"Nyasa~r….." kau sudah nyaris menangis karena dihari pertamamu kerja kau malah nyasar saat akan pergi ke ruang kerja _orang yang akan jadi_bossmu. "KENAPA TEMPAT INI BUESAAAR SEKALI?!"
.
Yah, ini hari pertamamu bekerja di Gesso Famiglia. Kau bahkan tak tahu siapa yang harus kau temui dan di mana itu. Datang sendiri dengan nekatnya dan bodohnya kau malah terlalu gugup untuk bertanya, ah bukan karena itu, tapi tiba-tiba semua kosakata Italia di otakmu lenyap hingga TAK TAHU HARUS NGOMONG APA! Kau meringkuk di pojokan dengan kepala nyut-nyutan.
.
"Are you okay?" dengan kaget kau menoleh yang kau lihat adalah kaki (?) dengan celana putih dan sepatu putih.
"?"
"Hey, look at my face, not my feet." Kau mendongak.
.
Yang tertangkap matamu adalah putih. Laki-laki dengan kulit putih pucat dan rambut putih keperakan. Ditangannya ada sebungkus marsmallow rasa original. Seakan melihat malaikat putih saaat kau menatapnya dari kaki hingga rambut. Dan…er…dia tampan. Dari seragam putih, pastinya dia dari White Spell dan kebetulan kau juga akan bekerja di diviosi White Spell.
.
"Need to escorted to the nurse's." dia kembali bertanya.
"No- err, Ma-maaf. Aku tersesat." Otakmu pun kembali ke dunia nyata.
"Oh, Mau kemana?"
"Me-menemui Irie-san. Dia bilang aku harus menemuinya dulu sebelum menghadap pemimpin Famiglia ini."
"Oh, kau asisten baru itu? Ayo ikut aku!" ajaknya dengan nada riang. Tanpa menunggu jawaban darimu, kau sudah diseret oleh laki-laki itu hingga ke sebuah ruangan besar.
"Kau tahu?"
"Tentu saja! Shou-chan sudah bilang akan ada yang datang hari ini. Dia menunggumu sejak pagi!"
"Wuaduh! Dia pasti marah!"
"Fufufu, tenang saja. Biar aku yang bicara padanya."
"Terimakasih. Aku [Y/N]."
"Hm~, kau bisa panggil aku Ran."
"Ran? Agak mirip nama perempuan ya. Ups, maaf." Kau segera menutup mulutmu yang selalu ngomong ceplas ceplos.
"Fufufufufu, tak apa. Kau tahu siapa yang akan jadi bossmu?"
"Seseorang dengan nama….Bya…kuya, Byako…, Byanchi eh itu nama kakak Gokudera-san."
"Fuh-hihihihihi!" kau melongo melihatnya malah cekikikan. Apa kau mengatakan sesuatu yang lucu?
.
Kau terus dibawa hingga sampai ke ruangan dengan pintu besar. Mewah dan modern, itu kesan pertama kau memasuki ruangan itu. Yang pertama kau lihat saat masuk adalah sebuah meja besar membelakangi jendela. Diatasnya penuh tumpukan dokumen, map, laptop. Di sudut lain ada televisi, sofa yang kelihatannya empuk untuk bersantai, balkon yang mengarah keluar dan pintunya dibiarkan terbuka agar pemandangan terlihat juga sinar matahari dan udara luar bisa masuk. Seseorang bersurai orange kemerahan tengah membelakangi kalian tampak menggerutu melihat tumpukan yang ada di meja besar itu. Kau langsung mengenalinya sebagai Shouichi Irie, mantan teman sekolahmu juga sahabatmu saat sekolah dulu.
.
"Byakuran-san! Kau kabur lagi!"
"Eh, aku tak kabur, Cuma mau ambil marsmallow!"
"Alasan!"
"Bnar kok! Lihat aku bawa siapa!"
"Huh?" pemuda berkacamata itu melirik ke arahmu yang tadi memang bersembunyi di belakang pemilik surai putih tadi. "Y/N! Aku menunggumu sejak tadi!"
"Gyaaa! Maaf aku tersesat! Dia menolongku menunjukkan jalan hingga kemari!"
"Oh, harusnya memang aku menjemputmu tadi. Aku lupa kau buta arah."
"ENAK SAJA!" protesmu, kau kan tak sebodoh itu. "Kau sendiri manusia kikuk!"
"Heh, dasar gadis rabun!"
"Kau sendiri juga rabun tanpa kacamata!"
"Perempuan sadis!"
"Cowok suram!"
"Sepertinya kalian akrab ya?" kau dan Shouichi menoleh ke arah laki-laki bersurai albino yang tengah tertawa memegangi perutnya_ dia terlupakan karena keributan rutin yang menjadi kebiasaan kalian saat sekolah. "Pacarmu, Shou-chan?"
"AMIT-AMIT!" jawab kalian berdua bersamaan. Pemuda itu tertawa lagi.
"Kalian kompak sekali ya."
"Ah, hentikan candaan itu Byakuran-san!"
"Iya, itu tak lucu! Eh, kau belum bilang aku harus bekerja dengan siapa, Shouichi!"
"Ah, ya dengan dia ini." Pemuda itu menunjuk Byakuran. "Dia Byakuran Gesso, Primo Gesso famiglia, bossku dan bossmu juga mulai saat ini." Matamu terbelalak.
"EH? Bukannya Byakuya ato apa gitu namanya?"
"Y/N, tampaknya salah satu dari kupingmu atau ponselmu harus di bersihkan." Kau mendeathglare pemuda itu. Terkadang manusia kikuk nan suram ini bisa jadi segalak dan sesinis itu.
"Sudah-lah, mohon bantuannya mulai saat ini, Y/N-chan!"
"I-iya, Boss." Sahutmu kikuk menyambut uluran tangannya.
"Panggil aku Byakuran, bukan Byakuya."
"Errr, Byakuran…san… Maaf tentang yang tadi." sungguh memalukan kau sampai salah dengar nama bossmu sendiri! Kau menunduk dalam-dalam sebagai permintaan maaf.
"Angkat wajahmu." Kau menurutinya, kemudian_hanya beberapa detik_kau pun terpaku. Sebuah kecupan singkat mendarat di bibirmu. "Dengan begini permintaan maaf diterima."
.
Ci-ciuman pertamamu….diambil oleh bossmu sendiri! Bahkan Shouichi Irie malah terkikik di belakangmu, sumpah, setelah ini kau harus menghajar teman masa sekolahmu itu! Tapi…mungkin selama beberapa minggu kedepan kau akan terus blushing setiap ada di dekat bossmu yang ternyata lumayan mesum itu.
.
.
.
Rin : Khusus buar penggemar Byakuran! Termasuk AKU!
Sejak pertama lihat, entah kenapa aku suka ama Byakuran. Meski awalnya dia jadi penjahat namun akhirnya jadi teman yang baik toh? Sekian saja untuk chapter yang entah bisa disuka atau tidak ini.
.
MIND TO REVIEW?
