Thanks yha all da d review sma baca fanfict ku ini
walaupun tidak menarik, maaf kemarin updatenya lama di karenakan aku sudah upload tapi lupa update kiranya sudah. Hehehe gomen
langsung mulai saja ya chapter 6nya

.

.

Dan...

"Maaf Tuan Jin,Kita sudah sampai di rumah Nona Kazusa" kata Q-chan supirnya Jin.

"Eit, maaf Kazusa" sambil menjauhkan jarak wajahnya pada Kazusa, Jin pun telah merah padam karena rasa malunya itu.

"eh? Sudah sampai ya? Ehm Arigatou sudah di antarkan" sambil membukakan matanya dan keluar dari mobil Dan melambaikan tangan dan berkata "bye".

"iya sudah, bye" seru Jin sambil meninggalkan rumah Kazusa.

Kazusa segera memasuki rumahnya dan ia segera pergi ke kamarnya.

Dan berbaring di kasurnya yang empuk segera ia ambil boneka yang di kasih Jin sewaktu Valentine. Dan ia memeluk boneka itu dengan senangnya dan berkata "ah! Padahal sedikit lagi. Uhkk!" keluh Kazusa dengan wajah cemberutnya. Dan tanpa ia sadar ia ketiduran.

Kazune & YuukixMiyon & ShigenxRika Pov

Shigen yang memboncengin Rika di belakangnya tampaknya mendahului Kazune di depannya. Yuuki Pun tidak mau kalah begitu juga dengan Kazune yg akhirnya semua bersebelahan.

"bagaimana kalau kita lomba siapa yg duluan nyampe di rumah dia menang" teriak Yuuki

"Yang pertama kali nyampe dia menang dan yang terakhir dia nyampe kalah tapi dapat hukuman tapi hukuman nya di tentuin sama pemenang! Bagaimana setuju?" nyambung Shigen

"Cih, siapa takut" seru Kazune.

"Setuju! 1 2 3 Go!

Mereka terus mengayunkan sepeda mereka dengan sangat cepatnya.

MichixHimekaxKarin POV

"hooammm! Bosannya" seru Michi dengan wajah ngantuknya itu.

Namun Karin dan Himeka tetap saja diam dan berjalan terus tanpa mereka sadari Michiru berhenti sejenak yang sepertinya ada sesuatu yang menarik perhatian Michiru dan ia segera menuju ke sana.

"Himeka, disini dulu ya? Rumah ku sudah mau nyampe, Sayonara! Arigatou!" seru Karin.

"Ne, Karin-chan Sayonara" sambil melambaikan tangannya pada Karin.

Dan tiba-tiba Himeka baru sadar "Loh? Michiru? Kau dimana?"

"Aku disini Himeka, Lihat" sambil meduduki sepeda yang ternyata milik Michiru.

"Loh? Sepeda kamu sudah di perbaiki?" tanya Himeka dengan heran.

"iya sudah, ayo naik. bengkel nya di sana doang ternyata sudah di perbaiki semalam jadi langsung ku ambil saja" kata Michiru dengan senang

"ooh iya baguslah"
"ngomong-ngomong Karin sudah pulang?" sambil mengayunkan sepedanya

"iya sudah tadi."

Tiba-tiba.

Syuuhhhhhh!

"awas kau Kazune" teriak Yuuki yang tampaknya mengejar Kazune tampak di sadari mereka telah melewati Himeka dan Michiru. Sedangkan Shigen dan Rika di belakang mereka menyusul.

Michiru dan Himeka tampak bingung dengan tingkah laku mereka yang saling kejar-mengejar begitu.

Tampak tunggu-tunggu Michiru pun ikut mengayunkan sepedanya dengan cepat melewati Shigen dan Rika. Ia mengayunkannya terus dengan sangat cepat dan berkata "peluk lebih erat Himeka ntar jatuh" dengan tatapan serius Michi.

"ah, i iya baiklah"

Shigen pun tidak mau kalah namun tetap saja berada di barisan paling belakang.

Dan Michi Pun telah mendahului Yuuki dan sejajar dengan Kazune.

Mereka mengayunkan sepeda dengan cepatnya dan tampaklah gerbang rumah kediaman Kujyo itu tampak terbuka lebar.

Dan Michiru dan Himeka duluan sampai di susul oleh Kazune dan Yuukixmiyon dan terakhir Shigen dan Rika.

"yang membuat taruhan sendiri kalah sendiri" ucap Yuuki sedikit menyindir.

"ayo cepat! Apa hukumannya?!" Ucap Shigen yang sedikit ngambek dengan sindiran Yuuki.

"maaf Shigen-kun jangan tersingung atas kata-kata yuuki" kata Miyon sambil memukul kepala Yuuki (Plakkk!)

"Aduhh" ringis Yuuki kesakitan.
"gara-gara kamu kita jadi kalah kan!" keluh Rika ke Shigen.

"itu juga karena kamu berat tau!" Bentak Shigen ke Rika.

Dan Rika langsung pergi masuk kamarnya dan meninggalkan mereka. Miyon dan Himeka yang melihat temannya Rika yang kali ini sepertinya sedih banget segera menyusul Rika untuk menghiburnya.

"maaf, permisi dulu" kata Miyon dan Himeka dengan sopan terhadap teman-temannya

Para anak cowok bingung dengan sikap anak-anak cewek yang segera beranjak pergi.

"Nah, yang menang kan Michiru jadi Michiru saja yang kasih hukumannya" kata Kazune dingin dan meninggalkan mereka bertiga.

"Ha? Memangnya hukuman apa ya?" tanya Michiru bingung.

"Ini yang kalah lomba sepeda sampe rumah siapa yang terakhir sampai dia kalah" kata Yuuki sedikit menjelaskan.

"ehm, gak perlu saja deh aku masuk dulu ya? Dah!" ucap Michiru dengan santainya.

"yaudah tidak ada hukuman, masuk saja" Ajak Yuuki kepada Shigen.

Saat YuukixShigen menuju kamar mereka.

"apa tadi sikap dan kata-kata kamu tidak keterlaluan terhadap Rika?" kata Yuuki sambil berjalan dan membukakan pintu kamar mereka.

"keterlaluan gimana? Aku tidak mengerti" kata Shigen dengan santai sambil baring di tempat tidurnya.
"ah, sudahlah lupakan saja. Aku mau mandi dulu" kata Yuuki.

Di saat yang sama sewaktu Rika mau ke dapur melewati kamar YuukixShigen tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka. "Dasar Tidak Peka" ucap Rika di dalam hati dan melewati kamar mereka di saat itu juga Yuuki keluar kamar dan melihat Rika sedang berjalan beberapa langkah di depannya dan menuju ke tangga.

Namun Yuuki hiraukan saja dan menuju ke kamar mandi.

FLAHBACK TO RikaxMiyonxHimekaxKazusa POV

Rika pergi meninggalkan mereka dan pergi menuju kekamarnya. Blamm!menutup pintunya dengan keras.

"Rikaaaa!" teriak Miyon dengan Himeka.

"pergi! Tinggalkan aku sendirian! Jangan ganggu aku!" teriak Rika di balik kamarnya.

"tapi Rika kami kan sahabat kamu" seru Miyon di depan pintu.

"Iya Rika baik suka maupun duka kita kan selalu berbagi dan bersama kita sahabat juga keluarga" seru Himeka dengan nada sedih.

Cklik!~

"Baiklah, masuk saja. Maafkan aku telah membuat kalian berdua khawatir" kata Rika sambil terisak dan mengusap matanya yang basah dan merah itu.

Miyon dan Himeka segera memeluk erat Sahabatnya Rika.
"kau menangis Rika?"tanya Miyon.
"kalau kau ada masalah. Ceritakan lah Rika kami siap membantu"kata Himeka dengan Senyuman yang terpampang di wajah manisnya itu.

Rika sangat terharu melihat teman-teman yang begitu perhatian sama dia dan balas memeluk mereka dengan erat.

Tiba-tiba ada yang datang Tap! Tap! Tap!

"Hoamm, ada apa si?(sambil mengucek matanya) Kok berisik banget padahal aku sedang mimpi indah" seru Kazusa yang sepertinya kecewa bangun dari mimpi indahnya.

"Eh, Kazusa?" teriak Rika,Himeka dan Miyon sambil melepaskan pelukan mereka.

"eh, ada apa?" teriakkan mereka membuat kaget Kazusa.

"tidak, kamu kok tiba-tiba muncul kayak hantu saja" diledek oleh Rika.
"Arrgh, Rika-chan masa aku di panggil hantu?"

"hahaha, bercanda" walaupun Himeka dan Miyon tau kalau Rika hanya berpura-pura tertawa di depan Kazusa.

"aku tau Rika kamu jangan sembunyiin kesedihan mu" kata Kazusa sambil masuk ke kamar RikaxMiyon dan duduk bersama mereka.

"iyatuh Rika cerita saja ke kami kamu kenapa?" Miyon bertanya kepada Rika

Rika lalu mengunci pintu kamarnya dan langsung duduk di ranjang nya bersama teman-temannya.

Suasana d kamar Rika atau Miyon pun hening seketika.

"ceritakanlah Rika?" seru Kazusa

"aku a a aku! Huwaaa huweee Hikks hiks!" tiba – tiba Rika menangis sehingga membuat teman-temannya kaget.

"ha? Kamu kenapa Rika ? jangan menangis dong!" pinta Himeka.

"hiks . . . mungkin Shigen sudah tidak cinta lagi sama aku masa hiks hiks! " ucap Rika sambil terisak-isak.

"sabar Rika sabar Thinking Positif donkk!" Seru Miyon menyemangati

"apa aku tambah gemuk ? apa aku harus diet? Demi dia! Agar dia tidak tinggalin aku? Aku takut dia tinggalin aku karena masalah berat badan"

"itu tidak mungkin Rika, Shigen tidak akan tinggalkan kamu" seru Himeka juga ikut menyemangati

"ta ta tapi Himeka tau dari mana?"

"coba saja di ingat-ingat buktinya waktu kamu sakit dia rawat kamu sampai rela-rela bolos sekolah, walau lagi hujan tetap ke apotik dan pulangnya dia juga ikutan sakit flu! Itukan sudah perhatian banget?" seru Himeka dengan Chubie facenya.

"i i iiyaa juga si Himeka. Tapi tadi dia katain aku berat! Oke fine! Aku akan diet kasih dia lihat!" segera beranjak berdiri lalu mengepal kan tangan nya dan sekarang seru Rika tidak menangis lagi tapi wajahnya seakan-akan lagi marah dan juga semangat, sehingga membuat Teman-temannya bingung sekaligus kaget di buatnya yang tiba-tiba dari sedih menjadi semangat membara begitu.

End Of RikaxMiyonxHimekaxKazusa POV

"teman-teman? Saya masak dulu ya sudah saatnya makan malam" seru Himeka dan beranjak pergi.

"aku bantu ya Himeka!" seru Miyon juga beranjak pergi.

"aku mau mandi dulu deh Rika, duluan ya" seru Kazusa

"oke" kata Rika dengan senyum manisnya.

DiDapur

"kamu mau masak apa Himeka?" tanya Miyon ke Himeka.

"Mungkin nasi Goreng?"

"Tidakkk!" tiba-tiba terdengar suara Rika berteriak.

"Kenapa?" tanya Miyon dan Himeka kepada Rika.

"Karena Nasi goreng hanya akan menambah lemak kita saja jadi jangan nasi goreng!" seru Rika dengan ceplas ceplos.

Miyon dan Himeka tetap mencerna kata-kata dari Rika temannya itu

"aku mau diet!"

"Haaa?! Diet? Serius ?" spontan Miyon dan Himeka kaget

"iya aku mau diet jadi menu makan malam ini Salad saja"

"Tapi bagaimana dengan anak laki-laki? Mereka kan tidak suka makanan sayur?" Himeka pun bertanya kembali ke Rika

"gampang saja buatkan saja 6 nasi Goreng dan sisanya salad"

"baiklah!" Seru Himeka dan Miyon bersamaan.

"aku ikut bantu buat saladnya ya Himeka" seru Rika

20 menit kemudian

"makan malam sudah siap! Ayo semua makan!" seru Rika agak mengeraskan suaranya.

"Haiii!" dan teman-temannya membalas.

"ayo Q-chan ikut makan bareng kami" Ajak Himeka kepada Q-chan.

"baik Nona Himeka, Arigatou!" balas Q-chan

Setelah semua berkumpul di meja makan

"Kenapa Ada salad?" tanya Michiru

"ini Auuhh!" Miyon meringgis kesakitan akibat kakinya di injak oleh Rika.

"Sakit tau" bisik Miyon ke Rika dan Rika hanya balas dengan senyuman mautnya yang membuat Miyon merinding

"gini kami para cewek lagi mau makan salad saja!" jawab Rika

"Ohh begitu" Michiru hanya ber'oh'ria

Dan mereka menyelesaikan makan malam mereka dengan dilengkapi canda dan tawa.

2 Minggu kemudian

"kyahhh! Yeah yeah yeah! Akhirnya!" seru Rika teriak-teriak senang.

"ada apa si Rika teriak-teriak ?" tanya Kazusa pada Rika.

"eh! Bising tau!" seru Kazune.

"huuh! Ini Kazusa berat badan aku turun 5kg lohh!"

"ha? Wah baguslah Rika! Sekaran jadi berapa berat badan kamu?" tanya Kazusa senang.

"dasar cewek!" ketus Kazune dan pergi

"41kg, hehe" disertai tawanya

Dan sejak itu Shigen tambah perhatian sama Rika melebihi dulu. Shigen selalu cemburu jika Rika bicara dengan teman sekelas (kecuali dengan teman-teman dirumah)

End of 17-31 desember di malam natal And Flash Back To Kazune and Kazusa POV (bisa diliat di Chapter 3)

"Punding Stroberry nya sudah Kak! Silahkan di cicipin dan kasih pendapat Kak!" Seru Kazusa dengan berbinar-binar matanya.

"Hn" balas Kazune dan masukan kemulutnya.

"gimana kak Rasanya?"

"Manis dan " Kazune sedikit mengantungkan Kata dan di belakangnya.

"apa kak?" jawab Kazusa tidak sabar.

"enak"

"kyah! Baguslah kak" tiba-tiba keluar lah senyuman seringai dari Kazusa sehingga membuat Kazune berpikir " ni anak pasti ada maunya!" pikir Kazune.

"tapi aku punya 1 permintaan kak Kazune"

"Sudah di duga" kata Kazune dalam hati.

"A a apa?" sambil gugup kazune menjawab.

"gini kak, aku mau kak 1 kamar dengan Karin. Bagaimana? Kamar kak kan luas jadi tidak apa-apa kan?" dengan puppy eyesnya yang memohon.

"APA ?!" teriak Kazune Spontan membuat seisi rumah kaget dan Kazusa menutup telinganya ia sudah tau kalau kakaknya bakal direspon begini.

"Apa kau gila Kazusa, masa harus 1 kamar dengan Karin? Kata Kazune dengan wajahnya yang memerah bagai kepiting rebus.

"Kumohon kak! Please! Tidak 1 ranjang kok, biar Karin aman dan tidak sendirian, kan kasian dia Kak?" seru Kazusa mohon-mohon.

"ehm, ba baiklah kalau begitu"

Dan teman-teman berlarian kearah sumber suara itu.

"ada apa ada apa?"teriak Michiru.

"iya ni kenapa?" tanya Shigen.

"ada apa si kok teriak-teriak"tanya Yuuki

"kamu tidak kenapa-kenapa kan Kazusa?

"Tidak apa-apa kok"

Sedangkan Rika, Miyon dan Himeka Cekikikan. Dan Kazusa mengancungkan Jempolnya kepada Rika, Himeka dan Miyon tanda telah berhasil.

"sebenarnya apa yang terjadi" tanya Karin polos

"tidak apa-apa kok!" jawab mereka semua kompak.

Karin hanya ber'oh'ria.

"ayo semua sudah malam mari bantu Karin membereskan barang-barangnya dan pindah kekamar Kazune." Seru Himeka.

Sedangkan Kazune segera kekamarnya. Karin pun nampak kaget namun tersipu-sipu malu.

"Haiii!" jawab teman-teman kompak.

Dan setelah mereka membantu Karin untuk membereskan barang-barangnya di kamar Kazune dan mereka pun segera beranjak tidur.

KarinAndKazune POV

Suasana sunyi dan hening tidak seorang pun dari mereka yang membuka suara. Tapi Karin yang duluan membuka suara karena ia berpikir tidak enak kalau hanya diam begini saja.

"Anoo, terima kasih sudah memberikan aku untuk tinggal di sini."

"Hn" jawab Kazune cuek.

Dan sunyi kembali lagi.

"Karin?"

"i iiya, kenapa Kazune?"

"apa ada orang yang kamu sukai?"

"ha?" Karin pipinya merona bak kepiting rebus

"kalau tidak jawab juga tidak apa-apa"

"sebenernya..." Karin mengantungkan kalimatnya.

"apa?" tanya kazune sedikit penasaran.

"sebenernya ada"
"siapa?"

"RAHASIA, tapi dia 1 sekolah dengan ku, aku selalu menyembunyikan perasaan ini terhadap dia maupun teman-teman tapi semakin aku berusaha menyembunyikannya kemungkinan semakin terlihat"

"memangnya dia spesial?
"iya dia sangat spesial bagiku"

"begitukah" Kazune menjawabnya dengan suara agak berat.

"iya, dia sebenarnya orang yang baik tapi dia terkenal galaknya kepada ku tapi aku merasa sikap itu bukan hanya dia tujukan kepadaku tapi juga kepada teman-teman, saat aku kesusahan dia ada di samping ku menolong ku sampai saat ini, dia cinta pertama ku sejak pertama kali kenal dia aku sangat benci dia tapi pada akhirnya aku suka dia tapi dia selalu di kelilingi fansnya kadang itu membuat aku cemburu" tetesan air mata pun keluar dari mata Karin.

Kazune agak kaget dengan cerita Karin tapi ia berpikir apakah yang di maksud itu Jin? Michi? Atau aku? Tapi itu tidak mungkin.

"la la lalu?" tanya Kazune gugup.

"tapi sampai saat ini detik ini juga dia sangat bodoh tidak menyadari perasaan aku terhadapnya." Dan Karin pun melirik Kazune.

Kazune tanpa sangat Shock dengan kata-kata Karin. Apakah yang di maksud itu adalah dia? Kazune pun Menatap kembali pada Karin dan alhasil mata mereka pun bertuju.

"a apa yang di maksud kamu itu adalah..."

Karin langsung potong pembicaraan Kazune dan segera memeluknya.

"iya bodoh, orang itu adalah kamu, a a aku hiks sangat mencintai kamu dari dulu, kenapa kamu tidak menyadari itu Hiks!" Karin memeluk Kazune sambil menangis. Dan Kazune pun membalas pelukan dari Karin.

"ma maafkan aku Karin, aku pun demikian, a aku juga sangat mencintai kamu sejak pertama kali kita ketemu, tapi aku tidak bisa mengatakan nya terkadang aku tidak bisa menahan diri ku untuk tidak melirik mu, menyentuhmu dan ketika melihat kamu kesusahan aku tidak bisa melihat kamu begitu a a aku juga mencintai mu.. aisiteru!"

Dan akhirnya mereka ketiduran dalam pelukan dan 1 ranjang.

End of KazuneAndKarin POV

Keesokan paginya

"ayo, Bangun lalu sarapan" Teriak Himeka Dari dapur.

"haii!" teriak teman-temannya. Ada yang sibuk mandi, ada yang sibuk berebut kamar mandi, ada yang rapiin kamar ada juga yang sibuk ambil buku pelajaran. Sedang kan disisi lain Kazune dan Karin tanpa Mesra bergandengan tangan dan keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk sarapan.

Dan semuanya pun telah berkumpul di meja makan tapi ada yang janggal dan tidak biasanya.

"Tumben?" tanya Michiru memecahkan keheningan.

"apanya" jawab Rika.

"itu biasanya kan" sambung Shigen.

"iya biasanya kan mereka kek kucing dan anjing" sambung Yuuki.

"iya tumben hari ini tidak ada suaranya ?" sambung Miyon.

"iya biasanya mereka ribut terus sampai telinga bisa tuli kalau dengar perdebatan mereka" tambah Jin.

"iya ya?" sambung Himeka ikut-ikutan.

"ada apa ni Karin kok akur banget dengan onii-chan?"

"ah, tidak ada kuk Kazusa" jawab Karin

"Hn" balas Kazune.

"ANEH PEMBOHONG!" jawab teman-teman protes.

Karin hanya tersenyum dan tiba-tiba Kazune mengajak Karin pergi sekolah beralasan bakal telat dan mencium kening Karin.

" Ci ci ciuuummm?" sontak teman-teman kaget.

Karin dan Kazune segera beranjak keluar dari rumah dan disusul ma teman-temannya yang penasara, curiga dan pengen tau apa yang terjadi. Beberapa pertanyaan di lontarkan dari mulut mereka.

"apa kalian sudah akur?"

"apa kalian pacaran?"
"apa yang barusan terjadi?"

"apa tidak salah?"

"kok bisa?"

"akhirnya Karin jadi kakak ipar! Yehaaa!" seru Kazusa senang

Cuma kata "hn" yang di jawab Kazune dan Karin hanya bisa tersenyum karena banyak sekali pertanyaan-pertanyaan nya sehingga tidak bisa di jawab.

END

Ini cerita akhirnya dan tamat deh ^_^
hehe .. mungkin endingnya tidak terlalu menyenangkan. Dan mungkin ada yang ceritanya tidak bagus maaf ya masih amatiran ^_^

Maaf kalau ada kesalahan Mohon Di Review :D

Maaf ya teman-teman lama update. Karena accountnya kemarin tidak bisa di buka dikira kenapa dan baru cek sekarang dan bisa dibuka jadi langsung update deh!

Maaf ya telah membuat teman-teman menunggu