Semuanya hening dengan suasana yang dingin.

Namun Kazusa segera memulai percakapan "sudah tunggu lama ya Jin-Kun? Maaf saya telambat" sambil membungkukan badannya.

Jin" nee, tidak apa-apa. Aku baru nyampe kok, tenang saja"

Kazusa sepertinya mulai tampak tenang namun suasana kembali hening tak ada satu pun kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Keduanya keliatan malu-malu sampai pipi mereka merah bagaikan kepiting rebus.

3 menit berlalu

Tetap saja mereka diam tanpa mengeluarkan septa kata pun.

7 menit pun telah berlalu.

"anu , ini eh" ucap mereka berdua serentak.

"itu" kata Jin sambil menelan ludahnya.

"a a apa? hmmm" tersipu malu-malu.

"kamu duluan saja deh" jawab mereka serentak lagi.

"Kamu saja deh" seru Kazusa.

"kamu saja yang mulai Kazusa" seru Jin sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

"ehm, apa ya? Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas hadiah valentinenya. Aku suka! Kalau kau Jin-kun? Mau bilang apa?" seru Kazusa bagaikan kepiting yang telah direbus matang-matang dan melirik Jin.

Deg deg deg detak Jantung Jin menjadi sangat cepat seperti mau copot.

"itu, ehm uhmmm? Anuu?" sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal ia terlihat sangat gugup.

"iya, apa?" Kazusa saking penasaran dan gugupnya sekali-kali ia memainkan jemari tangannya dan bertanya.

Kazune yang bersembunyi di belakang pohon tanpa tidak sabari mereka berdua sangat ingin mengetahui apa yang sebenernya yang ingin diucapkan Jin itu ia pengen sekali keluar lalu memukul Jin menyuruhnya cepat kasih tau. Namun ia harus menahannya karena ia tau apa yang terjadi jika ia keluar sekarang.

"sebenernya"sambil memberanikan dirinya.

"Ayolah cepat Jin kau mau ngomong apaan?" seru Kazune dalam hati.

"mudah-mudahan apa yang kuharapkan terjadi" doa Kazusa di dalam hatinya ia sangat berharap Jin menembaknya.

"Kyyaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh! Itu Jin-Kuga bukan? Artis yang sedang populer dikalangan remaja itu?" seru salah satu Fans Jin. Lalu semuanya melirik Jin terutama cewek yang bersama Jin.

"sial! Penyamaranku ketahuan" seru Jin

Lalu semua fans Jin segera berlari kearah Jin.

Jin segera menarik tangan Kazusa untuk segera pergi menjauhi mereka. Lari sekuat-kuatnya agar bisa terhindar dari mereka.

"ah sial, gara-gara Fans Jin aku jadi tidak bisa tau apa yang ingin di ucap Jin" seru Kazune dengan kesalnya sambil membaca bukunya dan beranjak pergi dari sana.

Kazusa dan Jin terus berlari dari kerumunan Fans Jin yang mengejar mereka dan akhirnya mereka memasuki sebuah gang yang tampak sepi dan tidak ada orang, mereka ingin melewati gang itu karena gang itu bisa membawa mereka ke jalan yang agak ramai orangnya biar mereka tidak ditemukan. Namun sungguh mereka tidak percaya di liatnya di depan gang telah ada wartawan, penyiar tv dan sebagainya. Ingin memasuki gang namun karena berbondong-bondong tidak bisa, akhirnya mereka terpaksa berputar balik namun tidak disangka yang kiranya Jin dan Kazusa Fansnya tidak terlihat lagi namun telah mengepung mereka berdua dari berlawanan arah juga. Mereka pun penasaran ingin menanyai Jin siapa cewek yang bersamanya itu. Akhirnya mereka berdua terlihat panik tidak tau mau ngapain kiri kanan telah ada orang-orang yang mengepung mereka.

"Gimana ni?" tanya Kazusa dengan panik.

"tenang saja Kazusa" ucap Jin seraya menenangkan Kazusa.

"Tinggalkan Kami" bentak Jin kepada mereka.

Mereka tidak juga pergi, mereka melontarkan berbagai pertanyaan yang bertubi-tubi.

"siapa gadis manis ini Kuga?"

"apa dia pacar mu?"

"Tunanganmu kah? Yang dijodohkan dengan mu?"

Sangat banyak pertanyaan mereka. Sedangkan fans-fans Jin sedikit kesal dan melontarkan pertanyaan yang sedikit menyingung perasaan Kazusa.

"siapa cewek ini Kuga? Jelas aku lebih baik darinya"

"aku lebih kawaii"

"aku lebih cantik dan pintar."

"apa si hebatnya cewek jelek kek dia?"

"Tinggalkan saja dia Kuga pacaranlah dengan ku? Dia hanya gadis kampung!"

"apa jangan-jangan dia telah peret kamu?"

"hey! Gadis jelek apa yang telah kau berikan kepada Jin-kuga!" bentak salah satu fans Jin sambil menunjuk Kazusa.

Pertanyaan itu sangat membuat Kazusa sedih dan sedikit ketakutan sampai gemetar, Jin terlihat sangat tersingung dengan perkataan fans-fans nya itu.

"Diam Kalian semua! Kalian tidak ada hak menjelek-jelekkan pacarku!" sambil memeluk Kazusa.

Mereka pun diam sejenak Kazusa pun tampak kaget dengan apa yang telah Jin katakan.

"Dia sekarang pacar ku! Dan kami bakal bertunangan! Mulai saat ini! Jangan ganggu Kami lagi! Tinggalkanlah kami berdua! Kalian hanya hama penganggu dan pengacau kencan kami!" bentak Jin dengan tatapan tajammnya itu.

Akhirnya Kazusa dan Jin masuk ke berita Tv, Koran,Majalan dan lain-lainnya yang sangat membuat fans Jin-Kuga itu sakit hati.

SedangkanTeman-teman sekolah mereka kaget sekali dan sangat mendukung mereka pacaran, teman-teman pun sangat salut kepada Jin yang berani menyatakan cinta didepan umum.

Sedangkan Karin sangat kaget Kazusa bisa suka pada Jin, dan Kazune juga sangat shok mendengar berita itu ternyata yang ingin di sampaikan Jin kepada Kazusa adalah penyampaian cinta saat itu.

Kazusa And Jin jadian tanggal 14 februaly di depan umum.

Flash End To 13- 14 februaly

(begitulah Kisah Kauzsa dan Jin bisa pacaran begitu juga Miyon dan Yuuki yang sampai saat ini belum diketahui siapa pun kecuali Michi)hehe xD

Flash back to 17-31 desember di malam natal

Tring Tring Tring !

"Kazusa, Kazusa Bangun ayo cepat bangun sudah jam 6.30 ni ntar telat ke sekolah loh" seru Himeka sambil mengoyang-goyangkan badan Kazusa.

"uuuhhmm! Hmm, sebentar lagi donk Himeka masih ngantuk ni"

Tut Tut Tut ...

HandPhone yang dihiasi kelinci itu bergetar tanda telepon masuk.

"Kazusa, HP kamu bunyi ni."

"uhm, siapa si? Biarin saja ah, gak penting mungkin" seru Kazusa sebari kembali tidur.

"jangan gitu loh Kazusa, Dari Jin ni" sambil mengambil Hp Kazusa.

"hah? Apa? Mana-mana? Sini aku angkat, kata-kata tadi kutarik kembali" sambil mengangkat telepon.

Himeka hanya bisa tertawa melihat tingkah Laku Sepupunya itu lalu berjalan keluar dari kamar menuju dapur untuk buat sarapan.

"Moshi-moshi?"

"Kazusa? Apa kau sudah bangun Bunny? Sambil cekikikan di telepon.

"uhm, sudah Honey, kau dimana sekarang?"

"dimobil sedang menuju rumahmu. Ingin menjemput kamu Bunny"

"hah? Dimobil? Kalau gitu aku siap-siap dulu Honey! Bye!" tut tut

Jin hanya terpaku sambil menaikkan sebelah alisnya ia heran dengan Kazusa yang tiba-tiba bye.

"aahhk! Gawat Jin Sedang menuju kesini! Mandi-mandi" Kazusa segera mengambil seragamnya mengambil handuk sebelum itu ia tidak lupa membereskan tempat tidurnya.

Kazusa sambil berlari menuju kamar mandi yang tidak sengaja mendorong Rika.

"aduhh, Kazusa Hati-hati donk" sambil terjatuh

"iya, maaf-maf terburu-buru sii!" bergegas meninggalkan Rika.

"Kau tidak apa-apa Rika?" tanya Miyon sambil membantu Rika bangun.

"tidak apa-apa, Arigatou, napa tuh anak buru-buru amat?"

"tidak tau padahal masih jam 6.40" seru Miyon sambil melihat jam dinding.

"hm, ayo kita bangunin Shigen sama Yuuki, biarin saja Kazusa mungkin Jin datang menjemputnya" sambil menarik tangan Miyon.

"ah, iya ayoo"

Kazusa telah sampai di kamar mandi namun kedua-duanya penuh.

"Hey! Siapa didalam? Cepat donk aku buru-buru ni." Seru Kazusa pakai teriak.

"Lagi Sakit perut Kazusa!" seru Michi di balik kamar mandi.

"aduh! Hey siapa didalam?" sambil mengetok kamar mandi sebelahnya Pam Pam!

"uu uu emm eu mmh hummm ehmm mm enn khmmm"sambil cerutu gak jelas.

"hey siapa si? Cepat donk! Aku buru-buru. Kazune ya? Ngapaen si?"

"Gosok gigi mungkin" seru Michi.

Kazusa hanya ber'oh'ria dan yang bisa dia lakukan hanya menunggu di luar.

"Kazusa kau ni buru-buru sangat, lagi gosok gigi juga!" sambil keluar pintu dan meninggalkan Kazusa.

Kazusa cuek saja dan segera masuk kamar mandi.

RikaxMiyon and YuukixShigen POV

Rika dan Miyon berjalan sampai ujung menuju kamar Yuuki dan Shigen.

Sembari berjalan tampaknya Rika merencanakan sesuatu.

"hm, sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu Rika?"

"ia, kau tau saja." Sambil tersenyum.

Miyon mulai tampak bingung dengan tingkah laku Rika yang sedikit aneh.

"Kau mau nagapaen Rika?"

"ssst, kita kerjain yuk?"

"Selalu ada saja kau ni" sambil mengeleng-gelengkan kepala nya.

"sini, kita pelan-pelan masuknya, ayo"ajak Rika sambil membuka pintu kamar Yuuki dan Shigen sambil berjalan pelan-pelan.

Miyon hanya diam saja dan mengikuti apa kata Rika.

"Miyon, tolong kau ambil kan kemoceng ya."Miyon hanya mengangguk tanda mengerti dan ia segera kembali dengan mengambil sebuah kemoceng di tangannya segera kasih ke Rika.

"kau lihat ya aku yang mengerjain mereka."

Miyon hanya mengangguk mengerti dan tertawa ia tau apa yang ingin di lakukan Rika. ia termasuk gadis jahil.

Rika megelitik Yuuki dan Shigen pakai kemoceng sekali-kali membuat mereka bersin.

" Hat Hat Hatchiu!"Shigen bersin sangat keras.

Rika dan Miyon tampak mematung karena kaget.

"hooammm, ada apa sii?" tanya Yuuki sambil bangun dari tempat tidurnya.

"Ayo, kalian bangun" seru Miyon.

Namun Shigen tertidur kembali dan Rika megelitikknya lagi. Sedangkan Miyon dan Yuuki telah berjalan keluar.

Sewaktu Rika sedang cekikikan sambil megelitik Shigen, dan tiba-tiba Shigen menarik tangannya dan Terjatuh. Bruuk.

"aduh" seru Rika Yang Jatuh tepat di atas Shigen.

"apa yang sedang kau lakukan Rika?"

Wajah Rika langsung memerah bagaikan kepiting rebus ia tidak nyangka bakal begini jadinya "hah?! tidak kok Cuma mau bangunin kamu." Sambil menarik diri untuk bangun namun tangannya masih di pegang sama Shigen.

"Kau mau pergi setelah lakukan Kejengkelan mu kepada ku begitu saja? Takkan kulepaskan! Selain 2 syarat." Senyuman licik terpangpang di wajah Shigen.

"eh! Apa yang kau mau dari diriku? Lepaskan gak?"

"enggak, kecuali kau nuruti 2 syarat itu."

"emang apaan?" Rika tampaknya kesel.

"pertama Apa kau mau jadi Pacar ku? Kedua Minta maaflah padaku" shigen sambil tertawa menahan jantungnya yang berdetak semakin kencang begitu juga Rika.

Rika yang jantungnya juga berdetak sangat kencang dan merasakan detakkan jantung Shigen, ia yang kira perasaannya tidak akan terbalas namun terbalas juga. Tapi Rikaberencana untun jual sok mahal ingin memancing keseriusan Shigen.

"hm, bagaimana ya? Aku akan meminta maaf tapi yang pertama pikir-pikir dulu ya? Gomen ne"

Senyuman Rika terlihat sangat licik dan Shigen telah melepaskan tangannya.

Dan mereka segera berdiri dan keluar dari kamar.

"kalau kau diam dan meminta maaf artinya terima ya?" sambil mengoda Rika.

"Iya, ehh tidak begitu kok" wajah Rika mulai memerah.

"kalau gitu iya."

"ah yasudah, aku juga suka kamu pun" Ungkapan Rika membuat kaget teman-temannya.

POV end

Kazusa yang telah selesai mandi langsung kekamar siap-siap ingin turun ke bawah untuk sarapan.

Sedangkan Kazune dan Michi yang ingin menuruni tangga Dan Himeka yang ingin menaiki tangga untuk memanggil semuanya sarapan, sedangkan Yuuki yang telah selesai mandi bersama Miyon ingin kembali kekamar untuk ambil tas semuanya pada mematung dan melirik ke arah RikaxShigen. mendengar ucapan Rika yang mengatakan "ah yasudah, aku juga suka kamu pun."

Rika yang sepertinya tidak tau telah berada di sekitar teman-temannya yang telah melirik dia ia segera menyadarinya dan terpaku membatu yang ia rasakan dan katakan didalam hati "kyahh harga diriku! Masa cewek nyatakan cinta ke cowok di depan teman-teman gitu?"

"ehem-ehem uhuk" Shigen yang pura-pura batuk dan berjalan ke kamar mandi.

Lalu semuanya kembali berjalan anggap semua tidak terjadi apa-apa.

Rika malu sekali dan segera ikut Miyon untuk kembali ke kamar ngambil tas dan segera sarapan.

Setelah semuanya berkumpul di meja makan tiba-tiba bel berbunyi.

Ting tong teng.

Himeka tampaknya ingin bangun untuk membuka kan pintu namun di cegah Kazusa "Biar aku saja Himeka, mungkin itu Jin" seraya berlari kearah pintu. Clik. "eh Honey, ayo masuk" sambil mengenggam tangan Jin. "sarapan bareng yuk!" Pinta Michi.

"iya, bareng saja" seru Kazune yang tiba-tiba berbeda hari ini.

"tumben-tumbenan kau Kazune" sambil duduk.

Kazune hanya diam saja dan semuanya sedang makan namun tiba-tiba "ada yang heboh ni!" teriak Yuuki yang membuat semuanya hampir keselek dan terkejut kecuali Jin.

"emang apaan?" tanya Jin penasaran.

"Rika dan Shigen telah berpacaran Honey" seru Kazusa.

Yang membuat semuanya keselek."Uhuk-uhuk"

Jin yang keselek karena mendengar Rika dan Shigen yang berpacaran sedangkan yang lain keselek karena Kazusa dengan lantangnya memanggil Honey.

"Honey?" seru mereka serentak.

"gak salah tuh?" tanya Yuuki.

"tidak" balas Jin.

Semuanya hanya diam dan melanjutkan makan jam telah menujukkan 07.05

"yuk, ikut mobil ku saja?" tawar Jin.

"aku sepeda saja" seru Kazune yang beranjak pergi.

"Aku juga sepeda mau bonceng Rika" seru Shigen

"aku juga dengan Miyon" seru Yuuki.

"aku ikut ya, ikut?" seru Michi.

"oke, Himeka Ikut yuk biar bareng"

Sesampainya mereka di sekolah.

Tanda bel pun berbunyi tanda masuk sekolah dan jam pelajaran pertama dan kedua adalah bahasa Inggris dan Matematika yang membuat murid-murid bosan dengan Gurunya yang Killer dan matematika yang bagi mereka sulit.

Akhirnya istirahat pun telah tiba.

Karin segera menghampiri tempat duduk teman-temannya.

"hey! Apa kalian tau 2 hari lagi natal."

"iya tau" jawab MiyonxRikaxHimeka serentak.

"hah? Apa Natal?" Kazusa sangat kaget mendengar 2hari lagi natal.

"memangnya kenapa Kazusa?" tanya Rika dengan poker facenya.

"masa kau tidak mengerti si Rika? Tanya Miyon.

"Tidak?" dengan wajah sangat polosnya.

"kami juga tidak mengerti" seru Karin dan Himeka berbarengan.

"Astaga! Sebenernya aku pun tidak mengerti" Seru Miyon kembali.

"ya ampun Miyon, kau Tidak mengerti pun masih belagak" bentak Rika seraya mencubit pipinya Miyon.

Karin dan Himeka hanya bisa Cekikikan melihat tingkah teman-temannya yang pada aneh-aneh itu.

"aduh! Kalian gimana si malah tertawa?! Aku lagi panik juga" Kazusa nampaknya kesel dengan teman-temannya.

"Emang kenapa Kazusa Kalau natal? Kau ingin memberi hadiah?" tanya Karin.

"iya, tapi gak tau mau hadiah apa?" huuh sambil mengembungkan pipinya.

"bagaimana dengan Punding?" tawar Himeka dengan idenya.

"Punding rasa apa? Tanya Kazusa balik.

"bagaimana dengan Coklat?" tawar Rika dan Miyon serentak.

"Iyatuh" seru Himeka ikut mendukung.

"iya itu bagus juga dikalau di malam natal!" tambah Karin.

"ide kalian memang Cemerlang deh!" puji Kazusa sangat senang dan memeluk teman-temannya.

"Entar malam apa kalian bisa menemaniku belanja bahan-bahannya dan belajar membuatnya bersama?"

"Tentu saja Kapan pun itu" jawab Himeka.

"Aku bisa, lagian aku tidak ada janji juga dan sekalian ingin membuatkan untuk seseorang tersayang" jawab Miyon sambil unjuk jarinya.

"aku bisa"jawab Rika Cuek.

Lalu semuanya melihat ke arah Karin.

"bagaimana dengan kamu Karin?" tanya Kazusa.

"uhm, maaf ya Kazusa aku tidak bisa aku banyak perkerjaan dirumah" jawab Karin.

"Ohh, tidak apa-apa kok, kami mengerti"

"Arigatou Minna-san" tersenyum manis.

Teng-Teng Tiba ada pengumuman sekolah.

"Harap semuanya berkumpul di lapangan sekolah ada penguman penting, Segera!"

Segera mereka semua berbaris.

"hm, emang nya ada pengumuman apaan si? Tanya Rika.

"Palingan tentang Liburan Musim dingin biasanya kan kalau hari sabtu di kumpul begini ada pengumuman." Jawab Shigen.

"iyatuh" Seru Yuuki sambil melihat mereka berdua.

"Kira-Kira pengumuman apa ya?" tanya Jin.

"Mungkin tentang Natal liburan musim dingin" jawab Michiru senang

"baiklah semuanya! Harap tenang dan diam. Sensei akan mengumumkan tentang Liburan Musim dingin tahun ini."

"yuuhuuuu" semua murid berteriak Girang.

"diam!"

"Guru Killer datang" seru Yuuki.

"semuanya Diam dan tenang!

Kalian akan diliburkan selama 2 minggu di liburan musim Dingin ini kalian akan masuk kembali ke sekolah ini tanggal 1 januari. Sebelumnya kalian bersenang-senanglah dan jangan lupa untuk buat pr. Sekarang semuanya! Bubar jalan!" sekian terimakasih.

Semuanya pun menuju gerbang menuju jalan pulang masing-masing.

"Honey? Pulang yuk aku antar" ajak Jin sambil mengemgam tangannya Kazusa.

"iya, tunggu teman-teman" sambil melihat jam di tangannya itu.

Kazusa telah melihat Kazune naik sepeda pulang.

YuukixMiyon dan ShigenxRika juga telah naik sepeda pulang.

Tap tap.

"Kazusa, aku jalan kaki saja ya bareng Karin dan Michi, Kasian Karin sendiri" tanya Himeka sambil tersenyum polos.

"iya gak apa-apa kok kasian dia juga"

"oke bye Kazusa Kami pergi dulu" seru mereka serentak.

"oke bye" Kazusa dan Jin sambil melambaikan tangan dan masuk ke mobil.

Tampak di sepanjang jalan Kazusa dan Jin tidak ngomong apa-apa, daripada diam akhirnya Jin memulai pembicaraan.

"Kazusa?" panggilnya dengan lembut.

"iya?" sambil melihat kearah Jin.

Jin semakin mendekatkan wajahnya ke Wajah Kazusa, Kazusa sudah bagaikan kepiting rebus dan ia segera memejamkan matanya.

Dan ...

Dan apa yang telah terjadi? xD

Dan apa yang telah Jin lakukan pada Kazusa?

Penasaran? Baca terus kelanjutannya! Biar tidak ketinggalan.

Jangan lupa di review.

Thank you for reading.

To Be Continued...