Yahoo... minna-san, sudah lama tidak berjumpa. setelah beberapa kali gak bisa buka akun akhirnya bisa. yosh... sudah menunggu lama kan? honto ni gomen nasai... sekarang saya akan melanjutkan. mohon maaf kalo kurang memuaskan. saya akan berusaha lebih keras lagi. nah, silahkan nikmati chapter 3.
Disclaimer: Bleach milik Tite Kubo-sensei. sampe masa depan pun surat kepemilikannya tidak akan diserahkan pada siapa pun. hehe... andaikan bleach punyaku maka aku akan memiliki Byakuya
Pair: UlquiHime
Genre: Romance
Rate: T
Summary: Ulquiorra setuju memasukkan Grimmjow ke sekolahnya dengan syarat Grimmjow harus melunasi uang sekolahnya sendiri. bagaimana jawaban Grimmjow? newbie... RnR please...
Chapter 3
Ulquiorra turun ketika malam sudah tiba dengan tujuan mau mandi. Grimmjow sedang memasak makan malam dengan celemek chef terkenal. begitu selesai mandi, waktu makan malam dipakai Ulquiorra untuk membicarakan hal yang tadi siang dengan Grimmjow. Pria pucat itu memanggil kucing biru yang ada di depannya.
"sexta" panggil Ulquiorra.
"hm?" sahut Grimmjow.
"kau serius mau masuk sekolahku?" tanya Ulquiorra.
"apa mukaku terlihat seperti sedang bercanda?" tanya Grimmjow sedikit kesal.
Ulquiorra melamun sebentar. tapi dia tersadar kembali dan mengambil nafas dalam untuk menenangkan diri. dia menatap datar pria bertato 6 di depannya.
"aku akan memasukkanmu ke sekolahku" kata Ulquiorra.
"benarkah? yosh..." Grimmjow girang.
"aku belum selesai" potong Ulquiorra.
"eh?" Grimmjow bingung.
"kau pikir bisa masuk sekolah dengan gratis? kau harus melunasi biaya pendaftaran dan uang sekolah dengan uangmu sendiri" kata Ulquiorra.
"eh? memang berapa uang sekolahmu?" tanya Grimmjow polos. persis kucing yang sedang bingung (di cero Grimmy)
"5000 mata uang Hueco Mundo" kata Ulquiorra.
"dari mana aku dapat uang sebanyak itu?" tanya Grimmjow histeris.
"kau bisa mencari lowongan pekerjaan di koran, majalah, atau di internet. dan usahakan kau cari pekerjaan yang gajinya lebih besar dari uang sekolah. anggap saja sisanya itu uang jajanmu. aku hanya membiayai kebutuhan rumah" kata Ulquiorra.
Grimmjow menghabiskan makanannya. begitu pula dengan Ulquiorra. begitu sudah habis, Ulquiorra mencuci piring sementara Grimmjow mengeluarkan semua majalah dan koran untuk mencari lowongan pekerjaan.
"mari kita lihat... pelayan cafe? bartender? model jas formal? pesulap?" gumam Grimmjow.
"kenapa kau tidak jadi pelayan cafe?" saran Ulquiorra.
"hah?" Grimmjow menengok ke Ulquiorra.
"kau bisa saja bekerja di situ. lagipula dengan wajahmu itu, semua wanita akan terpana padamu dan mengajakmu berfoto kan? dengan begitu gajimu akan dinaikkan" kata Ulquiorra.
"mana bisa begitu? nanti Nel marah padaku" protes Grimmjow.
"kau tidak mungkin jadi bartender. anak di bawah umur tidak boleh masuk ke sana" kata Ulquiorra.
"ya kau benar" kata Grimmjow.
"model jas formal sih bisa saja. tinggimu lumayan. lalu wajahmu juga tampan. gajinya juga besar" kata Ulquiorra.
"aku bisa memikirkan itu sih. tapi nanti aku tidak bisa membagi waktu dengan Nel" kata Grimmjow.
"Nel juga sekolah di sana. kuusahakan kau sekelas dan duduk di sebelah Nel. bagaimana?" tanya Ulquiorra.
Grimmjow cengo. tidak biasanya Ulquiorra baik. tapi tawaran Ulquiorra terdengar bagus. maka ia putuskan untuk mengambil pekerjaan itu. Grimmjow menelepon nomor yang tertera di lowongan pekerjaan tadi.
Skip time~
Di hari kamis yang cerah, sekitar jam 8 pagi, Grimmjow bersiap untuk pergi. ia memakai kemeja hitam dengan jeans putih dan sepatu coklat. Grimmjow berangkat ke sebuah gedung desainer. begitu sampai, Grimmjow masuk ke dalam dan menghampiri resepsionis.
"ada yang bisa aku bantu, tuan?" tanya resepsionis itu.
"um... aku ingin bertemu dengan seorang desainer di sini" kata Grimmjow.
"yang mana ya? desainer kami ada 5 orang di sini" kata resepsionis.
"um... kalau tidak salah. Kuchiki Byakuya" kata Grimmjow.
"ah... Desainer Kuchiki ya? sebentar. apa anda sudah membuat janji dengannya?" tanya resepsionis itu.
"aku sudah membuat janji dengannya. kami janji bertemu di kantornya jam 8 hari ini" kata Grimmjow.
"sebentar. akan ku sambungkan dengan desainer Kuchiki" resepsionis itu menelepon desainer yang di carinya.
Grimmjow menunggu sambil mendengarkan apa yang di bicarakan resepsionis itu di telepon dengan desainer di seberang sana. ia berharap dapat diterima sebagai model oleh desainer itu.
"Kuchiki-san bilang kau boleh ke kantornya sekarang. dari sini kau naik lift sampai lantai 3. lalu cari ruangan yang bertuliskan kantor Kuchiki" kata resepsionis itu.
"terima kasih, nona..." ia melihat name tag si resepsionis "Kotetsu"
Sementara itu...
Ulquiorra sedang kencan bersama Orihime di rumahnya. Hari ini sekolah sedang libur. Jadi Ulquiorra memutuskan untuk mengajak Orihime ke rumahnya. Mumpung Grimmjow sedang tidak ada di rumah jadi tidak akan ada hama yang menggodanya. karena jika Grimmjow menggodanya maka Orihime akan merona. dan melihat Orihime merona hanya akan merusak imannya.
"Ulquiorra-kun, mana Grimmjow?" tanya Orihime.
"sedang pergi" kata Ulquiorra.
"ke mana?" tanya Orihime.
"entahlah" kata Ulquiorra.
"oh iya, sejak dulu aku penasaran" kata Orihime.
"hm?" tanya Ulquiorra.
"bagaimana caranya kau bisa bertemu Grimmjow?" tanya Orihime.
"bukannya aku sudah cerita padamu?" tanya Ulquiorra.
"kau tidak cerita secara detail" kata Orihime.
Flashback
Malam itu, hujan turun. Di rumah Grimmjow yang super mewah, sebuah acara perjodohan sedang di adakan. Pihak perempuan sudah ada di ruang tamu. tapi dari pihak pria hanya orang tuanya yang sudah ada di ruang tamu. Sang anak laki-laki dari pihak keluarga laki-laki sedang bersiap-siap tapi ternyata tidak. Laki-laki itu kabur menembus hujan deras.
Cukup lama dia berlari hingga akhirnya berhenti berlari di sebuah rumah mewah entah rumah siapa itu. karena sudah tidak kuat berlari ia pun pingsan. Bangun, dia sudah ada di sebuah tempat tidur ukuran king size dengan kompres di dahinya. Tak lama kemudian, seorang pria pucat masuk ke dalam sambil membawa nampan makanan.
"kau sudah sadar rupanya" kata pria itu dingin.
"ini di mana?" tanya Grimmjow lemah.
"kau di rumahku" kata pria itu masih dengan tatapan yang sama.
"ah begitu" jawab Grimmjow.
"kau pingsan di depan rumahku. Makanya kau ada di rumahku" kata pria itu.
"um... terima kasih sudah menolongku, tuan..." kata Grimmjow bingung.
"Ulquiorra. Ulquiorra Schiffer" pria pucat itu memperkenalkan diri.
"aku Grimmjow Jaegerjaquez" kata Grimmjow.
"aku sudah tau. kau anak dari presdir perusahaan Panthera Inc kan?" tanya Ulquiorra.
"ya" jawab Grimmjow.
"jadi, apa yang membawamu sampai pingsan di rumahku?" tanya Ulquiorra.
"aku kabur dari acara pertunangan sekaligus penobatanku sebagai presdir Panthera Inc yang berikutnya" jawab Grimmjow.
"kenapa? bukankah hidupmu akan lebih baik?" tanya Ulquiorra.
"tidak. aku tidak mau jadi penerus Panthera Inc. lagipula, aku sudah punya pacar dan mereka tetap saja menjodohkanku. aku tidak mau. aku sudah besar dan aku bebas menentukan hidupku mau seperti apa" kata Grimmjow emosi.
"tinggallah di sini. aku tidak akan keberatan. habiskan makananmu dan minum obatmu lalu istirahat yang cukup" kata Ulquiorra lalu keluar dari kamar tersebut.
Grimmjow hanya menurut dan melakukan apa yang disuruh Ulquiorra. setelah minum obat, tanpa sadar, dia mengantuk dan tertidur lagi.
Flashback End
Gimana Minna-san, memuaskan kah? mohon maaf jika ada kesalahan yang saya perbuat di cerita ini. saya akan berusaha lagi di chapter 4. mohon bantuannya senpai tachi. saya mau balas review dulu.
balasan review untuk chapter 1
Moku-Chan: nih udah lanjut. makasih review-nya ya? review lagi please *melas*
Hitsugaya Bintang Zaoldyeck: udah lanjut. terima kasih review-nya. nikmati lanjutannya ya? :) jangan lupa review lagi ya?
balasan review chapter 2
Tikasomnia: nih sudah ku beberkan siapa itu Grimmjow. konfliknya nanti ya... ada kok. hehe. makasih perbaikannya. jangan lupa review lagi ya? ditunggu lho
