Meet Together

Ahahaha… Minna-san, kita ketemu lagi di chapter 4. Hahahaha…. Happy banget ernyata ada juga yang menyimak chapter 3. Saya pikir cerita saya sudah terlupakan… Well, at least, ada 1 orang yang review. Honto ni arigatou… aku seneng ada yang review. Paling ngak itu membuktikan kalau cerita ini masih layak lanjut. Ok… nikmati cerita persembahan saya. Mohon maaf kalau tidak seusai harapan readers. Lakukan 2J.

Jangan lupa Review

Jangan jadi silent reader dan kemukakan pendapat dan masukan kalian

Disclaimer: Bleach punya Tite Kubo-sensei dan sampai tahun jebot, kepemilikannya takkan berubah. Klo Bleach punyaku, dunia ke belah 2 kali…

Summary: Grimmjow melamar kerja menjadi seorang model jas formal. Jas formal yang akan dia pakai untuk pemotretan adalah jas buatan seorang desainer terkenal bernama Kuchiki Byakuya. Ia di bayar per minggu untuk bekerja. Itu pun membuat Grimmjow senang. Setelah cukup uang, ia pun masuk ke sekolah Ulquiorra.

Rate: T

Pair: UlquiHime

Genre: Romance

Kembali ke Grimmjow

Sang desainer, Kuchiki Byakuya sedang menelitinya dari atas sampai bawah. Grimmjow hanya diam diperhatikan seperti itu. Cukup lama ia diperhatikan seperti itu hingga akhirnya suara baritone sang desainer terdengar.

"Postur tubuhmu cukup lumayan. Wajahmu juga tampan. Aku yakin kau bisa membuat pakaianku terjual habis. Bagaimana kalau kau bekerja denganku?" tanya Byakuya.

"Tentu saja. Aku tidak tau bagaimana cara mengucapkan terima kasih padamu" Grimmjow membungkuk.

"Hn. Ohh ya, ku lihat usiamu masih muda. Tergolong anak SMA. Kenapa kau bekerja dan tidak melanjutkan sekolahmu?" tanya Byakuya.

Grimmjow terdiam sesaat. Dia bekerja untuk mengusir kebosanan saat Ulquiorra sibuk bersekolah sementara dia berada di arcade tiap siang. Dia bekerja supaya tidak memikirkan masa lalu pahitnya itu. Dan satu lagi…

"Aku bekerja supaya bisa masuk sekolah dan aku mau melunasi uang sekolahku sendiri. Aku sudah berjanji pada seseorang" kata Grimmjow mantap.

Byakuya melamun memikirkan jawaban sang calon modelnya ini. Bekerja supaya bisa masuk sekolah dan bertekad akan melunasi uang sekolahnya sendiri. Di zaman sekarang mana ada anak seperti itu? Byakuya berpikir bahwa anak ini sangat berbakti pada orang tuanya hingga ia memutuskan satu hal.

"Baiklah. Gajimu dibayar per minggu" kata Byakuya.

"Eh? Per minggu?" tanya Grimmjow tidak percaya.

"Aku sudah bisa menebak sekolah mana yang mau kau masuki sampai-sampai kau mau mendaftar dan melunasi uang sekolahmu dengan uangmu sendiri" kata Byakuya. (A/N: Byaku pinter)

"Tapi, apa itu tidak terlalu banyak jika dikumpulkan dalam 1 bulan?" tanya Grimmjow.

"Apa maksudmu? Gaji seorang model itu sangat besar. Aku membayarmu per minggu. Dalam 1 bulan kau bisa mengumpulkan gaji seorang artis yang sedang naik daun lho" kata Byakuya.

"Baiklah. Aku terima" kata Grimmjow.

Maka dengan demikian, kontrak pun terjalin. Grimmjow akan bekerja tiap hari Senin, Kamis, dan Jumat (A/N: Sesuai jadwal les Author #PLAK) dan Byakuya akan membayarnya dengan gaji sebesar 2000 mata uang Hueco Mundo. Bayaran yang cukup. Paling tidak, selama 2 minggu ke depan nanti, Grimmjow sudah bisa sekolah.

Di sekolah

Seperti biasa… Pasangan ini sedang makan di atap sekolah. Mereka merupakan pasangan paling serasi di sekolah. Julukan mereka adalah "Sang Kelelawar dan Sang Putri". Kini sang kelelawar sedang memakan bekal yang dibuatkan sang putri khusus untuknya.

"Onna, masakanmu enak seperti biasanya" komentar Ulquiorra.

"Terima kasih, Ulquiorra-kun" jawab Orihime malu. Tiba-tiba ia penasaran akan sesuatu. "Ulquiorra-kun, ku dengar ada model baru yang akan jadi model jas formal desainer Kuchiki lho" kata Orihime.

Ulquiorra yang mendengarnya tidak terlalu terkejut. Karena ia sudah tau siapa yang akan menjadi model baru tersebut. Tanpa di sadari, pria pucat ini tersenyum tipis. Ia berencana merayakan keberhasilan Grimmjow menjadi model.

"Onna, sore ini kau ada rencana?" tanya Ulquiorra.

"Tidak ada. Memang kenapa?" tanya Orihime.

"Ikut aku pulang ke rumah dan bantu aku memasak" suruh Ulquiorra.

"Tentu" Orihime menyetujui.

Bel pun berbunyi menandakan mereka harus kembali ke kelas. Kebetulan mereka sudah selesai makan. Setelah membereskan kotak bekalnya, mereka pun kembali ke kelas disambut oleh sorakan meriah dari tiap kelas.

Pelajaran berikutnya adalah pelajaran IPA. Sang pengajar adalah seorang mad scientist bernama Kurotsuchi Mayuri. Ia tak jarang menunjukkan penemuan uniknya yang bisa membuat semua yang ada di situ bergidik ngeri. Terkadang muridnya sendiri dijadikan percobaan. Murid-murid heran kenapa sekolah ini mau menerima seorang mad scientist untuk mengajar IPA.

"Setelah ini Mayuri-sensei ya?" gumam Orihime.

"Sepertinya kita akan dipakai untuk uji cobanya lagi" gumam Ulquiorra.

Semuanya duduk di kursi masing-masing saat Nemu masuk sambil membawa buku IPA yang super tebal disusul seorang pria bermuka hitam putih dengan tampang scientist masuk. Ia pun menggebrak buku IPA-nya.

"nah murid-murid, buka buku kalian dan aku akan menjelaskan teori cara membuat pelangi setelah itu kita praktek" kata Mayuri-sensei.

Skip…

Sepulang sekolah, Ulquiorra dan Orihime pulang bersama disertai sorakan dari teman-teman kelas lain. Orihime merona sementara Ulquiorra tetap dengan muka datarnya. Ia tak menatap Orihime karena… Author sudah memberitahu alasannya.

"Emospada, kau serasi seperti biasanya" di pintu gerbang sekolah, Grimmjow sudah menyambut mereka.

"…" Ulquiorra beku sejenak.

"Grimmjow-kun~" panggilan Orihime membuat Ulquiorra tersadar kembali.

"hai, pet-sama" panggil Grimmjow.

"Grimmy~" Grimmjow mendapat pelukan maut dari sang kekasih, Nel Tu.

"Nel, hentikan. Aku tidak bisa bernafas" Grimmjow mencoba melepas pelukan Nel.

"tumben kau datang menjemputku" ujar Nel.

"bukan Cuma menjemputmu. Aku juga ingin menjemput sahabatku dan pet-sama" kata Grimmjow mantap.

"jadi, kita pulang jalan kaki?" tanya Nel.

"memang kau mau aku gendong?" goda Grimmjow. Nel merona.

"ohh ya, kami punya kejutan. Bagaimana kalau kau juga ikut ke rumah Ulquiorra-kun, Nel-chan? Kita mau merayakan sesuatu" ajak Orihime.

"hm? Merayakan apa?" tanya Nel.

"aku akan bekerja jadi model di kantor desainer milik Kuchiki" kata Grimmjow.

"eh? untuk apa?" tanya Nel.

"aku ingin ke sekolah. Aku bosan terus di rumah" ujar Grimmjow.

"tapi kalau ayahmu tau bagaimana? Kau bisa dicari oleh bodyguard ayahmu dan mereka akan menyuruhmu pulang. Aku tidak mau berpisah lagi darimu" Nel berkaca-kaca.

"tenanglah Nel sayang. Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku tidak akan pulang hanya karena dicari oleh bodyguard ayah" kata Grimmjow sambil mengepal tinju.

"daripada itu, sebaiknya kita cepat pulang. Lihat… teman-teman curiga tuh" ujar Ulquiorra.

Cukup jauh di belakang mereka sudah terdengar bisik-bisik para murid. Ternyata mereka mengenali Grimmjow. Mungkin saat masuk sekolah nanti, Grimmjow harus mengancam semua murid dan guru sekolah Hueco Mundo untuk tidak memberitahukan identitasnya pada Panthera Inc atau pun pada rumahnya.

"itu Grimmjow Jeagerjaquez kan? Anak presdir perusahaan Panthera Inc?" tanya seorang murid.

"mau apa dia di sini. Aku pikir dia sedang kabur dari kejaran ayahnya" murid yang lain menyahut.

"sepertinya salah orang" gumam murid yang lain.

"Ulquiorra, Orihime, dan Nel sepertinya mengenalnya" kata sisa murid-murid.

Mereka memilih pulang. Membiarkan teman-temannya mati penasaran akan Grimmjow. Lagipula, seminggu lagi, Grimmjow akan dapat cukup uang untuk masuk sekolah, membayar uang sekolah, dan sisanya uang jajannya.

Kini mereka ada di rumah Ulquiorra sambil makan malam bersama. Mereka bercanda dan tertawa riang. Grimmjow sudah lama sekali tidak tertawa seperti ini. hingga tanpa ada yang menyadari, mata sapphire indah itu mengeluarkan liquid bening bernama air mata. Sedetik setelah liquid itu keluar, Grimmjow segera menghapusnya hingga Nel bingung.

"Grimmy, kau kenapa?" tanya Nel.

"tidak. hanya kemasukan debu" kata Grimmjow.

To Be Continue

At finally, akhirnya chapter 4 selesai. Maaf klo update-nya lama ya? Saya mau publish chapter 4 sebelom UAS saya dimulai. Hehe… saya hiatus sebentar untuk UAS saya. Doakan saya ya… semoga nilainya bagus dan masuk 10 besar, amin… akhir kata, RnR please

R

E

V

I

E

W