Sunflower

A HunHanKai's strory

© Caruniaalf97

Sunflower yang menjadi candu si Kupu-kupu menghilang.

Bagaimana bisa Kupu-kupu bisa hidup tanpa Sunflower-nya?

Sedangkan Sunflower sudah di miliki oleh pujaannya, yaitu Matahari.

Lalu, bagaimana nasibku? Nasib si Kupu-kupu ini?

Bukankah kau benar-benar harus memilih, Sunflower-ku?

Author POV

Seorang namja tampan dengan kacamata, kaos Ape yang tertutupi jaket serta celana jeansnya yang terlihat gembira saat ia menginjakkan kaki nya di Bandara Incheon ini. Menginjakkan kakinya? Yah, dia baru saja landed dari Perancis– Korea beberapa menit yang lalu.

"KOREA! I REALLY MISS YOU!"

Kata batinnya yang ternyata sangat merindukan negara kelahirannya.

Namja tampan ini berjalan hingga pintu keluar bandara dan terlihat mobil ber-merk BMW hitam ini pintunya sudah terbuka yang menandakan bahwa namja ini sudah di jemput oleh seseorang. Namja itu pun masuk ke dalam mobil ini dengan perasaan yang tidak bisa dibayangkan betapa bahagia nya namja berkulit tan ini tiba di kampung halamannya.

"Tuan Muda Jongin, kali ini kita di suruh melihat sekolah mu terlebih dahulu sambil menunggu Nyonya Kim datang" kata sang supir.

"memangnya dia kemana?" namja yang bernama Jongin ini pun mulai bertanya

"Saya kurang tahu, Tuan"

"Hmm, baiklah. Turuti dulu saja apa kata dia." Katanya acuh sambil menikmati pemandangan diluar jendela mobil.

BMW hitam ini melaju kencang membawa seorang anak manusia dari Incheon ke suatu tempat di daerah Seoul.

Jongin POV

KOREA! I'M BACK! Jongin is BACK! BACK BACK!

Entahlah kenapa aku sangat senang berada disini. Mungkin aku tidak akan pusing-pusing lagi berada di Perancis untuk menyelesaikan tugas dari ayah ku. Tapi.. Kenapa ibu ku bukanlah orang pertama yang menyambutku. Tak tahukah dia adalah orang yang sangat ingin ku peluk saat ini juga?

'Luhan.. '

Sedikit terngiang ingatan ku tentang sesosok manusia yang selalu menjadi canduku selama aku di Perancis. Mudah-mudahan saja aku bisa bertemu dengannya disini. Tapi…

Mana mungkin? Mana mungkin dia ada di korea? Bukankah dia berasal dari China. Tapi, bagaimanapun juga aku sangat ingin menemuinya. Orang yang sangat aku yang selalu menjadi canduku di masa lalu …

Flashback

Author POV

2 years ago At Provence park, France

Terlihat dua orang namja yang sedang asik dengan ice cream ditangan mereka yang satu, sedangkan tangan yang lainnya saling menggenggam erat. Semua pasang mata yang melihat mereka pasti tahu bahwa mereka sedang dimabuk cinta. Pemandangan yang sangat indah dimana bunga matahari sedang bermekaran di sini menambah kesan romantic diantara keduanya.

"Jongin-ah "

"Ne, Luhan?"

"Ice krim ku habis"

"Ice krim ku juga"

"haha"

Luhan dan Jongin, murid yang ternyata masih berseragam SMP ini rela datang pagi-pagi sebelum berangkat menuju sekolah nya demi menyaksikan surga dunia di sini. Ditaman dengan penuh bunga matahari bermekaran.

"Xi Luhan, Aku sangat mencintaimu. " Jongin menggenggam tangan Luhan semakin erat. Menatapnya seakan didepannya kini ialah malaikat yang turun dari kahyangan.

"Aku juga sangat mencintaimu Kim Jongin" Luhan membalas genggaman Jongin sama eratnya lalu tersenyum. Hati Jongin berdesir, senyuman Luhan selalu bisa membuatnya seperti ini.

"Kau tahu. Aku ini seperti kupu-kupu biru itu yang tidak akan bisa hidup tanpa sang bunga matahari yaitu dirimu." Jongin menunjuk kupu-kupu cantik yang sedang menghisap madu dari sang bunga.

"Aku juga. Jonginnie, mana bisa bunga matahari hidup tanpa kupu-kupu yang membantunya untuk penyerbukan?"

Tangan Luhan kini melingkar manis dipinggang Jongin, ia mulai menidurkan kepalanya dengan manja di pundak Jongin tanda bahwa dia juga tak ingin pergi dari namja berkulit tan ini.

"Lu, kau memang yang terbaik. Ah— jam berapa sekarang? Ayo kita berangkat ke sekolah."

"Aku tidak mau. Bisakah kali ini kita membolos? Aku hanya ingin bersama Jonginnie. Sehari penuh ini, ajak aku mengelilingi taman ini." Luhan merajuk manja.

Jong in yang tidak tahan melihat kekasih nya sedang ber-aegyo ini pun menuruti permintaan luhan. Dan seharian ini pun mereka membolos sekolah dan berkeliling di taman surga dunia.

"Lu, kemarilah. Mendekatlah padaku"

"Kenapa?"

Disaat luhan mendekat, Jongin memetik bunga matahari yang ada di dekatnya dan menaruhnya di telinga Luhan.

"Jonginnie, apa yang kau lakukan?"

"Cantik Lu, " Jongin memandang Luhan lembut, sarat akan cintanya yang begitu banyak untuk Luhan.

Tangan Luhan terangkat ingin mengambil bunga yang terselip ditelinganya. Namun suara Jongin menginterupsi, "Biarkanlah begitu. Aku sangat menyukainya"

"Tapi..aku tidak menyukainya. Bagaimana bisa lelaki sepertiku memakai bunga ini di telinga? Nanti aku disangka yeoja" Luhan mem-pout kan bibirnya manja dan mencoba melepaskan bunga itu lagi namun tangan Jongin menghalanginya.

Disaat itu pula Jongin mulai memajukan badannya dan memiringkan kepalanya. Luhan pun terlihat menutup matanya hingga akhirnya bibir mereka pun bertemu. Dikecuplah bibir merona yang menjadi candu Jongin saat ini, mungkin hanya ciuman sederhana. Ciuman antar siswa SMP yang sedang menaut kasih yang mereka sendiripun tidak ingin mengakhirinya.

"Lu, percayalah kata-kataku. Simpanlah bunga ini, pertanda kau selalu menjadi bunga matahariku."

Luhan yang terdiam sesaat dengan menampakkan semburat merona di wajahnya pun semakin memerah akibat perkataan Jongin barusan.

"Je t'aime pour toujours et à jamais, Xi Luhan."

"Aku mencintaimu selalu dan selamanya, Xi Luhan."

"Je t'aime aussi, Kim Jongin."

"Aku juga mencintaimu, Kim Jongin."

Lalu mereka membagi senyuman yang begitu tulus.

-Skip Time-

At Provence Junior High School

Jongin POV

Senangnya kemarin aku bisa merasakan ciuman pertamaku. Tahukah kau Luhan? Kalau ciuman itu adalah pertama bagiku. Entahlah apa yang ada dipikiranku kemarin, yang jelas aku sangat senang pagi ini. Oh iya, aku harus ke kelasmu pagi ini.

1-4 Class

"Hei. Stephanie! Kau tahu dimana Luhan?"

"Aku tidak melihatnya Jongin. Tanyakan saja pada Kris. Dia kan kakaknya"

"Baiklah"

Niat nya aku ingin ke kelas kakaknya yang berada 2 tingkat lebih dahulu di sini. Namun, ku sipitkan mataku dan ternyata aku melihat Kris disalah satu lorong di sekolah ini.

"Kris-ge, Apa Luhan masuk hari ini?"

Aku memanggil nya 'gege' karena mereka memang berasal dari China.

"Jongin? hmm.. kau harus tahu sesuatu. Luhan tidak akan masuk"

Kris-ge terlihat gugup saat menjawabnya. Ada apa dengannya dan Luhan?

"Ada apa, ge? Apa dia sakit? Kalau begitu aku akan menjenguknya hari ini"

"Kim Jongin, dengar. Dia—pergi meninggalkan kita. Meninggalkan Perancis dan kembali ke China semalam."

KRIS-GE PASTI BERBOHONG!

"Ini surat yang ditinggalkan Luhan untukmu, Jongin"

Kris-gege memberiku sepucuk surat dengan amplop berwarna pink itu. Namun, saat aku ingin meraihnya rasanya tangan ini tidak mampu bergerak.

Tes

Tes

Hanya air mata yang bisa aku keluarkan sekarang.

Luhan…

Bagaimana bisa?

Bagaimana kau tega meninggalkan Kupu-kupu ini?

Bagaimana aku bisa hidup tanpa Bunga Matahari ku?

Flashback END

Jong In POV

Kenangan itu..

Kenangan yang paling indah namun perih pada akhirnya..

Move On.

Yang saat ini sedang aku lakukan.

Membuang jauh kenanganku bersamanya. Dia yang pergi tanpa kabar.

Kali ini, aku belum memberi tahu siapa aku sebenarnya dan kisah lamaku tadi.

Aku adalah putra pertama dari Keluarga Kim, pemilik perusahaan Bisnis terkenal di Perancis. Aku Korean, terlihat jelas dari marga dan namaku. Tapi disaat keluarga ku bangkrut mendirikan perusahaannya di Korea. Keluarga ku pindah ke Perancis tepatnya di kota Provence sejak aku Sekolah Dasar sampai aku duduk di bangku SMA tingkat pertama. Kenangan bersama Luhan lah yang paling aku kenang selama ini.

Dia adalah cinta pertamaku yang mengajarkanku apa itu arti dari pahit-manis nya cinta. Dia seorang lelaki manis asal China, sudah 2 tahun ia menetap di Provence karena ayahnya ada dinas disana. Dan sehari setelah kami pergi melihat pertunjukkan bunga bermekaran di taman Provence, diapun meninggalkanku dengan surat nya yang sampai sekarang belum aku mengerti. Karena ia menulisnya dengan Pinyin. Maka dari itu aku ingin bertemu dengannya untuk meminta penjelasan semuanya yang ia tulis dan terlebih aku juga sangat merindukannya…

Luhan.. masihkah kau mengingatku?

Author POV

BMW hitam itu akhirnya diparkirkan pemilik nya di salah satu SMA di Seoul.

Namja bernama Jongin itu pun masuk ke dalam lorong sekolah itu. Namun, Perasaannya yang ingin seperti buang air seni memaksakan dirinya untuk mencari toilet terlebih dahulu.

"Jogiyo. "

"Ah, ne. Kau siapa? Seperti nya kau bukan anak SMA disini"

Duh, kenapa sih dia banyak tanya? Aku cuma mau dimana toilet nya aja kok. Udah kebelet nih.,

"Iya, aku pindahan dari Perancis. Hmm. Bolehkah aku bertanya sesuatu?"

"APA? PRANCIS? KAU AKAN SEKOLAH DISINI?"

Ada apa ini? Kenapa namja ini malah berteriak? Cepatlah tunjukkan dimana toiletnya.

"Iya. Tapi kecilkan suara beri tahu aku dimana toiletnya?"

"Oh, iya baiklah. Di sana, pojok sana lalu ke kiri. Toilet pria ada disana."

"Baiklah, gamsahamnida"

"YA! NAMAKU DO KYUNGSOO. JANGAN LUPA!" NAmja itu berteriak sambil melambai-lambaikan tangannya padaku.

Ada apa dengan namja itu? Dia malah berteriak menyebutkan namanya. Aku hanya tersenyum simpul membalasnya

"Aku Kim Jongin"

Setelah berbalik ku pasang ekspresi datar ku kembali dan mulai mencari dimana letak toilet.

-Skip Time-

At Toilet SMA Yonsei

"Suara apa itu?"

Aku pun mendekat ke salah satu sekat terakhir di toilet ini.

"Hey! Apa diluar ada orang? "

"…"

Sepertinya dia sedang di jebak. Terlihat kuncinya sedang tergantung di luar.

"HEY! CEPAT BUKA PINTUNYA!"

BRAKK BRAAK BRAAKK

Ku coba putar kunci yang tersangkut di kenop itu dan—

Grep!

Ada apa dengan murid ini?

Kenapa ia malah memelukku sambil menangis?

Kuperhatikan lekuk tubuh nya sangat cantik, seperti putri.

Kurasakan dia sangat erat memelukku namun. Apa-apaan ini? Kenapa malah dia orang pertama yang memelukku di Korea? Ku lepaskan pelukkanku dan kusipitkan mata ku

"J—Jong—in?"

"Kau sudah selesai menangis tuan putri?"

Awalnya aku mengira dia perempuan namun, ekspresi nakal ku berubah saat menyadari bahwa dia adalah

"Lu— Luhan"

Pandangan ku menoleh menuju pintu toilet yang terpampang sesosok manusia yang apa yang barusan dia panggil?

Dia Luhan?

Apakah dia Xi Luhan yang dulu?

"Se—Sehunnie"

Namja cantik ini memanggil nya siapa?

Sehun?

Hey! Siapa kau sebenarnya?

Apakah kau benar Xi Luhan?

TBC


notes : this fics is not mine, its belongs to Caruniaalf97's. Give her your precious reviews juseyo~