Strange Waiter, My Lovely Prince
Chapter 7 "Fall in love"
Pairing : Jellal X Erza
Rated: T
Genre: Supernatural, romance, family
Cerita sebelumnya,
"Biar aku yang urus" Ucapnya memegang perutnya yang ditusuk, "Tapi.. perutmu" Bantah Erza, "Seorang servant harus melindungi masternya sampai mati, namun bagiku Hime itu bukan master" Balas Jellal tersenyum lalu melawan monster itu sendirian dan membuat Erza tercengang. "Jadi kalau aku bukan master jadi?" Gumam Erza seketika juga wajahnya memerah.
A/N: Oalah author come back ke fic satu ini XD , udah lama banget ga update soalnya, author sibuk banget, gomen ya yang nunggu ni fic, karna author lagi menunggu masa bagi rapot, jadi lanjutin fic :D, ok, langsung saja author balas review sekalian :)
Dira Salsabila : Itu, aku juga masih bingung ssu. ._. #ditendang XD But nanti deh kalau udah memang waktunya pasti tahu kok. Makasih ya udah review :3
Back to story,
Warning: Typo, abal, OOC, alur kecepatan, etc
L
O
A
D
I
N
G
Strange waiter, my lovely prince chapter 7
"Ugh," Ucap Jellal memegang perutnya, "Ryūsei (Meteor)" Ucapnya langsung melesat seperti angin dengan cepat menghantam monster itu, namun monster itu tak bergeming.
"Kuso" Ucapnya, dengan sisa kekuatannya, ia memanggil "Shichiseiken lit (Grand Chariot)" Seketika 7 pilar cahaya datang dari atas dan menghentam monster itu dan sedikit mengerang kesakitan.
"Gotcha, ughh" Ucap Jellal namun ia mengeluarkan darah. "Jellal" Teriak Erza, namun Jellal hanya melambaikan tangannya dan mengatakan "Aku baik-baik saja Hime" dengan riangnya, 'Duagh' Ia melayang terkena hentaman dari nonster itu.
"Konsentrasilah baka" Seru Erza, "Akan ku akhiri, Heaven Palm" Serunya dari reruntuhan dan sebuah bola cahaya muncul di telapak tangannya dan ditembakkan ke monster hingga ia terpental dan terkena dinding sihir yang tak terlihat, "Jarak seperti ini cukup jauh dari mereka, Ankoku no Rakuen lit (Altairis) " Serunya melipat tangannya di atas kepala, membacakan mantranya hingga semua bayangan di sekitar mendekat ke arahnya dan membentuk sebuah meteor yang sangat padat yang memiliki gaya gravitasi besar sehingga dapat menghisap musuh dan menghancurkan monster itu sekali hantam, dan langsung monster itu menjadi kelipan cahaya dan menghilang.
"Selesai juga" Ucapnya tersenyum ke arah teman-temannya dan ambruk. "Jellal" Seru Erza menghampirinya, namun suara itu makin kecil, kecil dan ia kehilangan kesadarannya.
Beberapa jam ia pun sadar, tampak hanya teman-teman dan sang putri di dekatnya. "Jellal kau tak apa-apa?" Tanya Erza khawatirnya. "Ah, iya, tentu saja, aku sehat saja Hime-sama" Jawabnya langsung bangun dan 'Krekkk' Suara tulang belakangnya remuk, "Jellal" Seru teman-temannya lalu membaringkannya, "Tulang belakangku patah haha"Tawanya menahan perihnya, "Kau selalu saja ceroboh" Marah Erza yang langsung menonjoknya.
Setelah itu,
"Hime-sama menambah sakitku" Ucap Jellal, "Makanya jangan ceroboh" Kesal Erza, "Kalian tak apa-apa?" Tanya Jellal pada teman-temannya.
"Ya luka saja" Jawab Zeref.
"Sho, Natsu , Hibiki angkat aku keluar dari sini, biarkan Zeref dan Hime di dalam saja, Hime akan mengadakan pengobatan untuk kita semua" Balas Jellal yang langsung dapat tatapan heran dari sang putri.
"Ba—bagaimana bisa?" Tanya Erza cengo, "Peluk saja, entah kenapa seperti ada sebuah kekuatan di dalam diri Hime yang dapat menyembuhkan kami sebagai servant Hime namun kami harus bertelanjang dada" Jawab Jellal. "Jadi?" Gumam Erza memerah.
"Ya, yang pertama Zeref dulu diobati" Riang Jellal yang diangkat Sho, Hibiki dan Natsu, "Kenapa bukan aku saja Jellal" Seru Hibiki, "Ya aku belakangan saja, karna ga terlalu berat" Ucap Sho, "Kami menunggu di luar" Sambung Natsu dan mereka pun menutup pintunya. "Aku belum bilang aku mau bodo" Seru Erza, sekarang tinggal Erza dan Zeref, ntah mengapa baginya Zeref itu bagaikan pangeran baik hati dan sopan.
"A—apa tak apa-apa aku melepaskan bajuku Ojou?" Tanya Zeref, "Tak apa-apa, yang penting aku bisa menyembuhkan kalian" Jawab Erza, segera saja Zeref membuka bajunya, tampak sekujur tubuhnya memar dan luka berat. Erza langsung saja memeluknya, "Ah, Ojou, aku rasa tenagaku sedikit bertambah dan tubuhku tak kaku lagi" Ucap Zeref, "Benarkah?" Tanya Erza, sedangkan yang ditanya hanya mengangguk.
"Jadi karena itu Jellal hanya hening memelukku tempo hari" Gumam Erza sendiri, "Apa Jellal pernah memeluk Ojou-sama?" Tanya Zeref namun tak digubris oleh Erza yang kali ini terdiam memikirkan hal lain. "Ojou sama" Panggil Zeref, "Ah, ya ada apa Zeref?" Tanya Erza padanya.
"Apa Jellal pernah memeluk Ojou-sama?" Tanya Zeref lagi, seketika wajah Erza memerah, "Ya aku akui ia pernah memelukku" Jawab Erza menunduk, "Tapi ia tak melakukan apapun lagi kan Ojou?" Tanya Zeref khawatir, Erza langsung saja menggeleng, "Souka, setelah 10 menit, aku rasa aku sudah baikkan, arigatou Ojou" Ucap Zeref melepaskan pelukannya dan memakai bajunya kembali lalu diganti oleh Sho, Sho pun merasakan hal yang sama, namun karna luka Sho tidak terlalu berat jadi ia tak terlalu lama, dan akhirnya digantikan Hibiki, seketika yang di luar hanya sweatdrop mendengar teriakkan Erza yang tak tahan dengan rayuan gombal Hibiki, setelah selesai dan ditendang oleh sang tuan putri keluar.
"Nee, Sho aku ditolak oleh Ojou" Rengeknya pada partnernya itu, sang partner hanya sweatdrop melihat tingkah si pria berambut blonde kecoklatan yang paling playboy diantara partner-partnernya yang lain.
"Nee, Ojou obati aku" Teriak Natsu yang langsung telanjang dada di depan ruangan, Erza hanya sweatdrop melihat servantnya yang abal satu ini.
"Maaf Ojou, aku belum bisa melindungimu lebih baik, namun aku akan berusaha lebih keras lagi untuk lebih kuat" Ucap Natsu yang memeluk tuan putri berambut merah tua itu.
"Sudahlah, yang penting kita semua selamat dan aku sudah bahagia, kita akan berusaha" Jawab Erza tersenyum, setelah itu tinggallah Jellal yang terakhir.
"Maaf, aku tak bisa bangun, Hime" Ucap Jellal, "Tak apa-apa, tapi mungkin ya, aku akan memelukmu berbaring" Balas Erza yang wajahnya memerah dan duduk di pinggir kasur king size itu, "Kakimu sudah baikkan Hime?" Tanya Jellal, "Itu tak apa-apa, kau kan ehh" Jawab Erza terbelalak saat ia menaikkan kakinya seketika itu juga Jellal menarik kakinya dan menciumnya.
"Aku takkan memaafkan makhluk-makhluk bodoh itu membuatmu terluka Hime" Ucapnya dengan tatapan serius, "Sudahlah bodoh, badanmu sakit" Balas Erza menjitaknya dan memanglingkan wajahnya, lalu ia pun terbaring di atas tubuh pria berambut azure itu.
"Apa aku berat?" Tanya Erza berada di dekapan pria itu, "Tidak, aku rasa tidak" Jawab Jellal, jantungnya berdegup kencang dan didengar oleh wanita berambut merah tua itu.
"Jellal" Panggil Erza, wajah mereka hanya berjarak sejengkal saja, dua-duanya memerah bak tomat.
"Kenapa jantungmu berdegup dengan kencang?" Tanya Erza, "Ah, entahlah, aku juga tak tahu Hime" Jawab Jellal yang kini memanglingkan wajahnya.
"Ah, Jellal" Panggil Erza lagi, dan Jellal hanya menoleh ke hadapan Hime itu.
"A—arigatou telah menolongku" Sambungnya , kini wajah Erza memerah.
"Itu kan sudah tugasku dan menolong partner-partnerku, tapi Hime, sebagai imbalannya, aku ingin" Ucap Jellal tersenyum evil yang membuat Erza berngidik ngeri.
"Tidurlah bersamaku disini hingga aku benar-benar pulih" Sambungnya tersenyum lebar, "Aku juga punya kesibukkan lain, ditolak" Tolak Erza, "Tidak bisa, kau harus disini, sebagai imbalan aku menolongmu" Ucap Jellal tak mau ngalah dan Erza pun kalah dalam adu mulutnya, dan mereka pun tertidur.
"Wah-wah Jellal, memonopoli Ojou sampai segitunya, Sho aku juga mau" Keluh Hibiki pada Sho mengintip Erza dan Jellal, "Sudah, biarkan saja mereka beristirahat, jangan menganggunya, lebih baik kita juga beristirahat" Saran Zeref dan mereka pun bubar.
"Kenapa jantungku berdegup kencang, wajahku dan wajahnya memerah, apa ini yang namanya debaran cinta?" Tanya Erza pada dirinya sendiri, lalu menatap wajah sang pria berambut azure itu, "Wajahnya tenang sekali dalam tidur, apa-apaan ini, Erza, sadarlah, apa ini perasaan cintaaaaa? Argghhh ini semua membuatku bingung" Teriak Erza dalam hatinya.
END
Apa Erza benar jatuh cinta pada Jellal? Begitupun dengan Jellal, bakalan ada apa lagi di chapter selanjutnya, siapa yang akan dipilih Erza? Bagaimana kelanjutannya, next chapter, keep waiting and KriSan? RnR please :)
