Sunflower

© Caruniaalf97

A HunHanKai's story

THIS CHAPTER FULL OF KAILU!

.

.

.

.

.

Kupu-kupu, kau tidak boleh hinggap disini lagi.

Jangan buat hati ku ini bimbang.

Matahari. Kau dimana?

Mengapa sinarmu berubah jadi kelam?

Kembalilah Matahari ku..

.

.

.

.

.

Jong in POV.

.

Ada apa ini? Luhan sedang marah dengan kekasihnya yang bernama sehun itu? Sehun tidak mengejarnya. Mengapa begini?

Ku kejar Luhan yang sedang berlari keluar kelas. Aku menemukannya! Ada apa ini? Mengapa Luhan tertunduk seperti itu? Ada apa dengan Yeojha itu? Mengapa dia memarahi Luhan ?

Kulihat seragamnya yang penuh oleh tumpahan Jus mangga. Jadi, Luhan tidak sengaja menumpahkan Jus itu ke baju nya yeojha itu.

Kulihat dia mengangkat tangannya bersiap untuk menampar Luhan. Dengan cepat aku mencegah nya.

"Kau terlalu berlebihan" kutatap mata yeojha itu dengan tajam. Yeojha itu mengerutkan kening nya.

"Luhan" Kudengar ada seseorang yang memanggil Luhan. Ku lepaskan genggamanku pada yeojha ini. Kemudian kutarik tangan Luhan dan kubawa dia berlari bersama ku. Entah mengapa aku sangat egois kali ini. Hatiku sangat sakit ketika melihat bunga ku menangis dan ingin di tampar. Apakah tidak ada yang membelamu disini Lu? Mengapa bisa dia berani menamparmu?

Kaki ku membawaku dan Luhan kegedung atap sekolah yang terletak paling atas.

'Hosh- Hosh'

Nafasku dan Luhan berderu tidak teratur. Aku sangat menyukai ini. Dimana tangan ku dan Luhan tidak pernah terlepas.

"Jonginnie… hosh.. Aku sangat senang kau kembali.. Hosh" ucapnya dengan nafas terpenggal-penggal.

Jong in POV END

.

.

.

Author POV

.

Terlihat dua namja yang duduk berjauhan digedung lantai atas di sekolah nya. Yang satu berkulit tan dan yang satu lagi namja mungil yang sedang menetralkan deru nafasnya. Terlihat sekali dari baju seragamnya yang basah dan keringat yang meluncur di kedua dahi mereka masing-masing kalau mereka habis berlari.

"Luhan." Ucap namja berkulit tan untuk memecahkan keheningan. Lebih baik begini, seorang seme lah yang bertindak lebih dahulu.

"Ne." Jawab Luhan seadanya. Sebenarnya tidak bisa dipungkiri namja ini sangat gugup sekarang.

"Panggil aku dengan sebutan sebelumnya."

"Ne… Jongin..nie" namja yang dipanggil tersenyum smirk dengan apa yang dilakukan oleh Luhan. Tatapan mereka bertemu. Luhan menatap mata Kai dengan tatapan bulat, sedangkan Kai menatap Luhan dengan tatapan mesum nya *plak*

"Apa kau merindukanku? " Tanya kai dengan PD-nya

"….." Luhan hanya membisu. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Karena kalau dia jujur ini akan sangat menyakitkan bagi nya.

"Aku mengerti. Kau tidak akan pernah merindukanku. Kau kan sudah mempunyai ….."

"Aku sangat merindukanmu. Jongginnie." Ucapan Kai terpotong saat Luhan berbicara seperti itu. Kai tersenyum senang. Ia memandang Luhan dan mencoba untuk mendongkakkan kepala Luhan yang sedang menunduk itu Namun,

GREB

"Hiks. Kau tidak pernah mengetahui seberapa besar aku sangat merindukanmu. Jonginnie~ Maafkan aku. Mianhae hiks" Tangis Luhan pecah saat ia memeluk Kai. Kai yang terkejut atas perlakuan Luhan diam dan tidak tahu harus melakukan apa. Perlahan tapi pasti ia membalas pelukan Luhan yang sedang menangis.

"Aku juga merindukan mu, Lu." Ucap namja itu sambil tersenyum.

KRINGG KRINGG.

Bel istirahat selesai

"Lu, sebaiknya kita turun. Kita harus kembali ke kelas." Ucap kai di sela-sela pelukan nya. Luhan mempererat pelukannya pada kai

"Andwae! Aku tidak ingin kita dipisahkan untuk kedua kali nya Kai. Biarkanlah dulu seperti ini. hiks" jawab Luhan dengan cepat. Kai hanya tersenyum bahagia.

"Baiklah, Lu. Aku akan menuruti perkataanmu." Ucap kai sambil mengecup puncak kapala Luhan.

Ber-jam jam dua namja ini berada di atas gedung. Terlihat Luhan yang menyender di bahu Kai dan tangan kanan kai memeluk pundaknya dengan tautan tangan mereka berdua mesra.

"Lu, bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?" ucap kai

"Apa itu? Jonginnie."

"Tolong jawab yang jujur. "

"Hmm. Pasti"

"Mengapa. Mengapa kau menghianati kupu-kupu?" pertanyaan yang membuat Luhan terkejut. Seketika itu pula Luhan langsung melepaskan pelukannya pada kai. Dan menunduk lemas.

"Maaf… Maafkan aku"

"Tak apa Lu. Aku mengerti, bunga seindah dirimu tidak akan mungkin menunggu ku..."

CHU~

Luhan langsung memotongnya dengan ciuman yang sangat dalam. Ciuman yang bisa diartikan sebagai pelampiasan rindu nya yang selama ini selalu ia nantikan. Sangat dalam, Luhan menciumnya bibir kai sangat dalam. Kai yang tidak mau kalah pun memegangi leher luhan untuk membuat bibirnya bisa menjelajahi mulut Luhan lebih dalam. Kali ini biarkanlah Luhan dan Kai sendiri yang mengetahui bagaimana besarnya rasa cinta mereka. Cinta? Apakah benar ciuman ini menandakan cinta? Atau ? Mungkin hanya Luhan yang bisa menjawabnya.

.

.

.

*Jongin POV*

.

Apa ini? Mengapa kau menciumku Lu? Apa yang kau maksud ini semua Lu? Bunga ku… Masih pantaskah aku menjadi kekasihmu lagi? Bisakah kau tidak membuatku terperosok jauh lagi di terjal nya jurang cintamu?

Perlahan kulepaskan French kiss ku dengannya. Ku eratkan tangan kanan ku dan mulai mengambil oksigen sebanyak mungkin. Ku usap lembut pipi merah nya yang sangat imut. Akhirnya… Aku masih bisa memandang Luhan sedekat ini.

Huuhh… Hosh…

"Hiks.. Jonginnie… Masihbisakah aku menjadi bunga mataharimu lagi? Hikss" ucap Luhan terbata-bata.

Aku tercengang. Dia mengatakannya? Bolehkah aku egois, Lu? Bolehkah? Walaupun ini tindakan Fatal yang mungkin pertama kali ku lakukan dalam hidupku.

"Ak..Aku.."

"Kau tidak perlu memikirkan Sehun! Dia. Dia juga egois pada ku! Dia tidak mengerti apa yang aku rasakan! Dia jahat Jonginnie… hiks .. Dia benar-benar tidak mengerti perasaanku.. hiks.. Aku kecewa pada nya." Potong Luhan disaat aku ingin membalasnya.

"ssst.. Lu, Kau tidak perlu khawatir. Kembalilah pada kupu-kupu ini. Aku yang akan terus melindungi mu. Kau memang seharusnya tetap berada disisiku Lu." Ucapku menenangkannya sambil memeluk nya erat dan mengelus puncak kepala nya. Luhan tersenyum indah dihadapanku aku pun mempatrikan senyuman yang sangat manis untuk menampilkan betapa bahagia nya aku bahwa Luhan telah kembali.

.

.

.

.

.

Biarlah…

Biarlah dunia ini menjadi milik kita berdua Lu..

Kau menginginkannya bukan?

Inilah yang akan menjadi akhir dari romansu kita.

Bahwa sang bunga akan selalu membutuhkan kupu-kupu nya.

Inikah pilihanmu Lu?

Maka Tegarkanlah !

Jangan sampai benteng ini goyah lagi.

Aku ….

Aku sangat mencintai mu

Luhan.

*Jongin POV end*

.

.

.

Author POV

.

Akhirnya. Mereka kembali merajut kasih dari perpisahan mereka beberapa waktu lalu. Bukankah ini sangat menyenangkan? Apakah ini akan berakhir karena sang bunga matahari sudah memilih? Happy ending yang sangat tidak terduga. Dimana Matahari yang sangat hebat bisa sedetik itu jatuh seketika terpuruk. Hanya karena ada bunga matahari yang sangat menarik baginya? Matahari.. Ayolah kau segera bangkit. Dan tunjukkan betapa besarnya kuasa bunga matahari tidak akan pernah bisa hidup tanpa dirimu?

Di dalam Bus

Terlihat dua sosok manusia sedang duduk dengan mesra nya di tempatduduk bis paling pojok.

"Jonginnie" ucap namja manis yang menempel pada pundak sang kekasih. Kekasih? Benarkah statusnya kembali lagi?

"Hmm?"

"Jonginnie"

"Iya"

"Jonginnie."

"Aku tampan ya Lu?" kata-kata narsis yang keluar dari mulut kim jong in seketika. Luhan pun terlihat mengerutkan dahi nya.

"Ne. Kau benar sekarang kau berubah menjadi sangat tampan. Narsi pula. Kau banyak berubah" Luhan pun menjawab dengan sangat jujur. Ia melirik jongin yang mungkin merasa terbang karena dengan berani Luhan memuji nya.

"Kau Juga Lu. Kau terlihat lebih cantik " jongin pun tak mau kalah memuji kekasihnya.

Seketika athmosphere pun berubah menjadi sepi. Dengan deruan jantung yang mereka rasakan. Sangat bahagia. Mungkin hanya kata itu yang bisa dipakai untuk mengungkapkan perasaan mereka.

"Lu, kau memberikan ku surat sebelum kau pergi ke china. "

"Ne. Benar! Kau sudah membaca nya?" Luhan yang tadi nya menyender pada bahu jongin sekarang dia melepaskan senderannya karena terkejut

"eerr.. Anu.. Aku sudah menerima nya. Tapi…"

"Waeyo? Kau tau kan isi maksudku?" Luhan terlihat sedang mengintrogasi Jongin. Ya! Jongin tidak akan melewatkan kesempatan yang berharga ini untuk bertanya pada Luhan.

Kai pun menggeleng disertai kekehannya pada Luhan

Dengan seketika Luhan menampar dahi nya cukup keras

"Jadi.. Sampai sekarang kau juga belum mengetahui apa isinya? "

"Ne. Kau kira saja. Memangnya aku ini berasal dari China?" Kai mulai menggerutu karena dengan mata Luhan dia sudah meremehkan Kai

"hehe.. memangnya aku menulisnya dengan Pinyin ya?" Luhan mulai menyadari kesalahannya.

"NE!" Ucap kai dengan kesalnya.

Karena bis sudah sampai di halte tujuan. Kai berjalan mendahului Luhan dan terlihat berjalan cepat karena kekasihnya sampai sekarang masih saja ceroboh dan pelupa. Namun, Luhan mengejar kai dengan imut sampai mereka menginjakkan kakinya di luar bus.

"Jonginnie. Mianhae." Luhan menarik tangan kai

"Pabbo! Pabbo! Pabbo! Luhan Pabbo!" kai terus memaki Luhan yang sedang mempoutkan bibirnya dengan lucu.

Luhan pun tersenyum dengan polosnya.

"Maafkan aku jonginnie. Habisnya aku terlalu terburu-buru saat itu. "

"Baiklah. Tapi beritahu aku apa isinya."

"Oke!"

.

.

.

Tiba di sebuah taman indah di daerah seoul Luhan pun menceritakan isi dari surat nya yang ia tulis. Memang kesalahannya yang fatal ini membuat ia merasa bersalah pada kai yang mungkin saja sangat penasaran apa isi nya selama ini. Luhan membeberkan semua yang ia tulis. Terlihat Luhan dan Kai pun sama-sama tidak bisa memungkiri betapa lebay-nya Loveydovey mereka saat masih SMP. Namun, itulah manisnya merasakan cinta.

*AUTHOR POV END*

.

.

.

*LUHAN POV*

.

"Begitu besarnya kah cinta mu dahulu pada ku Lu? Sampai-sampai kau melarangku untuk menggoda bunga manapun" ucap jonginnie sambil menatapku penuh narsis.

"Ne! Kau sangat berharga. Kau tidak boleh menggoda bunga lainnya. TIDAK! AKU TIDAK AKAN PERNAH RELA!" ucapku penuh kejujuran disetiap kata nya.

Namun, pandangannya berubah. Pandangan penuh dengan pertanyaan. Dia memegangi kedua tangan ku. Aku tidak menolaknya dan terus memandangi nya dengan penuh kehangatan.

"Lu, Tapi. Kau yang merubah semua itu. Kau yang menghianatiku"

"Jonginnie. Aku sudah bilang.! Perasaanku dari yang dulu sampai sekarang tidak akan berubah padamu." Aku terus meyakini nya. Bisakah hatiku ini menetapkan siapa pemenangnya? Dan terus mempertahankan agar tidak goyah.

Aku menatapnya dengan penuh kehangatan. Namun, ia meragukanku.

"Jangan buatku ragu Lu. Kau memang indah. Tapi, kau sangat ceroboh sampai bisa masuk ke hati orang lain. Itu bukti kalau kau yang tidak menepatinya Lu."

"Hikss.."

"Lu, kau sangat tega terhadapku. Aku selalu menunggu kepastianmu. Tapi kau…."

"ne. hiks. Kau benar. Aku memang sudah berpindah kelain hati. Aku memang mencintai Sehun. Tapi bolehkah? Bolehkah aku jujur kalau hanya kau yang mengerti isi hatiku. Hanya kau Jongin. Bukan siapapun. "

Kai menghapus air mataku. Terlihat raut wajah kecewa di tampakkannya. Tolonglah hati ku ini Kim Jongin.

"Lu. Pilihlah aku dan Sehun. Aku akan tetap menunggu mu. Aku tidak bisa membuatmu terpecah menjadi dua hati seperti ini. Tancapkanlah satu nama dihatimu yang bisa membuatmu begitu tenang"

"Apakah kau ragu padaku Jonginnie? Kau masih meragukan cintaku?" Ucapku penuh keyakinan

"Selama kau masih ber-status sebagai kekasih orang lain. Aku masih tidak berhak atas dirimu. "

"Hiks…. Hikss…. Jonginnie PABO! Aku sangat mencintaimu…. hikss"

"Nado. Kau yang selalu ada dihatiku Lu. Hanya kau."

Aku pun menangis sejadi-jadi nya di pelukan jongin. Aku tidak pernah menyangka kalau ia sangat jujur seperti ini. Bagaimana mungkin aku bisa memilih diantara mereka. Sehunnie. Atau kah kau Jonginnie? Apakah benar hati ku masih meragukan cinta ku pada mu?

*Luhan POV end*

.

.

.

*Author POV*

.

Seperti yang masih terngiang di telinga kita semua kalau Luhan masih belum bisa menetapkan kepada siapa sebenarnya hati nya tertaut. Namun, Kalau bisa di perkirakan Kai adalah orang yang kuat untuk menjadi pendamping Luhan. Tapi, Seberapa besarkah cinta Luhan pada Sehun dan sebaliknya?

.

.

.

*Sehun POV*

Sejak peristiwa tadi siang yang sangat ku kejutkan aku sangat khawatir sekarang. Bagaimana bisa? Luhan menghilang begitu saja saat aku belum meminta maaf pada nya. Aku sengaja tidak menyibukkan diriku lagi di ruang osis. Aku terlalu khawatir akan rumor yang ber-edar bahwa murid baru itu membawa Luhan kea tap sekolah dan bermesra-mesraan. Aku tidak akan mempercayai rumor itu sebelum meng-konfirmasi langsung pada Luhan.

Kuputuskan untuk menaiki Motor Ninja biru ku menuju rumah Luhan.

Sesampainya di depan rumah Luhan

Ting Tong

Ceklek

"Annyeonghaseyo."

"Oh. Ne, Annyeong." sapa seorang ahjumma yang bisa kutebak kalau dia ibu nya Luhan. Selain wajahnya yang serupa tapi tak sama dari cara ia memanggilku tertara sekali dia chinese.

"Hmm. Apakah Luhan sudah Pulang?" Aku mulai bertanya

"Belum. Memangnya kau siapa?" Tanya nya

"Oh. Belum yah? Hmm. Oiya saya Sehun." Ucapku dengan gugup

"Kau nak sehun? Kau kekasihnya Luhan kan? Masuk nak."

"Oh iya tante." Aku berjalan memasuki rumah minimalis ini. Aku pun mendudukkan pantatku di ruag tamu dengan foto-foto mesra keluarga ini. Bisa disimpulkan bahwa Luhan mempunyai kakak laki-laki. Oh iya, dia pernah bercerita kalau nama nya Kris sekarang berada di china. Wah, ini foto Luhan waktu SMP. Ya Tuhan imut sekali dia dengan bunga matahari yang terselip di telinga kiri nya. Aku hanya bisa terkekeh. Namun, foto ini seperti nya tidak sedang di china ataupu di korea. Kulirik pojok kiri bawah foto ini yang menunjukkan ku bahwa foto ini diambil di Provence, France.

Prancis? Luhan pernah kesana?

Ceklek

Blam

"Annyeonghaseyo. Luhan pulang" teriak Seorang yang sangat ku nanti di depan pintu. Aku menoleh kesana dan menemukan Luhan dengan wajah ceria sampai di rumah. Habis darimana saja dia?

"Sehunnie."

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.


B-vocalight's note : Chapter 6 update! Maaf menunggu lama kkk. Aku abis uas dan masih disibukin dengan kegiatan sekolah lainnya -_- jadi baru sempat update sekarang hehe. Chapter 7 dan 8 juga akan aku update hari ini juga. Cerita ini sepenuhnya milik Caruniaalf97.

Mau promote fic aku yang berjudul On Rainy Days(kyumin) dan Snow Flower(chanbaek). Check them out okay? kedua fic itu yaoi. Dan tolong berikan B-vocalight ini review kalian kkk~^^

Review kalian adalah semangat buat aku dan lebih sepsialnya lagi buat Caruniaalf97 yang nulis fic SUNFLOWER ini^^