biasa. Sudah pasti akan menjadi sasaran utama musuh.
.
"Reborn!" kau masuk ke rumahnya dengan kunci duplikat. Kau pun melihat ruangan yang biasanya sepi kini diisi beberapa orang yang kau tahu juga mantan Arcobaleno yaitu Fong, Collonello, Lal Mirch, dan Verde. "Ah...apa...dia ada?"
"Y/N, bukankah kau diminta pergi olehnya?" Lal menatapmu heran.
"Aku-"
"Berbahaya jika kau disini. Reborn sudah menyiapkan tempat yang jauh lebih aman untukmu dan keluargamu. Biar kuantar kau kembali." Fong menghampirimu, kata-katanya yang lembut dan senyum ramahnya memang membuatmu tak tegang lagi namun kau menepis tangannya dari bahumu.
"Aku mau bertemu Reborn!" kau berkeras. "Aku mau melihat keadaanya!"
"Dia bilang sudah tak ada yang perlu dibicarakan. Penyerangan sebelumnya yang nyaris membuatmu nyaris mati apa belum cukup, kora?"
"Aku tak takut! Dia dimana?!" mereka tetap bungkam, saling pandang "Kumohon, aku ingin bertemu dengannya..."
"Dia ada di kamar bawah tanah." Verde akhirnya bicara, kau tersenyum padanya.
"Terimakasih tuan Verde!" kau pun segera berlari ke ruang bawah, meninggalkan mereka yang masih menatap Verde dengan tajam.
.
.
.
Dengan dada berdebar kau memasuki ruang bawah. Ruang bawah tanah adalah ruangan dua lapis karena dibalik rak penyimpanan anggur ada satu kamar tidur lain yang juga tempat Reborn menyimpan semua koleksi senjatanya. Kau menarik tuas tersembunyi di balik botol-botol anggur putih maka rak itu pun bergeser sedikit memberi celah yang cukup dimasuki satu orang dewasa.
.
"Re-"
DZING! Sebuah peluru menyapamu sebelum sempat memanggil namanya. Meski sengaja dibuat meleset, peluru itu sempat menggores atas telinga kanan dan pelipismu. Kau melihatnya duduk di ranjang dengan pistol masih terancung kearahmu. Mata onixs yang dingin, wajah datar tanpa ekspresi dan hawa membunuh pekat. Tubuh bagian atasnya dan kedua lengannya dililit perban yang masih menyisakan noda darah.
.
"Reborn..." kau tak peduli dengan pistol itu. Kau tetap menghampirinya.
"Pergi! Atau aku sendiri yang akan membunuhmu." ancamnya, sekali lagi sebuah peluru menggores lenganmu.
"Silahkan, aku yang membuatmu terluka begini. Kalau kau membunuhku aku takkan menyesal." kau meraih tangannya yang masih memegang pistol, mengarahkannya ke jantungmu. Saking leganya melihat dia masih hidup, kau tak mampu lagi menahan airmata yang sudah menggenang di pelupuk matamu. "Aku sudah senang melihatmu masih hidup."
"Kau ini memang bodoh, aku sungguh tak mengerti kenapa kau masih berkeras kembali kemari." pistol tadi berubah menjadi Leon dan bunglon itu pun melompat ke sisi lain ruangan, menyamankan dirinya di bantal duduk yang tergeletak sembarang.
"Karena aku menyukai...ah... Aku mencintaimu..." aku seraya menggenggam erat tangannya yang tadi menggunakan pistol Leon. "Aku mencintaimu Reborn..."
.
Dia menatapmu dengan tatapan yang tak bisa kau mengerti, hanya diam tanpa membalas kata-katamu. Kau tahu, baginya pernyataan cinta adalah hal biasa. Dia pasti telah sering mendengarnya dari banyak perempuan lain.
.
"Kenapa kau begitu bodoh?"
"Eh?"
"Kau masih berkeras kembali dan sekarang mengatakan kau mencintaiku? Kau itu hanya perempuan tak berguna, tidak penting."
"Aku tahu. Tapi kau pasti punya alasan untuk melindungiku selama ini jika aku tak penting untukmu kan?"
"Huh, otakmu itu terkadang kelewat tak waras hingga menganggap aku melakukannya dengan sengaja. Aku tak suka mendengar protes dari yang lain hanya karena membiarkanmu mati."
"Benarkah?"
"Keras kepala." meski dia berkeras kau menangkap sorot mata lembut meski hanya sepersekian detik sebelum kembali ke normal. "Aku mau tidur!"
"Baiklah, kalau begitu aku akan tetap disini! Tak peduli apapun yang terjadi!"
"Terserah!" meski dia bersikap seolah marah, kau melihat seulas senyum tipis di bibirnya ketika memunggungimu.
'Apapun yang terjadi, aku tak akan meninggalkanmu...'
.
~Diluar sana~
.
"Seharusnya kau biarkan saja, kora!"
"Jika dia masih memaksa bersama Reborn, pastinya dia akan mati dalam waktu dekat." Lal menambahkan.
"Huhuhu, bukankah menarik melihat seorang Reborn bisa begitu melindungi perempuan biasa?" Verde menyeringai.
"Hm...itu artinya sisi manusia Reborn masih ada kan?" Fong menatap pintu menuju ruang bawah yang masih terbuka. "Dia butuh seseorang yang bisa menariknya dengan paksa dari persembunyiannya."
.
.
.
Rin : GAJEEEEEE! Suer dah, ini fic tergaje yang pernah aku tulis untuk one shoot story. Aku nga bisa memunculkan kesan cutenya...aku GAGAL! Maafkan akuuu! Apa aku telah kena WB?!
Ziho : Lupakan saja author kurang tidur ntu. Bagi yang berkenan aku minta
.
MIND LEAVE YOUR REVIEW OR REQUEST?
