Amayadori
Suho POV
Hari ini aku pergi ke kota Daegu, untuk bertemu dengan rekan bisnis. Untuk sampai disana, aku memilih menaiki kereta exspress dari Seoul menuju Daegu.
Kereta bergerak cepat, aku memilih untuk mencari tempat duduk.
.
Tanpa sengaja bola mataku melihat siluet laki-laki berpostur tubuh tinggi dan kekar duduk di pojok, siluet yang dulu sangat spesial di hidupku.
.
Dia, kekasihku dimasa lalu.
Aku memandangi raut wajahnya sekilas. Tanpa kusadari aku memanggilmu.
.
Kau terlihat terkejut, rokokmu terjatuh. Jembatan diantara kita seolah sudah habis terbakar.
Kita saling memandangi satu sama lain, Aku memilih untuk bergabung bersamamu.
.
"Yifan, apakah kau Wu Yifan?" Tanyaku sesaat setelah duduk dihadapannya, kau mengangguk dan menatapku bingung.
"Kau siapa?" Bahkan kau sudah melupakanku, haha. Aku hanya membalas dengan senyuman.
"Kim Joon Myeon."
"Suho?" Kau bertanya lagi dengan sebutan itu, panggilan kesayanganmu sewaktu kita SMA, sejak kita masih bersama, dan aku 'pun mengangguk.
"Sejak terakhir kali kita bertemu, bagaimana kabarmu?" Tanyanya, aku menatapnya dan berkata.
"Aku baik-baik saja, hidupku menyenangkan."
Kau pun mengangguk, aku membenarkan tata letak dasiku yang berselempangan. Ya, aku terlihat seperti bos besar, dengan jas hitam yang menutupi kemeja biru muda milikku ditambah celana panjang hitam dan sepatu kerja. Membuat teman lama yang bertemu denganku tidak mengenali jika aku Suho.
"Apakah kau mau secangkir kopi?" Tawarmu dengan nada yang lembut, dan aku tersenyum meng'iya'kan tawaranmu.
Saat itu juga kereta bergerak cepat.
Kau menambahkan 2 sendok gula ke dalam kopi milikku dan milikmu, Dan berkata.
"Kau masih mengingatku dengan baik." Kau tersenyum, senyuman yang sangat menawan di mataku, kau menyisir rambutmu dengan tanganmu.
.
Memang kenyataan bahwa pada saat itu kita berpisah dengan kenangan yang amat pahit.
.
Sekarang, aku harap kita dapat memaafkan satu sama lain. Kita memang terlalu muda untuk menjalin hubungan saat itu.
.
"Ya, aku masih mengingatmu Benben." Kau tersedak saat aku mengucapkan panggilan itu, Aku tersenyum dan memberikanmu segelas air mineral.
.
"Ah, kau mau kemana Suho?" Tanyamu mengalihkan pembicaraan tadi.
.
"Daegu City, Kau sendiri?"
.
"Yeah, aku juga. Untuk apa kau kesana?"
.
"Aku menemui rekan bisnis-ku disana, kau sendiri?"
.
"Ah, aku bekerja juga."
.
"Ooh, bekerja dimana?"
.
"Disebuah restaurant China."
Restaurant? Bukankah Kris itu anak pengusaha timah di Amerika? Mengapa dia bekerja di Restaurant China? Ini aneh.
.
"Apakah kau masih mengingatnya?" Aku meneguk segelas kopi yang ia berikan kepadaku.
"Mengingat apa?" Tanyaku, pura-pura tidak tahu apa yang ia bicarakan, padahal aku jelas-jelas tahu apa yang ada difikirannya.
"Kenangan itu.." Rupanya dia mulai menceritakan kenangan lama yang telah aku pendam selama 7 tahun untuk melupakannya, dan sekarang ia menggali kenangan itu.
Flashback (Author POV)
Nampak laki-laki mungil memakai seragam sekolah sedang mengintip dibalik dinding gudang yang ada di sekolah Genie High School, sekolah khusus untuk pria.
.
"Ya! Kai! Apa kau sudah mendapat foto 'nya?" Tanya seorang laki-laki dengan suara yang berat.
.
"Sudah hyung. Kau pasti tak akan kecewa dengan foto ini!" Laki-laki yang dipanggil Kai menyerahkan sebuah kertas foto kepada bos geng-nya.
.
"Ahahaha, kau pintar Kai!"
.
"Emm, tapi foto itu untuk apa hyung?" Kai ikut duduk mendekati bos geng-nya.
.
"Untuk menghancurkan hidupnya."
.
"Ya! Kris! Kau tak tahu jika target mu sedang berada di balik dinding pintu masuk?!" Seorang namja bernama Luhan berbisik dan menyenggol lengan Kris –Bos geng- dan Kris pun menengok ke arah dinding itu, benar apa kata Luhan disitu ada seorang pemuda berambut brunnete ia mengenakan kemeja putih yang dilengkapi dasi merah garis dan jas abu-abu dilengkapi dengan celana panjang abu-abu dan sepatu sport merah. Bersandar dan berjongkok pada dinding pintu masuk gudang sekolah.
.
Kris menyeringai, ia mendekati pemuda manis yang tidak tahu dengan keberadaan Kris.
.
"Ya!"
.
Pemuda itu tersentak, ia ingin berlari. Namun naas tangan Kris terlebih dahulu mencengkeram lengan pemuda itu.
.
"Apa maumu? Huh?!" Bentak Kris, pemuda itu hanya menunduk.
.
Kris mengangkat dagu pemuda itu.
.
"Oooww, ketua organisasi. Kim Joon Myeon atau yang sering dipanggil Suho, apa maumu ketua?!" Tanya Kris, sedangkan pemuda yang bernama Suho menggigit bibir bawahnya.
.
"Aku mencintaimu." Ucap Suho, dan berlari. Tetapi sebelum berlari, Suho mencium pipi Kris.
.
Kris berdiri mematung, dan memegang pipi nya yang baru saja dicium Suho. Kris tak menyangka jika Suho menyatakan cinta padanya, Suho sang ketua organisasi mencintai dirinya yang notabene adalah berandalan kaya dan tampan yang terkenal di sekolah ini.
Di taman belakang sekolah terlihat seorang pemuda sedang duduk termenung, ia adalah Suho, ketua organisasi yang baru saja menyatakan perasaannya kepada seorang berandalan terkaya dan tertampan yaitu Kris.
.
"Aku telah mengatakannya." Gumam Suho sambil memandang rumput hijau yang menghiasi tanah taman itu.
.
"Aku..aku mengucapkannya.." Suho menitikan air matanya, ia tak tahu perasaan yang sedang dialaminya saat ini, bingung.
.
.
.
.
TBC^^
.
.
.
p.s : AYOOO REPIEEWWW :*
