CHAPTER 4
~Sungjae pov~
Aku tau hari ini pasti akan tiba, hari dimana Leo mengakhiri hubungan kami. Aku tau pasti kalau ia menjalani hubungan ini dengan terpaksa, hanya karena ia tidak mau melukaiku dan membutuhkan bantuanku untuk mendamaikannya dan Hakyeon yang memang sering bertengkar. Pada awalanya ia berharap aku bisa menjadi pengganti Hakyeon – karena kami mirip – tapi aku bukanlah Hakyeon, aku adalah Sungjae dan tidak akan pernah bisa menjadi Hakyeon sekeras apapun aku mencoba. Yang ada di hatinya hanya Hakyeon, bukan aku.
Aku sungguh mencintai Leo, ia sangat tampan dan juga manly.
.
.
.
Skip time… Satu minggu kemudian…
Beberapa hari belakangan ini aku sering merasa pusing dan mengalami mual di pagi hari, aku harap ini bukan pertanda buruk mengingat aku pernah 'melakukannya' dengan Leo dan kini namja itu sudah pergi meninggalkanku, ia milik Hakyeon sepenuhnya saat ini.
Pagi ini aku kembali mengalaminya, pusing dan mual yang sangat menganggu itu datang lagi. Padahal pagi ini aku harus mengikuti kerja bakti yang jelas akan menguras banyak tenaga, menambah rasa sakit di kepalaku, dan bau-bau sampah itu pasti akan membuat rasa mualku bertambah.
.
.
.
~Author pov~
Hakyeon dan Sungjae kebetulan berada dalam tim yang sama untuk kerja bakti pagi ini, mereka berdua, Henry, dan Doojoon. Empat orang. Henry dan Doojoon yang sebelumnya belum saling mengenal entah kenapa pagi ini begitu kompak, kini mereka sedang membersihkan selokan berdua, mesra sekali.
"Hyung, mian, aku pusing," ucap Sungjae yang berhenti dari kegiatan menyapu jalanannya, ia menyandarkan tubuhnya pada tembok putih di belakangnya. Beberapa detik kemudian tubuhnya terjatuh, ia sudah tak sadarkan diri.
"Sungjae," panggil Hakyeon yang mencoba membangunkan namja yang ia ketahui sebagai saudara jauh namjachingunya itu.
"Kita bawa ke rumah sakit saja," usul Henry yang disambut dengan anggukan oleh kedua orang namja di sampingnya.
Doojoon segera menggendong Sungjae, membawa tubuh namja tinggi itu menuju ke rumah sakit yang untungnya berada tak jauh dari TKP, Hakyeon mengikuti di belakangnya, sedangkan Henry masih sibuk dengan peralatan mereka yang tertinggal.
.
.
.
Hakyeon dan Doojoon menunggui Sungjae di depan ruang UGD dengan gelisah.
"Ah! Sebaiknya aku telepon Leo sekarang, ia kan saudara jauhnya," ucap Hakyeon sembari mengeluarkan smartphonenya, menghubungi namjachingunya. "Yeoboseyo Leo…."
"….."
"Sungjae, saudara jauhmu pingsan dan saat ini berada di rumah sakit dekat sini, kau bisa kesini sekarang?"
"….."
"Ne, jangan lama-lama. Saranghae…," ucap Hakyeon sebelum memutus sambungan telepon.
Tak lama kemudian Leo muncul berbarengan dengan seorang dokter mirip dinosaurus tampan yang baru saja keluar dari ruang UGD.
"Bagaimana keadaan Sungjae, uisa?" tanya Hakyeon yang terlihat paling panik diantara ketiganya.
"Ehm, apa kalian keluarganya?" tanya dokter Jang sambil memandang ketiga namja tampan tersebut bergantian.
"Dia saudara jauhnya, keluarganya ada di luar kota," ucap Hakyeon cepat sambil menunjuk Leo yang masih terbengong.
"Kalau begitu, ikut saya," ajak Dokter Jang, memimpin Leo menuju ke ruangannya.
"Ehm, Yook Sungjae-ssi baik-baik saja," ucap dokter Jang membuka pembicaraan karena namja di hadapannya tak kunjung menanyakan kondisi pasien. "Dan, selamat… Yook Sungjae-ssi positif hamil, usia kandungannya sudah delapan minggu. Hanya saja ia harus banyak beristirahat karena ini kasus mpreg, maka kandungannya sedikit lemah." Dokter Jang menyodorkan sebuah amplop putih kepada Leo yang sedari tadi diam membatu di tempat duduknya.
.
.
.
Leo keluar dari ruangan dokter Jang dengan wajah terlipat(?), tak tau bagaimana cara menyampaikannya pada Sungjae dan – terlebih – Hakyeon. Semuanya telah selesai, ia berhasil mengakhiri hubungannya dengan Sungjae dan kembali menjalani hubungannya dengan Hakyeon seperti semula, namun satu masalah baru timbul, Sungjae mengandung, dan itu berarti rahasia hubungannya dengan Sungjae akan segera terungkap.
"Leo, bagaimana keadaan Sungjae? Apa dia baik-baik saja? Ia tidak apa-apa kan?" tanya Hakyeon tidak sabar.
Leo hanya menunduk, bahkan untuk memandang wajah namjachingunya pun saat ini ia tak sanggup.
"Kenapa harus Sungjae? Kenapa tidak Hakyeon saja?" protes Leo dalam hati.
TBC
pandarkn = yang dijahatin Sungjae kok bukan Hakyeon ^^
yjung = hehehe... kan masih bersambung...
