Sunflower

A HunHanKai's story

© Caruniaalf97

p.s from author: cuma info aja, Fanfic ini sengaja di share di FFN. Kalo nemu di Facebook dengan jalan cerita dan judul yang sama. Itu juga punya ku.

Matahari yang selalu kukagumi

Lihat, betapa tampannya dirimu?

Bisakah kau menyinariku?

Menyinari sang bunga Matahari ini

Bisakah? Bisakah kau hanya menyinari your only sunflower?

Sehun POV

Aku tidak tahu harus bagaimana memulai hari ku pagi ini. Dada ku berdegup kencang, membuat nafasku menjadi tidak teratur. Bagaimana tidak? Hari ini hari pertamaku yang ber-status kekasih Luhan. Tidak tahu harus berbuat apa. Dia, menjadikan ku seorang yang gugup bila berhadapan dengannya. Gugup? Seorang Oh Sehun gugup? Oh tidak! Hanya manusia bernama Luhan itulah yang bisa membuatku serasa dunia ini bergerak dengan slow motion dan jantung ini tidak bisa berfungsi dengan baik. Dia hanya bisa bergemuruh setiap aku didekatnya.

Pagi ini aku sengaja bangun lebih pagi dan tidak akan melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan nya. Saat ini aku berada di depan kelas yang bertuliskan '2-5 class' .

Menunggu nya dengan bunyi jantung yang tidak dapat di netralkan dan senyuman sipu ini yang selalu aku tampilkan disetiap ekspresiku.

MAJAYO!

(Benar juga)

Lebih baik aku mengirimnya SMS saja.

Ku rogoh saku di celanaku untuk menemukan iPhone putihku. Dan mulai membuka aplikasi SMS dan mulai mengetikkan beberapa kalimat seperti ini

To : My Luhannie

Luhannie~ eoddie-yo. Aku kangen, ingin bertemu dengan mu. 3

Ku klik salah satu Icon 'Send' dan memperhatikannya dengan perasaan yang tidak bisa tergambarkan dengan kata-kata dan wajahku memasang senyuman yang sangat cerah pagi ini. Berharap Luhannie dapat membalas pesan ku dengan cepat. Ternyata getaran di iPhone ku mulai terasa dan itu tanda bahwa sms masuk, dengan penasaran pun aku langsung membuka isi pesan tersebut. Lalu, ternyata luhan membalas sms ku.

From : My Luhannie

Otw nihh. Nado :*

KYAA! Icon macam apa itu? Dia mengirimiku morning kiss. Huaa! Luhannie, datanglah dengan cepat. Aku sangat merindukanmu. Ku masukkan kembali iPhone ku ke saku celana dan mulai menyenderkan diriku di dinding samping pintu masuk kelas. Kulihat banyak anak-anak yang sekelas dengannya lalu-lalang masuk dan keluar melewati pintu kelas itu dan tak jarang aku mendapat sapaan dari salah satu teman yang ku kenal.

45 munite later

Dimana Luhannie ku? Kata nya sedang dijalan tapi sudah lebih dari 45 menit aku menunggu disini dia belum datang juga. Aku takut terjadi apa-apa dengannya. Ku rogoh iPhone ku di saku celana dan berniat untuk menelepon nya. Namun, kudengar bisik-bisik siswi yang sedang memandangku dengan tatapan sangar dan sangat aneh. Adapa dengan mereka? Aku tak mengenalnya, namun mengapa mereka menatapku seperti itu?

"Hei, kau tahu kan quartet nya Jessica dan Krystal sangat mengagumi, sang ketua osis kita OH SEHUN?" ku dengar omongan dari salah satu siswi perempuan yang sedang mengobrol dan didepanku, dan mereka membicarakan siapa? Quartet Jessica nuna? Jessica, Krystal, Tiffany dan Luna itu kan? Tapi mengapa namaku dibawa-bawa?

"Iya, Sulli. Aku tahu,duh! Kasian yah Luhan oppa di tampar begitu saja dengan quartet yeoja egois itu. Padahal hanya memperebutkan ketua osis kita. Memangnya apa sih yang menarik dari seorang Sehun?"

Yeoja yang kukenali yang bernama Seohyun itu sedang berbicara dengan Sulli dan aku terus memperhatikan mereka. Namun, apa katanya? Luhan di tampar oleh Jessica nuna? Ku pikir tidak mungkin. Jessica nuna dan quartet nya itu kan sangat baik pada ku.

Pemikiranku pun terhenti saat Seohyun dan Sulli mendekat pada ku.

"Sehun oppa! Mengapa kau ada disini?" Sulli memulai pembicaraan kali ini

"Aku? Menunggu Luhan. Kau? Sulli? Memangnya ada apa?" ucapku dengan sesopan mungkin

"YA! OH SEHUN! Kau benar-benar tidak tahu tentang Luhan?" Seohyun pun mulai angkat bicara

Aku hanya menggeleng dan –

"Sehun-oppa! Luhan oppa, tadi dia baru saja ditampar oleh Jessica nuna.!" Sulli berbicara dengan ekspresi 'kau-benar-benar-belum-tahu'

Aku mengerutkan dahi ku apa benar Jessica nuna seperti itu?

"Me..memangnya benar? Ta..tapi Jessica nuna kan…." Ucapku tergagap dan terpotong disaat Seohyun memotongnya dan berkata

"OH SEHUN! KAU TIDAK PERCAYA PADA KU? SATU SEKOLAH GEGER HANYA KARENA PERKELAHIAN TADI PAGI! CEPAT KAU SUSUL LUHAN!" Seohyun yang notabene teman sekelasku berteriak dan membangunkan ku dari renungan ku tentang Jessica nuna yang selalu baik pada ku. Namun, aku harus memastika terlebih dahulu. Mengapa Luhan sampai ditampar oleh Jessica?

"Seohyun~a, Sulli-sshi. Gumawo atas informasinya"

Disaat itu juga pun aku berlari meninggalkan tempat itu. Dan mencari dimana keberadaan Jessica nuna terlebih dahulu, karena aku harus menanyakan penjelasan tentang apa yang beredar di sini. Kutemui kelas nya dan pas sekali mereka berempat sedang ada di kelas itu. Ku hampiri meja quartet-nya Jessica nuna.

"Nuna! Jelaskan padaku! Mengapa kau menampar Luhan? Sungguh! Aku benar-benar tidak percaya!" Kata ku dengan ekspresi sangat kecewa dengan nya

"Seharusnya AKU yang bertanya padamu! Kenapa kau memilihnya?" Jessica nuna pun mulai menggertak tidak mau kalah. Ada apa dengannya ? Hei. Kemana senyum manis yang selalu ia perlihatkan pada ku?

"Jawablah nuna! Memangnya kenapa aku memilihnya? Apakah ada yang salah dengan Luhan?"

"KAU! BERANI NYA KAU BERTANYA SEPERTI ITU! TIDAK SADARKAH? AKU YANG SEDARI DULU MENGEJARMU SEHUN! AKU YANG SELALU MEMBANTUMU! AKU YANG MENJADIKAN MU KETUA OSIS! DAN KENAPA KAU SELALU MEMILIHNYA?"

JDEER!

Jadi selama ini ia menyukai ku? Jadi selama ini dia ….

Aku melihat Jessica nuna menangis dan marah padaku. Sebenarnya dia hanya memanipulasi semua kebaikannya padaku?

Licik

"NUNA! Aku benar-benar tidak menyangka" Ucapku dengan bergemetar.

"Dengarkan aku sehun!Akhiri saja sudah hubungan mu dengan Luhan. Lihatlah aku! Aku yang selalu membantumu…."

PLAAAK!

Disaat Jessica nuna berkata 'Akhiri saja sudah hubungan mu dengan Luhan' hati ku sangat tidak terima. Dan otakku mengirimkan sinyal ke tanganku untuk menamparnya! Sebuah tamparan di pipi kirinya. Aku sangat kecewa dengan nya. Nuna yang selalu baik pada ku ternyata mempunyai maksud di dalamnya. Dia terlalu egois dan mengapa harus Luhan yang menjadi korbannya?

"JANGAN BERKATA SEMBARANGAN! AKU SANGAT MENCINTAI LUHAN!"

"cih! Kau menamparku? Oh sehun? Lihat saja! LUHAN TIDAK AKAN PERNAH BAHAGIA SELAMA MASIH ADA AKU! KALAU AKU TIDAK BISA MEMILIKI MU. MAKA LUHAN PUN TIDAK BOLEH MEMILIKIMU!"

Jessica nuna…

Kau cantik…

Tapi mengapa hati mu seperti ini? Aku tidak menyangka nya.

Aku sangat kecewa padamu.

"Maaf nuna! Selama ada aku disisinya. Aku akan selalu melindunginya! Dan satu lagi. Aku sangat kecewa padamu nuna!"

Aku yang tidak mempercayai semua ini mulai berlari keluar kelas untuk menahan rasa kesal dan kecewa yang baru saja aku rasakan. Lalu selanjutnya aku harus mencari Luhan!

Dimana dia? Kupercepat langkahku mencari nya di setiap sudut sekolah.

10 minute later

Saat aku sudah kelelahan berlari untuk mencari dimana Luhannie ku. Aku menemukan satu tempat yang belum aku datangi. Yaitu Toilet pria disekolah ini. Dengan nafas yang mulai ku atur perlahan aku memasuki toilet ini. Mungkin toilet ini akan sepi, mengingat 5 menit yang lalu bel pelajaran sudah dimulai namun, aku tidak akan masuk kelas sebelum melihat Luhan.

Aku berjalan melewati dinding yang menyatu dengan pintu toilet tersebut dan mencoba untuk mengintipnya. Disaat itu juga, aku melihat sebuah adegan yang sangat membuat ku tidak nyaman. Bagaimana tidak? Namja berkulit tan yang tidak mengenakan seragam sekolah itu sedang memeluk seorang salah satu namja yang berseragam itu. Siswa yang berseragam itu terlihat seperti habis menangis dan memeluk namja itu dengan sesegukkan. Disaat namja berkulit hitam itu melepaskan pelukannya rasanya aku pincingkan mata ku lalu mulai mengenalnya bahwa dia adalah

'Luhannie'

Aku kaget apa yang baru saja aku lihat.

"Jongin?"

Luhan yang ternyata namja berseragam itu mulai angkat bicara. Luhan? Kau? Mengapa kau bersama nya? Dia siapa? Mengapa kau terlihat sangat nyaman disaat memeluknya? Kau memanggilnya jong in? Apa kau mengenalnya?

"Sudah puas menangis nya tuan putri?" Namja berkulit tan yang ternyata bernama Jongin itu memanggil kekasih ku seperti apa? Tuan putri? HEY! Jangan coba-coba ya! Dia tuan putriku.

"Se—Sehunnie"

Luhan. Kau! Memanggilku? Kau melihatku disini?

Dada ku seakan bergemuruh saat ia memanggilku seperti itu. Dan aku tersenyum melihatnya, namun tidak dengan posisinya yang berada sangat dekat namja berkulit tan itu. Disaat dia mulai menyadari perubahan ekspresiku mereka mulai memperjauhkan jarak mereka dan terlihat salah tingkah.

"Sehunnie. Aku sangat takut."

Luhan mendekat kearahku dan memelukku kemudian. Tak tahukah kau Luhan? Hati ku sangat gembira saat ini. Aku membalas pelukannya dan mengelus lembut rambutnya yang tipis itu.

"Tenang saja Luhannie. Aku berada disini, aku pasti akan melindungimu"

Serasa nyaman sekali memeluknya. Luhan, kau yang ku sayangi. Selalu, aku akan selalu melindungimu dan akan selalu melindungimu. Aku janji itu.

Tap

Tap

Tap

Kulihat sesosok namja berkulit tan itu pergi meninggalkan kami disini. Sebenarnya siapa dia?

Sehun POV END

Luhan POV

Aku mendekap pada Sehun agar aku bisa menahan semua perasaanku saat ini. Mengapa Jongin bisa hadir di saat-saat seperti ini? Jongin, masih inga kah kau denganku?

Tes

Tes

Air mata yang ku keluarkan ini bukan berasal dari sakitnya tamparan dari Jessica, namun rasa sakitnya disaat aku bertemu dengan kupu-kupu ku. Sebenarnya apa mau ku? Apa yang ada di benakku saat ini? Apakah aku masih mencintainya?

"Sehunnie. Aku sangat takut."

Ucapku untuk mencairkan suasana, dan agar Sehun tidak mencurigaiku yang macam-macam mengingat aku kepergok dengan adegan yang seperti itu dengan Jongin.

"Tenang saja Luhannie. Aku berada disini, aku pasti akan melindungimu"

Kata nya sambil mengelus rambutku lembut. Aku harap begitu Sehunnie. Lindungilah aku. Lindungilah hati ku ini agar aku tidak bisa merubah pilihan hatiku yang selalu ingin bersamamu. Agar hatiku bisa mengerti, jikalau kupu-kupu itu hanya masa laluku.

Tap

Tap

Tap

Aku mendengar ketukan kaki Jongin yang pergi meninggalkan toilet ini. Aku bisa melihatnya sedang memandangiku dengan Sehun dari mataku yang sedang memeluk Sehun. Ia sangat tampan, ia tumbuh dengan tampannya. Kupu-kupu ku, kau kembali kah? Tapi mengapa di waktu yang seperti ini?

Luhan POV END

Author POV

"Aku Kim Jongin. "

Seorang namja yang baru saja menyebutkan namanya itu berjalan dengan arah yang berbeda sambil menengok ke belakang untuk memandangi namja yang berada di depan kelasnya itu.

Namja yang ber-tag name Do Kyungsoo ini baru saja bertemu dengan seorang bernama Kim Jongin yang baru saja menanyakan letak toilet ini. Terlihat namja ini begitu terpesona dengan apa yang baru saja dilihatnya itu. Namun, seseorang mengagetkannya.

"Chagiya~ kanapa kau ada sini? Ayo masuk kelas" namja tegak dan gagah ini baru saja menyadarkan kyung soo dari lamunannya, ternyata kyung soo ini sudah mempunyai kekasih.

"ehh.. tidak aku baru saja bertemu dengan seseorang yang berasal dari Perancis dia sangat tampan loh!" Kyungsoo menjawab pertanyaan kekasihnya dengan ekspresi seperti mengagumi sosok yang baru saja ia kena.

"Hey! Kyungsoo. Apa yang kau bilang? Seorang dari perancis? Tampan? Baiklah kekasihmu ini memang tidak tampan. " ucap kekasih Kyungsoo yang ber tag-name Kim Junmyun ini dengan perasaan cemburu

"Eh, tidak kok. Suho yang paling tampan. Hanya saja aku kagum, bahwa ia dari Perancis. Kau tahu kan chagiya~ aku sangat ingin kesana." Kyungsoo mencoba merayu Suho –notabene nama panggilan Kim Jun myun— sang kekasih agar tidak marah lagi .

"Tidak tidak. Dia lah yang tampan dimatamu." Tatapn Suho pun terlihat jelas bahwa ia sedang cemburu.

"chagiya~"

CHU

Disaat Suho ingin membalikkan tubuhnya untuh masuk ke dalam kelas tangannya ditarik dan ia pun merasakan bahwa Kyungsoo sedang menciumnya tepat dibibirrnya baru saja ia ingin menutup mata nya untuk merasakan kehangatan ciuman yang diberikan oleh Kyungsoo . Namun, Kyungsoo sudah melepaskannya dan—

"Chagiya~ kau tidak mau masuk kelas?"

Wink

Kyungsoo yang ternyata membuat Suho membisu di luar kelas, namun ternyata Kyungsoo sudah berada di dalam kelas dan memberikan wink nya saat itu. Mungkin kalau Suho itu adalah ice cream, dia sudah meleleh sedari tadi akibat wink dari sang pujaan hatinya itu.

TBC