Strange Waiter, My Lovely Prince

Chapter 5 "Tell me what is love? Hah?"

Pairing : Jellal X Erza

Rated: T

Genre: Supernatural, romance, family

Cerita sebelumnya,

"Wangimu memang menggoda, aku ingin lebih dari bau tubuhmu Hime, tepatnya scarlet Hime.. boleh ku panggil seperti itu?" Tanya Jellal yang langsung merubuhkan Erza terbaring.

"Heh.." Ucap Erza tak mampu berkata apa-apa.

"Seseorang siapapun itu selamatkan aku dari kejadian gila dari pelayan aneh ini" Harapnya dalam hati.

A/N: Oalah author come back ke fic satu ini XD , udah lama banget ga update soalnya, author sibuk banget, u,u gomen ya yang nunggu ni fic, ok, langsung saja author balas satu per satu reviewnya walau cuman 2 reviewnya T,T.

Azusa Vermillion : Aye, arigatou chii~ udah stay terus di fanficku :3 ^^

Alecia Marianne : ._. Jellal anak baik kok XD hahaa :v MENNNNN aye, arigatou , terserah imouto sih .w.

Done, back to story. ~

Warning: Typo, abal, OOC, alur kecepatan, etc

L

O

A

D

I

N

G

Strange waiter, my lovely prince chapter 5

Jellal hanya mendekapnya erat, ia tak melakukan apapun, terdengar desahan seperti menahan rasa sakit.

"Jellal, lepaskan bodo" Teriak Erza menyingkirkan tubuh besar pria berambut azure itu.

Tak lama, Jellal pun melepaskan pelukannya dan duduk tenang sementara Erza mendumel tanpa henti, "Kenapa kau lakukan hal bodo itu" Dumel Erza, Jellal hanya diam.

"Ah, Ojou-sama tak apa-apa? Aku mendengar keributan kecil disini, gimana lukamu Jel?" Tanya Zeref yang membuka pintu tanpa basa-basi langsung bertanya.

"Aku tak apa-apa, Zeref, tadi Hime meributkan hal bodoh, hahha" Jawab Jellal dengan tawa garingnya lalu memakai bajunya kembali, Zeref hanya mengangguk lalu menutup pintu.

"Hime ayo.." Ucap Jellal mengulurkan tangannya.

"Kono hentai, baka baka Jellal" Seru Erza.

"Mau jalan apa harus aku gendong Hime-sama" Ucap Jellal dengan dark aura di sekitarnya.

"Ba—baiklah, kau duluan saja" Jawab Erza mempersilahkan.

"Aku? Duluan? Aku harus menjaga Hime , bukan aku yang mendahului Hime, Ayo" Balas Jellal lalu menarik pelan tangan sang putri sambil tersenyum.

"Apa-apaan pria ini? Sesekali ia tampak menakutkan mesum dan sesekali tampak manis manja, apa ia punya dua kepribadian" Gumam Erza yang tangannya masih digenggam erat oleh Jellal.

"Nee, Hime, karna ini hari pertama kami, jadi kita harus bersenang-senang dahulu sebelum menjalani hari-hari lebih berat dari ini" Ucap Jellal yang membuyarkan lamunanku.

"Nee, Hime, moshi-moshi" Lanjutnya sambil menepuk pundak Erza. "Ah, ya tentu" Balas Erza.

Mereka pun ke dapur istana, disana Sho, Zeref dan Hibiki sedang mempersiapkan bahan makanan.

"Lho kenapa kalian yang siapkan?" Tanya Erza.

"Mulai sekarang kami yang akan memasak untuk Ojou-sama" Jawab Sho.

"Dan biarkan pelayan manis Ojou beristirahat sejenak" Sahut Hibiki dengan pesonanya yang memikat membuat para pelayan dapur meleleh.

"Urusai Hibiki" Ucap Erza menghampirinya dan menjitaknya.

"Itte naa" Seru Hibiki.

"Nee, Ojou mau makan apa di siang ini?" Tanya Zeref.

"Umm, mungkin cake untuk menemani siang hariku" Jawab Erza menempelkan telunjuknya di dagunya sambil berpikir.

"Kalau cake itu aku jagonya" Sahut Jellal mencuci tangannya.

"Benarkah?" Tanya Erza tak yakin.

"Tentu, Naa, kalian ajak Hime jalan-jalan di taman, jaga ia dengan baik jangan sampai ia terluka , mengerti" Perintah Jellal yang dapat dehaman 'SIAP' dari mereka.

"Hoi, Jellal buatkan untukku ayam barbeque ya" Pesan Natsu dengan mulutnya yang penuh dengan roti bakar.

"Telan dulu baru bicara, tidak sopan" Jawab Erza, "Iya Ojou" Kecut Natsu, lalu mereka meninggalkan Jellal untuk memasak.

"Nee, Ojou , perhatikan sekitarmu dengan baik jika ada apa-apa Ojou bisa mengelaknya" Ucap Natsu.

"Apa Ojou pernah belajar bela diri" Tanya Sho.

"Umm, aku bisa seni pedang" Jawab Erza, "Sugoii, sama yang diharapkan olehku, Ojou, dari sikapmu ternyata Ojou benar-benar menarik, boleh aku dapatkan sayatan pedang di hatiku Ojou?" Rayu Hibiki.

"Tidak, hentikan omong kosong anehmu" Tolak Erza mentah-mentah.

"Ne, kalau begitu bagaimana kalau besok, aku ajarkan Ojou bela diri" Tawar Zeref.

"Boleh, dengan pedang boleh?" Tanya Erza menerima dengan senang hati.

"Itu juga termasuk dalam pelajaran" Jawab Zeref tersenyum.

Di sisi lain, "Cake apa yang Hime mau ya?" Muncul perempatan di kening Jellal. "Apa ya?" Gumamnya lagi, "Tentu saja aku buat itu saja" Ucapnya mulai mengocok adonan cake.

Sementara dalam jalan-jalan mereka, terdengar hembusan angin yang kuat, mereka semua terlihat was-was melindungi Erza, "Perhatikan sekeliling kalian Sho, Natsu, Hibiki," Seru Zeref.

Tiba-tiba dari barat banyak anak panah muncul ntah dari mana yang siap menerjang Erza, "Card magic" Seru Sho menerbangkan kartu-kartu yang langsung saja panah itu masuk ke kartu itu begitu saja.

Bagian timur muncul bom-bom yang menerjang dari langit menghantam ke tanah, "Ini bagianku" Seru Natsu." Karyū no Tekken" Ucap Natsu menghentam semua bom ke langit dan meledak di langit, namun beberapa beling kaca jatuh sehabis bom itu meledak.

"Force Shield" Ucap Hibiki yang langsung membuat perisai dari layar dengan sihirnya untuk melindungi Erza.

"Lindungi Ojou, akan kuurus di bagian sini" Seru Zeref, melihat kelelawar aneh datang dengan gesitnya, "Death Orb" Ucap Zeref, matanya seketika memerah , di telapak tangan kanannya terlihat bola hitam dan menghentam semua kelelawar itu langsung tewas terpental, namun malah turun hujan api besar di sekitar tempat Erza dari api itu muncul boneka-boneka kecil dengan gigi runcing menakutkan.

"Sugoii naa" Gumam Erza dalam hatinya.

"Apa ini?" Seru Hibiki, "Serahkan padaku dengan api sialan itu" Ucap Natsu tersenyum licik dan melahap semua api yang membara tanpa sisa.

"Percayakan padaku tentang boneka itu" Ucap Sho mengeluarkan kartu-kartu berderet melayang di dadanya. "Card Magic" Serunya lalu semua boneka itu langsung tersedot ke dalamnya sedangkan Zeref membantu Sho untuk menyelesaikan boneka-boneka penganggu itu.

"Death orb" Ia terus melemparkan bola hitam dari telapak tangannya yang membuat boneka terhempas mati. Sehabis itu, angin pun mulai menenang lagi.

"Tadi itu hampir saja nee Ojou sama?" Ucap Hibiki tersenyum lalu melepaskan sihir perisainya.

"Apa kalian baik-baik saja" Tanya Erza khawatir, "Kami baik-baik saja Ojou" Jawab mereka.

"Ah, perutku terisi dengan bahan peledak sialan tapi cukup lah untuk rasa yang tak enak" Sahut Natsu mengelus perutnya.

"Yokatta, aku sangat mengkhawatirkan kalian tahu" Seru Erza , sedangkan mereka hanya tersenyum kecil memandangi Erza.

"Aku benar-benar tertolong, kalian pahlawanku" Gumam Erza membalas senyum mereka.

Setelah itu, mereka kembali ke ruang makan, kebetulan Jellal sudah selesai memasak.

"Bagaimana keadaan kalian?" Tanya Jellal setelah mendengar penjelasan partnernya.

"Kami baik-baik saja, kami kan pejuang hidup mati Ojou" Jawab Hibiki dengan pesonanya.

"Jellal , kami tak apa-apa, ayolah aku sudah lapar , ingin rasanya kulahap semua" Seru Natsu.

"Yasudah, untuk melepaskan penat kalian , ayo kalian boleh makan disini, asal sopan ya, kebetulan raja menyuruhku kita satu meja makan" Ucap Jellal yang dapat anggukan dari partnernya, "Souka, aku jadi ingat masa mudaku mendengar cerita kalian menolong putriku" Ucap Shiba tertawa dengan kerasnya sedangkan para pelayan hanya tersenyum.

"Itu tugas kami Shiba-san" Jawab Zeref kalemnya sambil menyantap cake buatan Jellal.

"Am.." Erza hanya mengunyah cake buatan Jellal itu, cake strawberry.

"Sugoii , oishi" Seru Erza tanpa sadar.

"Yokatta naa, Hime suka cakeku" Jawab Jellal dengan senyum manisnya yang membuat Erza jadi tak menentu sendiri.

"Ada apa ini Erza, kenapa aku jadi gugup melihat senyumnya" Gumam Erza.

"Ngomong-ngomong kapan kalian akan memberikan Erza pelatihan?" Tanya Shiba.

"Mungkin dalam waktu dekat ini bahkan besok" Jawab Zeref.

"Apa yang akan kau ajarkan pada Hime besok Zeref?" Celetuk Jellal.

"Bela diri, kelincahan untuk Ojou sepertinya kurang dan kita perlu menyempurnakannya" Jawab Zeref.

"Souka, ganbatte Hime buat besok" Sahut Jellal menyemangati Erza.

"Tentu" Jawab Erza singkat namun hatinya berdegup kencang.

"Perasaan apa ini hah? Aku tak mengerti, idolaku itu Zeref" Seru Erza dalam hatinya.

"Selama kami ada disini Ojou-sama akan diberi pelatihan berat untuk menghadapi tantangan ke depan" Sahut Sho yang di sampingnya Natsu yang makan tanpa henti dengan ayam di mulutnya.

"Souka" Jawab Erza menatap keluar jendela kaca di ruang makan sembari menatap langit.

"Jadi ini hari-hari menyebalkan bagiku datang" Gumam Erza.

"Oh, Shiba-san, kami ingin menginformasikan mungkin kami akan lama disini sampai kutukan ini selesai untuk Ojou" Ucap Zeref mengkonfirmasi.

"Baiklah, aku terima kalian baik disini, melihat kalian masih muda, meningkatkan gairah mudaku untuk bekerja seperti kalian lagi, walau sekarang tak bisa, hahaha" Seru Shiba tertawa, akhirnya mereka bersulang dengan grey tea untuk kebebasan Erza.

"Apa aku akan sanggup menghadapi semua ini, Kaa-san, apa arti dari semua ini?" Gumam Erza meneguk tehnya.

TO BE CONTINUED

Tada, chapter 5 clear, gimana? Gimana ? kayaknya pendek amat ya? Apa Erza punya perasaan sama Jellal? Tapi ia mengidolakan Zeref, lho gimana ini akan berjalan ya? Dan bagaimana nantinya Erza akan diajari oleh 5 orang pelayan prianya itu? Next chapter 6, keep waiting and RnR please~