A/N : Ini setting nya sama seperti di sekolah genie high school, itu lo yang buat film nya to the beautiful you, dan disini teman Suho yaitu Eun Gyeol yang jadi sahabatnya Goo Jae Hee di film nya hihihi^^ yang belum tahu bisa beli dvd to the beautiful you di toko terdekat hahahaaha :P

.

NOW! CHAPTER 3 IS UP!

.

REVIEW NE^^

.

KHAMSAHAMNIDA *Bow*

.

Review ne^^

.

.


"Aku telah mengatakannya." Gumam Suho sambil memandang rumput hijau yang menghiasi tanah taman itu.

.

"Aku..aku mengucapkannya.." Suho menitikan air matanya, ia tak tahu perasaan yang sedang dialaminya saat ini, bingung.


Suho POV

"Ya, Kenangan itu, haha." Aku tertawa hambar mengingat kejadian memalukan itu.

.

"Wae? Kenangan itu lucu dan.."

.

"Pahit." Sambungku cepat.


Flashback (Author POV)

Semenjak kejadian itu, Suho sering berdiam diri di pinggir lapangan sekolah. Aneh, memang. Padahal biasanya ia berdiam diri di perpustakaan atau taman sekolah.

.

"Ya! Joonmyeon!" Seorang laki-laki menepuk punggung Suho dengan keras.

.

"Aw Appoo! Huuhh Eun Gyeol Kau mengagetkanku saja!" Omel Suho sambil mengelus punggungnya yang saat ini sangat panas.

.

"Hahaha, mianhae Suho. Eoh, kau mau ini?" Laki-laki yang disebut Eun Gyeol menawarkan dua potong sandwich dengan isi daging asap.

.

"Woaahh, ne..ne." Suho mengangguk antusias, dan Eun Gyeol memberikan sepotong sandwich miliknya ke Suho.

Kring...Kring...Kring...

.

"Eoh, sepertinya pelajaran ke 5 akan segera dimulai Suho, kajja kita ke kelas!" Ajak Eun Gyeol setelah mereka selesai makan sandwich.

"Uhm, kajja."

"Eun Gyeol, aku bosaann! Tahu begini seharusnya aku ke sudut lapangan saja, daripada berdiam diri di kelas, huufftt.." Ucap Suho bermalas-malasan, kepalanya ia sandarkan di meja sambil memainkan ponselnya.

.

"Jika kau malas kau bernyanyi saja, suaramu kan bagus."

.

Suho meletakkan ponselnya dan menatap Eun Gyeol.

.

"Ahh, kau pintar Eun Gyeol.." Puji Suho, dan Eun Gyeol tersenyum.

.

"Ekino homu de mikaketa
Anata wa mukashi no koibito
sono, natsukashi yokogao
Omowazu koe o kaketa watashi

Anata wa odoroita yo o ni
Tabako o otoshite shimatta
Kudake chitta honoo no hibi ga
Tsuka no mani, yomigaeri
Mitsume au,

doo shiteru ima wa
Arekara kimi wa,
Genki ni shiteru wa
Itsu datte watashi,

Ocha demo nomou
Sukoshi no jikan,
Densha wa
Toori sungite yuku

Anata wa koohi kappu ni
Kakkusatoo futatsu irete
Ima no boku wa,konna mono sato
Warai nagara kami o kaki ageta

Soo dakedo fushigi ne
Anohi wakareta koto mo
Tada amari ni wakasugita dakedato futari
Tagai ni yurushi aeru

Aishitawa, watashi
Anata no koto o
ima wa betsu betsu no
Yume o ou kedo
Meguri aiwa
Sutekina koto ne
Amayadori suru yoo ni futari

Aishitawa, watashi
Anata no koto o
ima wa betsu betsu no
Yume o ou kedo
Meguri aiwa
Sutekina koto ne
Amayadori suru yoo ni futari"

.

"Wooaahh, suaramu sangat bagus Suho!" Puji Eun Gyeol dengan memberikan tepuk tangan.

.

"Ah, kau terlalu berlebihan Eun Gyeol!" Hardik Suho dengan malu-malu.

.

Kris diam-diam mendengar suara Suho dibangku belakang, ia dan Suho memang satu kelas. Bibirnya terukir sebuah senyuman yang jarang ia keluarkan akhir-akhir ini.


Suho POV

"Bisa kah kau nyanyikan lagi lagu itu untukku?" Tiba-tiba Kris menyuruhku menyanyikan lagu itu.

.

"Lagu apa?" Tanyaku penuh basa-basi.

.

"Lagu yang kau nyanyikan di kelas, suaramu sangat bagus." Aku tersenyum simpul, kulihat ia mengambil handphone-nya dari saku celananya.

.

"Shirreo!" Tolakku mentah-mentah, huh ada-ada saja dia.

.

"Jebaall, aku sudah lama tidak mendengarkan suaramu, akan ku rekam." Ia sudah siap dengan aplikasi perekam di handphone-nya.

.

Dan aku menghembuskan nafasku perlahan, mulai bernyanyi dan mengingat kembali kenangan itu.

.


Flashback (Author POV)

Jam ke-7 adalah pelajaran olahraga yang dilatih oleh Lee So Jeong songsaenim, dan pelajaran kali ini adalah chukku*.

*Sepak Bola

.

Sepertinya Suho tidak semangat pada jam pelajaran ini, berbeda dengan Eun Gyeol yang sangat semangat, sedangkan Kris? Ia memandang Suho dengan khawatir. Entah apa yang dirasakan Kris pada Suho, semenjak Suho mengucapkan kata cinta untuk nya ia sering memikirkan dan melamunkan Suho di asrama.

.

"Eun Gyeol, mianhae.. aku ingin ke ruang kesehatan sebentar ne, badanku lelah." Ucap Suho dengan lesu, mungkin karena efek kelelahan bermain bola dengan Eun Gyeol.

.

"Nojal jinae syeosseoyo?*" Eun Gyeol panik dengan keadaan Suho yang sangat pucat, seperti mayat berjalan.

*Kamu baik-baik saja kan?

.

"Na gwaenchana." Suho berusaha tersenyum dan menepuk punggung Eun Gyeol, dan setelah itu Suho menuju ruang kesehatan.

.

"Ya! Cha Eun Gyeol! Ppali tendang bola itu!" Teriak pelatih Lee.

Di Ruang kesehatan Suho membaringkan dirinya di bed, setelah izin dengan Jang Min Woo songsaenim, dokter sekolah.

.

"Kau kenapa Suho-ah?" Tanya Jang songsaenim.

.

"Molla, rasanya badanku sangat lelah, dan pusing hyung." Jawab Suho sambil memegang keningnya, Jang Min Woo adalah sepupu Suho. Wajar jika Suho menyebutnya hyung, Memang marga mereka berbeda karena kakak ayahnya adalah perempuan, dan berganti marga dengan Jang, mengikuti suaminya Jang Dong Gun. Jang Dong Gun adalah paman Suho yang sangat baik.

.

"Biarkan aku memeriksanya." Min Woo meletakkan termometer di ketiak Suho, telapak tangannya memegang kening Suho.

.

"Woah, kau panas sekali Suho-ah."

.

"Jinjja? Tapi aku merasakan dingin." Suho memegang keningnya.

.

"kamgi.*" Suho membulatkan matanya, karena Min Woo melihat hasil suhu badan Suho, dan mengucapkan Kamgi.

*flu

.

"Kau hanya sakit flu, Suho-ah. Istirahatlah yang cukup. Atau kau pulang saja ke Apgujeong." Jelas Min Woo.

.

"Shirreo! Kalau Abheojhi*tahu, aku tak boleh kembali ke sekolah ini lagi, hyung." Min Woo tertawa, sedangkan Suho mengerucutkan bibirnya.

*Ayah

.

"Oh ya, kau tahu besok lusa akan ada beom camp* apa kau akan ikut?" Tanya Min Woo sambil membuatkan Suho segelas nokcha*

*Perkemahan musim semi , *teh herbal berwarna hijau

.

"Aku ingin ikut, tapi pasti Abheojhi melarangku untuk mengikutinya, huufftt.." Suho menghela nafasnya, dan menerima nokcha yang diberikan Min Woo.

.

"Aku akan mencoba membujuk ayahmu, tenang saja." Min Woo bersandar pada kursi kebesarannya, Suho memandang curiga pada teh herbal yang diberikan Min Woo.

.

"Eoh, teh apa ini? Rasanya aneh uugghh.." Ucap Suho setelah meminum ramuan herbal yang diberikan Min Woo.

.

"Enak kan? Jika aku merasa tubuhku lemas, aku meminum itu."

.

"Yeeaahh, rasanya menjijikan."

.

"Hahahaha, jika kau merasa tubuhmu sudah enak, segera kembali ke kelas ne? Hyung mau pergi ke byeongwon.*"

*Rumah Sakit

.

"Siapa yang sakit, hyung?" Suho memposisikan dirinya dengan bersandar pada punggung kasur.

.

"Hyung mau memeriksa pasien disana, byebye Myunnie~" Min Woo mengusak rambut halus Suho.

.

"YA! HYUUUNNGGG!"


Kris nampak gelisah, Luhan yang melihatnya menepuk bahu Kris.

"Waeyo Kris?"

.

"Umm, gwenchana."

.

"Oh iya, benarkah yang menyatakan perasaan kepadamu itu Suho?" Kris menghela nafasnya, karena Luhan terus membicarakan hal ini di segala pelajaran.

.

"Sudah berapa kali aku berbicara kepadamu Xi Luhan!" Luhan tertawa renyah, Kris mengacak rambutnya, mengapa Suho selalu terlintas dalam fikirannya? Apa harus Kris membalas perasaan Suho? Haruskah?


Aku mencintaimu

.
Tetapi kita berdua memiliki mimpi kita masing-masing untuk dicapai.

.
Bertemu kembali denganmu adalah sesuatu yang menakjubkan.

.
Rasanya seperti kita berdua yang berteduh dari hujan.

.


Suho POV

"Mengapa kau bisa menyukaiku Suho?" Kau tertawa dan memutar jarimu di mulut gelas kosong yang sebelumnya terisi kopi.

.

"Entahlah, aku menyukaimu karena kau tampan dan sombong." Ucapku jujur, memang kenyataannya dulu ia sangat sombong tetapi tampan, aku juga tahu jika ia membenciku karena aku terus menerus menjadi ketua asrama 2 atau ketua organisasi.

.

"Hm, sombong? Hahaha jinjja?"

.

"Itu menurutku, tapi kau memang tampan." Ujarku, dia tersenyum tipis dan memalingkan wajahnya melihat pemandangan diluar.

.

"Apakah kau masih.." Ucapnya menggantung.

.

"Masih mencintaiku?"


Flashback (Author POV)

"Kim Jong In sekelompok dengan Do Kyungsoo."

.

"Mworago! Shirreo songsaenim!" Ucap seorang namja berwajah imut dan memiliki mata bulat.

.

"Mianhae Do-ssi tidak ada penolakan." Jawab Sung songsaenim

.

"Ugghh.."

.

"Cha Eun Gyeol, Kim Joon Myeon dan Wu Yi Fan adalah kelompok terakhir." Suho membulatkan matanya, begitupula dengan Kris. Eun Gyeol sangat senang karena ia tak perlu susah mencari bahan tugas tentang lagu jepang, karena ada sahabatnya yang pintar menyanyi lagu jepang.

.

"Okay, let's pray together. Start now!" Semua siswa kelas 2-1 berdoa bersama karena ini sudah larut malam, sekitar jam 9 malam. Waktunya siswa pulang ke asrama masing-masing.


"Joonmyeon! Tolong berikan ini pada Tae Joon,aku harus bertemu dengan pelatih Lee, katanya ia akan mendaftarkanku pada timnas negara kita." Eun Gyeol memberikan satu set pakaian basket kepada Suho.

.

"Ah, ne." Suho bimbang, Tae Joon adalah teman sekamar Kris, berarti ia harus bertemu Kris?

.

Setelah memantapkan hatinya, ia menuju ke kamar 303. Kamar Tae Joon dan Kris.

.

Tok..tok..tok

.

"Sebentar." Suho mematung, ini adalah suara Kris, ia belum siap bertemu dengan Kris.

.

Cklek~

.

"Ah! K-Kris, i-ini u-untuk T-Tae J-Joon berikan padanya, k-khamsahamnida." Suho segera menyerahkan pakaian itu, dan berlalu dari hadapan Kris, tapi tangan Kris mencengkeram lengannya.

.

"Waeyo? Keuriseu?" Kris sebenarnya ingin tertawa mendengar ucapan Suho, tapi ia urungkan karena sesuatu.

.

"Apakah benar?" Kris mulai angkat bicara.

.

"A-Apa?"

.

"Apakah benar kau mencintaiku?"

.

DEG

.

Jantung Suho berdetak, ia ingin menjawab. Tetapi lidahnya kelu untuk berbicara.

.

"Jawab aku."

.

"Y-ya a-aku memang mencintaimu." Ucap Suho pada akhirnya.

.

"Aku—" Saat Kris hendak menjawab, Suho langsung menyelanya.

.

"Tapi aku tak perlu jawaban, aku hanya ingin mengucapkannya. Kau pasti tak akan membalas perasaanku, khamsahamnida." Suho melepaskan tangan Kris dari lengannya, dan pergi meninggalkan Kris yang terdiam mematung di ambang pintu.

.

"Ya! Minggir Kris." Tae Joon memandang aneh pada Kris.


Suho POV

"Molla."


.

.

.

.

TBC!

.

.

.

HAKHAKAHAK.


A/N : Saya hanya ingin mengucapkan terimakasih kepada pembaca yang sudah membaca fanfic ini^^ amayadori ini terinspirasi dari lagunya Mayumi Itsuwa yang Amayadori, sudah itu saja^^

.

REVIEW PLEASE, SAYA BUTUH KOMENTAR ANDA T.T NO SIDERS PLIISS ;')