Strange Waiter, My Lovely Prince

Chapter 4 "Yamate kudasai baka onna!"

Rated: T

Genre: Supernatural, romance, family

Cerita sebelumnya,

Erza telah bertemu para ksatria yang akan menemaninya keluar dari bencana, namun siapa sangka ada salah satu dari mereka yang muncul dengan aneh dan lugu, Erza rasa ia bukan ksatria yang tak bisa diandalkan.

"Apa ia penyihir yang hebat, aku meragukannya" Gumam Erza sendiri melihat tingkah pria bernama Jellal ini.

"Malah terbilang ia ini penyihir kelas rendah yang aneh" Sambungnya.

A/N: Hola, im coming again, ya dikarnakan semi hiatus, saya membuat fanfic ini sebagai waktu luang XD

Oke saya langsung membalas review-review kalian semua saja :)

Terima kasih banyak partisipasi anda atas mereview, walau cuman seorang, tapi gpp deh u,u

Azure Marianne : Haha, iya wa, ok ok, thanks reviewnya :3

Oke, kelar sekarang langsung ke story saja.. :) tanapa review saya mungkin tak bisa melanjutkan chapter selanjutnya :)

Warning: Typo, abal, OOC, alur kecepatan, etc

L

O

A

D

I

N

G

Strange waiter, my lovely prince chapter 4

"Jadi ini orangnya?" Tanya Erza heran pada mereka.

"Haik, Ojou-sama" Jawab mereka.

"Mana alat yang bisa untuk berkomunikasi dengan atasanmu?" Tanya Erza tegas, Jellal hanya mengeluarkan sebuah bola kecil aluminium dengan tombol-tombol aneh lalu ia menekan salah satu tombol hingga benda itu menyala.

"Hibiki, lakukan" Ucap Jellal, hibiki mendekat pada bola kecil itu, lalu seperti menyambungkannya pada otaknya, ia menaruh jari tengah dan telunjuknya di kepalanya dan memegang bola kecil tadi.

Tiba-tiba sebuah bayangan seperti proyektor muncul dari bola kecil itu, seorang pria berjas putih, dengan bunga mawar biru di saku jasnya.

"Orang itu" Cengang Erza.

"Yo.. men, bagaimana kabarmu Shiba?" Tanyanya dengan gaya aneh.

"Hoo, lama tak berbincang Ichiya, aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?" Jawab Shiba menatap layar kecil dari bola itu.

"Aku baik-baik saja, menurutmu bagaimana para lelaki ini? Apa menarik?" Ucapnya lagi tertawa.

"Mereka menarik, ah ini putriku, Erza.. ia yang akan menyelesaikannya bersama mereka" Jawab Shiba lagi.

"Yo.. men.. anakmu punya parfum yang sangat menawan, kau tahu.. wanginya begitu menggoda" Balas pria itu, Ichiya, ya langsung saja Erza merinding mendengarnya.

"Aku akan keluar, tunggu sebentar" Sambungnya yang langsung keluar dari layar itu, sedangkan Shiba dan anaknya Shock melihatnya.

"Yo men" Seru Ichiya dengan pesona anehnya.

"Jadi teman tou-san begini" Gumam Erza sweatdrop.

"Jadi kau lebih cantik daripada aku memandang dari jauh sana" Puji Ichiya.

"Ya, terima kasih" Jawab Erza geli.

"Aku lah pemimpin dari mereka dan kau sudah dengar dari ayahmu kan tentang bencana itu, maka itulah orang yang kuutus ini yang akan menyelamatkanmu.. dan jangan pernah kau meremehkannya, mereka punya sihir-sihir yang hebat" Jelas Ichiya.

"YA.. yaa" Jawab Erza malas, Ichiya mendekatinya, Erza mengernyitkan dahinya, semakin dekat, dekat.. "Hentikan , jangan dekat-dekat" Seru Erza memukul Ichiya tepat di pipinya.

"Aku permisi dulu" Salam Erza, yang langsung dikejar oleh Jellal dan Natsu dan Zeref. Hibiki , Sho, mengembalikan Ichiya ke tempatnya.

"Hime-sama matte" Seru Jellal mengejarnya, "Kenapa harus pelayan aneh ini yang mengejarku juga" Gerutu Erza tergopoh-gopoh, tiba-tiba kejadian semalam terulang kembali, sekrup lampu kerajaan jadi kendor dan jatuh, "Ace, cepat" Ucap Natsu yang ada di belakang Jellal. "Meteor" Teriak Jellal.

Seketika tubuh Jellal lah yang tertimpa lampu itu karna mendorong sang putri, wajahnya terkena beling lampu itu.

"Jellal, kau tak apa-apa?" Tanya Erza kaget melihat Jellal yang tertimpa lampu itu.

"Ga apa-apa Hime sama, Natsu tolong.. " Jawab Jellal yang dapat anggukan dari Natsu.

"Karyū no Hōkō" Seru Natsu lalu menghembuskan api dari mulutnya dan membakar sekitar Jellal dan lampu itu menjadi debu.

"Jellal, Jellal bagaimana?" Tanya Erza hampir pingsan, "Daijobu Ojou-sama, lihat saja nanti" Jawab Natsu menenangkan dengan cengiran khasnya yang langsung dapat tonjokan mendarat di kepalanya, "Itu nyawa orang bodoh, enak saja kau bilang ga apa-apa" Khawatirnya, sedangkan yang dimarah meringis karna dijitak.

Erza heran api itu tak membakar lantai namun hanya membuat hancur lampu itu saja dan menghilang, dan ada yang keluar dari api itu, "Hime sama aku kembali" Seru Jellal girang dan tersenyum melambaikan tangan ke Erza.

Erza mendekatinya dan mendaratkan pukulan di kepala pria berambut biru azure itu, "Baka, kau lihat pakaianmu jadi hitam-hitam begini, wajahmu juga, apa kau tak hangus berada di api itu?" Tanya Erza khawatir.

"Hime, lihat dulu ini" Ucap Jellal lalu mengeluarkan api berwarna kuning dari tangan kanannya.

"Api juga salah satu sihir yang kumahiri" Sambungnya lalu Natsu juga menunjukkan api yang berada di tangannya.

"Jadi aku tak akan mati di dalam api Natsu" Jawabnya lagi membuat Erza tercengang, "Bagaimana lukamu? Ayo aku obati dulu" Balas Erza memapahnya ke ruangan pengobatan.

"Natsu, kau jelaskan ini pada mereka dan juga Shiba –sama" Perintah Jellal sebelum melanjutkan langkah ke ruangan pengobatan yang langsung saja Natsu meninggalkan tempat dan menuju ruangan dimana Shiba dan teman-temannya berada.

"Aku tak perlu dipapah Hime sama, aku kuat kok" Ucap Jellal.

"Bagaimana pun juga kau menolongku, ini sebagai tanda terima kasihku" Balas Erza, mereka pun sampai di ruang pengobatan.

Segera saja Erza mengobati luka di wajah Jellal, tak ada jeritan sedikitpun keluar dari mulut Jellal.

"Dia kuat juga dan dilihat dari dekat, ia lumayan tampan" Gumam Erza.

Blush.. "Tidak-tidak, jangan berpikiran aneh Erza.." Ucapnya dalam hati.

"Ah, sudah kan? Bagaimana dengan punggungku Hime sama, mau Hime sama obati?" Tanya Jellal tersenyum polosnya.

"Tentu saja, ini kan karna kau menolongku" Jelas Erza walau dia ragu, ya segera saja Jellal dengan santainya menanggalkan pakaiannya, ya Erza bilang ingin mengobatinya namun setelah ia lihat Jellal melepas pakaiannya, ia jadi ragu sendiri dan membalikkan tubuhnya.

Jellal yang sudah menanggalkan bajunya dan melihat Erza terlihat gugup hanya tertawa kecil dan duduk membelakangi Erza.

"Hime, aku sudah melepaskan pakaianku, obatin dong" Keluhnya bagai anak kecil meminta usapan lembut dari ibunya.

Erza hanya membalikkan tubuhnya, ia tersentak kaget melihat luka yang terbekas di punggung Jellal.

"Kenapa separah ini?" Ucapnya membasuhnya sedikit dengan kain lembut.

"Hahaha, ini sudah biasa Hime," Jawab Jellal dengan tawanya dan dapat pukulan mendarat di kepalanya.

"Kau bilang sudah biasa? Kau bisa mati tahu" Ketus Erza.

"Yang penting Hime mengobatinya itu sudah mengurangi rasa sakitku" Jawab Jellal, dan 'Blush,,'

Terpampang pipi merona Erza melihat pesona lelaki yang sekiranya ia anggap tak hebat itu.

"Baiklah, tapi ga membalikkan tubuhmu, aku kan mengobatimu" Gagapnya Erza gugup.

Erza membasuh pelan punggung penuh luka itu, darah yang menetes kini mulai berkurang.

"Nah, selesai" Ucap Erza mengeringkan kain lembut tadi.

"Ah, haik Hime, arigatou" Balas Jellal memandangi Erza.

"Syukurlah kau tak mati, kalau kau mati, apa yang harus ku katakan pada rakyatku kalau aku membunuh pelayanku" Gumam Erza membereskan segala sesuatunya, kebetulan tabib sedang tak ada di tempat jadi Erza yang mengobatinya.

"Hahaa, tinggal bilang saja Hime, kalau Hime tak akan menikah dengan siapapun sebagai hukumannya" Jawab Jellal dengan tawanya sambil mendekati Erza.

"Apa kau bilang? Enak saja begi.. tu..." Keluh Erza lalu membelalakan matanya melihat sang pelayan mencium ujung rambut merah tuanya dan menatapnya.

"A..apa-apaan kau ini" Ucap Erza tercengang menatap pria berambut biru azure itu.

"Wangimu memang menggoda, aku ingin lebih dari bau tubuhmu Hime, tepatnya scarlet Hime.. boleh ku panggil seperti itu?" Tanya Jellal yang langsung merubuhkan Erza terbaring.

"Heh.." Ucap Erza tak mampu berkata apa-apa.

"Seseorang siapapun itu selamatkan aku dari kejadian gila dari pelayan aneh ini" Harapnya dalam hati.

TO BE CONTINUED

Bagaimana nasib Erza? Apa yang akan dilakukan Jellal padanya? Next chapter, keep waiting and RnR Please~~ ^^