Sunflower
© Caruniaalf97
A HunHanKai's story
p.s : Read Caruniaalf97's note at the end of this chapter
.
.
.
.
.
Bahagia
Apakah kau tidak bahagia?
Disaat bersamaku.
Apakah disampingnya kau bahagia?
TIDAK!
Kau hanya boleh disisi ku
Bunga matahariku…
Selamanya..
.
.
.
.
.
*Jong In POV*
.
"Kelompok pertama. Sehun, Kai dan Luhan."
"MWO?" Luhan teriak begitu kencangnya.
Menarik.
Lu, aku yang akan menjadi pemenang bukan?
"Ada apa Luhan?" Tanya seonsangnim pada Luhan
"eeh.. Kenapa harus mereka sekelompok dengan ku ssaem?" Tanya nya balik
"Memangnya kenapa? Kau keberatan?" Jung ssaem meng-introgasi Luhan
Aku hanya terpaku melihatnya yang sedang gugup. Iya, aku mengerti perasaan mu, Lu. Bagaimana tidak Seorang mantan kekasih dan kekasihmu dalam satu kelompok. Pasti hanya suasana canggung yang didapat.
Ku tolehkan pandanganku pada sehun. Dia menatapku dengan tatapan yang tajam. Ada apa dengannya?
"Animnida(Tidak). Hanya ingin bertanya"
"Namamu keluar disaat aku mengocoknya. " Jelas Jung ssaem. Luhan hanya menganggukkan kepala nya tanda mengerti kuperhatikan gerak-geriknya yang sedang dilanda perasaan canggung.
Kutarik sedikit bibir ku untuk menampilkan senyuman kekagumanku pada nya. Namun, tatapannya tetap saja lurus kedepan. Terlihat memperhatikan gerak-gerik seseorang yang duduk didepannya. Tatapan ku berubah menjadi tatapan kecewa.
'Aku mengerti,Lu. Sehun tetap saja lebih hebat dibandingkan aku'
KRING-KRING
Bel Pulang sekolah berdering
Disaat semua orang sudah keluar. Hanya tertinggal aku yang masih di kelas sambil menaruh earphone ku di telinga dan Sehun yang tidak bergerak sama sekali dari bangku nya serta Luhan yang masih sibuk dengan catatannya di papan tulis. Suasana macam apa ini?
"Kai, Luhan." Ucap Sehun yang akhirnya bangun dari tempat duduknya.
Aku melepas earphone ku dan berkata "Waeyo?"
Luhan pun yang sibuk dengan catatannya segera menoleh disaat Sehun berbicara.
"Mari kita selesaikan tugas IPS ini sekarang di perpustakaan. Kajja" Ajaknya dengan ekspresi datar nya.
Apa memangnya sehun hanya mempunyai wajah datarnya saja yah?
"Sehunnie. Ah. Eum. Sehun, memangnya kau tidak ada acara kali ini?" Ucap Luhan dengan gugup
Hey! Inikah sifat Luhan di hadapan Sehun? Inikah peraturan sepasang kekasih di Korea?
"Tadi aku dapat kabar bahwa rapatnya di tunda sampai besok" sehun terlihat mematung dihadapan luhan.
"Baiklah. Mari kita keperpustakaan sekarang." Lanjut sehun sambil membalikkan badannya.
"Sehun, Luhan. Kalian duluan saja yah. Perutku lapar. Aku harus mengisi nya dulu. Tunggu 10 menit lagi yah" ucap ku akhirnya.
"Ya! Jongin~a! Kau … Kau…" Luhan terlihat menginterupsi ku, namun ku abaikan karena memang aku sedag dalam keadaan lapar sekali. Apa mereka tidak merasakannya? Hah! Korea benar-benar berubah total!
Aku berjalan keluar kelas masih terdengar interupsi Luhan yang menyuruhku untuk kembali namun,
BRUKK!
Hey! Kali ini aku menabrak seseorang.
Terlihat buku-buku berserakan di depan kelasku akibat aku tidak melihat arah kedepan dan aku mulai membantunya membereskan buku bawaannya dan berkata
"Mianhae (Maaf) Aku tidak Sengaja." Ucap ku seketika.
" , nan genchana." Jawabnya sambil menatap mataku.
WHAT?! Apa-apaan ini? Wajahnya. Hidungnya. Kenapa percis dengan milikku yah?
Ku pegang hidung ku dan kutatap lagi hidungnya. Kusipitkan mata ku untuk melihatnya lebih dekat. Sebenarnya ada apa ini? Kenapa orang itu mirip dengan ku?!
"Nuguseyo?" ucap lelaki itu.
Aku membelakakkan mataku sambil mengadahkan telunjukku ke depan wajah ku.
"Jo..Joneun.. Kai imnida. Neo Nugu ya?" (Saya Kai. Kamu sendiri?)
Ucapku tak percaya. Hey! Ada apa dengan Korea?
"Taemin. Murid tingkat 3. Mengapa menatapku sepertiku?" ucapnya penuh tanda Tanya.
Sebenarnya ingin kutanyakan darimana dia berasal tapi ponselnya sudah bordering dahulu jadinya kuurungkan niat ku dan kembali melangkahkan kaki ku menuju kantin. Sebenarnya siapa dia? Mengapa wajahnya begitu ahh…
Lupakanlah, mungkin hanya potongan rambutnya saja yang sama.
Jongin POV END
.
.
.
Luhan POV
.
"YA! Jongin~a! " teriakku saat ia memutuskan untuk meninggalkan ku dan Sehun disini.
"hmm.. Luhan-sshi, cepat kau bereskan barang-barangmu. Lalu pergi ke perpustakaan sekarang juga."
Ucap nya penuh perintah.
Apa? Luhan-sshi? Sehun! Kau baru saja menyebutku siapa?
Perih
Sebegitu asingkah aku dimata mu saat ini?
Salahkan aku sehun yang tidak bisa menahan semua rasa sakit ini.
Tes
Tes
Tes
Airmata ini mengalir lagi. Tuhan! Di hadapan Sehun. Masih pantaskah?
LUHAN PABBO!
Ku seka air mata itu dengan kasar lalu kutundukkan wajahku melewati Sehun. Agar ia tidak melihatnya. Ya! Agar dia tidak mengetahui seberapa bodohnya aku sampai aku melepaskannya. Sehun~a, kau terlalu sulit ku jangkau. Tapi,
Aku
Aku tidak bisa bernafas tanpa mu.
.
.
.
.
.
Perpustakaan Sekolah SMA Yonsei
.
Terlihat tidak begitu ramai, tetapi perpustakaan ini tidak pernah kahilangan minatnya.
"Lihat! Itu SEHUN oppa~~ "
"HEY! Jangan dekati dia jika ada Luhan disampingnya. "
"Aku rasa hanya Luhan yan pantas di sisinya"
Memang, setiap sehun datang semua yeojha selalu meneriaki nya. Tetapi beda disaat aku bersama nya dahulu. Semua yeojha hanya bisa berbisik-bisik sambil melihat kea rah ku dan Sehun. Kata-kata itu selalu kudengar setiap hari nya disaat aku berjalan dengan Sehun sesudah maupun sebelum aku berpacaran dengannya.
"Kau cari buku Ekonomi di sekitar sana dan aku mencari buku sejarahnya di daerah sana." Perintahnya dengan lembut. Tapi aku selalu menghindari tatapannya.
Kubalas dengan anggukan.
Perpustakaan ini. Dimana seorang Xi Luhan pertama kali memberanikan diri menulis surat cinta pada Sehun.
.
.
.
Flashback
.
.
.
"Luhan~a. Ku saran kan kau menyelipkan surat cinta ini di buku kesukaannya Sehun. Jadi, saat dia membuka nya. Surat mu lah yang akan dibacanya" kyungsoo mulai menyarankan ku
Posisi ku sekarang sedang mengumpat berbisik-bisik dengan kyungsoo di rak buku perpus ketiga sambil terus memperhatikan seseorang dengan Buku tebalnya. Luhan pun bisa membacanya bahwa buku itu adalah buku ketiga dari serial 'Twilight' berjudul 'Eclipse'. Ya. Aku tentu tau kalau Sehun sangat menyukai series karangan Stephanie Mayer itu.
Terlihat Suho menghampiri Sehun dan disambutnya ramah. Sehun mulai menutup buku itu dan menaruhnya di samping lengannya. Suho terlihat untuk menanyakan soal pada Sehun dan disinilah Kyungsoo beraksi. Kyungsoo berjalan mendekati meja dimana Suho dan Sehun sedang beerada dan ia menukar buku 'eclipse' yang sehun baca dengan yang ada di tangannya. Tentu saja buku yang ia pegang itu berbeda dari buku sebelumnya karena di sela bagian buku itu terdapat kertas tipis berwarna Pink yang di selipkan disana.
Disaat peristiwa itu selesai Suho pun mengajukan Jempolnya pada ku tanpa terlihat oleh Sehun tentunya dan kyungsoo pun kembali ke posisi semula bersama ku.
"Aku berhasil!" Kata kyungsoo lalu
TOSS
"xixixi"
Ku terus-terusan memandangi Sehun dari kejauhan. Dia memang sangat menarik.
Aku menunggu nya.
Menunggu ekspresi nya saat dia membaca tulisan ku.
Dan…
YES!
Sehun menemukan kertas pink ku.
Aku kegirangan di balik rak ketiga ini. Yah, posisi paling nyaman disaat sedang memandangi nya dari jauh.
Kring~ Kring~
'Eh, ada apa ini? Kenapa bel masuk bordering begitu cepat? YA! Apakah Sehun membaca Surat ku? Hufft! Kupaksakan diriku untuk keluar perpustakaan dank u lirik Sehun sebentar dan ia menghilang dengan Buku yang sudah tertutup.
'Apakah dia membacanya? Kufikir dia meletakkannya kembali di meja itu.' Batin ku penuh kecewa.
.
.
.
Flashback OFF
.
.
.
Awkward (Canggung)
Suasana yang tercipta saat ini. Dimana aku dan Sehun hanya bisa memandangi buku ini berharap mendapatkan jawaban dari tugas yang diberikan seonsangnim. Namun, mana bisa fikiran ku focus selama ada yang lebih menarik dibandingkan seorang Oh Sehun.
"Luhan, Kau sudah mendapatkannya? Aku hampir selesai" ucap nya yang tatapannya masih saja terfokus pada buku.
"Bagaimana bisa? Aku benar-benar tidak ahli dalam ekonomi." Tutur ku
Dia hanya menatapku tajam. Aku hanya bisa menatapnya dengan artian maaf-aku-sudah-menyerah
"Baiklah. Kau kerjakan Sejarah aku akan mengerjakan tugas ekonomi nya. Tugas sejarah ku tinggal 5 yang belum terjawab" Jawabnya mengalah.
Aku menukar buku tugas ekonomi ku dengan buku sejarah nya Sehun.
Luhan POV END
.
.
.
Sehun POV
.
Luhan, Kau fikir aku tidak mengetahui nya eoh?
Kau yang selalu memperhatikanku disini.
Taukah kau hannie, kalau aku sengaja selalu datang kesini demi kau? Demi melihat kau memperhatikan ku.
Kertas Pink itu..
Haha
Kau fikir aku tidak tau bahwa itu kau yang menulisnya dengan bantuan Kyungsoo dan Suho kau merencanakan itu semua.
Aku pun terkekeh saat mengingat kejadian itu.
"Hai. Semua. Maaf aku terlambat, tadi kantin sangat ramai." Ucap kai yang baru tiba.
Semua senyum ku hilang disaat aku melihatnya. Kupasang tatapan datar ku.
"Hmm. Mana yang harus aku kerjakan, Sehun~a? "
"Luhan. Kasihkan Tugas sejarah ku pada nya." Perintah ku.
Ya, lebih cepat dia menyelesaikannya dengan cepat. Semakin baik dia meninggalkan ku dengan Luhan berdua disini.
"eum. Baiklah. Ini jongin." Ucapnya sambil memberikan buku sejarah ku
"Hehe,aku belum terlambat kan, Lu?"
APA? LU?
HEY! AWAS KALIAN BERMESRAAN DISINI!
"Belum ko. Jonginnie datang di waktu yang tepat" Jawab Luhan denga imutnya. APA?
PANGGILAN MACAM APA ITU?
"EHEKM!"
Aku mulai menghentikan Lovey dovey mereka disini.
.
.
.
.
Aku sedang mengerjakan tugas ekonomi ini dengan serius mungkin. Tapi, apa yang aku perhatikan dihadapanku? Selalu dapat penampilan menggaruk kepala setiap detiknya dari kai. Mau apa sih dia?
"Hey, Lu. Aku tidak bisa mengerjakan semua soalnya." Tutur nya pada Luhan yang sedang serius mengerjakan geografinya.
Sebenarnya tugas ekonomi ini sudah selesai daritadi, namun sengaja kuperpanjang agar memastikan kalau si KAI ini sudah lenyap di hadapan Luhan.
"Hmm.. Yang mana? Tanya kan saja pada ku." Jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya pada tugas nya.
"Siapa yang berjuang untuk membebaskan hak-hak orang berkulit hitam di Amerika?"
'Siapa yang berjuang membebaskan hak-hak cinta mu di hatiku? '
"Nelson Mandela"
'Xi Luhan'
"Pertanyaan kedua: Zaman dimana keadaan bumi masih belum stabil disebut zaman?"
'Zaman dimana keadaan hati seorang Xi Luhan masih stabil disebut Zaman?'
"Paleozoikkum"
'Zaman keterpurukan Oh Sehun'
"Pertanyaan Ketiga: Kuil apakah yang sudah di resmikan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia?"
'Xi Luhan adalah Situs Warisan dihati seorang Oh Sehun'
"Kuil Jongmyo"
"Pada Masa kerajaan Shilla, Ratu di korea dilambangkan apa?"
'Ratu yang selalu menempati relung hati Oh Sehun adalah'
"Phoenix"
'Xi Luhan'
"Siapakah yang menciptakan Huruf Hangul ?"
'Siapakah yang selalu menciptakan rasa gemuruh di dada seorang oh Sehun saat bertatapan dengan mata nya?'
"Raja Agung Sejong"
'Xi Luhan'
"Mengapa nama huruf Korea Hunminjeongeum diragukan? "
'Mengapa cinta seorang Oh Sehun diragukan?'
"Mungkin… Karena saat itu Dokumen-dokumen penting harus tetap tertulis dengan Aksara China"
'Mungkin… Karena saat itu hati seorang xi Luhan belum begitu penting di hati Oh Sehun'
"Baiklah, ini yang terakhir Lu. Kapan korea selatan memproklamirkan kemerdekaanya?"
'Baiklah, Luhannie. Ini adalah yang terakhir Bagi ku. Kapan Aku akan memproklamirkan perasaanku pada mu.'
"15 Agustus 1948. jongin"
'SAAT INI JUGA. LUHAN! KEMBALILAH PADA OH SEHUN! KARENA OH SEHUN SANGAT MENCINTAIMU XI LUHAN!'
Itulah pengungkapan rasa rindu ku pada mu Xi Luhan. Jadi, Pada saat Kai bertanya soalnya pada mu. Aku selalu bertanya pada diriku sendiri dan saat kau menjawabnya aku menjawabnya dengan Jujur. Jawaban-jawaban yang mungkin bisa di bilang 'Gombal' ini ku torehkan di buku ekonomi milik Luhan. Dan aku sangat berharap dia membaca nya lagi di rumah. Ini bukanlah gombal luhannie.
Torehan itu
Adalah Perasaanku selama ini.
Perasaan yang ku pendam selama ini.
Maafkan aku yang selalu bersikap cuek padamu.
Karena aku…
Aku tidak bisa berkata apa-pun
Jika berhadapan dengan mu.
Sehun POV END
.
.
.
Author POV
.
"Luhan, ini buku ekonomi mu. Periksalah lagi~ takutnya aku banyak melakukan kesalahan." Tutur Sehun
Terlihat wajah sehun memanas saat ini.
"YA! Oh Sehun! Ada apa dengan muka mu?" Kai mulai berbicara
"aa.. aniyo~ aku tidak apa-apa. hanya saja ruangan ini cukup gerah."
"kau kepanasan sehun~a? mengapa tidak bilang? Aku akan menutup Jendela nya sedari tadi" Luhan mulai mendekati sehun. Sehun menjauh dan akhirnya
"eum. Aku sudah tidak apa-apa kok sekarang" Jawab Sehun yang terlihat khawatir
Hey! Ada apa dengan Sang Matahari? Apa masalah torehan yang pertama kali dibuat nya di buku Luhan? Pertama kali kah? Seorang oh sehun yang kutu buku bisa juga menjadi seorang yang romantis.
"Baiklah Lu. Kau pulang dengan siapa kali ini?" ucap kai yang membuat suasana makin memburuk.
Terlihat tatapan Kai dan Sehun yang tidak mau mengalah demi mendapatkan setidak nya satu poin di hati Luhan saat berhadapan dengan sang musuh.
Drrrt.. Drrt..
"Kris-gege!"
"…."
"Aku mengerti. Baiklah Luhan akan segera ke depan gerbang sekarang juga"
"Jadi, Kau ingin pulang bersama siapa Xi Luhan?" sehun bertanya dengan tatapan nakal dan terlihat mata nya memberikan tanda agar luhan pulang bersama nya saja.
"eum. Mianhae, kris-gege sudah menjemput ku di depan gerbang. Kalian hati-hati yah di perjalanan pulang. Ok? Aku duluan" ucap Luhan yang membuat kedua laki-laki dihadapnnya itu tercengang.
Sementara di saat-saat langkahnya menuju depan gerbang Luhan berkata
"Kris-gege, terimakasih karena sudah menyelamatkan ku. Huft"
Author POV END
.
.
.
Luhan POV
.
At Luhan's Room
"Xi Luhan. Ini makanan mu nak. Tadi kenapa kau tidak ikut makan malam bersama?" Lay-ge yang nota bene adalah tunangan dari kris-gege memasuki kamar ku dan membawakan sepiring makanan lengkap dengan minumnya kekamarku. Dia menemukanku sedang duduk di pinggiran jendela sambil memegangi Bunga Matahari kesayangannya dan menatap sendu bulan purnama.
"Taruh saja Lay-ge di meja belajarku. Nanti akan ku makan" ucapku lemas.
Lay-ge mendekat kearah ku
"Aku hanya sedang bingung" ucapku dan dia memposisikan duduknya deisebelah kamarku sambil meng-elus lembut puncak kepala ku.
"Bingung kenapa? Apa masalah cinta?" tabaknya dengan benar.
"eum. Diantara oh sehun dan kim jongin PABO!"
"haha. Jadi kau jatuh cinta pada mereka berdua gitu?"
"heum."
"ceritakan saja pada gege mu ini"
"Tapi gege janji jangan beritahukan pada Kris-ge. Dia pasti akan menambah masalah ku tambah runyam!"
"iya iya gege janji"
"Bunga Matahari itu indah Lay-ge."
"Ne, memang"
"Bunga Matahari itu selalu di temani oleh kupu-kupu biru yang indah dulu nya. Di sebuah taman yang indah. Mereka saling mencintai. Sangat mencintai. Tapiiii
Kami dipisahkan.. Bunga matahari itu dibawa ke tempat yang jauh selama bertahun-tahun dari si kupu-kupu itu."
"Aku tau siapa Kupu-kupu ini"
"Lay-ge diam saja dulu!" bentakku dengan nada yang manja
"hehe. Iya xiao lu. Lanjutkan "
"Ditempat yang jauh itu bunga matahari sangat kesepian, dia sangat membutuhkan seseorang yang bisa membuat hati dan fikirannya teduh
Lalu, dia mencoba untuk menghadap pada langit berharap langit bisa memberinya ketenangan dan kehangatan. Tapi, Aku menemukan kehangatanku pada sebuah Matahari"
"Matahari?"
"Iya, Sinar matahari sangat hangat dimata sebuah bunga itu. Dan akhirnya sang bunga pun jatuh cinta pada matahari."
"Dan kalian menjalin hubungan?"
"Tentu saja! Bunga matahari kan indah. Sampai-sampai …"
"Ada apa xiao Lu?"
Tes
Tes
Tes
"Sang kupu-kupu itu hiks kembali."
"sst.. kau tidak perlu menangis seperti itu Lu"
Lay-gege benar-benar sangat menyayangiku.
"Gege, awalnya matahari itu susah dijangkau. Dan aku menetapkan hati ku pada kupu-kupu itu. Namun, hiks"
"Bukan itu alasannya. Matahari itu sangat bodoh! bahkan dihadapan bunga matahari saja ia tidak mampu menahan degupannya" lanjut ku
"Lalu, kau mencintai sang kupu-kupu juga?"
"Aku.. Merasa nyaman di dekatnya, ge. Aku merasa kalau aku dan kai sudah cocok. Tapi, Hatiku dikejutkan lagi oleh kata-kata manis yang dibuat oh sehun sepanjang ia berpacaran dengan ku."
"Rumit sekali, Lu"
"Gege, beri aku solusi nya hiks. Agar tidak ada orang yang tersakiti, dan aku pun bisa hidup bahagia"
"Tanyakan lah pada hatimu Lu. Pejamkanlah mata " Aku mulai memejamkan mata ku
"bicaralah,Lu. Bicaralah pada kedua hati mu."
"Bagaimana kalau hatiku juga sudah tidak bisa dipakai saat ini?"
"Fikiranmu. Kau gunakanlah akal sehat mu, Lu"
"Baiklah."
"Orang pertama yang akan kau kunjungi jikalau kamu senang?"
Terbayang oleh ku sesosok Oh Sehun yang selalu ku datangi saat pertama kali aku berhasil membentak Jessica nuna.
"Orang pertama yang akan kau datangi disaat kau sedih"
Kim Jong in. Orang yang selalu bisa membuat ku nyaman disaat aku sedang sedih….
Teringat oleh ku disaat dulu aku dibentak oleh kris-gege, dan saat aku mendapat hukuman saat di Provence juga kemarin disaat sehun membentakku. Dia selalu hadir mengisi itu semua
"Dan orang pertama kali yang akan kau datangi ketika mereka berdua sedang membutuhkan mu."
Ku buka mataku perlahan.
"gege, aku belum mendapatkan keadaan seperti itu." Ucapku polos
"kalau kau sudah merasakannya. Gunakana fikiran dan hati mu untuk memilih siapa yang siap kau temani disaat kau suka maupun duka."
"hiks.. baiklah Lay-ge. Aku akan mencoba nya."
"Xiao Lu, kalau kau ada masalah apa-apa jangan sungkan untuk langsung ke gege."
"Oke Bos. hhehe" aku mengembangkan senyuman terbaikku.
Lay-gege memang yang terbaik untuk jadi kakak ku. Tapi, kenapa dia mau dengan Kris yang aneh itu yah?
"Hey babe, kau bersama Luhan rupa nya" ucap kris-gege di balik pintu dan berjalan kearah kami berdua
"Kris-ge. Aku heran dengan mu! Kau ini kan Jelek,pemalas,bau, dan muka mu mesum. Tapi, kau mendapatkan Zhang Yi Xing-gege yang begitu mempesona. Kau pasti berbuat yang macam-macam pada nya kan?"
"YA! XIAO LU! Berhenti bergurau! Urusi saja dulu Kim Jong in itu! Kau meninggalkannya di provence sendiri! Jangan urusi aku! Tadi kau bilang apa? Aku jelek?!"
"IYA! WUFAN-ge ITU BAU. wleee"
"YA! XIAO LU! AWAS YAH KAU!"
"Haha"
Malam itu adalah malam yang penuh pencerahan bagi ku. Karena kebersamaan seperti merupakan arti dari 'Bahagia' yang selama ini kucari
.
.
.
.
.
1. Siapa yang berjuang membebaskan hak-hak cinta mu di hatiku?
Jawab : Xi Luhan
2. Zaman dimana keadaan hati seorang Xi Luhan masih stabil disebut Zaman?
Jawab : Zaman keterpurukan Oh Sehun
3. Kuil apakah yang sudah di resmikan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia?
Jawab : Xi Luhan adalah Situs Warisan dihati seorang Oh Sehun
4. Ratu yang selalu menempati relung hati Oh Sehun adalah
Jawab : Xi Luhan
5. Siapakah yang selalu menciptakan rasa gemuruh di dada seorang oh Sehun saat bertatapan dengan mata nya?
Jawab : Xi Luhan
6. Mengapa cinta seorang Oh Sehun diragukan?
Jawab: Mungkin… Karena saat itu hati seorang xi Luhan belum begitu penting di hati Oh Sehun
7. Baiklah, Luhannie. Ini adalah yang terakhir Bagi ku. Kapan Aku akan memproklamirkan perasaanku pada mu.'
Jawab : SAAT INI JUGA. LUHAN! KEMBALILAH PADA OH SEHUN! KARENA OH SEHUN SANGAT MENCINTAIMU XI LUHAN!
Aku hanya terkekeh kecil sambil memandangi semua tulisan-tulisan yang sangat menyentuh hati ku. Aku sangat menyadari sekarang, betapa besar nya cinta Oh Sehun pada ku.
"Aku tidak menyangka. Orang sedingin dirimu bisa menggombal juga. Haha"
"OH SEHUN AKU MENCINTAI MU!" teriakku dari kamar ku
"YA! XIAO LU BERISIK!" suara kris-gege menanggapinya
Aku hanya bisa terkekeh pelan.
Luhan POV END
.
.
.
Author POV
.
Pagi ini Luhan bangun dengan mudah nya. Dia bersemangat sekali hari ini berangkat menuju sekolah nya. Entahlah dia sangat ingin menemui sehun saat itu juga dan meledeki nya habis-habisan karena gombalannya.
"MAMA… PAPA…. Good Morning" Ucapku menyapa mereka
"WUFAN-ge, Yixing-ge Good Morning."
"Luhan. Makanlah sarapanmu sebelum dingin"
"Ne, mama"
Selesai sarapan
"Wufan, ge! Ada berita apa dikoran pagi ini?" ucapku duduk berdampingan di sebelah gege-ku sambil memakai sepatu
"Luhan!" ucapnya mistis
"Luhan. Kai dan Sehun Kecelakaan!" Tiba-tiba Kris gege bergurau
"Kris-gege kau memang paling bis deh berguraunya!"
"Lu, ini di Koran!"
Ku lihat headline Koran pagi itu. Dan ternyata…
'DUA ORANG SISWA SMA TERTABRAK TRUK SAAT MEREKA SEDANG ADU BALAP'
"Ada apa ini? INI BUKAN SEHUN DAN KAI KAN?"
Dan saat aku membaca keterangan di bawahnya. Bahwa tertulis nama Oh Sehun dan Kim Jongin dari SMA Yonsei berada di rumah sakit Seoul
"hiks.. Sehunnie.. Jonginnie.. hiks"
"Luhan.."
"Aku harus menjenguk nya sekarang juga."
.
.
.
Aku berjalan cepat sampai di depan lobby rumah sakit itu.
"Suster, Dimana pasien bernama Oh Sehun dan Kim Jong In dirawat? CEPAT SUSTER!"
Aku membentak suster itu dengan genangan air mata yang terus menetes membasahi pipi ku
"Baiklah Tuan Oh Sehun di ruang 112 dan Kim Jong in di 111 di lanta dua"
Kupercepat langkah ku menuju Lift. Disaat aku menunggu kedatangan Lift dengan gugup nya ku putuskan untuk menaiki tangga darurat yang membawaku ke lantai dua rumah sakit ini.
"Sehunnie… jonginnie,.. bertahanlah…"
Gumam ku disaat aku mencari kamar mereka berdua.
"Ini dia. 111 dan 112."
Aku ragu. Siapa yang harus ku tengok terlebih dahulu.
'Disaat kau dihadapkan oleh pilihan dimana mereka berdua membutuhkan mu. Kau harus menggunakan otak dan fikiran mu saat itu juga'
Ucapan Lay-gege terus terngiang di fikiran ku saat ini.
"Sehunnie?"
"Jonginnie?"
"Ya Tuhan. Aku membutuhkan mereka."
Aku berhenti sejenak dan berfikir lalu memantabkan hati ku dan akhir nya aku membuka kenop pintu kamar itu dan aku menemukan…
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"hiks….. Aku memilih mu"
.
.
.
.
.
.
.
.
"Aku memilih mu"
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Caruniaalf's note : Maaf yah chapter sebelumnya kependekan soalnya gada feel di chapter sebelumnya. Kalau di chapter ini aku sengaja buat yang panjang soalnya Lagi Feel bgt haha
Ini FF nya udah dipanjangin loh ya sesuai permintaan. Awas ajah kalo komennya Dikit! *ngancem*
Kalo Komennya dikit dan banyak yang Siders ! chapter 9 TEWAASS! Hahaha *evil*
RnR Juseyo~
Aku bakalan Update kilat kalau FF ini cepetan di Post dan banyak yang komen. Gamsahamnida!
