CHAPTER 3

~Leo pov~

Aku melongok ke pintu utama aula yang terbuka. Sepi.

"Hakyeon hyung, aku pulang dulu ya, annyeong," pamit seorang namja tinggi yang kuketahui bernama Choi Minho.

"Ne, annyeong," jawab Hakyeon yang masih berkutat dengan sebuah notes di tangannya.

Setelah Minho pergi aku melangkah masuk ke dalam aula, hanya ada Hakyeon di dalam. Aku mendekatinya, dan berdiri tepat di belakangnya.

"Omo! Leo! Kau mengagetkanku, sedang apa kau disini?" tanya Hakyeon dengan mata membulat, sepertinya ia begitu kaget dengan kehadiranku.

Aku tertawa kecil melihat ekspresi kagetnya saat ini.

"Menemanimu," jawabku. Berbicara dengan Hakyeon tak sesulit bicara pada Sungjae maupun yang lainnya karena aku sudah terbiasa dengannya.

"Pulanglah, aku tidak mau dimarahi eommamu lagi," usir Hakyeon sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Aku menggeleng, tidak mau meninggalkannya sendiri saat ini.

"Ya sudah, tapi aku tidak mau dimarahi lagi."

"Kembalilah padaku," ucapku, aku sendiri tidak tau bagaimana kalimat pendek itu bisa keluar dari bibirku.

Hakyeon yang sudah kembali menulis sesuatu di notesnya menoleh ke arahku. "Tidak, aku tidak mau dibunuh oleh Ilhoon eommamu itu," tolaknya.

Aku memegang kedua pipinya, memaksanya menatap ke arahku, walaupun tadinya tidak disengaja kalau sudah seperti ini begini lebih baik dilanjutkan. "Kembalilah padaku, aku tidak peduli eomma setuju atau tidak, lagipula ia juga tidak pernah memberikan alasan yang jelas. Dan ingat, appa merestui hubungan kita, ia akan terus membantu kita."

Hakyeon terdiam, ia terlihat berpikir.

Kudekatkan wajahku ke wajah cantiknya, mengecup bibir manisnya.

"Mulai dari sekarang kau kembali menjadi namjachinguku, Hakyeon," putusku tanpa menunggu jawaban darinya, aku tau dia masih mencintaiku, ia hanya takut dengan eomma.

.

.

.

Aku telah kembali pada Hakyeon, namun hubungan baruku dengan Sungjae juga masih berlanjut, jadi sekarang aku memiliki dua orang namjachingu. Seharusnya aku memutuskan Sungjae sebelum kembali pada Hakyeon, tapi aku tak setega itu, menerima cintanya, kemudian memutuskannya begitu saja. Apalagi Sungjae – yang kini berada di sampingku – terlihat begitu bahagia dan aku tak ingin merusak kebahagiaannya.

Sudah sekitar satu jam kami duduk berdua di sofa ruang tamu rumahnya, namun kami sama-sama diam, tidak ada perbincangan sama sekali diantara kami. Hmmm… sepertinya ini saat yang tepat untuk mengakhiri hubugan kami.

"Sungjae," panggilku lirih, membuatnya yang sedang sibuk dengan smartphone di tangannya menoleh ke arahku. "Kalau aku kembali pada Hakyeon bagaimana?" Sungjae sudah tau tentang Hakyeon, hubungan kami, dan apa saja yang kami lakukan.

Sungjae terlihat kecewa, namun ia mengangguk. "Tidak apa-apa."

Apa maksudnya? Ia bisa menerimanya?

"So…"

"Ya tidak apa-apa kalau hyung mau kembali pada Hakyeon hyung," ucapnya datar.

"Jadi sekarang kau jadi yang kedua?" tanyaku, melihat jawabannya tadi sepertinya ia bersedia jadi 'selingkuhan'.

Sungjae mengangguk pasti, sungguh menyesakkanku, bukan ini yang aku harapkan. Aku ingin ia memutuskanku, jadi aku bisa sepenuhnya kembali pada Hakyeon.

.

.

.

~Author pov~

"Leo…, ayo kita ke kebun binatang, aku ingin lihat panda," rengek Hakyeon pada namjachingunya yang masih sibuk dengan semangkuk sup ayam di hadapannya.

Leo hanya menggeleng, kemudian kembali menyuapkan sendok berisi sup ayam ke dalam mulutnya.

"Ah… Leo…. Ayolah…."

Namja tampan bernama Leo itu kini malah tidak menanggapi rengekan namjachingunya yang cantik itu.

"Leo… Sekali ini saja, Leo..." Hakyeon bergelayut manja pada lengan kiri Leo, namun namja tampan itu justru mengibaskan lengannya. "Sudahlah, aku bisa pergi sendiri," ucap Hakyeon yang kemudian menyambar tasnya dan pergi meninggalkan Leo yang masih saja sibuk dengan urusan perutnya.

.

.

.

Sore ini aku kembali datang ke rumah Sungjae, bukan untuk kencan sebenarnya, tapi lebih tepatnya untuk meminta bantuannya.

"Sungjae, aku bisa minta bantuan?"

Sungjae yang sedang duduk di sampingku mengangguk pasti.

"Hakyeon marah padaku karena aku tidak mau menemaninya ke kebun binatang," ucapku. Aku sangat berharap Sungjae bisa membantuku berdamai dengan Hakyeon yang sampai saat ini masih marah padaku. Beberapa hari yang lalu aku mengenalkan Sungjae pada Hakyeon sebagai saudara jauhku dan beberapa hari belakangan ini Sungjae dan Hakyeon sering bertemu dan berbincang-bincang, untunglah Sungjae seorang aktor yang baik, jadi Hakyeon tidak curiga kepada kami. "Tolong bujuklah dia agar mau memaafkanku."

Sungjae kembali menngangguk. "Oke, tapi tidak ada yang gratis ya, hyung," ucapnya sambil tersenyum lebar.

Aku mengangguk, aku tau bayaran apa yang dimintanya dan itu tidak sulit, jadi aku setuju saja yang penting Hakyeon mau memaafkanku.

.

.

.

Sungjae yang melihat Hakyeon sedang berdiri di pinggir lapangan sepak bola sendirian sambil meminum bubble tea segera menghampirinya, ia tidak ingin menyianyiakan kesempatan ini.

"Haekyeon hyung, kenapa sendiri?" tanya Sungjae basa-basi.

Hakyeon terlihat sedikit senang dengan kedatangan Sungjae. "Ne, kamu sendiri?"

"Aku kan memang selalu sendiri," jawab Sungjae sambil tersenyum manis. "Leo hyung dimana?"

Hakyeon menggeleng. "Aku sedang marahan dengannya."

"Wae, hyung?"

"Kemarin aku ingin melihat panda di kebun binatang, tapi ia tidak mau menemaniku," jawab Hakyeon.

Sungjae yang memang sudah mengetahui hal itu sebelumnya dari Leo hanya mengangguk.

"Dia sangat tidak pengertian, dia sangat egois," ucap Hakyeon, matanya sudah berkaca-kaca, sebentar lagi ia pasti menangis.

Walaupun sebenarnya Sungjae senang mengetahui Leo dan Hakyeon bermusuhan seperti saat ini, tapi ia tidak bisa menunjukkannya secara terang-terangan, ia harus berpura-pura sedih dan mendamaikan mereka. Agar Leo bahagia dan bisa mendapatkan 'sesuatu' dari Leo tentu saja.

"Sudahlah hyung, mungkin Leo hyung sedang lelah dan ingin istirahat."

"Tapi biasanya kan ia menyukai binatang dan selalu senang melihat binatang."

"Ne, aku tau hyung, mungkin kemarin ia sedang lelah saja," jawabku. Berbohong. Jelas aku berbohong, bahkan sebelumnya aku tidak tau kalau Leo menyukai binatang. "Minta maaflah hyung, siapa tau hari ini ia mau pergi ke kebun binatang."

"Ne, gomawo, Jae. Aku akan segera mencarinya," ucap Hakyeon bersemangat.

.

.

.

Berhasil. Hakyeon meminta maaf kepada Leo dan Leo setuju untuk pergi ke kebun binatang dengan Hakyeon hari ini. Saat ini mereka sudah berada di kebun binatang, sedang berada di depan kandang singa.

"Leo… Leo…. Itu Leo," ucap Hakyeon sambil menunjuk ke arah seekor singa yang sedang tertidur.

Leo hanya tersenyum kecil. Kemudian Hakyeon menariknya menuju ke kandang jerapah.

"Leo… Kenapa jerapah itu sangat tinggi? Aku ingin setinggi dia," ucap Hakyeon sambil memandangi binatang tinggi itu.

Leo berjongkok di hadapan Hakyeon. "Naiklah."

Hakyeon tersenyum bahagia, ia kemudian naik ke pundak Leo.

"Sekarang kau juga tinggi," ucap Leo yang berusaha berdiri dengan Hakyeon yang duduk di atas pundaknya.

"Tapi jerapah itu masih lebih tinggi," ucap Hakyeon sedih.

Leo yang mendengarnya hanya terkekeh pelan.

"Leo, sekarang aku mau lihat gajah."

Leo berjalan mendekati kandang gajah dengan Hakyeon yang masih berada di atas pundaknya. Orang-orang di sekitar mereka memandangi kedua namja tersebut dengan tatapan aneh. Biasanya anak-anak yang akan digendong di atas pundak seperti itu, tapi kali ini orang dewasa, seperti sedang menonton konser saja.

"Leo, sudah, turunkan aku, aku malu."

Leo pun berjongkok kembali agar Hakyeon bisa turun.

"Leo, aku ingin es krim, tidak jadi lihat gajah, aku mau es krim saja." Hakyeon menarik tangan Leo seperti seorang anak balita yang menarik tangan ibunya karena minta dibelikan es krim. Leo hanya mengikuti Hakyeon, walaupun kelihatannya sangat terpaksa, namun sebenarnya ia senang melakukannya, apa saja asalkan bersama Hakyeon.

.

.

.

Dua bulan kemudian…

"Sungjae, mianhae," ucap Leo yang saat ini sedang berdua di dalam perpustakaan bersama Sungjae. Kebetulan perpustakaan sedang sepi, jadi mereka bisa berbicara dengan leluasa.

"Wae hyung?"

"Aku tidak ingin menduakan Hakyeon," ucap Leo pelan, jauh lebih pelan dari biasanya.

"Jadi, hyung ingin hubungan kita berakhir?" tebak Sungjae dengan raut wajah kecewa.

Leo mengangguk.

"Araseo, aku harap Leo hyung dan Hakyeon hyung bahagia," ucap Sungjae sebelum menutup bukunya dan pergi begitu saja.

TBC