Strange Waiter, My Lovely Prince
Chapter 3 "Strange Waiter"
Rated: T
Genre: Supernatural, romance, family
Cerita sebelumnya,
Erza yang kabur dari kamarnya karna merasa tak betah dikurung sang ayah, memutuskan kabur pada malam hari, dan hampir saja tertimpa kejadian buruk dan dibantu oleh seseorang dan teman-temannya, esoknya, Erza dikejutkan laki-laki di dalam kamarnya dan satu kasur dengannya hanya bertelanjang dada, ya langsung saja Erza berteriak dengan kencangnya
A/N: Hola, im coming again, ya dikarnakan semi hiatus, saya membuat fanfic ini sebagai waktu luang XD
Oke saya langsung membalas review-review kalian semua saja :)
Terima kasih banyak partisipasi anda atas mereview,
Erza S-Class Mage : Hoho, lihat saja di chapter ini xD
Mirajane Blue Heart : Hoho, lihat saja di chapter ini xD
Oke, kelar sekarang langsung ke story saja.. :)
Warning: Typo, abal, OOC, alur kecepatan, etc
L
O
A
D
I
N
G
Strange waiter, my lovely prince chapter 3
"KYAAAAAAA,,... KENAPA KALIAN SEMUA ADA DI KAMARKU PRIA BEJAT?!" Serunya kuat di pagi yang cerah itu.
"A—apa yang kalian lakukan?" Sambungnya meloncat ke arah pintu dan membangunkan para pria-pria itu, sejenak Erza terkesima dengan pesona mereka.
"Ohayou Ojou-sama, bagaimana tidurmu? Menyenangkan?" Tanya pria berambut kuning kecoklatan itu sambil menguap.
"Ohayou Ojou-sama" Salam pria abal berambut pink itu mengucek matanya.
"Apa yang kalian lakukan padaku? Kenapa kalian bertelanjang dada" Tanya Erza ketakutan.
"Ada apa Erza ?" Tanya ayahnya sembari mengetuk pintu, ya segera saja Erza panik, "Tidak apa-apa ayah, maaf membangunkanmu" Jawabnya.
Tanpa segan Shiba mendobrak pintu itu yang diikuti para maid-maidnya di belakang.
"Apa-apaan ini?" Ucap Shiba melihat semua pria berjumlah empat orang itu di kasur.
"Halo Shiba-san, kau tahukan kami ini darimana?" Tanya pria berambut hitam itu, lalu tersenyum, sejenak Shiba terdiam, "Erza , mandilah dulu, kalian juga, setelah itu kalian berkumpulah di ruang kerajaan, ada yang ingin kubicarakan" Perintahnya, namun dikekang sang anak, "Siapa mereka ini Tou-san?"Tanyanya.
"Nanti kau akan tahu Erza , mandilah dulu" Perintah sang ayah lalu meninggalkan tempat, sedangkan para maid.
"Halo nona manis.. siapa namamu?" Ucap pria berambut kuning kecoklatan mengedipkan sebelah matanya, alhasil Gergonia takluk dengan wajah yang memerah ia menyebut namanya.
"Nama yang cantik sekali" Jawab pria itu, "Sudah-sudah, kalian keluarlah dari kamarku, pria mesum" Teriak Erza mendorong mereka semua keluar bahkan para maidnya juga.
"Maaf, kami harus mandi dulu nona-nona" Pamit pria berambut kuning kecoklatan itu, mereka pun menuju ruang mandi kerajaan, segera semuanya sudah siap dan berada di ruang kerajaan.
"Erza dimana maid?" Tanya sang raja.
"Goshujin-sama, maaf, Ojou-sama tak mau keluar dari kamarnya" Jawab para maid membungkukkan tubuhnya.
"Ya ampun, ayo kita saja segera kesana, kebetulan aku punya kunci kamarnya" Keluh sang raja lalu menuju kamar putrinya diikuti para pria-pria dan maid itu.
"Erza , Tou-san masuk" Ucapnya namun tak ada jawaban dari sang anak, lalu ia pun membuka pintu.
"Kenapa pria bejat itu Tou-san, melakukan hal buruk padaku, kenapa? Siapa yang menyuruh kalian" Serunya melempar semua bantal, guling dan benda di dekatnya ke arah pria-pria tadi.
"Biar aku yang mewakili untuk menjawabnya" Balas pria bertato di dagu itu maju dan bersimpuh diikuti dengan yang lain. "Kami disini terpanggil menjadi butler sekaligus penyelamat tuan putri" Sambungnya.
"Siapa yang menyuruh kalian, apa Tou-san?" Sangka sang anak, sedangkan sang ayah hanya menggeleng.
"Lalu siapa? Jawab aku" Hentaknya kesal.
"Dari cincin itu nona" Jawab pria berambut kuning blonde itu menunduk,Erza hanya diam, lalu ia tertawa terbahak-bahak.
"Kalian itu gila? bagaimana bisa, kalian mengarang cerita kolot?" Ucapnya dalam sela tawanya, "Apa Shiba-san belum menceritakannya?" Tanya pria itu.
Sang ayah hanya terdiam lalu duduk di sebelah anaknya yang duduk di kasur.
"Dulu ayah, sama seperti mereka.. kami datang dari cincin itu untuk menyelamatkan kaa-sanmu dulu, sejak dahulu silsilah kerajaan symphonia, bahwa setiap anak berumur 21 tahun akan dihadapkan bencana yang tak dimasuk akal dan diambang kematian dan kehidupan.. dan turun temurun, cincin itu diberikan pada sang anak pada saat berumur 21 tahun untuk bisa mendapatkan kebebasan setelah bertemu orang-orang seperti mereka" Jelas sang ayah yang membuat mata sang anak terbelalak.
"Cerita apa itu? kenapa tak pernah memberitahukan padaku sebelumnya?" Tanyanya.
"Tou-san tak mau terjadi sesuatu hal buruk kalau kau tahu hal ini, kalau tanpamu, siapa lagi yang akan menemani Tou-san" Jawab sang ayah.
Sejenak Erza terdiam, hening, ia memikirkan hal terbodoh yang tak masuk akal untuknya, "Manusia yang datang dari cincin ini? Apa-apaan itu, ritual bodoh apa yang ada di kerajaan ini?" Gumamnya.
"Mungkin Ojou-sama pernah bermimpi bertemu dengan seseorang yang mengatakan bahwa Ojou akan terkena bencana" Celetuk pria berambut hitam.
"Ya, aku pernah, bahkan sering, ia pria pendek berjubah putih dengan bunga mawar berwarna biru di saku jasnya" Jawab Erza cepat.
"Ia adalah ketua dari semua ini, Ichiya-san, mungkin Shiba-san tahu.. anda kan dulu sering bekerja sama dengannya sebelum menikahi ratu Resha" Balas pria itu.
"Ya, kenangan lama, haha" Jawab sang raja bernostalgia.
"Jadi Tou-san kenal dengan ketuanya?" Tanya sang anak yang dapat anggukan dari sang raja, "Dulu kan Tou-san juga sama seperti mereka" Ucapnya.
"Ini aneh, benar-benar aneh, jadi kalian akan datang jika punya keturunan di umur 21 tahun dan harus diberikan cincin ini" Tanya Erza . "Benar sekali Ojou-sama" Jawab pria itu.
"Maaf membuat keributan untuk anda-anda semua, apa Ojou ingat kemarin Ojou hampir saja tertimpa lampu kerajaan" Tanya pria berambut hitam itu, Erza mengernyitkan dahinya mengingat kejadian semalam.
"Ya aku ingat, jadi kalian yang menyelamatkanku?" Tanya Erza . "Bisa dibilang begitu" Jawab pria berambut pink itu.
"Maaf jika sebelumnya kami tidak memperkenalkan diri, namaku Zeref, panggil saja Zeref" Kenal sang pria berambut hitam itu tersenyum, Zeref.
"Namaku Sho, Mohon kerja samanya Ojou" Kenal pria bertato di dagunya itu, Sho.
"Namaku Hibiki, kita akan selalu bersama Ojou" Kenal pria berambut kuning kecoklatan dengan pesonanya, Hibiki. "Berhentilah merayu, kau ini" Balas Erza .
"Namaku Natsu , kalau Ojou bisa berkelahi , ayo berkelahi denganku" Kenal pria itu dengan cengiran khasnya, Natsu.
"Zeref, Sho, Hibiki dan Natsu, oke, namaku Erza , Erza Rogers, anak tunggal dari raja Shiba Rogers, kerajaan symphonia.. mohon juga kerja samanya" Erza pun memperkenalkan diri.
"Dan dimana ketua kalian yang bernama Ichiya itu?" Tanya Erza .
"Ah, itu.. kalau mau berkomunikasi dengannya, ada satu orang lagi, ia yang memegang komunikasinya" Jawab pria abal itu, Natsu.
"Souka, jadi ada 5 orang" Balas Erza melipat kedua tangannya di dada.
"Iya, kami siap melayani Ojou-sama" Siap mereka langsung bersujud, "Berhenti berlebihan seperti itu" Jawab Erza .
"Jadi selama itu, kami akan menyiapkan semuanya dan tugas para maid diserahkan pada kami, kami kan mengawal tuan putri, karna kami punya sihir yang dimiliki sendiri-sendiri dalam bentuk yang berbeda pula" Jawab Sho, "Ya, maid , sekarang kalian melayani raja saja untuk berbagai pekerjaan, tapi kalian masih bisa melihat dan mampir ke kamar putriku" Sahut Shiba, ya para maid tersenyum mendengarnya.
"Kalau begitu kalian buatkan makan untuk pagi ini" Tihta sang raja.
"Baik Goshujin-sama" Jawab mereka lalu berlalu ke dapur.
"Jadi kalian punya sihir tersendiri untuk menyelamatkanku" Tanya Erza , mereka semua mengangguk.
"Berarti kalian adalah orang-orang dengan sihir yang hebat dan kuat?" Tanya Erza lagi yang langsung dijawab 'Ya' oleh mereka semua.
"Ngomong-ngomong, siapa orang yang belum datang itu?" Tanya Erza .
"Itu.." Jawab mereka namun.. dari kejauhan terdengar teriakan "Hime-sama...".
Lalu masuk ke kamar Erza namun ia tersengkang oleh sesuatu dan jatuh dengan facefloor.
Kemudian sigapnya ia bangun dan berkata, "Ohayou dan aku akan bersemangat bekerja untuk Hime-sama, namaku Jellal.. salam kenal" Kenalnya dan tersenyum lebar.
"Apa ia penyihir yang hebat, aku meragukannya" Gumam Erza sendiri melihat tingkah pria bernama Jellal ini.
"Malah terbilang ia ini penyihir kelas rendah yang aneh" Sambungnya.
TO BE CONTINUED
